• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 Landasan Teori

2.6 Pertimbangan Terhadap Penduga 13

Diterima atau tidaknya suatu penduga yang diperoleh atas besarnya adalah tergantung yang menilainya atau yang membuat keputusan. Suatu penduga sangat baik digunakan bila persentase variasi yang dijelaskan sangat besar (mendekati satu)

2.6.2 Pertimbangan Berdasarkan Residu (sisa)

Suatu regresi adalah berarti dan model regresinya cocok apabila ketiga asumsi dipenuhi. Ketiga asumsi itu dibuktikan dengan analisa residu dari penduga yaitu, selisih dari respon observasi terhadap hasil keluaran oleh penduga berdasarkan prediktor observasi

2.7 PembuktianAsumsi 2.7.1 Asumsi Pertama

Rata - rata residu sama dengan nol (0), keberartian dari keadaan ini akan terlihat pada perhitungan dalam tabel 2.3

Variansi ( ) , keadaan ini akan diuji melalui uji statistika yaitu uji t dengan terlebih dahulu menghitung koefisien Rank Spearman dengan membandingkan harga

dengan . Untuk menguji ini, maka data yang diperlukan dengan tabel 2.3 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.3 Koefisien Korelasi Rank Spearman

No observasi Penduga ( ) Residu (e) Rank penduga Rank residu 1 2 3 4

- - - -

- - - -

N

Jumlah

Koefisien Korelasi Rank Spearman :

= 1- 6 (2.13)

Keterangan :

= korelasirank spearman

= perbedaan (selisih) rank diberikan oleh dua karakter yang berbeda. n = jumlah observasi

Kemudian diuji dengan menggunakan uji t, dengan cara

(2.14)

= (2.15)

keterangan :

n – 2 = derajat kebebasan

α = taraf nyata hipotesa

Dengan membandingkan terhadap maka di peroleh bila < maka variansi ( = variansi ( ) sehingga variansi seluruh residu adalah sama.

Asumsi ini akan dibuktikan dengan plot residu yaitu diagram pencar dari residu. Bila plot residu menunjukkan pola tertentu yang beraturan maka asumsi dilanggar, sedangkan bila plot residu menunjukkan pola tidak beraturan maka asumsi dipenuhi yaitu tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas dalam tugas akhir ini untuk menentukan faktor dominan pada kasus penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo

1.3 Batasan Masalah

Adapun yang menjadi batasan masalah dalam Tugas Akhir ini adalah :

1. Menggunakan data sekunder dari Polres Tanah Karo dari tahun 2011 s/d 2012 2. Menggunakan satu variabel tidak bebas yaitu Penyalahgunaan narkoba dan

empat variabel bebas yaitu lingkungan pergaulan yang salah, kurangnya perhatian orangtua,senang dengan kegiatanberesiko,dan mudahnya mendapatkan narkoba

3. Metode yang digunakan untuk menentukan persamaan regresi linier berganda pada kasus penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo adalah Metode backward. 4. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam tugas akhir ini adalah untuk menentukan sejauh mana hubungan fungsional antara variabel - variabel penduga terhadap jumlah penyalahgunaan narkoba yang dianalisa dengan menggunakan metode backward

1.5 Tinjauan Pustaka

Regresi dapat ditafsirkan sebagai studi ketergantungan suatu variabel tidak bebas pada peubah lainnya. Analisa regresi berguna untuk menelaah dua peubah atau lebih dan terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui sehingga dalam menerapkannya lebih baik lagi. Dalam penyelesaian persamaan regresi linier berganda ada berbagai macam metode, misalnya dengan metode backward yaitu menyeleksi variabel dengan cara meregresikan semua variabel - variabel X dan Y serta mengeluarkan satu demi satu variabelnya (Khairul Saleh, 2010).

Dalam metode backward, dimulai dengan model yang lengkap kemudian variabel bebas akan di evaluasi, jika ada yang tidak signifikan maka akan di keluarkan yang paling tidak signifikan, dilakukan terus - menerus sampai tidak ada lagi variabel tidak bebas yang tidak signifikan (Forum Statistik, Deny Kurniawan L

Dengan menggunakan metode backward, setiap variabel X diregresikan dengan variabel Y. Pengeliminasian ini didasarkan pada nilai dari masing - masing variabel X yaitu variabel yang memiliki nilai terkecil dan turut tidaknya variabel tersebut di dalam model yang didasarkan pada (Draper, N . dan Smith, H. 1992).

Model regresi terbaik adalah model yang dapat menjelaskan perilaku variabel respon dengan sebaik - baiknya dengan memilih variabel penjelas dari sekian banyak variabel penjelas yang tersedia dalam data (I Putu Ria Antara, 2012)

Pemeriksaan kelinearan regresi dilakukan melalui pengujian hipotesis nol bahwa regresi linear melawan hipotesis tandingannya, sedangkan regresi diperiksa melalui pengujian hipotesis nol yang menyatakan koefisien-koefisien regresi (Sudjana, 1992)

1.6 Metodologi Penelitian

Untuk mendapatkan persamaan regresi linier berganda yang digunakan sebagai penduga jumlah penyalahgunaan narkoba, maka penulis menggunakan metode

backward dengan langkah - langkah sebagai berikut :

1. Pengumpulan data yang diperoleh dari Polres Tanah Karo

2. Membentuk persamaan regresi linier berganda. Bentuk umum dari persamaan penduga adalah :

Ŷ = + + + . . . +

Keterangan :

Ŷ = penduga penyalahgunaan narkoba

= faktor - faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba = koefisien regresi

n =banyakvariabel yang diteliti

3. Menentukan nilai dari masing - masing variabel dan menentukan hasil Analisa Variansi dan Uji Korelasi Parsial.

4. Pemilihan variabelyang pertama keluar dari model.

Variabel pertama yang diuji apakah terpilih keluar dari model atau tidak adalah variabel mempunyai harga F parsial terkecil, dengan hipotesa sebagai berikut :

Uji Hipotesa :

adalah regresi antara Y dan tidak signifikan adalah regresi antara Y dan signifikan Keputusan :

Bila ≥ maka tolak

Keterangan : =

diperoleh dari tabel Analisa Variansi pada tabel SPSS 5. Membentuk persamaan regresi linier berganda yang kedua

6. Pemilihan variabel kedua dari model dan seterusnya hingga diperoleh nilai variabel bebas yang lebih signifikan

7. Menganalisa residu

Persamaan penduga yang terbentuk dengan menggunakan metode backward

dapat menggunakan tabel untuk menganalisa residu.Dalam analisa residu akan menggunakan Metode Rank Spearman.

= 1- 6 (1.1) Keterangan :

= Metode Rank Spearman

= selisihrank oleh dua karakter yang berbeda. n = Jumlah observasi

8. Dari hasil perhitungandapat diperoleh kesimpulan untuk memperoleh model persamaan regresi linier berganda dan faktor yang sangat mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo.

BAB 3 PEMBAHASAN

Bila ≥ maka tolak

Keterangan : =

diperoleh dari tabel Analisa Variansi pada tabel SPSS 5. Membentuk persamaan regresi linier berganda yang kedua

6. Pemilihan variabel kedua dari model dan seterusnya hingga diperoleh nilai variabel bebas yang lebih signifikan

7. Menganalisa residu

Persamaan penduga yang terbentuk dengan menggunakan metode backward

dapat menggunakan tabel untuk menganalisa residu.Dalam analisa residu akan menggunakan Metode Rank Spearman.

= 1- 6 (1.1) Keterangan :

= Metode Rank Spearman

= selisihrank oleh dua karakter yang berbeda. n = Jumlah observasi

8. Dari hasil perhitungandapat diperoleh kesimpulan untuk memperoleh model persamaan regresi linier berganda dan faktor yang sangat mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo.

BAB 3 PEMBAHASAN

Penulis menggunakan data sekunder yang di peroleh dari Polres Tanah Karo, adapun yang diperoleh dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini adalah faktor - faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo.Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo adalah sebagai berikut :

3.2.1 Lingkungan Pergaulan yang Salah

Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang dalam kehidupannya, karena lingkungan yang baik akan menghasilkan seseorang yang berperilaku baik juga. Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah dapat memicu seseorang menjadi pemakai bahkan menjadi pengedar gelap narkoba. Menurut informasi yang di peroleh penulis dari Polres Tanah Karo, lingkungan pergaulan yang salah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo, lingkungan pergaulan yang salah dapat melingkupi seperti bergaul dengan teman atau komunitas yang senang memakai narkoba ini biasanya terjadi dengan berteman pada teman sebaya, pergi ke tempat yang memiliki transaksi tukar menukar narkoba yang besar seperti berkunjung ke tempat hiburan seperti kafe, diskotik, karaoke dan tempat - tempat kumuh seperti pondok - pondok yang dijadikan transaksi, bahkan memiliki pergaulan yang malas sekolah bahkan putus sekolah, dan hidup dalam lingkungan yang salah sehingga terbentuklah komunitas yang di rasa cocok dengan si pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut.

Data yang diperoleh pada kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba karena faktor lingkungan pergaulan yang salah pada Januari 2011 adalah sebanyak 23 kasus yaitu data yang diperoleh dari tindak pidana narkoba pada tempat - tempat sebagai tukar - menukar narkoba seperti pondok - pondok kumuh, tempat hiburan malam yang diakumulasikan setiap bulannya jika ada kasus tindak pidana tersebut.

Menurut teori Waddington, mengenai “develope mental land scape”, jika seorang di tempatkan pada suatu lingkungan tertentu, maka sulitlah bagi kalangan tersebut untuk mengubah pengaruhnya, terlebih lagi jika lingkungan itu sangat kuat

mempengaruhi orang tersebut. Dengan demikian untuk mencegah penggunaan narkoba, maka land scape (lingkungan) harus baik juga. Faktor penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo akibat pergaulan yang salah ini diukur dengan satuan orang

3.2.2 Kurangnya Perhatian Orang tua

Buruknya moral seorang anak dan remaja bisa diakibatkan salah satu kesalahan dari orang tuanya seperti dalam hal mendidik anak terlalu keras. keluarga yang sedang bermasalah (broken home). Hal tersebut dapat membuat anak menjadi orang yang temperamental. Kebanyakan dari orang tua tidak memikirkan hal ini, mereka berasumsi jika mereka menjalani hidup sebagaimana yang sedang mereka jalani, peran pengasuhan akan terus dengan sendirinya.

Data yang di peroleh Penulis dari Polres Tanah Karobahwasanya kurangnya perhatian orang tua mempengaruhi penggunaan narkoba di Tanah Karo, banyak dari orang tua si pengguna narkoba tidak mempedulikan anaknya, sibuk dengan pekerjaan atau bisnisnya sendiri. Bahkan tidak mau tau akan aktivitas si anak tersebut sehingga kurangnya pengawasan terhadap si anak tersebut. Informasi yang diperoleh penulis dari Polres Tanah Karo penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo juga dapat terjadi karena dari keluarga si pelaku penyalahgunaan tersebut ada yang memakai atau pun menjadi pengedar baik itu orang tua atau saudaranya sendiri. Faktor penyalahgunaan narkoba karena kurangnya perhatian orang tua diukur dengan satuan keluarga

Data yang diperoleh pada kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba karena faktor kurangnya perhatian orangtua pada Januari 2011 sebanyak 36 kasus yaitu karena orangtua yang sibuk bekerja dan tidak memperdulikan anaknya, orangtua yang suka memukul anaknya sehingga menjadi pemakai narkoba karena masalah - masalah dalam keluarga, jumlah kasus ini diakumulasikan setiap bulannya

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir setiap orang dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk.Semakin banyak masuknya narkoba melaui bandar udara, pelabuhan-pelabuhan, bahkan melalui transportasi darat. Menurut informasi yang penulis peroleh dari Polres Tanah Karo maraknya penggunaan narkoba di Tanah Karo adalah karena begitu mudahnya mendapatkan narkoba di Tanah Karo, penyebaran pengedar narkoba bukan hanya di kalangan anak sekolah maupun mahasiswa tetapi, di Kalangan Pejabat dan Anggota Kepolisian dan TNI juga sudah bertindak sebagai Pengedar Narkoba di Tanah Karo. Faktor penyalahgunaan narkoba karena mudahnya mendapatkan narkoba diukur dengan satuan kasus.

Data yang diperoleh pada kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba karena faktor mudahnya mendapatkan narkoba pada Januari 2011 adalah sebanyak 42 kasus diperoleh dari jawaban tersangka ketika diintrogasi pihak yang berwajib yaitu mudahnya mendapatkan narkoba karena sudah begitu banyak akses dan bandar narkoba. Kasus penyalahgunaan narkoba karena mudahnya mendapatkan narkoba diakumulasikan setiap bulannya.

3.2.4 Senang Kegiatan Beresiko

Senang kegiatan beresiko merupakan faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo, bagi orang-orang yang senang dengan kegiatan yang memiliki resiko tinggi dalam menjalankan aksinya ada yang menggunakan obat terlarang agar bisa menjadi yang terhebat, penuh tenaga dan penuh percaya diri. Dengan terlihat hebat maka akan menimbulkan kepuasan diri dalam hidupnya. Di Tanah Karo kegiatan beresiko banyak sekali di temukan seperti adanya sekelompok orang yang ikut dalam balap liar, olahraga ekstrim dan kegiatan ekstrim untuk kekebalan tubuh bahkan menggunakan narkoba untuk lebih percaya diri. Menurut Polres Tanah Karo si pengguna memakai narkoba untuk lebih meningkatkan kualitas diri demikianlah

banyak terjadi di Tanah Karo. Faktor penyalahgunaan narkoba karena senang kegiatan beresiko di ukur dengan satuan kegiatan.

Data yang diperoleh pada kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba karena faktor senang dengan kegiatan beresiko pada Januari 2011 diperoleh sebanyak 17 kasus, dan pada Januari 2012 sebanyak 26 kasus, hasil perhitungan tersebut diperoleh dari akumulasi setiap bulannya

Berdasarkan data yang di peroleh dari Kantor Kepolisian Resort Tanah Karo Jumlah penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo adalah seperti tabel 3.2

Tabel 3.2 Jumlah Penyalahgunaan Narkoba dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. No Tahun Bulan Penyalahgunaan narkoba (Y) Lingkungan pergaulan yang salah Kurangnya perhatian orangtua Mudahnya mendapatkan narkoba Senang kegiatan beresiko ( ) ( ) ( ( 1 2011 Januari 118 23 36 42 17

2 Februari 122 26 28 52 16 3 Maret 128 25 32 49 20 4 April 138 20 38 50 25 5 Mei 140 29 29 36 40 6 Juni 100 22 25 28 21 7 Juli 120 21 35 30 30 8 Agustus 123 23 25 39 30 9 September 135 30 38 35 30 10 Oktober 110 20 20 38 30 11 November 125 32 29 38 24 12 Desember 112 20 34 23 32 13 2012 Januari 125 30 45 20 26 14 Februari 127 37 32 30 26 15 Maret 144 45 35 33 30 16 April 150 32 42 32 42 17 Mei 162 57 46 29 28 18 Juni 172 60 42 40 25 19 Juli 166 62 60 24 20 20 Agustus 152 32 39 32 47 21 September 164 36 46 36 43 22 Oktober 172 45 38 40 44 23 November 160 33 41 42 40 24 Desember 182 45 37 45 53

SUMBER DATA : POLRES TANAH KARO

Berdasarkan tabel 3.2, maka lingkungan pergaulan yang salah, kurangnya perhatian orangtua, mudahnya mendapatkan narkoba dan senang dengan kegiatan beresiko bersama - sama mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo sehingga jumlah penyalahgunaan narkoba meupakan variabel tidak bebasdan lingkungan pergaulan yang salah, kurangnya perhatian orangtua, mudahnya mendapatkan narkoba dan senang dengan kegiatan beresiko merupakan variabel bebas

Faktor Penyalahgunaan Narkoba pada Tahun 2011diperolehsebanyak 118 kasus di Januari 2011 diperoleh dari 23 kasus tindak pidana narkoba karena faktor lingkungan pergaulan yang salah, 36 kasus karena kurangnya perhatian orangtua, masalah ekonomi sebanyak 0 kasus, mudahnya mendapatkan narkoba sebanyak 42 kasus, senang kegiatan beresiko sebanyak 17 kasus dan 0 kasus karena malas belajar dan sekolah. Pada Januari 2012 ada sebanyak 125 kasus diperoleh dari 30 kasus tindak pidana narkoba karena faktor lingkungan pergaulan yang salah, 45 kasus karena kurangnya perhatian orangtua, masalah ekonomi sebanyak 2 kasus, mudahnya mendapatkan narkoba sebanyak 20 kasus, senang kegiatan beresiko sebanyak 26 kasus dan 2 kasus karena malas belajar dan sekolah, demikian selanjutnya data terdapat pada lampiran

3.3 Pengujian Sampel

Sebagai ketentuan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengambilan data adalah harus diketahui untuk dianalisa. Untuk menentukan ukuran sampel memenuhi untuk dianalisa, maka dilakukan uji kecukupan sampel dengan taraf

signifikan α = 0.5.

: Ukuran sampel telah memenuhi syarat : Ukuran sampel tidak memenuhi syarat

Pengujian sampel dapat dihitung dengan rumus :

= (3.1)

Keterangan :

: Ukuran sampel yang di perlukan : Ukuran sampel pengambilan

: Data yang di uji

kriteria pengujian : di terima ≤ N

Untuk memudahkan perhitungan maka digunakan tabel 3.3 sebagai berikut ini :

No ( ) 1 118 13.924 2 122 14.884 3 128 16.384 4 138 19.044 5 140 19.600 6 100 10.000 7 120 14.400 8 123 15.129 9 135 18.225 10 110 12.100 11 125 15.625 12 112 12.544 13 125 15.625 14 127 16.129 15 144 20.736 16 150 22.500 17 162 26.244 18 172 29.584 19 166 27.556 20 152 23.104 21 164 26.896 22 172 29.584 23 160 25.600 24 182 33.124 3.347 478.541

Sehingga dari hasil perhitungan diatas diperoleh : N = 24

= 478.541

maka uji sampelnya yaitu :

=

=

= = = 10,08

Dengan nilai < N (10,08 < 24) dan sesuai dengan kriteria ujinya, maka diterima sehingga data inimemenuhi kriteria untuk dianalisa.

3.4 Metode Backward

Drapper dan Smith (1992) menyatakan bahwa salah satu metode pemilihan persamaan regresi terbaik adalah metode eliminasi langkah mundur (backward). Eliminasi langkah mundur mulai dengan regresi terbesar dengan menggunakan semua variabel bebas (X) dan secara bertahap mengurangi banyaknya variabel di dalam persamaan sampai suatu keputusan dicapai untuk menggunakan persamaan yang diperoleh dengan jumlah variabel tertentu. Metode eliminasi langkah mundur mencoba memeriksa hanya regresi terbaik yang mengandung sejumlah tertentu variabel bebas (X).

Langkah awal yakni dengan menghitung koefisien regresi maka terlebih dahulu dilakukan tabel penggandaan antara variabel yaitu tabel penggandaan suatu variabel dengan variabel lain.

Y = Penyalahgunaan narkoba (variabel tidak bebas) = Lingkungan pergaulan yang salah

= Kurangnya perhatian orangtua = Mudahnya mendapatkan narkoba = Senang kegiatan beresiko

Tabel 3.4 Penggandaan Suatu Variabel Terhadap Variabel Lain NO 1 118 23 36 42 17 529 1.296 1.764 289 2 122 26 28 52 16 676 784 2.704 256 3 128 25 32 49 20 625 1.024 2.401 400 4 138 20 38 50 25 400 1.444 2.500 625 5 140 29 29 36 40 841 841 1.296 1.600 6 100 22 25 28 21 484 625 784 441 7 120 21 35 30 30 441 1.225 900 900 8 123 23 25 39 30 529 625 1.521 900 9 135 30 38 35 30 900 1.444 1.225 900 10 110 20 20 38 30 400 400 1.444 900 11 125 32 29 38 24 1.024 841 1.444 576 12 112 20 34 23 32 400 1.156 529 1.024 13 125 30 45 20 26 900 2.025 400 676 14 127 37 32 30 26 1.369 1.024 900 676 15 144 45 35 33 30 2.025 1.225 1.089 900 16 150 32 42 32 42 1.024 1.764 1.024 1.764 17 162 57 46 29 28 3.249 2.116 841 784 18 172 60 42 40 25 3.600 1.764 1.600 625 19 166 62 60 24 20 3.844 3.600 576 400 20 152 32 39 32 47 1.024 1.521 1.024 2.209 21 164 36 46 36 43 1.296 2.116 1.296 1.849 22 172 45 38 40 44 2.025 1.444 1.600 1.936 23 160 33 41 42 40 1.089 1.681 1.764 1.600 24 182 45 37 45 53 2.025 1.369 2.025 2.809 3.347 805 872 863 739 30.719 33.354 32.651 25.039

Sambungan Tabel 3.4Penggandaan Suatu Variabel Terhadap Variabel Lain No 1 828 966 391 2.714 1.512 612 4.248 714 4.956 2.006 2 728 1.352 416 3.172 1.456 448 3.416 832 6.344 1.952 3 800 1.225 500 3.200 1.568 640 4.096 980 6.272 2.560 4 760 1.000 500 2.760 1.900 950 5.244 1.250 6.900 3.450 5 841 1.044 1.160 4.060 1.044 1.160 4.060 1.440 5.040 5.600 6 550 616 462 2.200 700 525 2.500 588 2.800 2.100 7 735 630 630 2.520 1.050 1.050 4.200 900 3.600 3.600 8 575 897 690 2.829 975 750 3.075 1.170 4.797 3.690 9 1.140 1.050 900 4.050 1.330 1.140 5.130 1.050 4.725 4.050 10 400 760 600 2.200 760 600 2.200 1.140 4.180 3.300 11 928 1.216 768 4.000 1.102 696 3.625 912 4.750 3.000 12 680 460 640 2.240 782 1.088 3.808 736 2.576 3.584 13 1.350 600 780 3.750 900 1.170 5.625 520 2.500 3.250 14 1.184 1.110 962 4.699 960 832 4.064 780 3.810 3.302 15 1.575 1.485 1.350 6.480 1.155 1.050 5.040 990 4.752 4.320 16 1.344 1.024 1.344 4.800 1.344 1.764 6.300 1.344 4.800 6.300 17 2.622 1.653 1.596 9.234 1.334 1.288 7.452 812 4.698 4.536 18 2.520 2.400 1.500 10.320 1.680 1.050 7.224 1.000 6.880 4.300 19 3.720 1.488 1.240 10.292 1.440 1.200 9.960 480 3.984 3.320 20 1.248 1.024 1.504 4.864 1.248 1.833 5.928 1.504 4.864 7.144 21 1.656 1.296 1.548 5.904 1.656 1.978 7.544 1.548 5.904 7.052 22 1.710 1.800 1.980 7.740 1.520 1.672 6.536 1.760 6.880 7.568 23 1.353 1.386 1.320 5.280 1.722 1.640 6.560 1.680 6.720 6.400 24 1.665 2.025 2.385 8.190 1.665 1.961 6.734 2.385 8.190 9.646 30.912 28.507 25.166 117.498 30.803 27.097 124.569 26.515 120.922 106.030

Adapun langkah-langkah dalam melakukan analisis regresi linier berganda dengan metode backwardpada SPSS 17 adalah sebagai berikut:

1. Klik Analyze.

2. Pilih Regression, Liniear.

3. Masukkan variabel dependen (Y) ke dalam kotak Dependent.

4. Masukkan variabel bebas(X1,X2,X3, danX4) ke dalam kotak Independent.

5. Pada bagian Method, pilih Backward.

6. Pilih Options, kemudian pilih Use Probability of Fpada bagian Stepping Method Criteria, untuk tingkat signifikansi isi 0,05 pada entry dan 0,1 pada

removal. Pilih continue.

7. Pada bagian Statistics, pilih Covariance Matrix dan Collinearity diagnostics. Pilih continue.

8. Pada bagian Plot, masukkan Zpred ke dalam kotak Y dan masukkan Sresid ke dalam kotak X, pilih Histrogram dan Normal probability plot. Pilih continue. 9. Pada bagian Save, pilih Unstandardized Residuals, pilih continue.

10.Pada toolbar menu, pilih Transform, Compute Variable. Ketikkan nama variabel absut pada kotak Target Variable. Pada kotak Function Group pilih

All, lalu muncul Abs pindahkan ke kotak Numeric Expression. Pindahkan

Unstandardized residual ke Numeric Expression. Akan muncul variabel absut di halaman Data View. Kemudian uji variabel absut dengan menjadikannya variabel dependen.

11.Pilih ok.

Sebelum memulai dengan menggunakan SPSS, maka penulis akan menghitung dengan cara manual, dengan menggunakan n = 4 dengan variabel - variabel sebagai sebagai berikut dalam tabel 3.5.

Y = Penyalahgunaan narkoba (variabel tidak bebas) = Lingkungan pergaulan yang salah

= Kurangnya perhatian orangtua = Mudahnya mendapatkan narkoba

= Senang kegiatan beresiko .

Tabel 3.5 Penggandaan Suatu Variabel Terhadap Variabel Lain

No 1 118 23 36 42 17 828 966 391 2.714 1.512 612 4.248 714 4.956 2.006 2 122 26 28 52 16 728 1.352 416 3.172 1.456 448 3.416 832 6.344 1.952 3 128 25 32 49 20 800 1.225 500 3.200 1.568 640 4.096 980 6.272 2.560 4 138 20 38 50 25 760 1.000 500 2.760 1.900 950 5.244 1.250 6.900 3.450 ∑ 506 94 134 193 78 3.116 4.543 1.807 11.846 6.436 2.650 17.004 3.776 24.472 9.968

3.4 Perhitungan dengan Menggunakan SPSS

3.5.1 Menghitung Koefisien Regresi Berganda antara dengan

Koefisien regresi berganda antara dengan dapat diperoleh seperti tabel 3.9berikut ini :

Dari hasil pengolahan SPSS pada tabel 3.9 tersebut maka dapat diperoleh nilai koefisien regresi dari masing - masing variabel bebasnya yaitu :

= 3,507 = 0,988

Tabel 3.9 Koefisien Regresi berganda antara dengan

Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.507 2.999 1.170 .257 Lingkungan Pergaulan yang Salah .988 .040 .555 24.630 .000 Kurangnya Perhatian Orangtua .958 .062 .361 15.347 .000 Mudahnya Mendapatkan Narkoba .985 .048 .365 20.540 .000 Senang Kegiatan Beresiko 1.058 .038 .466 27.612 .000

= 0,958 = 0,985 = 1,058

= 3,507 + 0,988 + 0,958 + 0,985 + 1,058

1.5.2 Uji Keberartian Regresi Berganda antara dengan

Uji keberartian Regresi Berganda antara dengan dapat diperoleh seperti tabel 3.10 berikut ini :

Tabel 3.10Analisa Variansi antara dengan

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig. Regression 11711.466 4 2927.867 890.181 .000a

Residual 62.492 19 3.289

Total 11773.958 23

a. Predictors: (Constant) : senang kegiatan beresiko, mudahnya mendapatkan narkoba, lingkungan pergaulan yang salah, kurangnya perhatian orangtua b. Dependent Variable : penyalahgunaan narkoba

Perhitungan melalui SPSS pada tabel 3.6 dengan taraf nyata di pilih 0,05 diperoleh = = 2,80 dan nilai dari = 890,181. Dengan Hipotesa sebagai berikut :

adalah regresi antara Y dan tidak signifikan adalah regresi antara Y dan signifikan

Karena ≥ maka ditolak, hal ini berarti regresi antara dengan adalah signifikan dan regresi berarti. Untuk mengetahui berarti atau tidaknya tiap koefisien maka diuji dengan uji korelasi parsial. Untuk memperoleh nilai korelasi parsial antara dengan akan diperoleh seperti tabel 3.11.

3.5.3 Uji Korelasi Parsial antara dengan ,

Uji Korelasi Parsial antara dengan , dapat diperoleh seperti tabel 3.11 berikut.

Tabel 3.11 Uji Korelasi Parsial antara dengan ,

Penyalahguna an Narkoba Lingkunga n Pergaulan yang Salah Kurangn ya Perhatian Orangtua Mudahnya Mendapatkan Narkoba Senang Kegiata n Beresik o Spearma n's Penyalahguna an Narkoba Correlatio n Coefficien t 1.000 .837** .707** .158 .439* Sig. (2-tailed) . .000 .000 .461 .032 N 24 24 24 24 24 Lingkungan Pergaulan yang Salah Correlatio n Coefficien t .837** 1.000 .609** -.089 .187

Sig. (2-tailed) .000 . .002 .678 .383 N 24 24 24 24 24 Kurangnya Perhatian Orangtua Correlatio n Coefficien t .707** .609** 1.000 -.233 .216 Sig. (2-tailed) .000 .002 . .273 .310 N 24 24 24 24 24 Mudahnya Mendapatkan Narkoba Correlatio n Coefficien t .158 -.089 -.233 1.000 -.094 Sig. (2-tailed) .461 .678 .273 . .662 N 24 24 24 24 24 Senang Kegiatan Beresiko Correlatio n Coefficien t .439* .187 .216 -.094 1.000 Sig. (2-tailed) .032 .383 .310 .662 . N 24 24 24 24 24

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Dari output pada tabel 3.11 dapat diperoleh :

1. Koefisien korelasi antara lingkungan pergaulan yang salah (X1) dengan penyalahgunaan narkoba (Y) adalah sebesar 0,837 yang berarti hubungan antara variabel X1 dan Y erat dan signifikan. Signifikansi koefisien korelasi tersebut ditandai dengan nilai signifikansi (Sig.(2-tailed)) lebih kecil dari α

2. Koefisien korelasi antara kurangnya perhatian orang tua (X2) dengan penyalahgunaan narkoba (Y) adalah sebesar 0,707 yang berarti hubungan antara variabel X2 dan Y erat dan signifikan. Signifikansi koefisien korelasi tersebut ditandai dengan nilai signifikansi (Sig.(2-tailed)) lebih kecil dari α

(0,000 < 0,05).

3. Koefisien korelasi antara mudahnya mendapatkan narkoba (X3) dengan penyalahgunaan narkoba (Y)adalah sebesar 0,158 yang berarti hubungan antara variabel X3 dan Y sangat tidak erat dan tidak signifikan. Signifikansi koefisien korelasi tersebut ditandai dengan nilai signifikansi (Sig.(2-tailed)) lebih besar dari α (0,461 > 0,05).

4. Koefisien korelasi antara senang dengan kegiatan beresiko (X4) dengan penyalahgunaan narkoba (Y) adalah sebesar 0,439 yang berarti hubungan antara variabel X4 dan Yeratdansignifikan. Signifikansi koefisien korelasi tersebut ditandai dengan nilai signifikansi (Sig.(2-tailed)) lebih kecil dari α

(0,032< 0,05).

Untuk mendapatkan faktor apakah yang memiliki nilai terkecil keluar dari model persamaan maka dapat dihitung dengan mencari ANOVA antara Y dengan

, pada tabel 3.12.

Tabel 3.12 ANOVA antara Y dengan ,

Sum of Squares df Mean Square F Sig. Lingkungan Pergaulan Between Groups 3603.458 21 171.593 2.997 .280

yang Salah Within Groups 114.500 2 57.250 Total 3717.958 23 Kurangnya Perhatian Orangtua Between Groups 1535.333 21 73.111 1.075 .590 Within Groups 136.000 2 68.000 Total 1671.333 23 Mudahnya Mendapatka n Narkoba Between Groups 1456.958 21 69.379 .857 .669 Within Groups 162.000 2 81.000 Total 1618.958 23 Senang Kegiatan Beresiko Between Groups 2101.458 21 100.069 1.097 .583 Within Groups 182.500 2 91.250 Total 2283.958 23

Dengan taraf nyata yang dipilih 0,05 maka dari daftar distribusi F diperoleh = 3,42 dan nilai F pada tabel 3.12 yang terkecil adalah 0,857 ( , hal ini berarti faktor mudahnya mendapatkan narkoba ( keluar dari model persamaan regresi.

3.5.4 Menghitung Koefisien Regresi Berganda dan ,

Koefisien regresi berganda antara dengan dapat diperoleh seperti tabel 3.13 berikut ini :

Tabel 3.13 Koefisien Regresi berganda antara dengan

Model Unstandardize d Coefficients Standardiz ed Coefficien ts t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 50.71 7 9.042 5.609 .000

Lingkungan Pergaulan yang

Salah 1.040 .188 .584 5.535 .000

Kurangnya Perhatian

Orangtua .579 .280 .218 2.069 .052

Senang Kegiatan Beresiko 1.065 .180 .469 5.921 .000

Dependent Variable: Penyalahgunaan Narkoba

Dari hasil pengolahan SPSS pada tabel 3.13 tersebut maka dapat diperoleh nilai koefisien regresi dari masing - masing variabel bebasnya yaitu :

= 50,717 = 1,040 = 0,579 = 1,065

= 50,717 + 1,040 + 0,579 + 1,065

3.5.5 Uji Keberartian Regresi Berganda antara dengan

Uji keberartian Regresi Berganda antara dengan dapat diperoleh seperti tabel 3.14 berikut ini :

Tabel 3.14 Analisa Variansi antara dengan

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 10323.879 3 3441.293 47.463 .000a

Residual 1450.080 20 72.504

Total 11773.958 23

Predictors: (Constant) : senang kegiatan beresiko, kurangnya perhatian orangtua, lingkungan pergaulan yang salah

Dependent Variable : penyalahgunaan narkoba

Perhitungan melalui SPSS pada tabel 4.0 dengan taraf nyata di pilih 0,05

Dokumen terkait