DILAKUKAN OLEH ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 579/PID.SUS/20013/PN.DPS)
D. Pertimbangan Hakim
Pertimbangan hakim meliputi 2 (dua) hal yaitu pertimbangan yuridis dan petimbangan non yuridis. Pertimbangan yuridis adalah pertimbangan yang menjadi pedoman hakim dalam menjatuhkan pidana.
Hakim menimbang bahwa Terdakwa diajukan dipersidangan dengan dakwaan melanggar pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan dari dakwaan tersebut majelis hakim berpendapat perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam dakwaan melanggar pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
1. Unsur “Setiap orang”;
2.Unsur “Mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia”;
Ad.1 Unsur “Setiap orang” :
Yang dimaksud dengan unsur setiap orang disini adalah orang perorangan atau korporasi, yang dalam perkara ini adalah terdakwa TERDAKWA ANAK sehat jasmani dan rohani dan dapat menyebutkan identitas dirinya dengan baik serta dalam persidangan dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Hakim dan Jaksa Penuntut Umum dan mengerti dengan surat dakwaan yang didakwakan terhadapnya yang telah dibacakan dipersidangan oleh Jaksa Penuntut Umum dan mengakui semua perbuatannya serta secara yuridis dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya Dengan demikian unsur setiap orang telah terbukti secara sah dan meyakinkan;
Ad.2 Unsur “Mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia”. Berdasarkan Pasal 1 butir 8 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam ketentuan umum disebutkan yang dimaksud dengan Kendaraan Bermotor adalah setiap Kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain Kendaraan yang berjalan di atas rel. Selain itu dalam Pasal 1 butir 23 masih dalam Undang-Undang yang sama disebutkan pula mengenai definisi Kecelakaan Lalu Lintas yakni suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa Pengguna Jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan / atau kerugian harta benda. Unsur ini dapat dibuktikan berdasarkan keterangan saksi-saksi yaitu Saksi I Nyoman Suwerta, Saksi I Made Dwi Setiawan, dan Saksi I Ketut Kasih Jaya, pada pokoknya menerangkan bahwa kecelakaan lalu lintas terjadi pada hari Jumat, tanggal 11 Januari 2013, sekira jam 03.50 wita di Jalan Legian Selatan TL Melasti depan studio Tato Kuta Badung, saat sebelum kejadian terdakwa berangkat dari rumah sekitar jam 22.00 wita bersama saudara ADIT teman satu sekolah dengan terdakwa mau ngumpul di Cirkle K di Legian bersama teman-teman, dan saat itu yang membawa sepeda motor adalah saudara ADIT,kemudian dari lokasi ngumpul sekitar jam 01.30 wita melanjutkan jalan– jalan menuju kepantai, kemudian sekitar jam 02.40 pada bubaran dan saat itu terdakwa mengendarai sepeda motor sendirian milik saksi YOAN, sementara JOHAN bersama ADIT, saat itu terdakwa ketinggalan dari teman – teman dan terdakwa berniat untuk pulang kerumah dan setibanya di dekat Balai Banjar
Legian terdakwa berhenti karena mau buka SMS yang masuk ke handphone terdakwa dengan posisi masih diatas kendaraan dan kendaraan masih dalam keadaan hidup namun giginya netral,kemudian terdakwa membaca SMS dari saksi YOAN yang menanyakan “KAMU DIMANA “ dan saat itu tiba – tiba ada seorang naik ke sepeda motor terdakwa yakni korban NI WAYAN SUSIANTI dan meminta terdakwa untuk mengantar pulang, karena terdakwa melihat ada yang mengejar korban kemudian terdakwa panik lalu melarikan kendaraanya dengan kencang menuju kearah selatan melanggar jalur pada perempatan Melasti dan karena terdakwa tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga oleng kekiri dan naik ke trotoar dan menabrak pot beton pohon perindang di sebelah kiri jalan dan akibat kejadian tersebut korban NI WAYAN SUSIANTI meninggal dunia dan mengalami luka-luka sesuai dengan Visum Et Repertum Nomor : YM 01.06/IV.E.19 VER / 28/2013 tanggal 14 Januari 2013 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Henky, SpF dokter pemerintah pada Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, selanjutnya korban Ni Wayan Susianti diketahui meninggal dunia di tempat kejadian perkara sesaat setelah kejadian tersebut dan mengalami luka-luka sesuai dengan Visum Et Repertum Nomor : YM 01.06/IV.E.19 VER / 28/2013 tanggal 14 Januari 2013 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Henky, SpF dokter pemerintah pada Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, selanjutnya korban Ni Wayan Susianti diketahui meninggal dunia di tempat kejadian perkara sesaat setelah kejadian tersebut.Dengan demikian unsur inipun telah terbukti secara sah dan meyakinkan.
Hakim kemudian menimbang bahwa pertimbangan unsur-unsur dari dakwaan melanggar pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Majelis sependapat dengan Penuntut Umum dan pertimbangan tersebut diambil alih menjadi pertimbangan Hakim dalam perkara ini, sehingga perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam dakwaan tersebut diatas, oleh karenanya atas diri Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia”.
Hakim menimbang bahwa oleh karena terdakwa terbukti dalam dakwaan tersebut, maka sudah sepantasnya Terdakwa dijatuhkan pidana yang sesuai dan setimpal dengan kesalahannya, sebab selama pemeriksaan dipersidangan tidak ditemukan alasan–alasan penghapus pemidanaan , baik alasan pembenar maupun alasan pemaaf sehingga terdakwa dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sedangkan pertimbangan non yuridis adalah pertimbangan berupa pemberatan dan peringanan pidana yakni sebagai berikut. Hakim menimbang bahwa sebelum menjatuhkan pidana terhadap diri Terdakwa, terlebih dahulu dipertimbangkan hal-hal yang dapat memberatkan dan meringankan pidana terhadap diri terdakwa.
Hal yang memberatkan:
a) Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan Ni Wayan Susianti meninggal dunia.
Hal yang meringankan:
a) Terdakwa mengaku bersalah dan merasa menyesal;
b) Terdakwa sopan di persidangan.;
c) Terdakwa masih anak-anak dan masih memerlukan banyak bimbingan dan perhatian orang tuanya;
d) Terdakwa telah memberikan santunan dan bantuan materiil kepada keluarga korban;
e) Antara Terdakwa dan keluarga korban telah melkukan perdamaian sesuai dengan surat pernyataan damai tertanggal 15 Januari 2013;
f) Terdakwa masih berstatus pelajar di SMP Sunari Loka; E. Putusan
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar telah menjatuhkan putusan dalam perkara pidana register nomor: 579/Pid.Sus/2013/PN. DPS. Putusan tersebut dibacakan pada tanggal 25 Juli 2013. Adapun isi putusan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa TERDAKWA ANAK telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia”;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara 4 (empat) bulan;
3. Menyatakan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali di kemudian hari ada perintah Hakim karena terdakwa melakukan suatu perbuatan pidana selama masa percobaan 6 (enam) bulan;
4. Menetapkankan barang bukti berupa : 1 (satu) unit sepeda motor Honda DK 6890 JA beserta STNKnya dikembalikan kepada saksi YOAN;
5. Menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah).
F. Analisis Penulis Terhadap Putusan Nomor 579/Pid.Sus/20013/PN.DPS