ILMU KESEHATAN ANAK WAWASAN / LINGKUP ILMU KESEHATAN ANAK
PERTUMBUHAN (G/ GROWTH ) DAN PERKEMBANGAN (D/ DEVELOPMENT ) ANAK
Ciri khas dari anak.
G dan D mulai sejak konsepsi (bertemunya sel telur dan sel sperma) dan berlangsung terus sepanjang prtumbuhan anak.
Kecepatannya tidak selalu lama pada tiap masa. G & D jalan bersama-sama.
G --- penambahan ukuran (BB,TB).
D --- penambahan fungsi (kematangan, keterampilan). MASA ANAK DAPAT DIBAGI SEBAGAI BERIKUT:
1. Masa prenatal --- masa intrautnin (masa dalam rahim /0 – 9 bulan). 2. Masa neonatal --- umur 4 minggu pertama.
3. Masa bayi --- umur 1 bulan – 1 tahun.
4. Masa prasekolah --- umur 1 tahun – 6 tahun. 5. Masa sekolah --- umur 6 tahun – 10 tahun. 6. Masa remaja (pubertas)
* Umur 10 tahun – 18 tahun (perempun). * Umur 12 tahun – 20 tahun (laki-laki). PERTUMBUHAN / GROUTH = G
Proses bertambahnya ukuran tubuh karena bertambahnya sel-sel, dapat diukur, misalnya TB dalam cm, dan BB dalam kg.
G. cepat sekali dalam tahun pertama, kemudian berkurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 bulan.
G. yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik. G. cepat pada masa akil balik (12 – 16 tahun).
G. dapat dinilai dengan mengukur BB & TB (kars) juga LK (lingkar kepala), LD (lingkar dada), LLA (lingkar lengan atas), jumlah gizi dan umur tulang.
Masa pertumbuhan terdiri dari:
a. Masa embrio (trimester I masa kehamilan).
Proses terbentuknya system alat dalam tubuh mengalami G. yang cepat. b. Masa janin dini (trimester II masa kehamilan).
G. bertambah cepat dan sempurna.
Alat-alat tubuh telah terbentuk dan mulai berfungsi.
c. Masa janin akhir: massa tubuh bertambah cepat (3000 – 3500 gram). d. Masa neonatal.
- Terjadi penyesuain (sirkulasi dengan keadaan lingkungan, orok mulai bernapas, alat lain mulai berfungsi, BB sampai 10%, dan kembali tercapai pada hari ke-14). e. Masa bayi
- Pada umur 1 bulan – 1 tahun --- G & D cepat, fungsi alat bertambah, terutama system saraf.
- Dari umur 1 tahun sampai 2 tahun pertumbuhan menurun, kemajuan dalam berjalan, kegiatan motorik dan pengaturan fungsi ekskresi.
f. Masa prasekolah (umur 2 – 6 tahun).
Pertumbuhan terlambat, kegiatan fisik bertambah, mekanisme motorik bertambah, cepat menerima pelajaran.
g. Masa sekolah
Pertumbuhan tetap, berkembangnya keterampilan dan proses intelektual. h. Masa akil balik
Masa akil balik wanita umur 10 – 18 tahun, laki – laki umur 12-20 tahun. Perubahan dari masa anak – dewasa.
Percepatan tumbuh tinggi dan BB. Timbul tanda-tanda kelamin sekunder.
Perlunya kepercayan diri sendiri dan kebebasan dan perkembangan fungsi alat
kelamin. PERKEMBANGAN
Proses D. sudah mulai sejak masa prenatal. Sampai umur 8 minggu janin masih pasif.
Umur 12 minggu mulai gerakan tangan dan kaki. Tingkat D. anak setelah lahir sebagai berikut:
o Umur 1 bulan: Mengangkat dagu, menggerakkan pandangan.
o Umur 2 bulan: Menoleh kekiri dan kekanan, tersenyum spontan.
o Umur 3 bulan: Mengangkat kepala dan dada bila ditengkurapkan, meraih benda yang diberikan.
o Umur 4 bulan: Tangan terbuka, tertawa.
o Umur 5 bulan: Kepala tetap tegak bila didudukkan, meraih benda-benda jauh, mendengarkan suaranya.
o Umur 6 bulan: Berbalik sendiri, mengambil mainan dari meja.
o Umur 7 bulan: Badan tegak bila didudukkan, dapat makan biscuit sendiri, bersuara ”da da”.
o Umur 8 bulan: Duduk sendiri, memindahkan mainan dari tangan satu ketangan lain.
o Umur 9 bulan: Merangkak, berusaha berdiri dengan pegangan.
o Umur 10 bulan: Berdiri dengan bantuan, menyentukkan mainan yang satu kemainan yang lain, dapat bersuara ”mama, da da”.
o Umur 11 bulan: Berjalan dengan bantuan 2 tangan.
o Umur 1 tahun: Berjalan dengan bantuan 1 tangan, memasukkan benda kedalam cangkir, mengucapkan 2 atau lebih perkataan.
o Umur 14 bulan: Berjalan sendiri, mengenal nama sendiri.
o Umur 15 bulan: Berjalan naik tangga, minum dari cangkir.
o Umur 18 bulan: Duduk sendiri dikursi kecil, menyusun menara, perbendaharaaan kata 20 perkataan.
o Umur 2 tahun: Berlari, membuat garis lurus dengan pensil, mempunyai perbendaharaan kata 250 kata dan membuat kalimat-kalimatnya.
o Umur 4 tahun: Berjinjit, menggambar orang, membuat pintu gerbang dengan 5 kubus, mengetahui kata tambahan, memakai kata penghubung, dapat mencuci muka dan disuruh mengerjakan sesuatu.
o Umur 5 tahun: Berjinjit dengan kaki berganti-ganti, dapat menghitung 10 sen, berbicara lancar, bertanya mengapa? Dapat memakai pakaian tanpa bantuan. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI G. & D.
I. Keturunan.
Keturunan menentukan kemampuan bawaan atau bakat.
a. Ras/suku bangsa: Ras negro atau kulit kuning mempunyai kecenderungan lebih pendek daripada ras kulit putih.
b. Jenis kelamin: - Laki-laki cepat mencapai besar dan tinggi.
- Perempuan cepat dewasa secara fisik maupun sosial.
c. Keluarga: Tidak jarang dalam satu keluarga dijumpai anggota keluarga yang pendek atau keluarga lainnya tinggi.
II. Hormon
Hormon mempengaruhi G. & D pada masa prenatal --- posinatal. Beberapa macam hormon:
1. Hormon dari hipofise: mempengaruhi G. dalam hal jumlah sel tulang. 2. Hormon thyroid: Mempengaruhi G. dan pematangan tulang.
3. Hormon kelamin lelaki di testis.
Hormon perempuan dikelenjar suprarenalis. III. Lingkungan
a. Gizi: Paling berpengaruh pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Kalori dan protein menentukan cepat/lambatnya maturitas. b. Sosial ekonomi: Rendah --- mempengaruhi pertumbuhan anak.
c. Penyakit-penyakit: Penyakit menahun & penyakit jantung bawaan --- keterlambatan pertumbuhan.
d. Lain-lain: Pendidikan, perbaikan sanitasi.
IMUNISASI
Defenisi: Adalah suatu cara untuk mencegah penyakit menular dengan sengaja memberi perlindungan (kekebalan) atau imunitas kepada anak sehingga anak itu jika dihinggapi kuman penyakit tidak sampai meninggal atau menderita cacat.
Secara singkat dikatakan bahwa anak yang telah mendapat kekebalan akan menimbulkan reaksi terhadap kuman penyakit.
a. Tidak menderita sakit.
b. Sakit tetapi ringan sehingga telah mengakibatkan cacat ataumeninggal. Pada tahun 1974 di Indonesia mulai disusun suatu pedoman tentang program pengembangan imunisasi (PPI) sampi sekarang.
Dasar-dasar imunologi.
- Mekanisme pembentukan kekebalan setelah memperoleh imunisasi yang
mengandung virus ternyata sama dengan mekanisme yang ditimbulkan oleh virus bersangkutan apabila menimbulkan penyakit.
- Masuk antigen kedalam tubuh menimbulkan zat anti (antibody). Vaksin DPT dibagi 5 jenis:
1. Toxoid: Difteri, tetanus.
2. Vaksin yang mengandung bakteri mati: pertusis, tipoid, kolera. 3. Vaksin yang mengandung bakteri yang dilemahkan: BCG.
4. Vaksin yang mengandung virus hidup yang dilemahkan: polio oral, influenza, measles, gondongan.
Macam-macam vaksin:
1. BCG (Basiles Calmette Guarin).
- Tujuan: menurunkan TBC secara langsung & TBC dewasa secara tidak langsung.
- Mengandung kuman hidup dalam bentuk froeze dried sehingga harus dilarutkan.
- Cara imunisasi: Intrakutan (kedalam kulit).
- Dosis Primovaksinasi : Umur dibawah satu tahun 0,05 cc. Umur diatas satu tahun 0,1 cc. Revaksinasi: Umur 5 – 7 tahun 0,1 cc.
Umur 12 – 15 tahun 0,1 cc. - Reaksi yang timbul:
a. Jaringan parut setelah mendapat vaksinasi.
b. Kadang-kadang pembesaran kelenjar getah bening. c. Kadang pernanahan dari kelenjar getah bening. - Syarat vaksinasi BCG:
a. Jangan menggunakan vaksin yang telah kadaluarsa.
b. Vaksin harus digunakan paling lama tiga (3) jam setelah dilarutkan. c. Vaksin harus dilindungi dari sinar matahari dan sumber panas lain. d. Suntukan betul-betul intrakutan.
e. Dosis yang diberikan, harus sesuai dengan umur.
- Kontra indikasi: Penyakit kulit berat/menahun seperti ekseni, furunkel dll. 2. Vaksin DT (Difteri – Tetanus).
DTP (Difteri – Tetanus – Pertusis)
- Tujuan: Memberikan perlindungan terhadap penyakit difteri, tetanus dan pertusis.
- Dosis: 0,5 cc.
- Cara pemberian: Secara subkutan yang dalam atau intramuskuler di lengan atau paha.
a. Primovaksinasi: Vaksin harus diberikan paling kurang 2 x (dua kali)
berturut-turut dengan interval waktu 4 – 6 minggu, lebih lengkap pemberian 3x (tiga kali) berturut – turut.
b. Revaksinasi:
* 1,5 tahun setelah imunisasi dasar 0,5 cc. * Sebelum masuk SD 0,5 cc.
* Setiap 5 tahun sampai umur 15 tahun dengan dosis 0,5 cc. - Reaksi vaksinasi:
* Pembengkakan, kemerahan ditempat suntikan dan sedikit rasa sakit.
* Demam – tinggi – kejang (dapat diberikan obat penenang dan penurun panas) - Kontra indikasi: Kelainan susunan saraf pusat dan kelainan saraf bawaan atau
didapat.
3. Vaksin poliomilitis
* Ada 2 macam vaksin polio untuk pencegahan:
a. Vaksin yang mengandung virus polio yang telah dimatikan (salk) dan diberikan persuntik.
b. Vaksin yang mengandung virus polio yang telah dilemahkan (sabin) diberikan peroral.
* Cara imunisasi:
a. Imunisasi dasar: Diberikan 3 dosis bersamaan DPT. b. Revaksinasi:
- Untuk vaksin salk setiap 1 – 2 tahun.
- Untuk vaksin sabin 2 tahun setelah imunisasi dasar terakhir. * Kontra indikasi:
a. Vaksin hidup
- Kelainan imunologis.
- Mendapat reaksi kortikusteroid atau imunosupresif - Menderita leukimia atau keganasan lain.
- Menderita infeksi usus, demam, penyakit menahun. Syarat vaksin:
* Jernih dan berwarna orange, jika warnanya menjadi merah jambu atau keruh, vaksin harus dibuang.
* Pada waktu meneteskan vaksin kedalam mulut sendok, ujung pipet jangan menyentuh mulut atau sendok.
* Vaksin benar-benar ditelan oleh anak, bila tidak diberikan 2 tetes lagi. * Vaksin sangat peka pada panas, harus disimpang dalam lemari atau
frezer.
b. Vaksin mati: Tidak ada kontra indikasi. 4. Virus measles (campak)
~ Tujuan: Mencegah penyakit campak. ~ Dosis: 0,5 cc.
~ Pemberian: Subkutan.
~ Cara imunisasi: 0,5 cc subkutan pada anak umur 9 – 12 bulan. ~ Syarat vaksin
- Vaksin dalam bentuk frezer dried harus disimpan dalam lemari es suhu 280c.
- Vaksin tidak boleh kena sinar matahari.
- Jika terpaksa dilakukan pada usia 9 bulan, revaksinasi harus dilakukan usia 12 bulan.
- Begitu dilakukan harus segera dipakai. 5. Vaksin hepatitis B
Tujuan: Mencegah penyakit hepatits. Pemberian: Intra muskuler (IM).
Cara imunisasi: 1,5 cc intra muskuler pada anak usia 0 bulan, 1 bulan, dan 6 bulan dipaha.