LAMPIRAN V. HASIL WAWANCARA DIREKTUR MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON
yang menjelaskan visi dan tujuan, dan berkomunikasi dengan membangkitkan empati bawahan
2. Bagaimana cara kepemimpinan kepala ma’had al-Jami’ah dalam meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an d ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon?
Irnforman: “yaitu pertma, menerapkan cara-cara sebagian dari direktur ma’had al-Jami’ah yang sebelumnya, dan melihat kembali apa kelemahan-kelemahan dan kemudian mencari cara-cara yang baru dan studi banding ke ma’had yang lainnya. Kedua cara untuk minat baca tulis al-Qur’an pada mahasantri itu serius dalam mempelajari al-Qur’an maka perlu ada rangsangan-rangsangan misalnya membuat motivasi, yaitu jika ada mahasantri yang sudah lulus dengan peringkat nilai A di ma’had maka mempunyai jatah musrif (tempat pengembangan pengajar), yang kedua kalau ada lowongan beasiswa yang ada bekerja sama dengan pihak-pihak ma’had, maka mahasantri putera maupun puteri yang betul-betul nilainya bagus akan diberi jatah yaitu dengan beasiswa S2 lewat organisasi-organisasi mitra. Dan yang ketiga membangun komunikasi dengan pihak-pihak lembaga IAIN Ambon. dan jika ada anak-anak mahasantri yang bagus mengenai hafalannya, bacaannya suda bagus, maka pihak mahad bekerja dengan pihak-pihak lembaga untuk
mahasantri tersebut mendapatkan beasiswa berupa bidikmisi dan beasiswa berprestasi.
3. Kebijakan apa yang di ambil untuk mahasiswa yang tidak lulus baca tulis al-Qur’an pada ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon?
Informan: “kebijakan yang di ambil yaitu dengan adakan tes setiap periode supaya peningkatan baca tulis al-Qur’an tetap berjalan dengan efektif”.
4. Bagaimana standar penilaian baca tulis Qur’an pada ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon?
Informan: “Dan dari segi penilaian pada ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon yaitu dilihat dari tes baca, tes hafal, dan tes tulis, akan tetapi pada tes ini disesuaikan, dan terkhusunya untuk lulusan terakhir harus disesuaikan dengan kelas minimal bisa mengikuti KKN yaitu kelas A. Tetapi untuk sekarang di mana pada tahun 2021 kelas B suda bisa mengikuti KKN”
HASIL WAWANCARA KEPALA ASRAMA PUTRA MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON
A. Identitas Informan
Nama : La Jalonto Batuatas, S.Pd Jabatan : Kepala Madrasah Qur’an Hari/Tgl : Senin, 6 Juni 2022 B. Pertanyaan
1. Apa saja bentuk-bentuk pembinaan dalam meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri putra?
Informan: “yaitu Jadwal mengaji. satu minggu 4 kali pertemuan, hari senin-kamis. Pagi jam 07:00-09:00/ sore jam 16:30-17:30 wit.
Dan wajib mengikuti pembinaan”.
2. Bagaimana pembinaan dalam meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri putra?
Informan: “yaitu dengan memberikan tugas selama proses pembelajaran berlangsung, dan tugasnya moraja’ah kembali materi yang suda disampikan, imlah, dan hafalan”.
3. Bagaimana cara ustadz untuk menumbuh-kembangkan minat baca tulis al-Qur’an yang dimiliki oleh tiap-tiap mahasantri?
Infroman: “dengan memberikan tugas seperti hafalan, moroja’ah dan imlah”.
4. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an?
Informan: “Faktor pendukungnya yaitu tersedia fasilitas yang cukup baik, suda terbentuknya sistem kaderisasi ma’had, dan beberapa dosen jurusan yang mendukung teman-teman mahasantri diarahkan ke ma’had untuk mengikuti proses pembinaan di ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon. Fakor penghambatnya yaitu kurangya fasilitas (papan tulis, dan tempat pembinaan), keinginan dari mahasantri untuk mengikut pembinaan, dan minatnya masih kurang serta dari dukungan-dukungan jurusan masi kurang. Karena kalau dari tiap-tiap jurusan dukungannya bagus dan bisa mengarahkan mahasantri maka pembinaa itu bisa dilakukan dengan baik”.
HASIL WAWANCARA KEPALA ASRAMA PUTRI MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON
A. Identitas Informan
Nama : Mukhlisin, M.Pd
Jabatan : Kepala Asrama Putri Ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon Hari/Tgl : Kamis, 2 Juni 2022
B. Pertanyaan
1. Gaya kepemimpinan apa yang diterapkan oleh kepala ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon?
Informan: “Gaya kepemimpinan kharismaatik, yaitu “Kepala ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon memiliki kepercayaan diri yang tinggih, mendorong orang-orang disekitarnya menuju perubahan, yaitu mendukung ma’had al-Jami’ah untuk selalu mengikuti perubahan sebagai peluang untuk memperbaiki organisasi dan meningkatkan proses kerjanya
2. Apa saja bentuk-bentuk pembinaan dalam meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri putri?
Informan: “a). Jadwal mengaji yang paten yaitu mulai dari senin-kamis.
b). pembagian materi, hafal, manulis, dan hukum tajwid. c).
mengabsen semua mahasantri yang datang mengaji di ma’had dengan harapan adanya absen, agar mahasantri terdorong untuk aktif mengaji”.
3. Bagaimana pembinaan dalam meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri putri?
Informan: “Pembinaan dilakukan mulai dari hari senin-kamis. Pagi jam 07:00-09:00 / sore jam 16:30-17:30 wit. Dan mahasantri wajib mengikuti pembinaan. Selain itu dengan memberikan tugas seperti hafalan, imlah, dan moraja’ah guna untuk meningkatkan lagi minat baca tulis al-Qur’an yang dimiliki oleh mahasantri”.
4. Bagaimana cara ustadz untuk menumbuh-kembangkan minat baca tulis al-Qur’an yang dimiliki oleh tiap-tiap mahasantri?
Infroman: “dengan memberikan tugas seperti menghafal, imlah, dan koraja’ah, karena dengan menerapkan tiga metode ini maka akan membuat daya ingat atau berkembangnya minat baca tulis al-Qur’an oleh tiap-tiap mahasantri”.
5. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an?
Informan: “Faktor pendukung suda terbentuk yaitu sistem kaderisasi, memiliki pengajar al-Qur’an yang saip menangani mahasantri tersebut. Faktor pengahambatnya yaitu a) kurangnya media pembelajaran. b) mahasantri yang malas mengaji. c) tempat mengaji berdekatan atara satu dengan yang lainnya, sehingga saling terganggu”.
HASIL WAWANCARA KEPALA MADRASAH QUR’AN MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON
A. Identitas Informan
Nama : La Jalonto Batuatas, S.Pd
Jabatan : Kepala Madrasah Qur’an Ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon Hari/Tgl : Senin, 6 Juni 2022
B. Pertanyaan
1. Adakah upaya ma’had dalam membina minat baca tulis al-Qur’an?
Informan: “pembinaan dari hari senin-kamis. Pagi jam 07:00-09:00/ sore jam 16:30-17:30 wit. Dan wajib mengikuti pembinaan adalah mahasantri semester I-VI”.
2. Bagaimana pembinaan dalam meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri?
Informan: “moraja’ah, imlah, dan hafalan”.
3. Adakah aturan yang mewajibkan mahasantri dalam mengikuti pembinaan tersbut? Dan jika ada apa saja sanksi bagi pelanggarnya?
Infroman: “ada. Masi menggunakan SK Rektor, dimana mahasiswa wajib mengikuti pembinaan di ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon. dan kalau mahasantri yang tidak aktif pembinaan secara otomatis ada beberapa mata kuliah yang tidak bisa di tawar contohnya mata kuliah yang berkaitan dengan al-Qur’an. Sanksinya berupa ketika mahasantri yang tidak mendapatkan tingkatan kelas yang paling tinggih/kelas A-B maka tidak diperbolehkan
mengikuti KKN. Dimana tidak dinyatakan lulus dengan belum mendapatkan sertifikat, tetapi dikembalikan kejurusan masing-masing”.
4. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an?
Informan: “Faktor pendukungnya yaitu tersedia fasilitas yang cukup baik, suda terbentuknya sistem kaderisasi ma’had, dan beberapa dosen jurusan yang mendukung teman-teman mahasantri diarahkan ke ma’had untuk mengikuti proses pembinaan di ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon. Fakor penghambatnya yaitu kurangya fasilitas (papan tulis, dan tempat pembinaan), keinginan dari mahasantri untuk mengikut pembinaan, dan minatnya masih kurang serta dari dukungan-dukungan jurusan masi kurang. Karena kalau dari tiap-tiap jurusan dukungannya bagus dan bisa mengarahkan mahasantri maka pembinaa itu bisa dilakukan dengan baik”.
5. Berapa banyak jumlah mahasiswa yang lulus baca tulis al-Qur’an di tahun ajaran 2020, 2021, dan 2022 pada ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon?
Informan: “Untuk periode ke-3 oktober tahun 2020 angkatan 2017 yang lulus baca tulis al-Qur’an berjumah 54 mahasantri, untuk periode ke-4 november tahun 2020 angkatan 2017 yang lulus baca tulis al-Qur’an berjumlah 30 mahasantri, keseluruhan mahasantri pada periode ke-3-periode ke-4 berjumlah 84
mahasantri, untuk kelulusan baca tulis al-Qur’an tahun 2021 angkatan 2015 berjumlah 21 mahasantri, untuk 2016 berjumlah 25 mahasantri, untuk 2017 berjumlah 90 mahasantri, dan untuk 2018 berjumlah 464 mahasantri, jumlah keseluruhan kelulusan tahun 2021 mulai dari angkatan 2015-2018 berjumlah 600 mahasantri, dan untuk kenaikan kelas pembinaan al-Qur’an periode tes bulan agustus tahun 2022 yang lulus baca tulis al-Qur’an berjumlah 27 mahasantri, untuk tes kenaikan kelas pembinaan al-Quran peiode tes bulan agustus tahun 2022 (data susulan) berjumah 17 mahasantri, jumlah keseluruhan yang lulus baca tulis al-Qur’an pada periode tahun 2022 yaitu 44 mahasantri, keseluruhan mahasantri yang lulus baca tulis al-Qur’an ttahun 2020, 2021, dan 2022 yaitu 728 mahasantri ”.
6. Berapa banyak jumlah mahasiswa yang tidak lulus baca tulis al-Qur’an di tahun ajaran 2020, 2021, dan 2022 pada ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon?
Informan: “Untuk periode ke-3 oktober tahun 2020 angkatan 2017 yang tidak lulus baca tulis al-Qur’an berjumah 62 mahasantri, untuk periode ke-4 november tahun 2020 angkatan 2017 yang tidak lulus baca tulis al-Qur’an berjumlah 40 mahasantri, keseluruhan mahasantri pada periode ke-3-periode ke-4 berjumlah 102 mahasantri, dan untuk kenaikan
kelas pembinaan al-Qur’an periode tes bulan agustus tahun 2022 yang tidak lulus baca tulis al-Qur’an berjumlah 40 mahasantri. Keseluruhan mahasantri yang tidak lulus baca tulis al-Qur’an tahun 2020, dan 2022 yaitu 142 mahasantri.
HASIL WAWANCARA PENGAJAR PUTRA MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON
A. Identitas Informan
Nama : Sanusi Ulath Semester : VIII (Delapan)
Jurusan : Perbandingan Mazhab Hari/Tgl : Kamis, 2 Juni 2022 B. Pertanyaan
1. Gaya kepemimpinan apa yang diterapkan oleh kepala ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon?
Informan: “Gaya kepemimpinan demokratis, yaitu kepala ma’had al-Jami’ah IAIN Ambon dalam setiap mengambil keputusan tidak sepihak, melainkan secara bersama dengan bawahannya”
2. Apa saja bentuk-bentuk pembinaan minat baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri putra?
Informan: “ada tiga bentuk pembinaannya yaitu: 1. metode baca sendiri (tahsin Qur’an), yang dimana mengajarkan mahasantri dalam lancar membaca al-Qur’an. 2. Menulis, yang dimana agar mahasantri mampu menulis al-Qur’an serta dengan kaidah-kaidah yang baik. 3. Metode pembelajaran hafalan, yang dimana selain bisa membaca dan menulis al-Qur’an,
mahasiswa juga harus memliki hafalan al-Qur’an untuk meningkatkan baca tulis al-Qur’an”.
3. Bagaimana pembinaan minat baca tulis al-Qur’an dilakukan?
Informan: “dikakukan hari senin –kamis dimana waktu pagi dan sore.
Pagi jam 07:00-09:00/ sore jam 16:30-17:30 wit”.
4. Bagaimana cara ustazah menumbuh-kembangkan minat baca tulis al-Qur’an yang dimiliki oleh tiap-tiap mahasantri?
Infroman: “dengan memberikan tugas setiap hari, yang dimana selesai memberikan materi selalu diberikan tugas selama proses pembelajaran berlangsung, dan melihat kemampuan atau kelemahan dari mahasantri sendiri dibagian mana. Dan dimana untuk membuat mahasantri bisa berkembang baik dengan memberikan tugas-tugas kemudian ada titik fokus untuk mahasantri memperhatikan materi tersebut”.
5. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri?
Informan: “faktor pendukungnya yaitu: suda tersedianya fasilitas asrama yang cukup baik, yang dimana dijadikan sebagai tempat membaca al-Qur’an untuk para mahasantri. Dan faktor penghambatnya yaitu: dari mahasantri sendiri, dimana tingkat pemahaman berbeda-beda otomatis itu juga menjadi salah satu faktor penghambat untuk bagaimana meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an secara maksimal atau cepat. Dan
ada juga dari pihak lembaga yang tidak memperhatikan hal tersebut, dimana pengawas khusus bagi mahasantri untuk memperhatikan kembali ke pada prodi dan diterapkan oleh ke fakultas bahkan di institut sendiri. Dan jika dilihat dari sekarang tidak ada pelatihan khusus dari lembaga, maka dari itu setiap hari jadwal pembinaan bahkan saling kosong di kelas, serta pengajaran juga kosong, karena tidak ada evaluasi dari lembaga untuk diperhatikan kembali”.
HASIL WAWANCARA PENGAJAR PUTRI MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON
A. Identitas Informan
Nama : Maudianti Maswain Semester : VIII (Delapan)
Jurusan : Bimbingan Konseling Islam (BKI) Hari/Tgl : Selasa, 31 Mei 2022
B. Pertanyaan
1. Apa saja bentuk-bentuk pembinaan minat baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri putri?
Informan: “pembinaan yang dilakukan pada mahasantri yaitu:
a). Bentuk pembinaan baca tulis al-Qur’an. b). Imlah. c).
Dan hafal”.
2. Bagaimana pembinaan minat baca tulis al-Qur’an dilakukan?
Informan: “dikakukan hari senin –kamis dimana waktu pagi dan sore.
Pagi jam 07:00-09:00/ sore jam 16:30-17:30 wit. Dengan pembinaan yaitu: a). Membaca al-Qur’an. b). Menyebut hukum tajwid”.
3. Bagaimana cara ustazah menumbuh-kembangkan minat baca tulis al-Qur’an yang dimiliki oleh tiap-tiap mahasantri?
Infroman: “untuk menambah-kembangkan itu dengan memberikan pemahaman tentang makroj dan tajwid agar santri membaca
sesuai dengan kaidah membaca al-Qur’an untuk hafalan santri dilakukan murojaah dan menambah hafalan santri”.
4. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an bagi mahasantri?
Informan: “faktor pendukung yaitu adanya fasilitas asrama yang dijadikan sebagai tempa membaca al-Qur’an. Faktor penghambat yaitu kurangnya santri yang aktif dalam mengikuti pembinaan al-Qur’an, waktu pembinaan terbatas, karena ada santri yang datanganya terlambat”.
HASIL WAWANCARA MAHASANTRI PUTRA MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON
A. Identitas Informan