DALAM PROVISI
C. DALAM PETITUM
3. PERTIMBANGAN HUKUM
[3.1] Menimbang bahwa permasalahan hukum utama permohonan Pemohon
adalah keberatan atas Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa Nomor 12 Tahun 2010 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gowa Periode 2010-2015, bertanggal 2 Juli 2010;
[3.2] Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan pokok permohonan,
Mahkamah Konstitusi (selanjutnya disebut Mahkamah) lebih dahulu akan mempertimbangkan hal-hal berikut:
a. kewenangan Mahkamah untuk memeriksa, mengadili, dan memutus permohonan a quo;
b. kedudukan hukum (legal standing) Pemohon; c. tenggang waktu pengajuan permohonan;
Terhadap ketiga hal tersebut di atas, Mahkamah berpendapat sebagai berikut:
Kewenangan Mahkamah
[3.3] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 24C ayat (1)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (selanjutnya disebut UUD 1945) dan Pasal 10 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316, selanjutnya disebut UU MK) junctis Pasal 29 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437, selanjutnya disebut UU 32/2004) sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844, selanjutnya disebur UU 12/2008), salah satu kewenangan konstitusional Mahkamah adalah memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum;
Semula, berdasarkan ketentuan Pasal 106 ayat (1) dan ayat (2) UU 32/2004, keberatan berkenaan dengan hasil penghitungan suara yang mempengaruhi terpilihnya Pasangan Calon diajukan ke Mahkamah Agung. Kewenangan Mahkamah Agung tersebut, dicantumkan lagi dalam Pasal 94 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4865);
Dalam Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721) ditentukan, ”Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah
pemilihan umum untuk memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”;
UU 12/2008, dalam Pasal 236C menetapkan, ”Penanganan sengketa hasil
penghitungan suara pemilihan kepala daerah oleh Mahkamah Agung dialihkan kepada Mahkamah Konstitusi paling lama 18 (delapan belas) bulan sejak undang-undang ini diundang-undangkan”;
Pada tanggal 29 Oktober 2008, Ketua Mahkamah Agung dan Ketua Mahkamah Konstitusi bersama-sama telah menandatangani Berita Acara Pengalihan Wewenang Mengadili, sebagai pelaksanaan Pasal 236C UU 12/2008 di atas;
[3.4] Menimbang bahwa mengenai objek permohonan, Mahkamah akan
memberikan penilaian dalam bagian Pendapat Mahkamah;
Kedudukan Hukum (Legal Standing) Pemohon
[3.5] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 106 ayat (1) UU 32/2004
sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan UU 12/2008 dan Pasal 3 ayat (1) huruf a Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (selanjutnya disebut PMK 15/2008), Pemohon dalam perselisihan hasil Pemilukada adalah Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah peserta Pemilukada;
[3.6] Menimbang bahwa berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten Gowa Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Menjadi Peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2010, bertanggal 21 April 2010, Pemohon adalah peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2010-2015 Nomor Urut 2;
[3.7] Menimbang bahwa dengan demikian, Pemohon memiliki kedudukan
hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan a quo;
Tenggang Waktu Pengajuan Permohonan
[3.8] Menimbang bahwa Pasal 106 ayat (1) UU 32/2004 dan Pasal 5 ayat (1)
PMK 15/2008 menyatakan tenggang waktu untuk mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil penghitungan suara Pemilukada ke Mahkamah paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah Termohon menetapkan hasil penghitungan suara Pemilukada di daerah yang bersangkutan;
[3.9] Menimbang bahwa terhadap tenggang waktu pengajuan permohonan, Mahkamah akan memberikan penilaian pada uraian tentang Pendapat Mahkamah;
Dalam Eksepsi
[3.10] Menimbang bahwa dalam jawabannya, Termohon dan Pihak Terkait,
mengajukan eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut: Eksepsi Termohon
1. Permohonan Pemohon melampaui tenggang waktu;
2. Permohonan Pemohon tidak berkaitan dengan hasil penghitungan suara yang mempengaruhi terpilihnya pasangan calon; dan
3. Permohonan Pemohon melampaui kompetensi absolut Mahkamah Konstitusi; Eksepsi Pihak Terkait
1. Permohonan Pemohon telah daluarsa;
2. Permohonan Pemohon tidak menjelaskan adanya kesalahan hasil
penghitungan suara yang ditetapkan Termohon; dan 3. Permohonan Pemohon kabur (obscuur libel);
Dalam Pokok Permohonan
[3.11] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan, dalam penyelenggaraan
pemilukada, mengabaikan asas kepastian hukum, sehingga Calon Bupati H. Ikhsan Yasin Limpo dapat mencalonkan diri sebagai Calon Bupati padahal syarat formal pendidikan yang dapat dibuktikan dengan ijazah [yaitu ijazah Sekolah Dasar (SD/MI) dan Ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP)] tidak dapat diperlihatkan aslinya dan tidak dilampirkan dalam persyaratan calon;
Bahwa masalah keaslian ijazah atas nama Ichsan Yasin Limpo telah dilaporkan masyarakat Kabupaten Gowa dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di kabupaten Gowa kepada Termohon sebelum penetapan pasangan calon oleh Termohon, di antara yang melaporkan mengenai keaslian ijazah tersebut adalah sebagai berikut:
LSM Gempar melaporkan masalah ijazah tersebut kepada Panwaslukada Kabupaten Gowa dengan Laporan Pengaduan No.011/LSP3M/GP/II/2010 bertanggal 10 Februari 2010 perihal Ijazah SMP Milik Pak Ichsan Yasin Limpo
Palsu. Surat pengaduan tersebut ditindaklanjuti oleh Panwaslukada Kabupaten Gowa dengan mengirim kepada KPU Kabupaten Gowa Surat Nomor 26/Panwaslukada-GW/IV/2010 bertanggal 17 April 2010, yang pada intinya meminta agar KPU kabupaten Gowa melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berkompeten mengenai permasalahan ijazah Ichsan Yasin Limpo. Rekomendasi Panwaslukada Kabupaten Gowa tidak ditindaklanjuti oleh KPU Kabupaten Gowa.
Forum Solidaritas Masyarakat Gowa mengadukan permasalahan ijazah Ichsan Yasin Limpo kepada Ketua Bawaslu dengan surat bertanggal 24 Mei 2010, namun Bawaslu tidak memberikan tanggapan.
Masalah ijazah Ichsan Yasin Limpo juga telah dilaporkan Polwiltabes Makassar dan saat ini prosesnya dalam tahap penyidikan.
Dengan demikian, menurut Pemohon, Ichsan Yasin Limpo tidak dapat ditetapkan oleh Termohon sebagai Calon Kepala Daerah Kabupaten Gowa untuk mengikuti Pemilukada Kabupaten Gowa Tahun 2010 karena syarat pencalonannya bertentangan dengan syarat wajib sebagaimana yang dimaksud Pasal 58 huruf c UU 32/2004, UU 12/2008, Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005, dan Peraturan KPU Nomor 68 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Bahwa terhadap dalil Pemohon mengenai ijazah Pasangan Calon Nomor 4 yang diduga palsu, Termohon pada pokoknya menyatakan bahwa Termohon tidak memiliki kewenangan menyidik dugaan ijazah palsu tersebut. Pemohon menganggap ijazah SD dan SMP milik Ichsan Yasin Limpo telah memenuhi syarat Pasal 9 ayat (2) Peraturan KPU Nomr 68 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, berdasarkan adanya Surat Keterangan SD Mongisidi I Makassar (dahulu SD Pembangunan II Makassar) Nomor 421.6/026/SDN.MSD.I/03/2010, bertanggal 4 Maret 2005, dan Surat Keterangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar Nomor 421.2/0889/DPK/IV/2005, bertanggal 20 April 2005.
Bahwa Pihak Terkait pada pokoknya menolak dalil Pemohon mengenai dugaan ijazah palsu.
[3.12] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan banyak warga yang
memenuhi syarat sebagai pemilih pada pemilukada Kabupaten Gowa tidak terdata dan tidak tercantum dalam DPT, di sisi lain terjadi penambahan jumlah pemilih
yang berdomisili di luar wilayah Kabupaten Gowa dan pemilih di bawah umur. Pemohon mengajukan keberatan tetapi tidak ditindaklanjuti oleh Termohon.
Menurut perhitungan Pemohon, terdapat:
a. 32.244 pemilih dalam DPT yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan; b. 27.639 Pemilih dengan NIK Rekayasa;
c. 170 Pemilih di Bawah Umur yaitu pemilih yang telah terdaftar dalam DPT tetapi belum berumur 17 (tujuh belas) tahun pada tanggal 23 Juni 2010;
d. 3.019 Penggandaan pemilih pada kategori NIK Ganda dalam DPT.
Bahwa wajib pilih fiktif (rekayasa) yang terdaftar dalam DPT tersebut di atas yang tergolong sebagai pelanggaran yang sistematis, terstruktur dan massif totalnya berjumlah 63.072 pemilih yang tersebar di 18 (delapan belas) Kecamatan, yaitu Kecamatan Somba Opu, Kecamatan Tinggi Moncong, Kecamatan Barombong, Kecamatan Bontonompo, Kecamatan Tombolopao, Kecamatan Bontolempangan, Kecamatan Bajeng Barat, Kecamatan Pattalasang, Bontomarannu, Kecamatan Bajeng, Kecamatan Manuju, Kecamatan Biringbulu, Kecamatan Paranglaoe, Kecamatan Parigi, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Bungaya.
Termohon membantah dalil Pemohon dan menyatakan bahwa DPT telah disusun dengan mendasarkan pada Peraturan KPU Nomor 67 Tahun 2009 tentang Pedoman Tata Cara Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Selain itu, menurut Termohon adalah tidak masuk akal dalil Pemohon yang menyatakan bahwa 63.073 pemilih bermasalah dalam DPT adalah pemilih Pasangan Nomor Urut 4.
Termohon menyatakan bahwa (i) sejumlah 32.244 pemilih yang terdaftar dalam DPT tetapi tidak memiliki NIK adalah warga dari masing-masing wilayah dimana mereka terdaftar yang sesuai dengan keterangan Kepala Desa/Lurah masing-masing; dan (ii) sejumlah 27.639 pemilih yang terdaftar dalam DPT dengan NIK invalid adalah tidak bisa dipastikan memilih Pasangan Calon Nomor Urut 4;
Pihak Terkait membantah dalil Pemohon dan menyatakan bahwa tuduhan mengenai kerja sama antara Termohon dan Pihak terkait untuk menambah perolehan suara Pihak Terkait dengan cara memasukkan pemilih tidak bersyarat dalam DPT adalah tuduhan yang tidak berdasar;
[3.13] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan Termohon membiarkan
yang secara terang-terangan berpihak dan aktif melakukan kegiatan yang pada dasarnya mengarahkan masyarakat untuk mendukung dan memilih Pasangan Calon Nomor Urut 4. Pemohon mendalilkan:
a. Pada Jumat, 18 Mei 2010, bertempat di Jalan Andi Tonro Nomor 83B Sungguminasa, Abd Madjid Hayat, S.H. (Camat Somba Opu) membuat surat undangan yang ditujukan kepada masyarakat Somba Opu untuk menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan ”Tim Relawan IYL-BAJI” di lapangan Syech Yusuf Discovery;
b. Pemerintah Kabupaten Gowa cq Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan (Ir. H. Achmad Syahsir) menerbitkan Surat Tugas bertanggal 8 Juni 2010 dan 11 Juni 2010 berkenaan dengan Bakti Sosial Commite Posko Utama Ichsan Yasin Limpo-Razak Bajidu;
c. Pada Selasa, 22 Juni 2010 sekitar pukul 21.49 WITA, bertempat di BTN Gowa Mas Indah rumah kediaman Fatima Suyuti (PNS BKD Gowa) telah terjadi pembagian sarung dan kerudung yang terdapat tulisan atau bordiran atas nama Ichsan Yasin Limpo dan kartu nama Pasangan No. 4, motifnya agar masyarakat sekitar BTN Gowa Mas Indah dan BTN Minasa Indah memilih pasangan No. 4 (Ichsan Yasin Limpo-Razak Bajidu). Hal tersebut dilapotrkan kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gowa dengan nomor bukti penerimaan laporan No. 10/Panwaslukada – GW/IV/2010.
d. Bupati Kabupaten Gowa menjelang proses tahapan Pemilukada Kabupaten Gowa secara rutin melakukan pergeseran dan pelantikan pejabat dari staf tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa, sampai tingkat Kepala Dusun.
e. Pejabat daerah Provinsi Sulawesi-Selatan yang juga adalah ketua salah satu Partai Pengusung Pasangan Calon Nomor urut 4 telah terlibat secara aktif melakukan kampanye sebelum jadwal yang ditetapkan oleh Termohon pada peringatan hari besar nasional tertentu dengan menghadirkan pasangan calon nomor urut 4 dan mengarahkan masyarakat yang hadir untuk mendukung dan memilih pasangan calon nomor urut 4;
Termohon membantah dalil Pemohon dengan menyatakan bahwa Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa melalui Surat Nomor 07/033/BKDH bertanggal 22 Januari 2010 perihal Pemilukada Kabupaten Gowa Tahun 2010-2015, telah menghimbau seluruh PNS dan Pejabat Pemerintah Kabupaten Gowa agar tidak
melakukan mobilisasi dan memberikan dukungan kepada salah satu calon Kepala Daerah.
Pihak Terkait membantah dalil Pemohon dan menyatakan bahwa:
a. Undangan dari Abd Madjid Hayat, S.H. (Camat Somba Opu) pada Jumat, 18 Mei 2010, di Jalan Andi Tonro Nomor 83B Sungguminasa, adalah untuk acara penyematan tanda jabatan untuk kepala lingkungan se-Kabupaten Gowa; b. Tidak benar terdapat Surat Tugas bertanggal 8 Juni 2010 dari Pemerintah
Kabupaten Gowa cq Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan (Ir. H. Achmad Syahsir);
c. Ibu Fatima Suyuti tidak pernah membagikan sarung dan kerudung yang terdapat tulisan atau bordiran atas nama Ichsan Yasin Limpo dan kartu nama Pasangan Nomor 4;
d. Hingga saat ini Bupati Kabupaten Gowa belum mengisi kekosongan jabatan yang ada dalam pemerintahan Kabupaten Gowa dan jabatan tersebut masih ditangani oleh Asisten Pemerintahan Bupati Kabupaten Gowa.
e. Pihak Terkait selaku Bupati Gowa yang masih aktif menghadiri setiap kegiatan selaku pejabat daerah;
[3.14] Menimbang bahwa Pemohon mendalilkan pelanggaran-pelanggaran
tersebut menggelembungkan suara Pasangan Calon Nomor Urut 4 dan mengurangi perolehan suara Pemohon, sehingga perolehan suara pasangan calon sesuai penetapan Termohon adalah sebagai berikut:
NO NAMA
PASANGAN
JUMLAH
SUARA %
1. Ahmad Pidris Zain dan Abdul Ravy
Rasyid 2.206 0,67
2. Drs. Andi Maddusila Andi Idjo dan
Jamaluddin Rustam, SH,MH 134.409 41,05
3. Andi Mappaturung dan Bahruddin
Matakko 2.165 0,66
4. H. Ichsan Yasin Limpo dan Razak
Bajidu 184.628 56,39
UNTUK SELURUH PASANGAN CALON KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH
327.408 100
Karena Termohon telah menambah atau menggelembungkan perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 4 dengan terlebih dahulu memasukkan wajib pilih secara tidak bersyarat pada DPT sejumlah 63.072 pemilih, maka perolehan suara
Pasangan Calon Nomor 4 harus dikurangi sejumlah 63.072, sehingga perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 4 adalah 184.628- 63.072= 121.556. Sehingga hasil perolehan pasangan calon yang benar menurut Pemohon adalah sebagai berikut :
NO NAMA
PASANGAN
JUMLAH
SUARA %
1. Ahmad Pidris Zain dan Abdul Ravy
Rasyid 2.206 0,84
2. Drs. Andi Maddusila Andi Idjo dan
Jamaluddin Rustam, SH,MH 134.409 51,62
3. Andi Mappaturung dan Bahruddin
Matakko 2.165 0,83
4. H. Ichsan Yasin Limpo dan Razak
Bajidu 121.556 46,69
UNTUK SELURUH PASANGAN CALON KEPALA DAERAH DAN
WAKIL KEPALA DAERAH
260.336 100 (dibulatkan)
[3.15] Menimbang bahwa dari dalil Pemohon, jawaban para pihak, serta
bukti-bukti surat yang diajukan, terdapat fakta hukum yang diakui maupun fakta hukum yang diperselisihkan.
Bahwa fakta hukum yang diakui adalah:
12. Pemohon adalah Pasangan Calon Nomor Urut 2 berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah menjadi Peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2010;
13. Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dilaksanakan oleh Termohon pada Rabu, 23 Juni 2010;
14. Pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2010 dilaksanakan pada Senin, 28 Juni 2010;
15. Pleno penetapan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dilaksanakan pada Jumat, 2 Juli 2010;
16. Pemohon mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi pada Rabu, 7 Juli 2010;
Bahwa fakta hukum yang diperselisihkan adalah: 1. Tenggang waktu pengajuan permohonan;
2. Objek permohonan perselisihan hasil pemilihan umum; 3. Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap; dan
4. Praktek politik uang (money politics);
[3.16] Menimbang bahwa sepanjang perselisihan hukum mengenai objek
permohonan dan tenggang waktu pengajuan permohonan, Mahkamah akan memberikan penilaian pada bagian Pendapat Mahkamah;
Pendapat Mahkamah
[3.17] Menimbang bahwa Mahkamah dalam mencermati secara mendalam esensi pokok permohonan yang termuat dalam posita dan petitum Pemohon, jawaban Termohon, jawaban Pihak Terkait, dan bukti surat para pihak, serta permasalahan perselisihan hukum sebagaimana terurai di atas, akan dipertimbangkan secara runtut di bawah ini;