• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Tindakan Penelitian

2) Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Februari 2011 pada jam keempat dan kelima yaitu pada pukul 09.25-10.45 WIB. Pada pertemuan kedua guru memberikan pembelajaran dengan materi yang sama namun indikatornya berbeda. Pada pertemuan kedua ini indikatornya yaitu menceritakan kembali isi cerita dengan menggunakan kalimat sendiri.

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru pada pertemuan kedua yaitu kegiatan awal dimulai dengan guru membuka pelajaran dengan salam, dilanjutkan dengan mengkondisikan kelas dan memeriksa kesiapan siswa. Guru melakukan apersepsi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan tujuan memberikan penguatan dan mengingat kembali pada pelajaran yang telah dilaksanakan. Guru bertanya tentang “Siapa yang masih ingat cerita yang dipelajari kemarin?”, “Apa yang kalian ingat tentang cerita itu?”. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu tentang menceritakan kembali isi cerita dengan menggunakan kalimat sendiri. Guru memberikan motivasi agar siswa selalu rajin membaca.

Pada kegiatan inti, guru memulainya dengan menuliskan kembali judul bacaan di papan tulis. Guru membagi siswa menjadi dua kelompok. Kemudian guru memberikan teks bacaan yang berjudul “Rahasia Si Hidung Panjang” kepada setiap kelompok. Setelah itu guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan, sedangkan siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kemudian guru meminta siswa berdiskusi untuk menceritakan kembali bacaan dengan kalimat sendiri sebagai tes evaluasi. Setelah itu secara bergantian siswa menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang hasil kerjanya baik. Kemudian bersama dengan siswa guru membahas hasil diskusi.

Pada kegiatan akhir, guru melakukan refleksi pada siswa serta memberi tindak lanjut dengan mengingatkan siswa supaya rajin membaca. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

commit to user

c. Tahap Observasi

Observasi dilaksanakan saat pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan metode reading aloud. Pertemuan pertama berlangsung pada hari Senin, 14 Februari 2011 pukul 09.25-10.45 WIB (jam keempat dan kelima). Sedangkan pertemuan kedua berlangsung pada hari Rabu, 16 Februari 2011 pukul 09.25-10.45 WIB (jam keempat dan kelima). Peneliti melakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan metode reading aloud. Dalam tahap ini peneliti mengadakan kolaborasi dengan guru kelas dalam melaksanakan observasi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan lembar observasi siswa dan guru, foto, dan perekaman dengan kamera selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi dilaksanakan pada pelaksanaan pembelajaran, kegiatan yang dilaksanakan guru serta kegiatan siswa dalam pembelajaran membaca pemahaman.

Pertemuan pertama dilaksanakan pembelajaran membaca pemahaman dengan indikator menjawab pertanyaan berdasarkan teks yang dibacakan dengan benar. Pertemuan kedua menggunakan indikator menceritakan kembali isi cerita/ bacaan dengan kalimat sendiri. Hasil observasi siswa dan guru pada pembelajaran membaca pemahaman dengan metode reading aloud pada siklus I yaitu:

1) Kegiatan Siswa

a) Kedisiplinan siswa dalam pembelajaran masih dalam kriteria cukup. b) Kesiapan siswa dalam menerima pelajaran dalam kriteria baik. c) Keaktifan siswa dalam pembelajaran masih dalam kriteria cukup. d) Kemampuan siswa dalam melakukan diskusi masih dalam kriteria

cukup.

e) Kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan dalam kriteria baik. f) Kemampuan siswa dalam mengerjakan tes dalam kriteria baik. 2) Kegiatan Guru

a) Persiapan guru memulai pembelajaran dalam kriteria baik. b) Kemampuan guru mengelola kelas dalam kriteria baik.

commit to user

c) Kemampuan guru mengelola waktu pelajaran masih dalam kriteria cukup.

d) Kemampuan guru memberikan apersepsi masih dalam kriteria cukup. e) Kemampuan menyampaikan materi dalam kriteria baik.

f) Kemampuan guru memberikan pertanyaan dalam kriteria baik. g) Kemampuan guru membimbing diskusi dan melakukan penjelasan

konsep masih dalam kriteria cukup.

h) Perhatian guru terhadap siswa dalam kriteria baik.

i) Kemampuan guru dalam mengembangkan aplikasi dalam kriteria baik.

j) Kemampuan guru dalam menutup pelajaran dalam kriteria baik. Berikut ini tabel hasil observasi siswa pada pembelajaran membaca pemahaman dengan metode reading aloud pada siklus I yang ditunjukkan pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil Observasi Siswa dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Metode Reading Aloud pada Siklus I

No. Variabel Kriteria

1. Kedisiplinan siswa Cukup

2. Kesiapan siswa menerima pelajaran Baik

3. Keaktifan siswa Cukup

4. Kemampuan siswa melakukan diskusi Cukup

5. Kemampuan siswa menjawab pertanyaan Baik 6. Kemampuan siswa mengerjakan tes Baik

Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan hasil observasi siswa pada pembelajaran membaca pemahaman dengan metode reading aloud pada siklus I adalah baik, tetapi kedisiplinan siswa, keaktifan siswa, serta kemampuan siswa melakukan diskusi masih dalam kriteria cukup sehingga perlu ditingkatkan.

Berikut ini tabel hasil observasi guru pada pembelajaran membaca pemahaman dengan metode reading aloud pada siklus I yang ditunjukkan pada Tabel 5:

commit to user

Tabel 5. Hasil Observasi Guru dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Metode Reading Aloud pada Siklus I

No. Variabel Kriteria

1. Persiapan guru memulai kegiatan pembelajaran Baik

2. Kemampuan guru mengelola kelas Baik

3. Kemampuan mengelola waktu pembelajaran Cukup

4. Kemampuan memberikan apersepsi Cukup

5. Kemampuan menyampaikan materi Baik

6. Kemampuan guru memberikan pertanyaan Baik 7. Kemampuan membimbing diskusi dan melakukan

penjelasan konsep Cukup

8. Perhatian guru terhadap siswa Baik

9. Kemampuan mengembangkan aplikasi Baik

10. Kemampuan menutup pelajaran Baik

Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan hasil observasi guru pada pembelajaran membaca pemahaman dengan metode reading aloud pada siklus I adalah baik, tetapi kemampuan mengelola waktu pembelajaran, kemampuan memberikan apersepsi, kemampuan membimbing diskusi dan melakukan penjelasan konsep masih dalam kriteria cukup sehingga perlu ditingkatkan.

Berdasarkan hasil tes membaca pemahaman, dapat dilihat kemampuan membaca pemahaman siswa mengalami peningkatan. Diperoleh nilai hasil kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMALB-C Setya Darma Surakarta pada siklus I yang ditunjukkan pada Tabel 6:

commit to user

Tabel 6. Nilai Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMALB-C Setya Darma Surakarta pada Siklus I

No. Urut Inisial Siswa Nilai Keterangan

1. CDT 58 Di bawah KKM

2. EDP 62 Di atas KKM

3. GAT 48 Di bawah KKM

4. YIK 73 Di atas KKM

Jumlah 241

Nilai rata-rata 60,25 Meningkat

Ketuntasan Klasikal 50 % Meningkat

Dari Tabel 6, dapat disajikan dalam bentuk Grafik 2 yaitu grafik nilai membaca pemahaman siswa kelas X SMALB-C Setya Darma Surakarta pada Siklus I: 0 10 20 30 40 50 60 70 80 N i l a i

CDT EDP GAT YIK

Siswa

Nilai Siklus I

Grafik 2. Nilai Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMALB-C Setya Darma Surakarta pada Siklus I

Pada Tabel 6 terlihat bahwa nilai tertinggi siswa adalah 73, sedangkan nilai terendah 48, dan nilai rata-ratanya adalah 60,25. Dibandingkan dengan nilai pada kondisi awal sebelum tindakan, nilai rata-rata kelas pada siklus I meningkat dari 51,00 menjadi 60,25. Jumlah siswa yang mencapai nilai ≥ 60 juga mengalami peningkatan yaitu dari 1 siswa atau 25 % menjadi 2 siswa atau 50 %.

commit to user

d. Tahap Refleksi

Hasil yang diperoleh dari tindakan siklus I melalui pengamatan dan penilaian hasil pemahaman isi bacaan melalui tes dikumpulkan kemudian dianalisis. Hal ini digunakan sebagai langkah yang dilakukan pada siklus berikutnya.

Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan selama proses pelaksanaan tindakan siklus I maka dapat dikatakan proses pembelajaran telah menunjukkan perubahan, baik pada kegiatan siswa maupun pada pencapaian hasil belajar membaca pemahaman yang mengalami peningkatan.

Meskipun terjadi peningkatan dalam kemampuan membaca pemahaman siswa, akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dalam pembelajaran yang perlu dicari solusinya. Permasalahan tersebut antara lain:

1) Kata-kata sukar yang belum diketahui siswa membuat siswa keliru menafsirkan cerita.

2) Siswa mengeluh teks bacaan yang diberikan guru dianggap sulit dan rumit.

3) Siswa masih kesulitan dalam membuat paragraf yang baik saat membuat ringkasan dari suatu bacaan.

4) Kegiatan siswa dalam kelompok masih kurang karena banyak siswa yang mengerjakan tugas kelompok secara individu meskipun mereka berpasangan, hal ini bisa dilihat dari sebagian siswa yang sibuk dengan kegiatannya sendiri.

5) Pada saat salah satu siswa melakukan presentasi, siswa yang lain masih banyak yang ramai dan tidak memperhatikan.

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat diidentifikasi faktor penyebab dari permasalahan tersebut, antara lain:

1) Teks bacaan yang diberikan guru dianggap sulit dan rumit.

2) Kurangnya pengetahuan siswa terhadap penulisan paragraf yang baik dan penggunaan EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

commit to user

4) Penyampaian hasil diskusi oleh masing-masing siswa kurang dapat menarik perhatian siswa yang lain.

Berdasarkan analisis di atas, maka dapat disimpulkan refleksi dari kekurangan yang terdapat dalam proses pembelajaran, yaitu:

1) Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan menjelaskan arti kata-kata yang masih dianggap sukar oleh siswa.

2) Guru memberikan teks cerita yang tidak terlalu panjang dan lebih mudah.

3) Guru menjelaskan tentang cara menulis paragraf yang baik serta penggunaan EYD yang benar.

4) Guru selalu memberi bimbingan pada semua pasangan agar mau bekerja sama dengan pasangannya sehingga hasil yang diperoleh pun lebih maksimal.

5) Sebaiknya guru meminta siswa yang lain untuk memberi tanggapan terhadap siswa yang sedang presentasi di depan kelas.

Berdasarkan hasil analisis dan refleksi di atas, tindakan yang dilakukan pada siklus I dikatakan berhasil mencapai indikator ketercapaian siklus I yaitu 2 siswa atau 50 %. Namun, hasil yang diperoleh belum mencapai hasil yang maksimal karena masih kurang dari indikator ketercapaian yang telah ditentukan pada siklus terakhir yaitu 3 siswa atau 75 % yang mencapai nilai ≥ 60. Oleh karena itu, perlu dilakukan siklus II sebagai langkah perbaikan dalam proses pembelajaran pada siklus I.

Dokumen terkait