1. Apa yang Anda ketahui tentang calorific value? Jelaskan!
Jawab:
Calorific value adalah nilai yang terkandung dalam bahan bakar, dinyatakan dalam MJ/kg. Contoh calorific value untuk antrasit senilai 30 MJ/kg. Artinya dalam 1 kilogram antrasit terkandung energi senilai 30 MJ.
Tabel 10. Nilai kalor untuk setiap contoh bahan bakar
Bahan Bakar Nilai
Kalor Satuan
Hard coal 25,0-31,0 MJ/kg
Lignit 7,0-30,0 MJ/kg
Gambut 6,3-8,4 MJ/kg
Bahan bakar minyak 40,0-43,0 MJ/kg
Gas alam 30,0-35,0 MJ/m3
2. Ketika batu bara disebut memiliki calorific value senilai 30 MJ/kg, apa artinya ini?
Jawab:
Ketika batubara memiliki calorific value senilai 30 MJ/kg, berarti total energi yang terkandung dalam 1 kilogram batubara akan setara dengan 30 MJ.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
64
Tabel 11. Nilai Kalor dan Analisis Prediksi Bahan Bakar Padat
fuel type
PERTANYAAN DAN JAWABAN
3.1 coal (come from hard coal processing)
finished 15,0 - 22,3 - 8 - 12 25 - 40
PERTANYAAN DAN JAWABAN pendinginan pada water cooling system kita
PERTANYAAN DAN JAWABAN
67
2. Untuk media transportasi batubara apabila pembangkit listriknya menggunakan bahan bakar batubara (PLTU), karena biaya transportasi menggunakan jalur air akan lebih hemat sehingga cost pembangkitan bisa ditekan.
Gambar 24. Kapal Pengangkutan Batu Bara (Wahyudi, 3 January 2019)
4. Di beberapa negara, gambut dipergunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, kenapa?
Jawab:
Karena sumber bahan bakar yang tersedia di negara tersebut hanyalah gambut. Sebagai contoh Finlandia. Negara ini tidak mempunyai cadangan batubara maupun gas alam dalam jumlah yang banyak. Selain itu harga gas alam juga mahal sehingga mereka memanfaatkan gambut yang melimpah disana sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
68
Gambar 25. Pembangkit Listrik Toppila, Finlandia ("The Toppila Power Station, a peat-fired facility in Oulu, Finland," 4 February
2006)
5. Apa saja karakter khusus dari heavy fuel oil yang Anda tahu?
Dimanakah heavy fuel oil biasanya dipakai? Kenapa?
Jawab:
Karakter khusus heavy fuel oil:
1. Padat (solid) dalam temperatur ruang
2. Harganya murah karena sifatnya yang padat sehingga tidak semua orang mau memakainya.
Heavy fuel oil biasa dipakai pada pembangkit. Alasannya karena harganya murah, orang-orang tidak mau memakainya sementara calorific valuenya masih cukup tinggi sehingga bisa dibakar.
6. Apa saja yang perlu diperhatikan apabila kita menggunakan limbah kimia berbahaya sebagai sumber bahan bakar pembangkit kita? Jelaskan!
PERTANYAAN DAN JAWABAN
69 Jawab:
Apabila kita menggunakan limbah berbahaya, yang harus diperhatikan adalah filternya. Jangan sampai ketika kita membakar limbah kimia berbahaya, kemudian gas buangnya beracun. Pastikan filter bekerja dengan baik sebelum gas buang dibebaskan ke atmosfer.
7. Jelaskan mengenai proses pembentukan batubara, termasuk karakter spesifik yang harus ada dalam pembentukan tersebut!
Jawab:
Karakteristik khususnya yaitu ketiadaan oksigen, karena apabila ada oksigen, maka yang akan terjadi justru pembusukan material (bahan baku).
Gambar 26. Ilustrasi Pembentukan Batu Bara (Sweeney) Proses pembentukan batu bara diawali dengan jatuhnya pepohonan dan tanaman yang mati ke tanah berlumpur. Satu kondisi penting yang harus ada untuk pembentukan batu bara adalah ketiadaan udara dan material tersebut harus tertutup dengan baik (sealed). Apabila ada udara, proses
PERTANYAAN DAN JAWABAN
70
pembusukan mungkin terjadi. Apabila ia tertutup dengan sempurna (sealed) oleh air misalnya, maka kumpulan karbohidrat dan karbon berada di bawah air. Dengan tumpukan lapisan baru di atas sejalan dengan bertambahnya waktu, mereka akan menekan lapisan terus-menerus sehingga tekanannya pun naik. Air dan kadangkala gas, akan keluar dari lapisan tersebut. Temperatur juga akan meningkat. Hasilnya adalah lapisan padat sebagai lapisan mula batu bara. Proses ini akan berulang terus menerus selama jutaan tahun sehingga lumpur berubah menjadi gambut, gambut berubah menjadi lignit dan akhirnya hard coal pun terbentuk.
8. Apakah yang dimaksud dengan volatile matter? Jelaskan!
Jawab:
Volatile matter merupakan kandungan gas di dalam bahan bakar yang bisa terbakar.
Bahan volatile adalah gas yang terdorong keluar ketika bahan bakar dipanaskan. Kandungan volatile akan tersedia pada temperatur 35-400 ˚C. pada kondisi standar 800-850 ˚C, semua gas telah keluar dari bahan bakar.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
71
Gambar 27. Pendekatan Langsung Bahan Bakar
9. Manakah yang lebih tinggi volatile matternya, lignit atau antrasit? Kenapa?
Jawab:
Lignit. Karena antrasit, sebagian besar terdiri atas karbon (>93%) sehingga jumlah gas di dalam antrasit akan jauh lebih sedikit.
Tabel 12. Perbedaan Jenis Batu Bara
Bahan Bakar
Massa
Jenis Nilai Kalor Kandu ngan
Substansi bebas air dan debu (ash) Gas
(volatile)
PERTANYAAN DAN JAWABAN
72
Bahan Bakar
Massa
Jenis Nilai Kalor Kandu ngan suatu bahan bakar? Jelaskan secara rinci!
Jawab:
Karbon mengindikasikan berapa jumlah energi yang bisa kita pakai dari bahan bakar padat tersebut. Karbon akan sebanding dengan nilai energi pada bahan bakar padat.
Misalnya antrasit memiliki kandungan karbon senilai 98%
berarti antrasit akan memiliki energi yang lebih besar dibandingkan dengan lignit yang memiliki jumlah karbon 70%.
11. Apabila lignit yang memiliki kandungan air 50% digunakan sebagai pembangkit di Rusia, apa sajakah yang harus mereka pertimbangkan dengan kondisi ini?
Jawab:
PERTANYAAN DAN JAWABAN
73
Perlu diingat bahwa Rusia merupakan negara empat musim, dengan winter yang bisa sangat dingin. Apabila kita memiliki lignit dengan kandungan air 50% maka pada musim dingin akan ada kemungkinan lignit tersebut membeku, karena air akan berubah wujud menjadi padat (membeku) pada temperatur 0°C. Oleh karena itu kita harus menyiapkan preheating, pengeringan dan memastikan agar lignit tidak membeku. Proses pengeringan ini sebaiknya dilakukan di musim panas.
Gambar 28. Ilustrasi Lignit (Lefterov, 30 December 2007)
12. Kenapa bisa terbentuk flame/nyala api? Bisakah Anda jelaskan kondisi ini?
Jawab:
Gambar 29. Kokas sebagai Bahan Baku Peleburan Bijih Besi ("Proses Pengolahan Besi dan Baja," 10 January 2019)
PERTANYAAN DAN JAWABAN
74
Terbentuknya flame dikarenakan adanya volatile matter/gas di dalam bahan bakar tersebut. Jika tidak ada gas, tidak akan terjadi nyala api. Sebagai contoh pada arang yang kandungan volatile matternya sedikit, maka ketika dia digunakan untuk membakar sate, hanya akan tampak sinar oranye kemerahan tanpa adanya kobaran api.
13. Apakah coke itu? Bisakah Anda menjelaskan proses pembentukan coke?
Jawab:
Gambar 30. Bongkahan Kokas (Stahlkocher, 10 December 2006)
Kokas (coke) adalah bahan bakar buatan hasil produksi pabrik yang bukan berasal dari alam. Batubara dipanaskan hingga kandungan karbonnya mencapai 93% ke atas dengan menghilangkan kandungan air dan volatile matternya.
14. Bagaimana gas alam bisa terbentuk? Jelaskan!
Jawab:
Sama seperti proses pembentukan batubara, syarat mutlak pembentukan gas alam yaitu dengan ketiadaan oksigen,
PERTANYAAN DAN JAWABAN
75
karena apabila ada oksigen, maka yang akan terjadi justru pembusukan material (bahan baku).
Gas alam terbentuk bersama dengan minyak bumi, akan tetapi mayoritas akan hilang karena ketiadaan lapisan penutup gas di atasnya. Gas alam terbentuk dari sisa hewan dan binatang laut yang mati tertimbun lapisan tanah jutaan tahun yang lalu.
15. Bagaimana proses pembentukan minyak bumi? Jelaskan!
Jawab:
Proses pembentukan minyak bumi dan gas alam sama dengan batu bara, hanya saja proses ini tidak melibatkan tumbuhan yang mati, melainkan hewan mati. Sebelum zaman dinosaurus purba, hewan seperti kerang dan kepiting mati membentuk material organik yang dibutuhkan dalam proses pembentukan minyak bumi. Mereka terkumpul di dasar dan tertutup oleh air sehingga tidak mengalami pembusukan.
Oleh karena itu, kita mendapatkan lapisan minyak bumi dan gas alam di dasar laut. Sejalan dengan waktu, akan lebih banyak lapisan yang terbentuk di atasnya. Tekanan pun akan terus meningkat. Air keluar dari lapisan organik ini. Setelah jutaan tahun, minyak mentah dan gas alam pun terbentuk.
Gambar 31. Ilustrasi Pembentukan Minyak Bumi dan Gas (Edwin Cey, 4 January 2019)
PERTANYAAN DAN JAWABAN
76
16. Apakah perbedaan menonjol antara bahan bakar padat (batu bara) dan cair (minyak bumi)? Jelaskan!
Jawab:
1. Bahan bakar padat terdiri dari ikatan karbon tunggal sementara bahan bakar cair terdiri dari ikatan rantai karbon kompleks
2. Bahan bakar padat punya kandungan sulfur yang lumayan besar, sedangkan bahan bakar cair memiliki kandungan sulfur yang jauh lebih sedikit
3. Pada bahan bakar cair bisa ditemukan vanadium
Gambar 32. Ilustrasi Penambangan Minyak Mentah (Antara, 2018)
17. Apakah perbedaan menonjol antara bahan bakar padat (batubara) dan gas? Jelaskan!
Jawab:
1. Bahan bakar gas tidak mempunyai sulfur sementara bahan bakar padat memiliki persentase sulfur yang lumayan besar
2. Bahan bakar gas lebih bersih dibandingkan bahan bakar padat
PERTANYAAN DAN JAWABAN
77
Gambar 33. Briket Batu Bara (Hendri, 19 July 2010)
18. Apakah perbedaan menonjol antara bahan bakar cair (minyak bumi) dan gas? Jelaskan!
Jawab:
1. Bahan bakar cair bisa memiliki sedikit kandungan sulfur sementara bahan bakar gas tidak
2. Bahan bakar gas lebih bersih dibandingkan bahan bakar cair
3. Bahan bakar gas bisa mengandung hidrogen
19. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kandungan H2 pada bahan bakar gas!
Jawab:
Bahan bakar gas bisa terdiri dari rantai hydrogen bukan hanya rantai karbon seperti pada bahan bakar padat (batu bara) yang digunakan sebagai sumber energinya.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
78
20. Apa ciri spesifik dari karbon monoksida? Jelaskan jawaban Anda?
Jawab:
Karbon monoksida merupakan gas beracun yang bisa menimbulkan kematian dengan memenuhi rongga paru-paru sehingga menyumbat saluran pernafasan (suffocation) yang terbentuk akibat pembakaran tidak sempurna. Karbon monoksida sebetulnya bisa dibakar menjadi bahan bakar gas dan digunakan di masa lampau sebagai media penerangan (lampu jalan). Lampu tersebut dinyalakan dengan gas batu bara. Batu bara ketika dipanaskan akan menghasilkan gas.
Gas ini disimpan dalam tangki besar yang disebut dengan gasometer sebagai tempat penyimpanan sementara. Saat ini gasometer hanya berada dalam museum saja.
Gambar 34. Gasometer di Vienna (Bwag/Wikimedia, 15 August 2015)
21. Apakah rantai pembentuk bahan bakar gas dan padat (batubara) itu sama? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
PERTANYAAN DAN JAWABAN
79
Tidak. Batubara terdiri dari karbon sementara bahan bakar gas umumnya juga memiliki rantai hidrogen.
22. Apakah vanadium itu? Bahan bakar apakah yang mengandung vanadium? Apa efeknya? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
Vanadium (V) adalah jenis metal yang digunakan untuk membuat baja menjadi sangat keras. Ada kemungkinan jejak vanadium dalam bahan bakar cair. Apabila vanadium ini terpapar dalam boiler maupun turbin gas, maka vanadium akan menyentuh komponen metal disana. Ketika vanadium bereaksi dengan oksigen dan membentuk ikatan oksida, senyawa ini akan merusak bilah turbin. Hal yang sama bisa terjadi pada piston di motor bakar.
Gambar 35. Korosi pada Bilah Turbin akibat Vanadium (Contributors, 20 January 2017)
PERTANYAAN DAN JAWABAN
80
Tabel 13. Himpunan Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas
Himpunan Bahan Bakar
23. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai soot dan fly ash?
Jawab:
Soot (jelaga) terjadi apabila bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna dan ada karbon tertinggal sebagai residunya, membentuk gumpalan molekul karbon yang lebih besar. Efek samping jelaga mirip dengan efek samping abu.
Jelaga merupakan partikel yang juga bisa mengganggu pernapasan, oleh karena itu ia tidak bisa dilepaskan begitu saja ke atmosfer terbuka.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
81
Abu terbang (fly ash) merupakan butiran halus yang dibawa oleh gas panas pada pembangkit. Fly ash ini disaring dan ada aturan terkait pembuangan emisinya.
24. Apa efek sulphur dalam bahan bakar? Bagaimana cara mengatasinya?
Jawab:
Ada jenis bahan bakar yang lain seperti biogas yang memiliki kandungan sulfur tinggi. Untuk bahan bakar gas, kita bisa mengetahui jenis senyawanya dan kita bisa memisahkan mereka. Untuk bahan bakar cair, hal ini sulit dilakukan mengingat susunan rantai kimianya lebih rumit dibandingkan gas. Adapun bahan bakar padat, kita juga menemukan kandungan mineral di dalamnya dan ditunjukkan hanya dalam persen (%). Semua jenis bahan bakar ini memiliki air. Semua jenis bahan bakar ini bisa mengandung sulfur dalam bentuk yang berbeda-beda. Sulfur dioksida dihasilkan setelah pembakaran dan terikat dengan regulasi emisi. Sulfur dioksida tidak boleh dilepas langsung ke udara atau pembangkit harus memiliki unit desulfurisasi.
Efek sulfur yang paling utama adalah korosif. Apabila sebagian besar pembangkit terdiri dari metal, maka keberadaan sulfur dalam bentuk sulfur dioksida harus dihindari. Akan tetapi, tidak ada yang bisa menjamin bahan bakar padat (batubara) jenis A memiliki kandungan sulfur kurang dari 2% misalnya. Maka yang bisa dilakukan adalah melakukan pencampuran berbagai jenis kualitas batubara dari beberapa tempat yang berbeda sehingga kita akan
PERTANYAAN DAN JAWABAN
82
mendapatkan nilai sulfur yang bisa dikatakan seragam (homogen).
25. Kenapa kita tidak menginginkan ada NOx dalam pembangkit kita? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
NOx memiliki efek yang serupa dengan sulfur dioksida yaitu menimbulkan efek hujan asam (korosif). Nitrogen merupakan gas inert dalam temperatur ruang. Dia baru akan bereaksi dengan oksigen dalam temperatur terlalu tinggi.
26. Kapankah nitrogen oksida akan terbentuk dalam pembangkit?
Jawab:
Saat atom nitrogen terpecah dari molekulnya, atom ini akan mengikat oksigen untuk membentuk senyawa oksida. Bahan bakar nitrogen pada umumnya akan diubah menjadi gas NOx terutama apabila temperatur pengapian terlalu tinggi di atas 700°C. Hal ini juga tidak bisa kita hindari. Cara mengatasinya, udara diambil dari nitrogen. Dengan kata lain, tidak boleh ada terlalu banyak oksigen yang tersedia dalam proses pembakaran.
27. Bagaimana cara mensiasati agar kandungan sulphur dalam bahan bakar tidak terlalu tinggi? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
Tidak ada yang bisa menjamin bahan bakar padat (batubara) jenis A memiliki kandungan sulfur kurang dari 2% misalnya.
Maka yang bisa dilakukan adalah melakukan pencampuran berbagai jenis kualitas batubara dari beberapa tempat yang
PERTANYAAN DAN JAWABAN
83
berbeda sehingga kita akan mendapatkan nilai sulfur yang bisa dikatakan seragam (homogen).
Gambar 36. Contoh Hard Coal Open Cast Mines di Kalimantan (Hidayat, 17 October 2017)
28. Apakah yang Anda ketahui mengenai fuel-air ratio? Jelaskan dan berikan contohnya!
Jawab:
Fuel-air ratio adalah perbandingan stoichiometric antara bahan bakar dengan udara.
Contoh:
Apabila fuel-air ratio adalah 2,1 maka artinya untuk setiap 1 bahan bakar akan terdapat 2,1 udara.
Tabel 14. Rasio Udara untuk Beberapa Jenis Sistem Firing
Furnace λ
Batu bara pada
manually fed stoker 1,5 to 2,0 Batu bara pada
mechanically fed stoker 1,3 to 1,6 pulverised coal firing 1,1 to 1,3
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Otto motor with controlled
catalyzer 0,99 to 1,00
Diesel motor 1,1 to 1,15
29. Kenapa diesel digunakan sebagai bahan bakar awal pada PLTU? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
Diesel, nama lain light fuel oil, mulai mengalami penguapan pada temperatur 200˚C dan akan menguap seluruhnya pada temperatur 360˚C.
Tidak ada titik didih yang pasti karena minyak terdiri dari setidaknya 150 jenis senyawa kimia. Oleh karena itulah, terdapat beragam cara untuk mengubah minyak menjadi gas untuk membakarnya. Kita bisa berkesimpulan bahwa pada temperatur 240-260˚C, kita memiliki proporsi yang bagus antara minyak dan gas sehingga pada range temperatur ini, ia bisa mudah dicampur dan dibakar.
Ini adalah salah satu alasan kenapa diesel sangat popular sebagai bahan bakar mula (starting). Diesel akan mulai terbakar pada temperatur yang rendah dan suhu 200˚C mudah untuk dicapai.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
85
Gambar 37. Titik Didih dari Extra Light Fuel Oil
30. Apakah karbon monoksida bisa digunakan sebagai bahan bakar? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
Bisa. Karbon monoksida merupakan rantai karbon yang memiliki calorific value sehingga bisa dibakar. Akan tetapi dia bukan merupakan bahan bakar yang baik dan bersifat beracun (suffocate)
Tabel 15. Konstitusi dari Bahan Bakar Gas Molekul
kimia nat.gas
H nat.gas
L generator
gas coke
gas refinery gas
H2 - - 12% 54,50% 45%
CO - - 28% 5,50% 35%
CH4 93% 81,80% 0,40% 25,40% 1,00%
PERTANYAAN DAN JAWABAN
86 Molekul
kimia nat.gas
H nat.gas
L generator
gas coke
gas refinery gas
C2H6 3,00% 2,80% - - -
C3H8 1,30% 0,40% - - -
C4H10 0,60% 0,20% - - -
CnHm - - - 2,30% 10%
CO2 1,00% 0,80% 5,00% 2,30% 4%
N2 1,10% 14,00% 54,50% 9,60% 5%
31. Apakah masuk akal untuk mendistribusikan gas metan dari biogas dalam bentuk cair? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
Tidak. Karena gas metan akan menjadi cair (liquid) dalam tekanan di atas 20 bar dengan temperatur -100°C. Dengan arti kata lain, dari sisi ekonomis, distribusi gas metan dalam bentuk cair tidak akan menguntungkan. Selain itu juga lebih susah dicapai dari sisi teknikal.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
87
Gambar 38. Kurva Uap Bertekanan
32. Kenapa stoker membutuhkan rasio bahan bakar terhadap udara sebesar 1,5-2? Jelaskan alasan Anda!
Jawab:
Karena bahan bakar pada stoker berupa padatan-padatan besar dari berbagai jenis benda, contohnya barang furniture, sehingga ia membutuhkan waktu yang lama untuk terbakar.
Oleh karena itu kita harus memastikan ia mendapatkan udara yang cukup.
33. Kenapa pulverized coal membutuhkan rasio bahan bakar terhadap udara sebesar 1,1? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
PERTANYAAN DAN JAWABAN
88
Dia membutuhkan air ratio rendah (sedikit udara) karena dia berbentuk serbuk dengan diameter yang sangat kecil di bawah 1 mm, sehingga sifatnya hampir sama dengan bahan bakar diesel/light fuel oil.
34. Kenapa otto motor with controlled catalyzer membutuhkan rasio bahan bakar terhadap udara sebesar 0,99? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
Rasio udara terhadap bahan bakar lebih kecil karena kita menghindari terbentuknya NOx pada otto motor with controlled catalyzer. Dengan membakar sedikit udara, akan sulit terjadi kemungkinan bertemunya oksigen dengan nitrogen karena oksigen sudah habis digunakan untuk membakar bahan bakar. Oleh karena itu, tidak ada deNOx plant pada otto motor with controlled catalyzer yang menjadi salah satu keunggulannya.
35. Apabila kita memperoleh data bahwa kandungan oksigen di cerobong PLTU senilai 0%, apa maksudnya?
Jawab:
Kandungan oksigen 0% di cerobong menandakan bahwa bahan bakar sudah terbakar habis semuanya.
36. Apabila kita memperoleh data bahwa kandungan oksigen di cerobong PLTU senilai 15%, apa maksudnya?
Jawab:
Apabila masih ada kandungan oksigen sebesar 15% pada exhaust, berarti masih ada bahan bakar yang belum terbakar.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
89
37. Apabila kita memperoleh data bahwa kandungan karbon dioksida di cerobong PLTU senilai 0%, apa maksudnya?
Jawab:
Jika tidak ada karbon dioksida pada cerobong berarti tidak terjadi pembakaran bahan bakar.
38. Apabila kita memperoleh data bahwa kandungan karbon dioksida di cerobong PLTU senilai 15%, apa maksudnya?
Jawab:
Apabila masih ada kandungan karbon dioksida sebesar 15%
pada exhaust, berarti masih ada bahan bakar yang belum terbakar.
39. Jelaskan apa yang Anda ketahui mengenai segitiga Ostwald!
Jawab:
Segitiga Ostwald menunjukkan kandungan pada gas buang yaitu oksigen, karbon dioksida, karbon monoksida dan fuel air ratio.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
90
Gambar 39. Segitiga Ostwald untuk Heavy Fuel Oil
Garis tersebut menunjukkan besaran lambda tertentu. Untuk kombinasi CO2 dan O2 (%), kita bisa mencari nilai lambdanya.
Pada setiap garis di bawah lambda ideal, kita menemukan pembakaran tidak sempurna dan level karbon monoksida akan meningkat.
40. Dari gambar segitiga Ostwald di atas, kapankah saya akan memiliki fuel-air ratio 1,5 dengan karbon monoksida sebanyak 0%? Jelaskan jawaban Anda!
Jawab:
Kondisi tersebut akan tercapai apabila kandungan gas buang oksigen berada pada angka sekitar 12% dan karbon dioksida di angka 10%.
91
DAFTAR PUSTAKA
Antara. (2018). Minyak Mentah. In https://www.portonews.com/wp-content/uploads/2018/06/180606-Minyak-Mentah-700x375.jpg.
Bwag/Wikimedia. (15 August 2015). Gasometer Vienna. In https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Simmering_(Wien)_-_Gasometer_(1).JPG.
Coal. (7 March 2007). In A. h. coal) (Ed.), http://resourcescommittee.house.gov/subcommittees/emr/usgsweb /photogallery/images/Coal,%20anthracite_jpg.
Contributors, T. S. (20 January 2017). Gas turbine corrosion mechanisms.
In
https://assets-turbomachinerymag-com.s3.amazonaws.com/uploads/2017/01/Fig-C.jpg.
Edwin Cey, J. H., Ashley Sheardown, Kailyn Stenhouse, Jason Donev. (4 January 2019). Process of oil and natural gas formation. In https://energyeducation.ca/wiki/images/d/dc/Oilgasformation3.p ng.
Hendri. (19 July 2010). BRIKET BATUBARA. In https://v-images2.antarafoto.com/briket-batubara-l5t0p9-pso.jpg: ANTARA.
Hidayat, N. (17 October 2017). Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. In
https://images.bisnis- cdn.com/thumb/posts/2019/10/11/1158096/nhbara171017-4.jpg?w=744&h=465.
Ireng, E. (30 December 2017). Foto dari udara, PLTU Paiton Probolinggo, Jatim. In https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/700x-/news/2017/12/pltu-paiton.jpg.
Lefterov, E. A. (30 December 2007). Brown coal from Chukurovo mine,
Bulgaria. In
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/74/Lignite-coal.jpg.
Peatlands. In https://peatlands.org/assets/uploads/2019/06/peatsw-1920x1080.jpg. pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm). In http://agroindonesia.co.id/wp-content/uploads/2019/09/pelet-kayu-e1569070823801.jpg.
92
Sweeney, M. The formation of different types of coal. In https://www.ga.gov.au/__data/assets/image/0003/76953/coal-image6by800.jpg.
The Toppila Power Station, a peat-fired facility in Oulu, Finland. (4
February 2006). In
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Toppila_power_plant.JPG .
Wahyudi, N. (3 January 2019). Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan. In
https://images.bisnis-cdn.com/posts/2020/02/20/1204111/batubara030118-1.jpg.