PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
AKUNTABILITAS KINERJA
1. Pertumbuhan PDRB (ADHB)
- Target Kinerja Tahun 2015 : Rp. 26.274.498 (juta rupiah) - Realisasi Kinerja Tahun 2015: Rp. 48.677.521,8 (jt rupiah) - Penjelasan kinerja :
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah total nilai produksi barang dan jasa yang diproduksi di wilayah (regional) tertentu dalam waktu tertentu (satu tahun). Pada tabel berikut, pertumbuhan PDRB ADHB di Kabupaten Tuban menunjukkan angka perkembangan yang cukup menggembirakan.
Secara makro kegiatan perekonomian kabupaten Tuban dilihat berdasarkan sisi besaran nilai nominal PDRB atas dasar harga berlaku (adhb) maupun atas dasar harga konstan (adhk) selama tahun 2011-2015 selalu mengalami peningkatan dengan range yang relatif stabil. Besaran PDRB ADHB kabupaten Tuban selama periode 2011-2015 tercatat sebesar 21.386.02, 24.082.87, 27.615.185, 31.462.758 dan terakhir 48.677.521,8 juta rupiah.
Sehingga dengan demikian dari tahun 2011 hingga 2015 telah terjadi peningkatan sebesar 64,85 persen. Angka ini tidak mencerminkan pesatnya produktifitas kegiatan ekonomi di Kabupaten Tuban secara riil karena masih mengandung faktor kenaikan harga-harga.
Sedangkan apabila dihitung berdasarkan harga konstan tahun 2000, nilai nominal PDRB ADHK tahun 2011 mencapai 9.072.95 milyar rupiah meningkat pada tahun 2012. Pada tahun 2012 PDRB ADHK mencapai 9.650 milyar rupiah atau tumbuh 6,36 persen dari tahun 2011; dan akhirnya di tahun 2013 pertumbuhan mencapai 7,03 persen menjadi 10.329 milyar rupiah, serta tahun 2014 tumbuh 6,27% menjadi 10.976 milyar rupiah. Adapun tahun 2015 capaian menjadi 48.677.521 milyar rupiah.
Sehingga secara total dari tahun 2011 hingga 2015 terjadi peningkatan PDRB ADHK sebesar 26,79 persen. Perbedaan
Akuntabilitas Kinerja -LKjIP Kabupaten Tuban – 2015
percepatan kenaikan nilai nominal PDRB ADHB dan ADHK yang sangat signifikan ini menunjukkan bahwa meningkatnya nilai PDRB ADHB sebagai cerminan bahwa fluktuasi harga cukup berperan dalam mendongkrak besaran nilai tambah yang tercipta dari aktifitas ekonomi. Sedangkan perkembangan nilai PDRB ADHK lebih mencerminkan kondisi riil peningkatan ekonomi karena dinilai berdasarkan peningkatan kuantum produksi.
Akuntabilitas Kinerja -LKjIP Kabupaten Tuban – 2015 2011 2012 2013 2014 2015 target 20.59 22.02 23.43 24.85 26.27 realisasi 21.39 24.08 27.62 31.39 48.68 21,39 24,08 27,62 31,39 48.68 0 10 20 30 40 50 60 No Tahun PDRB ADHB (Juta Rupiah) 1. 2003 6.463.467,15 2. 2004 7.729.124,50 3. 2005 7.746.385,41 4. 2006 11.260.872,06 5. 2007 12.859.333,07 6. 2008 15.110.533,77 7. 2009 16.977.899,88 8. 2010 19.040.920,10 9. 2011 21.430.704,96 10. 2012 24.050.412,29 11. 2013 27.483.745,97 12. 2014 31.390.000,00 13 2015 48.677.521,80
Struktur ekonomi kabupaten Tuban dapat dilihat dari peranan masing-masing sektor dalam sumbangannya terhadap nilai total PDRB ADHB. Tabel diatas secara umum menggambarkan struktur ekonomi kabupaten Tuban selama tahun 2010-2014. Berdasarkan tabel diatas tercermin bahwa kondisi perekonomian kabupaten Tuban pada tahun 2010-2014 tidak mengalami pergeseran struktur ekonomi yang signifikan meskipun ada perubahan levelling besaran PDRB. Peranan masing-masing sektor ekonomi selama periode tersebut sebagian besar mengalami fluktuasi dengan gradasi yang halus.
Secara agregat kelompok sektor primer dan sekunder mengalami penurunan dan hanya kelompok sektor tersier yang mengalami peningkatan peranan dalam penciptaan PDRB di tahun 2015. Hal ini mencerminkan bahwa percepatan kegiatan ekonomi di kelompok sektor primer dan sekunder masih dibawah sektor-sektor ekonomi lainnya. Peningkatan pesat peranan pada sektor perdagangan, hotel, & restoran disebabkan percepatan perkembangannya jauh melebihi sektor-sektor lain yang ditandai masih maraknya aktifitas ekonomi pada subsektor perdagangan besar dan eceran serta restoran dengan makin banyaknya bermunculan toko/outlet/butik aneka barang, masih tetap eksisnya ritel-ritel waralaba, serta menjamurnya pedagang kaki lima, pusat jajanan, cafe, dan warung lesehan sebagai yang diiringi dengan makin membaiknya daya beli masyarakat kabupaten Tuban.
Akuntabilitas Kinerja -LKjIP Kabupaten Tuban – 2015
Kontribusi sektor konstruksi, sektor perdagangan, hotel & restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan selama 3 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan. Peningkatan nilai tambah pada sektor konstruksi disebabkan banyaknya kegiatan perbaikan dan pembangunan jalan serta dibangunnya beberapa kawasan perumahan. Sedangkan pada sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan peningkatannya lebih banyak disebabkan oleh makin banyaknya fasilitas kredit pembelian aneka barang yang disediakan oleh lembaga-lembaga keuangan non bank.
Secara wilayah, komitmen perencanaan di Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga dibarengi dengan upaya untuk melihat pertumbuhan ekonomi kawasan pada 20 (dua) puluh kecamatan. Dengan pendekatan pertumbuhan ekonomi (PDRB) di setiap kecamatan, ke depan diharapkan ada informasi yang lebih mendekati kondisi riil dalam penyusunan dan intervensi kebijakan-kebijakan perencanaan yang diterjemahkan dalam program/kegiatan berbasis kewilayahan sesuai dengan kondisi eksisting tersebut.
Pasang surutnya perekonomian suatu wilayah tampak dari perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Semakin besar perkembangan PDRB dipastikan semakin banyak kegiatan arus perekonomiannya, dengan kata lain roda perputaran ekonomi (demand
and supply) barang dan jasa semakin cepat.
Perekonomian Kabupaten Tuban dilihat dari besarnya PDRB per kecamatan dalam kurun waktu empat tahun terakhir (tahun 2011 – 2015) menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.
Akuntabilitas Kinerja -LKjIP Kabupaten Tuban – 2015
Sumber : BPS Kabupaten Tuban, 2014.
Dilihat dari kontribusi pembentukan PDRB Kabupaten Tuban per kecamatan sebagaimana pada tabel diatas terlihat bahwa dari 20 kecamatan yang paling dominan dalam memberikan kontribusi dalam pembentukan PDRB Kabupaten Tuban pada tahun 2015 adalah Kecamatan Kerek, Kecamatan Soko, Kecamatan Tuban, Kecamatan Semanding dan Kecamatan Merakurak berturut-turut kelima kecamatan tersebut memberikan kontribusi dalam pembentukan PDRB Kabupaten Tuban sebesar 24,68,20 persen; 8,92 persen; 6,63 persen; 5,75 persen dan 5,49 persen.
Sementara itu, kecamatan-kecamatan yang memberikan kontribusi paling kecil atau peringkat kelima dari bawah dalam pembentukan PDRB Kabupaten Tuban adalah Kecamatan Kenduruan, Kecamatan Senori, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Rengel. Berturut-turut kelima kecamatan tersebut memberikan kontribusi sebesar 1,48 persen; 2,04 persen; 2,11 persen, 2,55 persen dan 2,86 persen.
Akuntabilitas Kinerja -LKjIP Kabupaten Tuban – 2015
Tabel 1.1
Pengukuran Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun 2015
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN
TAHUN 2015
TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA(%)
1 2 3 4 5 6 7
1 Pertumbuhan PDRB
(dalam juta)
1 Pertumbuhan PDRB
ADHB (dalam milliar) rupiah 26,274,498 48,677,521.80 185.27% 2 Pertumbuhan PDRB
ADHK (dalam milliar) rupiah 9,308.46 37,459.32 402.42%
2 Pertumbuhan Ekonomi 3 Pertumbuhan
Ekonomi % 8.68 5.19 59.79%
4 Laju Inflasi % 6.15 5.17 84.07%
5 PDRB Per Kapita ribu 21,710 0.00%
3 I P M 6 I P M % 70.94 70.25 99.03%
4 Kemiskinan 7 Penduduk Miskin % 15.26 16.64 109.04%
5 Tingkat Pengangguran
Terbuka.
8 Tingkat Pengangguran Terbuka.
% 0.12 3.63 3.31% Sumber BPS Kabpaten Tuban
Untuk PDRB Tahun 2015, dari target sebesar 26.274.498,00 juta rupiah**) tercapai sebesar 48.677.521,80juta rupiah **). Hal ini ditunjang dengan tingginya pertumbuhan PDRB ADHB pada sektor Industri Pengolahan (sebesar 13,672,125.8 juta rupiah) dan Pertanian (sebesar 10,407,449.6juta rupiah). Dua sektor ini menjadi andalan dan unggulan di Kabupaten Tuban dengan masing-masing sumbangannya sebesar 23,93 dan 23,08 persen terhadap PDRB ADHB Kabupaten Tuban. Sedangkan sektor terbesar ketiga adalah perdagangan, hotel dan restoran sebesar 18,37 persen. Namun demikian, perlu mejadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Tuban untuk meningkatkan kinerja bidang pertanian yang menjadi sektor andalan dan unggulan sebagian besar masyarakat kabupaten Tuban mengingat secara pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian hanya mampu tumbuh sebesar 1,68 persen. Hal ini sangat jauh apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada sektor industri pengolahan sebesar 7,12 persen dan perdagangan, hotel dan restoran sebesar 6,53%. Kedepan masih diperlukan inovasi atas kebijakan yang tepat untuk meningkatkan ketiga sektor tersebut dapat mengalami pertumbuhan
Akuntabilitas Kinerja -LKjIP Kabupaten Tuban – 2015 III - 86 TABEL 1. PDRB SERI 2010 ATAS DASAR HARGA BERLAKU MENURUT LAPANGAN USAHA (JUTA RUPIAH) Propinsi : Jawa Timur Kabupaten/Kota : Kab. Tuban
Kategori Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 6,046,524.5 7,136,644.5 8,070,436.5 9,217,795.8 10,407,449.6
B Pertambangan dan Penggalian 2,928,687.9 3,084,028.7 3,429,580.0 4,152,632.9 4,455,288.7
C Industri Pengolahan 9,370,403.1 10,268,332.8 11,366,256.2 12,490,707.2 13,672,125.8
D Pengadaan Listrik dan Gas 36,032.3 38,190.4 38,207.4 39,743.0 44,105.6
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur
Ulang 20,169.7 21,752.7 24,696.9 26,551.0 28,675.8
F Konstruksi 4,408,955.3 5,002,727.1 5,499,203.0 6,126,893.1 6,732,126.9
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor 3,953,693.2 4,345,273.0 4,969,115.7 5,490,233.5 6,070,686.7
H Transportasi dan Pergudangan 152,249.9 169,760.3 199,528.3 245,308.0 292,432.2
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 240,277.0 268,721.3 304,781.1 361,799.0 425,618.4
J Informasi dan Komunikasi 1,521,520.3 1,702,595.0 1,754,720.6 1,900,029.1 2,086,501.5
K Jasa Keuangan dan Asuransi 538,035.4 638,305.7 758,865.7 872,766.0 1,000,493.9
L Real Estate 399,322.4 447,910.5 515,558.8 576,579.3 670,495.1
M,N Jasa Perusahaan 57,878.6 64,824.4 75,180.9 85,664.4 96,518.1
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib 813,126.0 910,980.3 959,000.3 998,895.7 1,070,717.4
Akuntabilitas Kinerja -LKjIP Kabupaten Tuban – 2015 III - 87
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 134,646.7 151,947.7 172,595.8 207,249.2 236,179.0
R,S,T,U Jasa lainnya 373,827.2 393,571.7 430,483.1 503,420.7 584,019.8
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 31,460,372.1 35,180,224.7 39,178,434.1 44,001,897.9 48,677,521.8
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TANPA MIGAS 30,637,535.1 34,489,684.6 38,430,810.3 43,234,860.5 48,269,605.0 Sumber : BPS Kabupaten Tuban, 2015
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 88 Tabel 2
Analisis Pencapaian Sasaran IKU :
Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Tuban dari Tahun 2011 s/d 2015
NO INDIKATOR KINERJA
TAHUN 2012 TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015 TARGET REA LISA SI CAPAIAN KINERJA TARGET REALIS ASI CAPAIAN
KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA TARGET REA LISA SI CAPAIAN KINERJA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 Pertumbuhan Ekonomi (%) 7.73 6.36 82.28% 8.05 7.03 87.33% 8.36 6.27 75.00% 8.68 5.19 59.79% 2 Laju Inflasi (%) 6.30 5.87 93.17% 6.25 7.14 114.24% 6.20 7.21 86.00% 6.15 5.17 84.07% 3 PDRB Per Kapita (juta) 14.853 23.3797 157.41% 16.705 26.8438 160.69% 19.044 27.348 143.60% 2,171 3,836 176.69%
Sumber BPS Kabupaten Tuban Tahun 2015 2. Pertumbuhan Ekonomi
- Target Kinerja Tahun 2015 : 8,36 % - Realisasi Kinerja Tahun 2015 : 5,19 % - Penjelasan kinerja :
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu ukuran dinamis yang digunakan untuk melihat perkembangan kinerja perekonomian di suatu wilayah.
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 89 2011 2012 2013 2014 2015 target 7.41 7.73 8.05 8.36 8.68 realisasi 7.13 6.36 7.03 6.67 5.19 7,13 6,36 7,03 6,67 5.19 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 No Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) 1. 2003 4,24 2. 2004 4,57 3. 2005 5,54 4. 2006 5,81 5. 2007 6,49 6. 2008 6,72 7. 2009 5,99 8. 2010 6,22 9. 2011 7,08 10. 2012 6,27 11. 2013 7,03 12. 2014 6,67 13. 2015 5.19
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu ukuran dinamis yang digunakan untuk melihat perkembangan kinerja perekonomian di suatu wilayah. Sehingga pertumbuhan ekonomi merupakan indikator makro yang sering digunakan sebagai salah satu alat strategi kebijakan bidang ekonomi. Demikian halnya di kabupaten Tuban, dalam rencana strategisnya (Renstra), laju pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator yang sangat penting untuk selalu dievaluasi. Agar lebih valid perubahan ini diukur dengan acuan satu ukuran/satu periode yang disebut kondisi ekonomi pada tahun dasar dan menggunakan ukuran atas dasar harga tetap (konstan).
Tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan yang dihitung dari PDRB merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat pertumbuhan sektoralnya. Apabila sebuah sektor mempunyai kontribusi besar namun pertumbuhannya lambat, maka hal ini akan menghambat tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Sebaliknya apabila sebuah sektor mempunyai kontribusi yang besar terhadap totalitas perekonomian, sekaligus sektor tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan tinggi, maka sektor tersebut otomatis akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi secara total.
Berdasarkan tabel diatas, Pertumbuhan ekonomi kabupaten Tuban pada tahun 2011-2015 secara umum mengalami
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 90 peningkatan. Hanya pada tahun 2012 , 2014 dan 2015 pertumbuhan ekonomi kabupaten Tuban sedikit melambat sebagai akibat dari efek multiplier kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM yang cukup signifikan. Pertumbuhan ekonomi selama periode tersebut berturut-turut, yaitu : 6,22 persen; 7,13 persen; 6,36 persen; 7,03 persen dan pada tahun 2014 mencapai 6,67 persen serta tahun 2015 mencapai 5,19 persen.
Apabila laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Tuban pada tahun 2015 dipakai sebagai dasar (Base Line), maka kinerja sektoral dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok Pertama : adalah sektor yang berhasil mencapai pertumbuhan di atas LPE Kabupaten Tuban yang sebesar 7,03 persen. Kelompok Kedua : adalah sektor yang berhasil mencapai pertumbuhan positif walaupun masih di bawah LPE kabupaten Tuban. Kelompok Ketiga : adalah sektor yang mengalami pertumbuhan negatif.
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi sektoral tahun 2015, semua sektor mengalami pertumbuhan positif bahkan dari 9 (sembilan) sektor sebanyak 7 (tujuh) sektor menunjukkan pertumbuhan yang cukup mencolok atau melebihi angka pertumbuhan ekonomi regional sehingga masuk pada Kelompok Pertama. Ketujuh sektor tersebut adalah : sektor pertambangan & penggalian yang tumbuh sebesar 9,52 persen, sektor industri pengolahan yang tumbuh sebesar 7,12 persen; sektor listrik, gas & air yang tumbuh sebesar 7,09 persen; sektor Konstruksi yang tumbuh sebesar 16,73 persen; sektor Perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 6,53 persen; sektor Pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar 8,17 persen; serta sektor Keuangan & jasa perusahaan tumbuh sebesar 8,07 persen.
Dari sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan di atas LPE Kabupaten Tuban, hal menarik yang perlu dicermati adalah sektor konstruksi, dimana pada sektor ini pertumbuhannya mengalami lonjakan yang sangat fantastis terutama di tahun 2011 dan 2012. Fenomena ini disebabkan oleh adanya proyek-proyek besar di Kabupaten Tuban di bidang konstruksi yang terjadi di tahun
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 91 tersebut, seperti misalnya pembangunan pabrik holcim, pengembangan pabrik Semen Gresik (Tuban IV), dan juga adanya depo pertamina yang ada di Kecamatan Jenu.
Selain itu hal menarik lainnya adalah sektor Listrik, Gas & Air bersih dan sektor Perdagangan, hotel & restoran yang selama periode empat tahun terakhir selalu tumbuh di atas angka pertumbuhan ekonomi kabupaten Tuban. Selain itu dari ketujuh sektor tersebut, hanya sektor industri pengolahan, sektor Perdagangan, hotel & restoran, serta sektor pertambangan dan penggalian yang memiliki peranan cukup dominan (23,93 persen dan 18,37 persen serta 16,43 persen) dalam perekonomian sehingga mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi regional di Kabupaten Tuban selama tahun 2015. Sedangkan sektor Listrik, Gas & Air Bersih, sektor konstruksi dan sektor pengangkutan & komunikasi meski tumbuh melebihi angka pertumbuhan ekonomi kabupaten, tetapi karena peranannya yang hanya berkisar 2-3 persen maka tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi regional. Apalagi sektor konstruksi, meskipun mengalami pertumbuhan yang cukup fantastis, akan tetapi karena share dalam pembentukan ekonomi Kabupaten Tuban kecil (hanya 2,53 persen) maka tidak banyak berpengaruh pada laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban. Sebaliknya, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran selain menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, yaitu sebesar 7,12 persen dan 6,53 persen juga memiliki share yang cukup besar terhadap pembentukan PDRB kabupaten Tuban (yaitu sebesar 23,93 persen dan 18,37 persen), sehingga bisa disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi kabupaten Tuban pada tahun 2014 sangat didorong oleh kenaikan aktifitas pada sektor Perdagangan, hotel dan restoran dan industri pengolahan sebagai leading sectors. Secara lengkap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 masing-masing sektor dapat dilihat pada tabel.
TABEL 2. LAJU PERTUMBUHAN PDRB SERI 2010 MENURUT LAPANGAN USAHA (JUTA RUPIAH)
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 92
Kategori Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4.60 7.47 4.47 4.36 4.41 B Pertambangan dan Penggalian 11.92 3.72 6.81 8.81 6.89 C Industri Pengolahan 6.92 6.07 8.05 3.72 5.36 D Pengadaan Listrik dan Gas 12.87 10.94 5.09 3.15 0.48
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang 7.37 5.35 7.20 2.23 2.68 F Konstruksi 3.90 3.08 3.13 3.36 2.03 G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 7.79 7.84 8.69 6.68 5.08 H Transportasi dan Pergudangan 7.71 9.90 10.68 12.50 8.91
I Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum 8.77 8.16 6.93 9.51 9.18
J Informasi dan Komunikasi 10.08 10.76 2.95 8.95 8.79 K Jasa Keuangan dan Asuransi 10.60 12.07 12.97 7.64 7.30 L Real Estate 10.58 9.12 8.27 9.77 7.99 M,N Jasa Perusahaan 6.17 6.41 7.71 9.95 8.72
O Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 3.23 1.90 1.59 0.83 3.76 P Jasa Pendidikan 9.43 8.79 8.57 8.96 7.31 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 14.17 10.29 8.55 10.77 8.72 R,S,T,U Jasa lainnya 5.90 4.82 6.62 7.12 5.41
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 6.84 6.29 6.35 5.24 5.19
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO
TANPA MIGAS 6.89 6.82 6.54 5.31 5.41
Sumber : BPS Kabupaten Tuban, 2015 **) Angka Sangat sementara
Mengingat potensi sumber pendapatan terbesar kabupaten Tuban berasal dari sektor pertanian (peranan terbesar kedua setelah sektor industri), maka faktor sumber daya alam perlu dikelola dan dipelihara dengan benar dan diharapkan pembangunan yang dilaksanakan berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan atau ”sustainable development”, yaitu pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengabaikan kepentingan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu program intensifikasi
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 93 pertanian juga harus selalu ditingkatkan dan ketersediaan saprodi sebagai input penting juga perlu diperhatikan.
Beberapa faktor penting lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan kegiatan ekonomi antara lain; kestabilan situasi politik dan keamanan, kebijakan ekonomi pemerintah baik regulasi maupun kelembagaannya, kekayaan alam yang dimiliki, jumlah dan kemampuan sumber daya manusia, serta tersedianya usahawan yang gigih dan kemampuan mengembangkan dan menggunakan teknologi modern.
Pendekatan kewilayahan terhadap angka pertumbuhan ekonomi juga sangat diperlukan dalam perumusan perencanaan pembangunan di Kabupaten Tuban. Upaya tersebut dilakukan dengan penguatan data base kondisi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban yang secara riil diharapkan mampu menterjemahkan kondisi pertumbuhan dan aktivitas perekonomian masyarakat Kabupaten Tuban. Hasil pendataan dan analisis pertumbuhan ekonomi pada 20 (dua puluh) Kecamatan di Kabupaten Tuban menunjukkan empat kluster pertumbuhan ekonomi, yaitu :
Klaster I adalah daerah kecamatan dengan pertumbuhan cepat (rapid growth region) atau dengan kata lain kecamatan yang maju dan cepat tumbuh (high growth and high income). Kecamatan ini dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Tuban. Yaitu Kecamatan Merakurak, Kerek dan Tambakboyo.
Klaster II adalah daerah (kecamatan) tertekan (retarded region) atau dengan kata lain kecamatan maju tetapi tertekan (low growth but
high income). Kecamatan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih
rendah tetapi pendapatan per kapitanya lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Tuban. Yaitu Kecamatan Soko dan Jenu.
Klaster III adalah daerah kecamatan sedang bertumbuh (growing
region) atau dengan kata lain daerah berkembang cepat (high growth but low income). Kecamatan ini memiliki pertumbuhan
ekonomi tinggi tetapi pendapatan per kapitanya lebih rendah daripada Kabupaten Tuban, Yaitu Kecamatan Palang, Semanding dan Tuban.
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 94 Klaster IV adalah relatif tertinggal (relatively backward
region) atau dengan kata lain kecamatan maju tetapi tertinggal
(low growth and low income). Kecamatan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapitanya yang lebih rendah dibandingkan Kabupaten Tuban. Yaitu Kecamatan Kenduruan, Bangilan, Senori, Singgahan, Montong, Parengan, Rengel, Plumpang, Widang, Grabagan,Jatirogo dan Bancar.
Pengukuran pencapaian sasaran sesuai dengan indikator capaian (target) yang telah ditetapkan tahun 2015 sebagai berikut :
Tabel 2.1 Pengukuran Kinerja Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2015
NO SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN
TAHUN 2015
TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) 1 2 3 4 5 6 7 1. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi % 8,68 5,19 59,79 Laju Inflasi % 6,15 5,17 84,07 PDRB Per Kapita (juta) rupiah 21.71 38.36 176,69
Rata –rata capaian 106,85
Rata-rata tingkat pencapaian target indikator kinerja terhadap sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 106,85% yang menunjukkan bahwa hasil kinerja yang dilaksanakan kategori baik. Pencapaian target masing-masing indikator kinerja terhadap sasaran tersebut 1 (satu) capaian indikator sudah melampaui target tahun 2015 yang telah ditetapkan dalam RPJMD, dan 2 indikator belum mencapai target tahun 2015 karena target yang dibuat terlalu tinggi untuk dicapai dalam pertumbuhan dan aktifitas perekonomian masyarakat Tuban.
Capaian target indikator kinerja pada Bidang Pertumbuhan Ekonomi menunjukkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan pertumbuhan kegiatan ekonomi yang mempengaruhi ada beberapa faktor antara lain; kestabilan situasi politik dan keamanan,
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 95 kebijakan ekonomi pemerintah baik regulasi maupun kelembagaannya, kekayaan alam yang dimiliki, jumlah dan kemampuan sumber daya manusia, serta tersedianya usahawan yang gigih dan kemampuan mengembangkan dan menggunakan teknologi modern.
Tabel 3
Analisis Pencapaian Sasaran IKU :
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Tuban dari Tahun 2012 s/d 2015
NO INDIKATOR KINERJA
TAHUN 2012 TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015 TARGET REA LISA SI CAPAIAN KINERJA TARGET REALIS ASI CAPAIAN
KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA TARGET REA LISA SI CAPAIAN KINERJA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 69.59 69.18 99.41% 70.04 69.51 99.24% 70.49 70.04 99.36% 70.94 70.25 99.03%
Sumber BPS Kabupaten Tuban 2015
3. Pertumbuhan IPM
- Target Kinerja Tahun 2015 : 70,94 - Realisasi Kinerja Tahun 2015 : 70,25 - Penjelasan kinerja :
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu alat ukur kinerja pembangunan, khususnya pembangunan manusia yang dilakukan di suatu wilayah pada waktu tertentu yang diukur melalui tiga komponen yaitu angka harapan hidup, tingkat pendidikan tingkat kehidupan yang layak. Berikut ini grafik dan tabel pertumbuhan IPM di Kabupaten Tuban Tahun 2003-2015 :
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 96 2011 2012 2013 2014 2015 target 69.15 69.59 70.04 70.49 70.94 realisasi 69.18 69.51 70.04 70.04 70.25 69,18 69,51 70,04 70,04 70.25 68 68.5 69 69.5 70 70.5 71 71.5 No Tahun IPM 1. 2003 - 2. 2004 63,6 3. 2005 64,2 4. 2006 66,46 5. 2007 66,41 6. 2008 67,02 7. 2009 67,68 8. 2010 68,31 9. 2011 68,71 10. 2012 69,18 11. 2013 70,04 14. 2014 70,04 15. 2015 70.25**)
IPM Kabupaten Tuban mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 IPM Kabupaten Tuban sebesar 67,68 naik 1,03 poin menjadi 68,31 di tahun 2010. Pada tahun 2011 meningkat lagi menjadi 68,71 atau naik sebesar 0,4 poin dibandingkan tahun 2010. Kemudian pada tahun 2012 angka IPM naik sebesar 0,47 poin dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 69,18. Dan pada tahun 2013 dan tahun 2014 ini IPM Kabupaten Tuban naik lagi menjadi 70,04, sedangkan tahun 2015 naik menjadi 70,25. Naiknya angka IPM merupakan hasil dari peningkatan komponen-komponen pembentuk IPM. Pertumbuhan komponen pembentuk IPM sebagaimana tersebut pada grafik berikut. Nampak bahwa komponen pembentuk IPM paling rendah adalah indeks PPP (Purchasing Power
Parity) atau Indeks Kemampuan daya beli. Namun walaupun rendah,
pertumbuhan kemampuan daya beli masyarakat dari tahun ke tahun menunjukkan pertumbuhan yang paling besar, hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai memiliki peningkatan kemampuan untuk berbelanja yang artinya adalah terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : BPS Kabupaten Tuban, 2014 **) Angka Sangat sementara
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 97 Tabel 4
Analisis Pencapaian Sasaran IKU :
Angka Kemiskinan di Kabupaten Tuban dari Tahun 2012 - 2015
NO INDIKATOR KINERJA
TAHUN 2012 TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015 TARGET REA LISA SI CAPAIAN KINERJA TARGET REALIS ASI CAPAIAN
KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA TARGET REA LISA SI CAPAIAN KINERJA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 Penduduk Miskin 23.67 17.78 75.12% 20.87 17.16 82.22% 18.07 17.16 94.96% 15,26 16,64 91,71%
Sumber BPS Kabupaten Tuban
4. Penurunan Angka Kemiskinan
- Target kinerja Tahun 2015 : 15,26 - Realisasi kinerja Tahun 2015 :16,64 - Penjelasan kinerja :
Perhitungan capaian kinerja Tingkat Kemiskinan dilakukan dengan pendekatan perhitungan jumlah rumah tangga miskin.
2011 2012 2013 2014 2015 target 26.47 23.67 20.87 18.07 15.26 realisasi 18.78 17.78 17.16 17.16 16.64 18.78 17.78 17.16 17.16 16.64 0 5 10 15 20 25
30 No Tahun Angka Kemiskinan(%)
1. 2003 23,40 2. 2004 23,20 3. 2005 32,11 4. 2006 30,67 5. 2007 30,59 6. 2008 25,98 7. 2009 25,84 8. 2010 23,01 9. 2011 18.78 10. 2012 17.78 11. 2013 17.16 14. 2014 17,16 15. 2015 16,64**)
Kinerja penurunan angka kemiskinan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2015 menunjukkan perkembangan yang cukup baik, artinya angka kemiskinan dapat diturunkan sampai angka 16,64 persen pada akhir tahun 2015. Tentunya hal tersebut tidak lepas dari upaya dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban untuk Sumber : BPS Kabupaten Tuban, 2015
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 98 menurunkan angka kemiskinan. Beberapa hal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban untuk penurunan angka kemiskinan yaitu :
1. Kebijakan pokok pemenuhan hak dasar, melalui pendekatan pemenuhan hak atas pangan, pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan, pemenuhan hak atas layanan pendidikan, pemenuhan hak atas pekerjaan, pemenuhan hak atas perumahan, pemenuhan hak atas air bersih, pemenuhan hak atas tanah, pemenuhan hak atas sumberdaya alam dan lingkungan hidup, pemenuhan hak atas rasa aman, pemenuhan hak untuk berpartisipasi.
2. Terhadap kebijakan tersebut, langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu :
a. Klaster 1 untuk kelompok bantuan dan perlindungan sosial berbasis keluarga. Pada klaster 1 ini, terdapat 16 pendekatan program penanggulangan kemiskinan;
b. Klaster 2 untuk kelompok pemberdayaan masyarakat, dengan 25 jenis program pendekatan untuk penanggulangan kemiskinan;
c. Klaster 3 untuk pemberdayaan usaha mikro dan kecil, dengan 4 jenis program pendekatan penanggulangan kemiskinan;
Disamping hal tersebut, sejak pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Tuban juga meluncurkan “Desa Model Pengentasan Kemiskinan” baik dengan sasaran bantuan dan perlindungan sosial maupun pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Ke depan program – program pengentasan kemiskinan dengan basis pemberdayaan usaha ekonomi kerakyatan tersebut menjadi prioritas mengingat dampaknya yang nyata terhadap kinerja penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Tuban.
Akuntabilitas Kinerja – LKJiP Kabupaten Tuban 2015 III - 99