• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTEMUAN DI KANWIL BPN PROVINSI KEPULAUAN RIAU

1. Sambutan Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN

Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari 7 kabupaten/kota yang sudah hampir 90% terdaftar dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan jumlah bidang tanah yang tentu saja tidak sebanyak bidang tanah di Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2024 diharapkan seluruh bidang tanah di Provinsi Kepulauan Riau sudah terdaftar seluruhnya. Pada tahun 2020, Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi yang capaian PTSL melebihi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kantor pertanahan di Provinsi Kepulauan Riau mendorong penyelenggaraan pelayanan publik secara elektronik, khususnya di Kota Batam agar pelayanan publik menjadi cepat, tepat, dan akurat. Kota Batam diharapkan dapat menjadi salah satu daerah pilot project terhadap kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Pelayanan publik di bidang pertanahan secara nasional berkurang sekitar 15% selama masa pandemi covid-19, sementara di Provinsi Kepualauan Riau pelayanan publik di bidang pertanahan berkurang 15-20%. Meskipun masyarakat tetap membutuhkan pelayanan pertanahan terutama yang terkait pelayanan pemeliharaan data. Selain itu, secara umum masyarakat juga telah terbiasa dengan pelayanan pertanahan secara elektronik. Provinsi Kepulauan Riau memiliki kampung-kampung reforma agraria yang memiliki 1.150 sertifikat, namun kendala yang dihadapi antara lain tentang penerbitan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang belum selesai serta persoalan batas hutan.

2. Sambutan Ketua Komisi II DPR RI

Kasus-kasus pertanahan merupakan pengaduan masyarakat yang paling banyak diterima oleh Komisi II DPR RI, yaitu sekitar 80-90% dari jumlah total keseluruhan pengaduan masyarakat. Saat ini UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah berlaku dan memiliki 5 peraturan pemerintah sebagai peraturan turunan, sehingga diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan pertanahan.

Provinsi Kepulauan Riau hanya memiliki 4% luas daratan yang terdiri dari sekitar 1.800 pulau saat pasang dan 2.000 lebih pulau saat surut.

Pulau-pulau ini tentu saja harus dijaga dengan baik dan tetap berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini penting untuk menjadi perhatian karena jangan sampai pulau-pulau yang ada diperjual belikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kepada orang asing. Dugaan jual beli pulau yang baru-baru ini terjadi yaitu di Pulau Lantigiang, Kabupaten Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Kasus dugaan jual beli pulau tidak hanya kali ini saja terjadi namun sudah sejak tahun 2010 terjadi di Pulau Putri Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pengunjung dan wisatawan dilarang masuk ke Pulau Putri karena sudah ada pemiliknya yaitu seorang Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Inggris yang telah menikah dengan warga setempat.

Saat itu, kasus ini sudah disampaikan ke pemerintah. Tentu saja sangat

tidak diharapkan ada wilayah daratan/pulau yang lepas dari wilayah territorial NKRI.

3. Pemaparan Kepala Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau memiliki luas wilayah sekitar 20.504.300 ha yang terdiri dari 19.684.128 ha wilayah laut (96%) dan sekitar 820.172 kawasan hutan. Estimasi jumlah bidang tanah di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 880.597 bidang yang terdiri dari 799.392 bidang tanah terdaftar (91%) dan 81.205 bidang tanah belum terdaftar (9%).

Roadmap pendaftaran tanah tahun 2021 memiliki target akan melakukan pendaftaran tanah terhadap 33.877 bidang tanah, tahun 2022 memiliki target 25.997 bidang tanah, dan tahun 2023 memiliki target 21.331 bidang tanah. Berikut ini data target dan realisasi program strategis tahun 2020-2021.

Target dan Realisasi Program Strategis Tahun 2020

KANWIL BPN PROV. KEPRI

IP4T

REDISTRIBUSI TANAH SERTIPIKASI BMN

Sumber : Rekapitulasi Data Kantor Pertanahan se-Kepulauan Riau per tanggal 31 Desember 2020 Sumber : Dashboard ptsl.atrbpn.go.id per tanggal 31 Desember 2020

Total Target

1 Bintan 7.000 7.040 101 2.250 2.348 104

2 Batam 3.963 4.061 102 4.063 4.092 101

3 Karimun 6.335 7.093 112 4.500 4.575 102

4 Natuna 450 450 100 520 520 100

5 Tanjungpinang 1.000 1.000 100 1.250 1.250 100

6 Lingga 900 900 100 950 950 100

7 Kep. Anambas 300 300 100 455 455 100

JUMLAH 19.948 20.844 104 13.988 14.190 101

No Wilayah Target Realisasi % Realisasi

1 Bintan 6 6 100

2 Batam 21 21 100

3 Karimun 2 2 100

4 Tanjungpinang 1 1 100

JUMLAH 30 30 100

No Wilayah Target Realisasi % Realisasi

1 Tanjungpinang 1.000 1.000 100

2 Batam 2.000 2.000 100

3 Lingga 500 500 100

4 Bintan 500 500 100

5 Natunna 700 700 100

6 Kep. Anambas 350 350 100

JUMLAH 5.050 5.050 100

No Wilayah Target Realisasi % Realisasi

1 Kep. Anambas 500 500 100

2 Karimun 100 100 100

3 Bintan 550 550 100

JUMLAH 1.150 1.150 100

: 26.178 Bidang

: 27.074 Bidang (103,42%)

Target dan Realisasi Program Strategis Tahun 2021

KANWIL BPN PROV. KEPRI

PTSL

No Wilayah

Target Realisasi % Target Realisasi %

PBT PBT Realisasi PBT SHAT SHAT Realisasi

SHAT

1 Batam 9.541 533 6 3.090 305 10

2 Karimun 3.000 1.139 38 2.000 - 0

3 Natuna 1.733 498 29 1.733 373 22

4 Tanjungpinang 957 287 30 957 22 2

5 Lingga 1.500 354 24 1.500 950 63

6 Anambas 1.300 478 37 1.223 100 8

JUMLAH 18.031 3.289 18 10.503 1.750 17

SERTIPIKASI LINTAS SEKTOR

No. Wilayah TargetPengumpulan

Data Yuridis % Pengukuran % SHAT %

1 Bintan 8 6 75 6 75 0 0

No. Wilayah Target Puldadis % Pengukuran % SHAT %

1 Batam 250 250 100,00 250 100,00 0 0

2 Tanjungpinang 200 0 0,00 0 0,00 0 0

JUMLAH 450 250 55,56 250 55,56 0 0

Sumber : dashboard ptsl.atrbpn.go.id per tanggal 11 Februari 2021

SERTIPIKASI BMN

Sumber : Rekapitulasi Laporan Kantor Pertanahan se-Kepulauan Riau per tanggal 13 Februari 2021 Sumber : Rekapitulasi Laporan Kantor Pertanahan se-Kepulauan Riau per tanggal 13 Februari 2021

Target dan Realisasi Program Strategis Tahun 2021

KANWIL BPN

1 Bintan 5.240 310 5.550 1.241 22 650 12

2 Karimun 700 2.300 3.000 0 0 0 0

3 Kep. Anambas 0 2.650 2.650 55 2 0 0

4 Lingga 1.250 500 1.750 0 0 0 0

5 Natuna 1.000 750 1.750 879 50 903 52

6 Tanjungpinang 300 0 300 30 10 30 10

Total 8.490 6.510 15.000 2.205 15 1.583 11

No Kab/Kota Total Target

IP4T (Bidang)

Realisasi

Sosialisasi/Penyuluhan % Verifikasi P4T, Sket dan

Toponimi %

1 Bintan 2.000 0 0 0 0

2 Lingga 1.000 1.000 100 0 0

3 Karimun 2.000 0 0 0 0

4 Batam 1.000 1.000 100 1.000 100

Total 6.000 2.000 33 1.000 17

IP4T

Sumber : Rekapitulasi Laporan Kantor Pertanahan se-Kepulauan Riau per tanggal 13 Februari 2021

REFORMA AGRARIA

POTENSI TORA DARI PELEPASAN KAWASAN HUTAN

berdasarkan

1 Kep. Anambas 15.541,96 72,51 15.614,47 8.084,23 7.530,24 3.765

2 Bintan 46.273,69 778,28 47.051,97 17.028,16 30.023,81 15.012

3 Karimun 41.301,86 235,11 41.536,97 21.076,11 20.460,86 10.230

4 Lingga 71.161,73 53,22 71.214,96 31.055,95 40.159,00 20.080

5 Natuna 25.181,25 - 25.181,25 15.963,13 9.218,12 4.609

6 Batam 6.324,07 78,91 6.402,97 3.409,21 2.993,77 1.497

7 Tanjungpinang 8.186,92 7,79 8.194,71 7.514,19 680,52 340

JUMLAH 213.971,48 1.225,82 215.197,30 104.130,98 111.066,32 55.533

Sengketa , Konflik & Perkara Pertanahan

No Satker Masuk Dalam Proses

Peradilan Selesai

Jumlah Sengketa & Konflik Tahun 2020 Jumlah Perkara Tahun 2020

Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program-program strategis Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Riau tahun 2020-2021, antara lain:

a. Pemilik tanah tidak diketahui keberadaannya dan tidak berdomisili di lokasi bidang tanah sehingga menyulitkan petugas dalam melakukan pendataan baik data fisik maupun yuridis;

b. Dasar penguasaan tanah belum didasarkan pada bukti-bukti penguasaan sehingga rentan menjadi objek konflik atau sengketa karena adanya klaim dari pihak-pihak lain;

c. Kurangnya animo masyarakat dalam mendaftarkan bidang tanahnya (penolakan masyarakat) dikarenakan pembebanan pajak (PBB dan BPHTB) dan pengurusan pemeliharaan data (peralihan hak) yang membutuhkan biaya besar dikarenakan tempat tinggal masyarakat yang letaknya jauh dari Kantor Pertanahan dan Kantor PPAT (berada di daerah kepulauan);

d. Keberadaan tanda batas yang tidak terpasang/keengganan masyarakat dalam memasang tanda batas;

e. Terdapatnya penguasaan tanah masyarakat di Kawasan Hutan;

f. Batas administrasi desa/kelurahan yang belum jelas;

g. Lokasi tanah yang tidak dapat dijangkau untuk dilakukan pengukuran terutama di daerah dengan kelerengan yang cukup curam, terjal dan belukar;

h. Wilayah berupa pulau-pulau yang letaknya jauh dari lokasi Kantor Pertanahan sehingga membutuhkan sumber daya yang relatif besar;

i. Iklim dan cuaca yang cukup ekstrim dibeberapa bulan tertentu sehingga memerlukan perencanaan waktu yang tepat;

j. Keterbatasan jaringan internet dan transportasi di beberapa wilayah Kabupaten/Kota.

Upaya yang dilakukan Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Riau dalam menghadapi kendala tersebut, antara lain:

a. Melakukan sosialisasi secara lebih intensif kepada masyarakat mengenai arti pentingnya sertipikat tanah dan terkait keringanan

dalam pembebanan pajak BPHTB yang dapat dilakukan secara terhutang;

b. Terhadap bidang tanah yang pemiliknya tidak diketahui/tidak berdomisili di lokasi, tetap dilakukan pemetaan bidang;

c. Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah agar dapat memberikan keringanan Pajak (PBB dan BPHTB) kepada masyarakat serta dapat menetapkan batas-batas administrasi Desa/Kelurahan;

d. Meningkatkan kapasitas jaringan internet;

e. Melakukan pelaksanaan kegiatan di lapangan secara terjadwal menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan jadwal transportasi.

Terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Peralatan sudah memadai dalam menunjang pelaksanaan kegiatan Survey, Pengukuran dan Pemetaan di Lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kepulauan Riau. Optimalisasi penyelesaian target kegiatan survei, pengukuran dan pemetaan di Lingkungan kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kepulauan Riau didukung dengan analisis pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Asisten Surveyor Kadastral (ASK) maupun PPNPN terhadap beban kerja pada setiap satuan kerja. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel Analisis Beban Kerja Tahun 2021 dan Ketersediaan Alat berikut:

Dokumen terkait