BAB III METODE PENELITIAN
3.5. Teknik Analisis Dan Pengujian Hipotesis
3.5.2. Uji Hipotesis
3.5.2.1. Uji Kesesuaian Model
Uji F ini dilakukan untuk menguji sesuai tidaknya model regresi yang dihasilkan guna melihat pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek Indonesia
Prosedur Uji F :
1. H0 : b1,b2,b3 = 0 (artinya model regresi yang dihasilkan tidak cocok guna melihat pengaruh Cash Position, Debt to
Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek
Indonesia)
H1 : b1,b2,b3≠ 0 (artinya model regresi yang dihasilkan cocok guna melihat pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and
2. Pada penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05. 3. Kriteria keputusan
i. Jika nilai probabilitas > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti bahwa model regresi yang dihasilkan tidak cocok guna melihat pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek Indonesia
ii. Jika nilai probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa model regresi yang dihasilkan cocok guna melihat pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek Indonesia
3.5.2.2. Uji Parsial
Uji t ini dilakukan untuk mengetahui dan membuktikan secara empiris pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif secara parsial terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek Indonesia Prosedur Uji t :
1. H0 : bj = 0 (artinya tidak ada pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif secara p terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaa
arsial n
ursa Ef Indo
H bj≠
age yang go publik di Bursa Efek Indonesia)
secara parsial
latif secara parsial terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek Indonesia
Food and Baverage yang go publik di B
ek nesia)
1 : 0 (artinya ada pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif secara parsial terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baver
2. Pada penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05. 3. Kriteria keputusan :
i. Jika nilai probabilitas > 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak, yang berarti bahwa tidak ada pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Relatif
terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek Indonesia
ii. Jika nilai probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa ada pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan Pertumbuhan Laba Re
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskripsi Obyek Penelitian
Berdasarkan pada teknik penentuan sampel yang digunakan, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 perusahaan Food and Baverage yang go publik di Bursa Efek Indonesia dan untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan gambaran umum dari masing-masing perusahaan yang dijadikan sampel, yaitu sebagai berikut :
1. PT. Delta Jakarta, Tbk
PT. Delta Jakarta, Tbk, didirikan pada tanggal 15 Juni 1970, dengan berdasarkan akta Notaris No. 35 yang dibuat dihadapkan Abdul Latief, S.H.
Perseroan bergerak dalam bidang usaha memproduksi dan menjual bir pilsener dan bir hitam dengan merk “Anker” dan “Carisberg”, “San Miguel”, “Kuda Putih”, dan “San Mig Light”, dengan Kantor Pusat yang berkedudukan di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur, Jawa Barat, dan Perseroan memulai kegiatan operasi secara komersial pada tahun 1933.
2. PT. Fast Food Indonesia, Tbk
PT. Fast Food Indonesia, Tbk, didirikan pada tanggal 19 Juni 1978, dengan berdasarkan akta Notaris No. 20 yang dibuat dihadapkan Sri Rahayu, S.H.
Perseroan bergerak dalam bidang Industri makanan dan Restoran, dengan Kantor Pusat yang berkedudukan di Gedung Gelael 4th Floor, di Jalan MT. Haryono. Kav. 7, Jakarta, dan Perseroan memulai kegiatan operasi secara komersial pada tahun 1979
3. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, didirikan pada tanggal 14 Agustus 1990, dengan berdasarkan akta Notaris No. 228 yang dibuat dihadapkan Benny Kristianto, S.H.
Perseroan bergerak dalam bidang produksi mie, penggilingan tepung terigu, kemasan, Jasa manajemen serta penelitian dan pengembangan, dengan Kantor Pusat yang berkedudukan di Gedung Arlobimo Sentral, Lt. 12, di Jl H.R. Rasuna Said X-2, Jakarta, sedangkan lokasi pabrik berada di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan sulawesi dan Perseroan memulai kegiatan operasi secara komersial pada tahun 1990
4. PT. Mayora Indah, Tbk
PT. Mayora Indah, Tbk, didirikan pada tanggal 17 Pebruari 1977, dengan berdasarkan akta Notaris No. 204 yang dibuat dihadapkan Poppy Savitri Parmanto, S.H.
Perseroan bergerak dalam bidang industri makanan, kembang gula dan biskuit, dengan Kantor Pusat yang berkedudukan di Gedung Mayora, di Jl. Tomang Raya No. 21 - 23, Jakarta, sedangkan lokasi pabrik berada di Tangerang dan Bekasi dan Perseroan memulai kegiatan operasi secara komersial pada tahun 1978
5. PT. Tunas Baru Lampung, Tbk.
PT. Tunas Baru Lampung Siantar Top, Tbk, didirikan pada tanggal 22 Desember 1973, dengan berdasarkan akta Notaris No. 23 yang dibuat dihadapkan Halim Kurniawan,.SH.
Perseroan bergerak dalam bidang produksi minyak goreng sawit, serta bidang perkebunan kelapa sawit dan hibrida, dengan Kantor Pusat di Wisma Budi, Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. C-6, Jakarta, sedangkan lokasi pabrik berada di Lampung, Surabaya, Tangerang, Palembang dan Kuala Enok, dengan perkebunan yang terletak di Terbanggi Besar – Lampung Tengah, Banyuasin – Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat, dan Perseroan memulai kegiatan operasi secara komersial pada tahun 1974