BAB IV ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA JAKARTA
B. Pertimbangan Hukum
1. Menimbang, bahwa pihak pemohon dan termohon telah dipanggil secara resmi pada hari dan waktu yang telah ditentukan untuk pemeriksaan perkara tersebut, tetapi pihak pemohon hanya hadir sendiri di persidangan dan pihak termohon tidak hadir di persidangan.
2. Bahwa majelis hakim telah berusaha menasehati kepada pihak beperkara untuk bersabar menunggu dan berdamai tetapi tidak berhasil, pihak pemohon tetap teguh pada pendirianya.
3. Bahwa kemudian dibacakan permohonan pemohon oleh hakim yang isinya tetap dipertahankan oleh pemohon.
4. Bahwa termohon tidak datang menghadap atau menyuruh orang lain menghadap sebagai kuasanya, meskipun menurut surat panggilan dari juru sita nomor perkara 207/ Pdt.G/2009/PAJT, tanggal 2 maret 2009 dan tanggal 3 April 2009 yang dibacakan dipersidangan telah dipanggil dengan patut, sedangkan ternyata tidak datangnya itu disebabkan sesuatu halangan yang sah.
5. Bahwa pemohon dipersidangan telah mengajukan alat-alat bukti surat dalam bentuk asli maupun dalam bentuk fotocopy bermaterai cukup yang telah dicocokkan dengan aslinya sebagai berikut:
Buku kutipan Akta Nikah Nomor 79/DN/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 yang dikeluarkan oleh KUA Kecamatan Purwokerto Selatan Purwokerto (bukti P.1).
6. Bahwa saksi-saksi pemohon telah memberi keterangan dibawah sumpah masing-masing sebagai berikut:
Saksi pertama:
M. Isnaini bin Hamid Mustofa, Umur 30 tahun, Agama Islam, pekerjaan karyawan swasta, bertempat tinggal di Jl. Kp. Melayu barat No. 36 Rt. 01/06, kelurahan Bukit Duri, kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Menyatakan kenal dengan pemohon dan termohon serta ada hubungan famili dengan pemohon sebagai adik pemohon.
Bahwa kehidupan rumah tangga antara pemohon dengan termohon sebagai berikut:
1. Bahwa antara pemohon dan termohon sebagai suami isteri dan telah dikaruniai anak 1 orang
2. Bahwa antara pemohon dan termohon sering terjadi cekcok rumah tangga dikarenakan termohon sering pergi-pergian yang tidak jelas.
3. Bahwa antara pemohon dan termohon telah pisah rumah tangga selama 5 tahun.
Saksi kedua:
Muhaji bin M. Yunus, umur 43 tahun, agama Islam, pekerjaan karyawan swasta bertempat tinggal di Kp. Pulo Rt. 015/02, kelurahan Kp. Melayu, kecamatan Jatinegara Jakarta Timur.
53
- Menyatakan kenal dengan pemohon dengan termohon serta tidak ada hubungan famili dengan pemohon sebagai teman.
- Bahwa kehidupan antara pemohon dengan termohon sebagai berikut:
Bahwa antara pemohon dan termohon adalah sebagai suami isteri dan telah dikaruniai 1 orang anak
Bahwaantara pemohon dengan termohon sering terjadi cekcok rumah tangga karena pemohon sering pergi-pergi minimal 1 bulan tanpa alasan yang jelas
Bahwa antara pemohon dan termohon telah pisah rumah tangga selama 5 tahun.
7. Bahwa pemohon telah menyampaikan kesimpulanya yang intinya untuk tetap bercerai, karena kehidupan rumahtangga sudah tidak dapat diperbaiki dan tetap pada permohonanya.
8. Bahwa telah terjadi hal-hal sebagaimana telah terurai dalam berita acara persidangan dalam perkara ini yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari perkara ini dan di anggap termuat dalam putusan ini. 9. Bahwa pemohon menyatakan tidak mengajukan suatu tanggapan apapun dan
TENTANG HUKUMNYA
1. Bahwa maksud dan tujuan permohonan pemohon adalah sebagaimana tersebut di atas.
2. Bahwa berdasarkan posita dan petitum permohonan pemohon telah jelas menunjukkan tentang adanya sengketa dalam kehidupan rumahtangga antara pemohon dengan termohon sebagaimana dalam permohonan dan keterangan para saksi di persidangan.
3. Bahwa berdasarkan pengakuan termohon saat panggilan pertama atas nama pemohon ternyata sah dan patut, maka harus dinyatakan terbukti bahwa termohon berdomisili diwilayah hukum / yurisdiksi Pengadilan Agama Jakarta Timur, maka oleh karenanya berdasarkan pasal 46 ayat 1 huruf (a) dan pasal 66 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 tahun 1989, Pengadilan Agama Jakarta Timur berwenang memeriksa dan menyelesaikan permohonan pemohon.
4. Bahwa berdasarkan pengakuan pemohon sebagaimana tertulis dalam surat bukti kutipan Akta Nikah Nomor 79/DN/ VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 harus dinyatakan terbukti antara pemohon dan termohon telah terikat dalam pernikahan yang sah, terikat dengan talik talak.
5. Bahwa antara pemohon dan termohon telah pernah hidup bersama sebagai layaknya suami isteri yang baik, rukun dan telah dikaruniai satu orang anak yang bernama Eko Satrio P yang lahir pada tanggal 6 Juni 1999.
6. Bahwa asas dan tujuan dari pernikahan sesuai dengan kehendak ayat 21 surat Ar-Rum dan ayar 34 Surat An-Nisa’ antara lain adalah untuk mewujudkan adanya
55
mawadah, sakinah dan rahmah dalam kehidupan rumah tangga, akan tetapi bilamana hal tersebut sudah tidak mungkin untuk diwujudkan maka dapat dibenarkan salah satu pihak mengajukan perceraian dan hal ini sesuai dengan kehendak undang-undang nomor 1 tahun 1974 pasal 77 ayat (5), Inpres No.1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
7. Bahwa dalil-dalil pemohon tentang terjadinya prselisihan / persengketaan dalam kehidupan rumah tangga yang tercantum dalam permohonanya sebgai berikut.
Termohon tidak taat kepada pemohon.
Termohon sering pergi meninggakan pemohon
Termohon telah pergi meninggalkan pemohon kurang-lebih 5 tahun. 8. Bahwa termohon telah dipanggil dengan patut tetapi tidak datang menghadap
persidangan maka harus dinyatakan tidak hadir dan gugatan tersebut harus dikabulkan dengan verstek.
9. Bahwa para saksi pemohon masing-masing bernama Munaji bin M Yunus dan M. Isnaini bin Hamid Mustofa yang menyatakan sebagai berikut: bahwa antara pemohon dan termohon sudah pisah rumah selama 5 tahun, yang mana termohonlah yang meninggalkan pemohn.
10. Bahwa dalil-dalil pemohon yang dibuktikan akan kebenaranya dengan pengakuan langsung tersebut dan diperkuat dengan para saksi dan keluarga, majelis dapat menarik suatu kesimpulan bahwa kehidupan antara pemohon dan
termohon dalam rumahtangganya telah terbukti terjadi perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus yang sangat sulit untuk dirukunkan lagi.
11. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut permohonan pemohon telah terbukti memenuhi ketentuan pasal 19 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam.
12. Bahwa kehadiran pihak keluarga pemohon dimuka persidangan majelis telah dapat mengambil kesimpulan sebagaimana tersebut diatas dan yang menjadi penyebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran telah cukup jelas maka majelis berpendapat bahwa dikabulkan permohonan pemohon telah terbukti dan dapat memenuhi ketentuan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo pasal 134 Inpres No.1 tahun 1991 Kompilasi Hukum Islam. 13. Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana tersebut diatas, yang telah
membuktikan akibat tindakan temohon menimbulkan pertengkaran yang terus-menerus dan terbukti termohon telah melanggar ketentuan pasal 33,34 ayat (1) undang-undang Nomor 1 tahun 1974 oleh karena itu permohonan pemohon dapat dipertimbangkan.
14. Bahwa dengan jelasnya masalah pokok-pokok permasalahan permohonan pemohon serta ditemukanya dasar hukum tentang permohonan tersebut, majelis hakim telah memberikan pokok pikiran kepada pihak pemohon untuk mengurungkan niatnya bercerai, namun ternyata pemohon tetap pada pendirianya karena sudah tidak sanggup lagi membina rumah tangga dengan termohon, dengan demikian majelis berpendapat bahwa antara pemohon dengan termohon telah terbukti terjadi perselisihan dan percekcokan yang sulit untuk dibina lebih
57
lanjut oleh karena itu majelis hakim menilai termohon telah terbukti melanggar ketentuan yang diatur dalam pasal 33 Undang-Undang nomor satu tahun 1974 jo pasal 116 huruf (f) dan (g) Inpres No.1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
15. Bahwa majelis hakim berpendapat perlu mengetengahkan petunjuk Allah SWT, dalam surat Al-Bakoroh ayat 227 yang berbunyi:
: ه ﺮ ﻘ ﺒ ﻟ ا ) (
Artinya: jika mereka berazam (bertetep hati untuk) talak maka sesungguhnya
allah maha mendengar lagi maha mengetahui”
16. Bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas pertimbangan permohonan pemohon dapat di kabulkan.
17. Berdasarkan pasal 89 ayat (1) Undang-undang nomor 7 tahun 1989 jo Unang-undang nomer 3 tahun 2006 tentang Pengadilan Agama biaya perkara dalam bidang perkawinan dibebankan kepada pemohon
MENGADILI
1. Menyatakan, bahwa termohon telah dipanggil secara sah dan patut untuk menghadap persidangan dan tidak hadir
2. Mengabulkan permohonan pemohon dengan verestek
3. Menetapkan, memberi izin kepada pemohon Juredi bin Hamid Mustofa
4. Membebankan kepada pemohon untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp. 331.000,-(tiga ratus tigapuluh satu ribu rupiah).
Adapun pertimbangan hukumnya, bahwa maksud dan tujuan perkawinan tidak terwujud. Pada pokoknya gugatan Pemohon memuat hal-hal sebagai berikut: (1) Antara Pemohon dan Termohon terdapat ikatan perkawinan yang sah sejak tanggal 7 juli 2008 dengan bukti buku kutipan akta nikah. (2) Rumah tangga Pemohon dan Termohon sudah tidak harmonis lagi dan terjadi perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon yang diakibatkan Termohon tidak dapat memberi nafkah batin kepada Pemohon karena Termohon mengalami kelainan seksual. (3) Termohon tidak menyanggah atau membantahnya, dan menyatakan bahwa dalil-dalil gugatan Pemohon adalah benar dan diakui oleh Termohon. (4) Mejelis mendengarkan keterangan para saksi/keluarga dari kedua belah pihak dan kesaksian keduanya tidak bertentangan dan saling mendukung.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka gugatan Pemohon dapat dikabulkan berdasarkan pasal 19 huruf (e) dan (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (e) dan (f) Inpres No.1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI). Dalam hal ini, suami sebagai korban karena tindakan isteri yang tidak mencerminkan sebagai isteri sebagaimana mestinya yang disebabkan Termohon mengalami kelainan seksual yaitu menyukai sesama jenis (perempuan), bukan dengan suaminya sendiri. Dalam gugatan tersebut juga terdapat beberapa alasan yang menyebabkan suami mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama yang
59
berwenang, dalam hal ini Pengadilan Agama Jakarta Timur. Salah satu alasannya yaitu, antara Pemohon dan Termohon sudah tidak harmonis lagi, Termohon kurang terbuka dengan kondisi pemohon yang kurang dapat memberikan kebutuhan terhadap Pemohon.
Adapun pertimbangan Hakim mengabulkan gugatan Pemohon untuk bercerai kepada isterinya, karena Pemohon tetap kepada pendiriannya untuk bercerai.
Pertimbangan lainnya yaitu, dalil gugatan Pemohon dapat dibuktikan dengan adanya dua orang saksi yang menyatakan keterangan yang bersesuaian antara yang satu dengan yang lainnya, dan keluarga sudah menasehati tetapi tidak berhasil. Dan Mejelis Hakim berpendapat bahwa kedua saksi tersebut telah memenuhi syarat formil yang ditetapkan oleh hukum.
Mejelis Hakim mengabulkan atas permohonan dari Pemohon/suami dengan tidak mengabaikan pasal 19 huruf (e) dan (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 116 huruf (e) dan (f) Inpres No.1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Permohonan yang dikabulkan oleh Majelis Hakim atas gugatan Pemohon/suami adalah menjatuhkan talak satu bain sughra pemohon terhadap Termohon.