• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

4.5 Aplikasi Arang Aktif pada Tanaman Melina

4.5.1 Pertumbuhan dan mutu bibit tanaman melina

1. Pertumbuhan tinggi dan diameter batang

Pertambahan ukuran tanaman melina ditentukan dengan cara mengukur tinggi dan diameter batang tanaman tersebut. Data hasil pengukuran pertumbuhan tinggi dan diameter batang tanaman melina disajikan pada Lampiran 2. Rataan pertumbuhan tinggi dan diameter batang tanaman melina dalam waktu 60 hari disajikan pada Tabel 9.

Tabel 9 Rataan pertumbuhan tinggi dan diameter batang melina Pertumbuhan

Tinggi Peningkatan Diameter Peningkatan Perlakuan tinggi terhadap batang diameter batang

Control terhadap control

(cm) (%) (mm) (%) P0 86,6 - 7,4 - P1 87,9 1,50 8,0 8,11 P2 89,5 3,35 8,4 13,51 P3 79,2 - 8,54 8,6 16,22 P4 99,6 15,01 8,6 16,22 P5 103,0 18,94 9,4 27,03 P6 93,7 8,20 10,8 45,95

Keterangan : P0 = kontrol P4 = 5% arang aktif P1 = 5% arang P5 = 10% arang aktif P2 = 10% arang P6 = 15% arang aktif P3 = 15% arang

Berdasarkan data pada Lampiran 2 diketahui bahwa secara umum tinggi tanaman melina mengalami peningkatan seiring bertambahnya umur tanaman. Dalam waktu 60 hari bibit tanaman melina mengalami peningkatan pertumbuhan tinggi antara 79,2 – 103,0 cm atau rata-rata 91,4 cm. Hasil analisis sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perlakuan media tumbuh (campuran media) berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman. Selanjutnya hasil uji Duncan (Lampiran 19) menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman berbeda tidak nyata pada media tumbuh yang diberi arang aktif 5 %, 10 % maupun 15 %. Pertumbuhan tinggi tanaman pada media yang diberi 5% dan 10% arang aktif berbeda nyata dengan pertumbuhan tinggi tanaman baik pada media kontrol maupun pada media yang diberi 5%, 10% dan 15% arang. Pertumbuhan tinggi tanaman melina umur 70 hari pada tiga perlakuan media tumbuh ditunjukkan pada Gambar 6.

Pertumbuhan tinggi melina yang tertinggi (103,0 cm) ditunjukkan oleh tanaman pada media yang diberi 10% arang aktif (P5), dan yang terendah (79,2 cm) adalah tanaman pada media yang diberi 15% arang (P3). Pada Tabel 9 ditunjukkan bahwa pemberian 5 – 10% arang pada media hanya dapat meningkatkan peningkatan pertumbuhan tinggi sebesar 1,50 – 3,35% dibandingkan dengan pertumbuhan tanaman pada media kontrol (P0), selanjutnya pemberian 15% arang pada media tidak dapat lagi meningkatkan pertumbuhan tinggi. Peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman melina (3,35%) pada media yang diberi 10% arang tempurung kemiri lebih rendah bila dibandingkan dengan peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman cabai merah (11%) pada media yang diberi 5% arang bambu dan 10% arang sekam (Gusmailina dan Pari, 2002). Penambahan arang aktif dengan kadar 5 – 10% pada media dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman sebesar 15,01 – 18,94%, akan tetapi jika pemberian arang aktif pada media ditingkatkan menjadi 15%, pertumbuhan tinggi tanaman justru menurun menjadi hanya 8,20 %. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Gusmailina et al.(2001) yang menemukan bahwa penambahan arang dan arang aktif bambu pada media tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan Gambar 6 Pertumbuhan tinggi tanaman melina umur 70 hari : media kontrol (P0), media arang 10 % (P2) dan media arang aktif 10 % (P5).

tinggi anakan Eucalyptus urophylla lebih baik dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan data pada Lampiran 2 dapat diketahui bahwa secara umum diameter batang tanaman melina mengalami peningkatan seiring bertambahnya umur tanaman. Pertumbuhan diameter batang melina umur 70 hari pada tiga perlakuan media tumbuh seperti ditunjukkan pada Gambar 7.

Dalam waktu 60 hari tanaman melina mengalami peningkatan pertumbuhan diameter batang antara 7,4 – 10,8 mm atau rata-rata 8,7 mm. Hasil analisis sidik ragam (Lampiran 11) menunjukkan bahwa perlakuan media tumbuh (campuran media) berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan diameter batang tanaman melina. Selanjutnya hasil uji Duncan (Lampiran 20) menunjukkan bahwa pertumbuhan diameter batang yang tertinggi (10,8 mm) dimiliki oleh tanaman pada media tumbuh yang diberi 15% arang aktif dan berbeda nyata dengan diameter batang tanaman pada semua perlakuan (media tumbuh) lainnya. Pertumbuhan diameter batang tanaman pada media tumbuh yang diberi 5% dan 10% arang aktif serta media yang diberi 10% dan 15% arang masing-masing berbeda tidak nyata, akan tetapi berbeda nyata dengan pertumbuhan diameter tanaman pada media kontrol maupun media yang diberi 5% arang. Pertumbuhan diameter batang yang tertinggi (10,8 mm) dimiliki oleh tanaman melina pada media tumbuh yang diberi 15% arang aktif, sedangkan yang terendah (7,4 mm) adalah tanaman pada media kontrol. Pada Tabel 9 ditunjukkan bahwa pada media Gambar 7. Pertumbuhan diameter batang tanaman melina umur 70 hari : media kontrol (P0); media arang 10% (P2); media arang aktif 10% (P5).

tumbuh yang diberi 5 – 15% arang hanya dapat meningkatkan pertumbuhan diameter batang sebesar 8,11 – 16,22% dibandingkan dengan diameter tanaman pada media kontrol, sedangkan media yang diberi 5 – 15% arang aktif dapat meningkatkan pertumbuhan diameter tanaman melina sebesar 16,22 – 45,95 %.

2. Bobot biomassa

Pertambahan bobot biomassa tanaman melina diukur dengan cara memanen seluruh tanaman dengan memisahkan bagian pucuk dengan akarnya, kemudian dikeringkan dan ditimbang untuk mendapatkan bobot biomassa kering masing-masing bagian. Rataan bobot biomassa kering melina umur 70 hari disajikan pada Tabel 10.

Tabel 10 Rataan bobot biomassa kering melina umur 70 hari

Bobot biomassa kering

Peningkatan

Perlakuan Tajuk Akar Tajuk + akar (tajuk + akar)

Terhadap control (gr) (gr) (gr) (%) P0 15,5 3,2 18,7 - P1 17,8 3,6 21,4 14,44 P2 20,3 3,7 24,0 28,34 P3 17,0 5,1 22,1 18,18 P4 24,5 4,7 29,2 56,15 P5 27,0 5,0 32,0 71,12 P6 23,8 5,9 29,7 58,82

Keterangan : P0 = kontrol P4 = 5% arang aktif P1 = 5% arang P5 = 10% arang aktif P2 = 10% arang P6 = 15% arang aktif P3 = 15% arang

Dari data pada Tabel 10 dapat dijelaskan bahwa hasil aplikasi arang aktif tempurung kemiri sebagai komponen media tumbuh menunjukkan respon positif baik terhadap pertumbuhan biomassa tajuk maupun akar tanaman melina. Sidik ragam bobot biomassa tanaman melina (Lampiran 12) menunjukkan bahwa perlakuan media tumbuh (campuran media) berpengaruh sangat nyata terhadap

bobot biomassa. Selanjutnya dari hasil uji Duncan (Lampiran 21) dapat dijelaskan bahwa media tumbuh yang diberi 10% arang aktif menghasilkan tanaman dengan bobot biomassa yang tertinggi (32,0 g) dan berbeda tidak nyata dengan bobot biomassa tanaman pada media tumbuh yang diberi 5% dan 15% arang aktif, akan tetapi berbeda nyata dengan bobot biomassa tanaman baik pada media kontrol maupun media yang diberi 5 – 15% arang. Tanaman melina yang ditanam pada media tumbuh yang diberi 5 – 15% arang aktif dapat meningkatkan bobot biomassa sebesar 56,15 - 71,12%, sedangkan yang ditanam pada media yang diberi 5 – 15% arang dapat meningkatkan bobot biomassa hanya sebesar 14,44 – 28,34 %. Hasil penelitian ini menguatkan pernyataan Ciner & Tipirdamaz (2002) yang mengemukakan bahwa arang aktif memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan akar dan bobot biomassa tanaman pule landak, serta pengembangan stek tanaman Capsicum omnium. Lebih tingginya bobot biomassa tanaman pada media tumbuh yang diberi arang atau arang aktif daripada bobot biomassa tanaman pada media kontrol, tidak hanya merupakan sumbangan dari pertumbuhan tinggi dan diameter batang tanaman, tetapi juga merupakan sumbangan dari pertumbuhan akar.

Pada Gambar 8 dapat dilihat bahwa tanaman melina pada media yang diberi 10% arang (P2) atau 10% arang aktif (P5) menghasilkan rambut akar yang lebih banyak dibanding tanaman pada media kontrol (P0). Pembentukan rambut Gambar 8 Pertumbuhan akar tanaman melina umur 70 hari : media kontrol (P0); media arang 10 % (P2); media arang aktif 10 % (P5).

akar yang lebih banyak tersebut diantaranya dapat disebabkan oleh pengaruh suhu tanah. Arang aktif dan arang adalah bahan yang berwarna hitam, sehingga menyerap panas matahari. JICA (1997) melaporkan bahwa jika 1 m2 permukaan tanah ditaburi dengan 200 g arang, suhu permukaan tanah akan meningkat sebesar 7 0C. Jumlah dan laju pembentukan rambut akar lebih tinggi pada tanah yang bersuhu 26 0C daripada yang bersuhu 15 0C (Gardner et al. 1991). Akar halus dan muda, terutama pada zona rambut akar merupakan bagian yang paling efektif dalam fungsi pengambila hara. Selanjutnya Rao (2007) menjelaskan bahwa pertumbuhan suatu tanaman tidak hanya tergantung pada kapasitas tanah untuk membebaskan haranya tetapi juga tergantung pada kapasitas sitem perakaran untuk menyerap hara-hara tersebut secara efisien.

3. Mutu bibit tanaman melina

Untuk menilai apakah suatu bibit tanaman memiliki kemampuan bertahan hidup pada kondisi lapang, maka perlu dilakukan penilaian mutu bibit tersebut. Mutu suatu bibit dapat dinilai dengan menghitung indeks mutu (Q) bibit tersebut menggunakan parameter tinggi tanaman, diameter batang, bobot tajuk dan bobot akar. Hasil perhitungan Indeks mutu bibit tanaman melina umur 70 hari disajikan pada Tabel 11.

Tabel 11. Indeks mutu bibit melina

Bobot kering

Bobot

kering Tinggi Diameter Indeks mutu bibit Perlakuan Tajuk Akar batang Nilai Q Klasifikasi

(g) (g) (cm) (cm) P0 15,5 3,2 95,9 0,95 0,18 P1 17,8 3,6 97,3 0,99 0,21 P2 20,3 3,7 98,2 1,05 0,24 P3 17,0 5,1 87,3 1,06 0,26 P4 24,5 4,7 109,4 1,09 0,28 P5 27,0 5,0 112,1 1,14 0,31 P6 23,8 5,9 102,1 1,28 0,35

Keterangan : P0 = kontrol P4 = 5% arang aktif P1 = 5% arang P5 = 10% arang aktif P2 = 10% arang P6 = 15% arang aktif P3 = 15% arang

Pada Tabel 11 ditunjukkan bahwa indeks mutu bibit (Q) dari tanaman melina berkisar 0,18 – 0,35. Hal ini berarti bahwa melina yang ditanam baik pada media yang diberi arang aktif atau arang, maupun pada media kontrol semuanya menghasilkan bibit dengan klasifikasi bermutu baik (Q > 0,09) atau mampu betahan hidup dengan baik apabila ditanam di lapang. Bibit dengan indeks mutu (Q) lebih dari 0,09 bisa bertahan hidup dengan baik di lapang (Bickelhaupt, 1980). Walaupun demikian pemberian arang dan terutama arang aktif pada media tumbuh dapat menghasilkan bibit melina dengan indeks mutu yang lebih tinggi. Semakin tinggi kadar arang atau arang aktif yang diberikan pada media tumbuh semakin tinggi pula indeks mutu bibit.

Dengan memperhatikan data pertumbuhan, biomassa dan indeks mutu bibit, maka secara keseluruhan dapat dijelaskan bahwa pemberian arang aktif tempurung kemiri pada media tumbuh dapat menghasilkan bibit tanaman melina dengan pertumbuhan tinggi dan diameter batang, bobot biomassa dan indeks mutu bibit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pada media kontrol maupun media yang diberi arang. Selanjutnya pertumbuhan tinggi dan diameter batang melina pada media tumbuh yang diberi 5%, 10% dan 15% arang aktif berbeda tidak nyata, akan tetapi bobot biomassa melina pada media yang diberi 15% arang aktif lebih tinggi dan berbeda nyata dengan bobot biomassa melina pada media yang diberi 5% dan 10% arang aktif. Disamping itu, indeks mutu bibit tertinggi (Q = 0,35) dimiliki oleh melina yang ditanam pada media yang diberi 15% arang aktif, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian 15% arang aktif pada media merupakan kadar yang optimal bagi pertumbuhan melina. Pada kondisi tersebut melina mengalami peningkatan pertumbuhan tinggi 8,20%, diameter batang 45,95% dan bobot biomassa 58,82% dengan indeks mutu bibit 0,35.

Dokumen terkait