KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Tinjauan Pustaka
3. Tinjauan Tentang Metode Reading Aloud
a. Pengertian Metode Mengajar
Agar belajar mengajar berjalan dengan baik, efektif dan efisien, maka guru harus mempunyai strategi dalam penyajian materi pelajaran. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah penguasaan teknik-teknik penyajian atau biasa disebut dengan metode mengajar.
Metode berasal dari bahasa Yunani “methods” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.
“Metode adalah a way in achieving something” Wina Senjaya dalam Subagyo (2010:2). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Rustiyah N.K. (1991:1) mengemukakan bahwa “Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang digunakan oleh guru. Pengertian lain adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk menyajikan bahan pelajaran kepada anak di dalam kelas agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami, dan dipergunakan oleh anak dengan baik”.
commit to user
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Mengajar
Sebagai suatu cara, metode tidaklah berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Winarno Surakhmad dalam Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002:88) mengemukakan bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut:
1) Anak Didik 2) Tujuan 3) Situasi 4) Fasilitas 5) Guru
Keterangan dari masing-masing faktor akan dijelaskan sebagai berikut: a) Anak Didik
Perbedaan individual anak didik mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar, sebaiknya guru menciptakan lingkungan belajar yang kreatif demi tercapainya tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.
b) Tujuan
Tujuan yang guru pilih harus sejalan dengan kemampuan anak didik. Maka dari itu kemampuan yang bagaimana yang dikehendaki tujuan, maka metode harus mendukungnya.
c) Situasi
Situasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan harus kondusif. Guru dalam hal ini tentu memilih metode mengajar sesuai dengan kemampuan yang ingin dicapai oleh tujuan.
d) Fasilitas
Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar. Lengkap tidaknya fasilitas akan mempengaruhi pemilihan metode mengajar. e) Guru
Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode. Tetapi ada juga yang tepat memilihnya, namun dalam pelaksanaannya menemui
commit to user
kendala disebabkan dangkalnya penguasaan atas metode yang digunakan.
c. Macam-macam Metode Mengajar
Hingga sekarang, banyak dikenal macam metode mengajar. Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:116), metode mengajar ada beberapa macam, antara lain:
1) Metode Ceramah 2) Metode Tanya Jawab 3) Metode Diskusi
4) Metode Kerja Kelompok 5) Metode Pemberian Tugas 6) Metode Demonstrasi 7) Metode Eksperimen 8) Metode Simulasi 9) Metode Inkuiri
10)Metode Pengajaran Unit
Masing-masing metode akan dijelaskan sebagai berikut: a) Metode Ceramah
Penyajian pelajaran oleh guru dengan cara memberikan penjelasan-penjelasan secara lisan kepada peserta didik.
b) Metode Tanya Jawab
Cara penyajian pelajaran dalam proses belajar mengajar melalui interaksi dua arah dari guru ke peserta didik atau dari peserta didik kepada guru agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui jawaban lisan guru atau peserta didik.
c) Metode Diskusi
Siasat “penyampaian” bahan pengajaran yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis.
d) Metode Kerja Kelompok
Metode mengajar dengan mengkondisikan peserta didik dalam suatu group atau kelompok sebagai satu kesatuan dan diberikan tugas untuk dibahas dalam kelompok tersebut.
commit to user
e) Metode Pemberian Tugas
Metode resitasi atau penugasan adalah cara penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar yang dapat dilakukan di dalam kelas, halaman sekolah, atau dimana saja, asal tugas itu dapat dikerjakan.
f) Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.
g) Metode Eksperimen
Metode eksperimen atau percobaan diartikan sebagai cara belajar mengajar yang melibatkan peserta didik dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu.
h) Metode Simulasi
Metode simulasi diartikan sebagai cara penyajian pengajaran dengan menggunakan situasi tiruan untuk menggambarkan situasi sebenarnya agar diperoleh pemahaman tentang hakekat suatu konsep, prinsip atau keterampilan tertentu.
i) Metode Inkuiri
Metode inkuiri bisa disebut juga metode penemuan yaitu cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru.
j) Metode Pengajaran Unit
Metode pengajaran unit didefinisikan sebagai cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
commit to user
d. Metode Reading Aloud
Menurut Hisyam Zaini, dkk (2007:45) menyatakan bahwa “metode reading aloud adalah metode membaca buku dengan keras atau lantang”. Strategi ini dapat membantu siswa dalam berkonsentrasi, mengajukan pertanyaan dan menggugah diskusi.
Langkah-langkah dalam melakukan reading aloud menurut Hisyam Zaini, dkk (2007:45) yaitu:
1) Pilih salah satu teks yang cukup menarik untuk dibaca dengan keras. Usahakan teks tersebut tidak terlalu panjang.
2) Berikan kopian teks kepada siswa/ mahasiswa. Beri tanda poin-poin atau isu-isu yang menarik untuk didiskusikan.
3) Bagi teks dengan paragraf atau yang lain.
4) Undang beberapa siswa/ mahasiswa untuk membaca bagian-bagian teks yang berbeda-beda.
5) Ketika bacaan sedang berlangsung, berhentilah pada beberapa tempat untuk menekankan arti penting poin-poin tertentu, untuk bertanya, atau memberi contoh. Beri siswa/ mahasiswa waktu untuk berdiskusi jika mereka menunjukkan ketertarikan terhadap poin tersebut.
6) Akhiri proses dengan bertanya kepada siswa/ mahasiswa apa yang ada dalam teks.
Menurut Triatmoko (http://popsy.wordpress.com) “Read aloud adalah aktivitas membacakan buku dengan lantang maka kehadiran buku sangat diperlukan karena kehadiran buku menjadi ciri khas dari aktivitas ini”.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bercerita dengan teknik read aloud, yaitu:
1) Cari buku yang baik untuk anak. Dalam memilih buku ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a) Sesuaikan panjang cerita dengan usia dan rentang perhatian anak. Dapat dimulai dengan cerita yang pendek, secara bertahap ke yang lebih panjang. Cobalah dengan dua atau tiga buku cerita yang pendek terlebih dahulu.
b) Pilih buku cerita yang bisa membuat senang, baik cerita atau ilustrasinya.
commit to user
c) Pilih cerita yang menarik, banyak dialog, menggambarkan beberapa keadaan, adventure, dan memiliki muatan emosional yang sesuai dengan usia anak dan latar belakang anak.
d) Bacakan sebanyak mungkin buku cerita anak. Jika menemukan pengarang atau illustrator yang baik, cari beberapa judul dari mereka. Anak akan mempunyai pengarang favorit. Biarkan dia membaca berulang-ulang. Sementara tetap perkenalkan dengan yang buku dan pengarang lainnya.
e) Cari buku yang menggambarkan keadaan sehari-hari.
f) Perlu diperhatikan bahwa buku disebut baru, jika anak belum pernah mendengar.
2) Baca terlebih dahulu buku yang akan dibacakan ke anak.
3) Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak.
4) Bila usia anak sudah memungkinkan, sertakan anak dalam pemilihan buku.
5) Pilih buku diatas kemampuan baca anak tetapi dengan panjang cerita yang sesuai dengan ketahanannya mendengarkan cerita.
Bila tahap persiapan sudah dilalui dengan baik, maka selanjutnya adalah tahap pelaksanaan read aloud. Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan, yaitu:
1) Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang. 2) Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
3) Usahakan menggunakan suara/ intonasi yang berbeda sesuai karakter. 4) Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat,
lambat, sedih, meraung, meringkik, dan lain-lain sesuai karakter (dalam cerita).
5) Tambahkan „body language‟. 6) Ketika hendak membacakan cerita:
a) Tunjukkan halaman depan.
commit to user
c) Sebutkan tema utama buku yang akan dibaca seperti “buku cerita ini mengenai…”
d) Mulai dengan membicarakan gambar yang ada di buku atau dengan membolak-balikkan gambar. Bayi perlu dibantu membolak-balikkan buku sedangkan anak usia 3 tahun keatas sudah bisa melakukannya sendiri
7) Tunjukkan kata-kata dengan jari kita.
8) Mulai dengan beberapa menit membaca, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan anak maka waktu membaca akan bertambah. 9) Bila perkembangan anak sudah memungkinkan maka ajukan pertanyaan
seputar cerita.
10)Pancing dengan beberapa pertanyaan, apa yang akan terjadi menurut kamu? Apa ini? Apa itu?
11)Biarkan anak bertanya mengenai cerita.
12)Buat cerita sebagai cara untuk bercakap-cakap.
13)Biarkan anak menceritakan ceritanya, diusia tiga tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberi keempatan untuk bercerita.