BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2. Landasan Teori
2.2.5. Pertumbuhan Laba Relatif
Sumber : Sutrisno (2003: 250)
2.2.5. Pertumbuhan Laba Relatif
Pertumbuhan laba relatif merupakan perubahan prosentase keuntungan pendapatan yang dapat diperoleh dari perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva. Pertumbuhan laba relatif dalam hal ini dilihat pengaruhnya dengan menggunakan Return On Investment (ROI) (Susiyono, 2002: 11)
Menurut Lukman (2000 : 63) Return On Investment (ROI) adalah kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam perusahaan”. Dengan menggunakan Return On Investment maka dapat
diukur kemampuan perusahaan akan menghasilkan laba yang diperoleh dari hasil operasi atau keseluruhan dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva. Laba yang tinggi akan memberikan konstribusi yang besar terhadap pembagian dividen kepada pemegang saham.
Variabel pertumbuhan laba relatif pada penelitian ini diukur dengan menggunakan skala rasio dan satuan pengukurannya adalah persen (%). Pertumbuhan laba relatif dapat diformulasikan sebagai beriku
Laba Relatif = ) Awal Periode ( ROI ) Awal Periode ( ROI ) Akhir Periode ( ROI 100%
Sedangkan untuk mencari ROI, dapat diformulasikan sebagai berikut : ROI = Aktiva Total EAT x 100% Sumber : Susiyono (2002: 11) 2.2.6. Dividend Payout Ratio
Pada umumnya para investor mengharapkan dua bentuk pengembalian dari pembelian saham yaitu yang pertama dalam bentuk Capital Gain yang merupakan keuntungan yang di peroleh dari selisih harga saham pada saat dia beli dengan harga pasar saham pada saat dia menjual dan yang kedua dalam bentuk dividen. (Sartono, 2001 : 279)
Dividen merupakan hak pemegang saham, Jika perusahaan memutuskan untuk membagi keuntungan dalam dividen, semua pemegang saham mendapatkan haknya yang sama. (Jogiyanto, 1998 ; 58)
Perubahan besarnya dividen yang dibagikan terdapat dua akibat yang saling berlawanan. Apabila seluruh laba dibayarkan sebagai dividen
maka kepentingan cadangan terabaikan, sebaliknya bila laba ditahan semua maka kepentingan pemegang saham terabaikan. Untuk menjaga kedua kepentingan tersebut, maka manajer dapat menempuh kebijakan yang optimal (Brigham dan Houston, 2006 : 437)
Menurut Sartono (2001 : 281) kebijakan deviden adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa datang. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai deviden, maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana intern. Sebaliknya, jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh, maka kemampuan pembentukan dana intern akan semakin besar.
Dividend Payout Ratio merupakan rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham sesuai dengan besarnya kepemilikan saham (Susiyono, 2002: 16)
Variabel Dividend Payout Ratio pada penelitian ini diukur dengan menggunakan skala rasio dan satuan pengukurannya adalah persen (%). Dividend Payout Ratio dapat diformulasikan sebagai berikut:
Dividend Payout Ratio =
EAT Saham Lembar Per Dividen 100 % Sumber : Susiyono (2002: 11)
2.2.7. Pengaruh Cash Position Terhadap Dividend Payout Ratio
Suatu perusahaan yang sedang tumbuh dan berkembang, mungkin tidak begitu kuat posisi likuiditasnya karena sebagian besar dari dananya
tertanam dalam aktiva tetap dan modal kerja, tetapi apabila perusahaan tidak ingin mengurangi pembayaran dividen hanya karena hal tersebut bisa ditafsirkan oleh investor sebagai memburuknya prospek perusahaan, maka perusahaan perlu membagikan dividen yang relatif rendah untuk mengurangi kemungkinan kesulitan likuiditas (Husnan, 2003 : 352). Dengan kata lain, semakin kuat posisi kas atau likuiditas suatu perusahaan maka makin tinggi kemampuan untuk membayar dividen kas
Penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno (2001) menunjukkan bahwa cash position berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Susiyono (2002) dan Sudarsi (2002), dan sesuai dengan teori “Teory sinyal menyatakan “pengumuman dividen mengandung informasi mengenai laba saat ini dan masa depan” yang artinya apabila laba meningkat, maka besarnya dividen yang akan dibagikan pada investor juga mengalami peningkatan, begitu pula sebaliknya (Miller and Rock, 1985), sehingga dapat disimpulkan bahwa cash position berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio
2.2.8. Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Dividend Payout Ratio
Seorang investor tidak hanya melihat kemungkinan tingkat pengembaliannya tetapi juga melihat seberapa besar resiko yang ditanggung perusahaan. Semakin besar hutang yang dipakai untuk mendanai perusahaan maka tingkat resikonya juga semakin tinggi. Peningkatan hutang ini akan mempengaruhi tingkat pendapatan bersih yang tersedia, artinya semakin tinggi kewajiban perusahaan, akan semakin
menurunkan kemampuan perusahaan dalam membayar dividen (Sudarsi, 2002: 80).
Penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno (2001) menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio. Hal ini didukung oleh Expectany Value theory yang dikemukakan oleh Vroom (1964) menyatakan bahwa orang dimotivasi untuk bekerja bila mengharapkan usaha-usaha yang ditingkatkan akan mengarah kebalas jasa tertentu dan menilai balas jasa sebagai hasil dari usaha-usaha mereka. Yang artinya perusahaan dapat mempertahankan tingkat resiko serendah mungkin dalam menggunakan hutang yang dipakai untuk mendanai perusahaan dengan harapan investor tidak akan khawatir dalam melakukan investasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Devidend Payout Ratio
2.2.9. Pengaruh Pertumbuhan Laba Relatif Terhadap Dividend Payout Ratio
Perusahaan yang mempunyai laba stabil lebih dimungkinkan membayar dividen dalam presentase yang besar dibandingkan perusahaan yang labanya berfluktuasi (Weston dan Copeland, 1997 : 291), demikian halnya dengan pembayaran dividen yang tinggi biasanya dalami industri yang tidak melakukan ekspansi secara potensial, maka pendapatan sebagian besar bisa dibebankan kepada pemegang saham.
Selanjutnya menurut Munawir (2000: 89) ROI adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam
aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.
Penelitian yang dilakukan oleh Susiyono (2002) menunjukkan bahwa pertumbuhan laba relatif berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio. Hal ini sesuai dengan teori Ketidakrelevanan dividen menyatakan “nilai suatu perusahaan ditentukan oleh kemampuan dasarnya dalam menghasilkan laba serta resiko bisnisnya, apabila laba meningkat maka dividen yang akan dibagikan juga meningkat hal ini akan menyebabkan harga saham akan naik” (Miller dan Modigliani, 1961), sehingga dapat disimpulkan bahwa Pertumbuhan laba relatif berpengaruh terhadap Dividend Payout Ratio.