• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Pertumbuhan Ekonomi

2. Pertumbuhan Sektoral

Laju pertumbuhan ekonomi pada kegiatan sektoral di wilayah Kabupaten Natuna, dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut.

Tabel 4.15. : Pertumbuhan Sektor dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Natuna, Tahun 2010 – 2013 (Persen)

Sektor 2010 2011 2012 2013

Primer 6,97 7,00 7,02 4,55

Sekunder 9,02 9,27 9,39 6,53

Tersier 7,56 7,62 7,69 7,80

LPE 6,25 6,41 6,54 6,60

Gambar 4.12.

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Kabupaten Natuna Tahun 2010-2013 (persen)

Adapun uraian pertumbuhan ekonomi sektoral di Kabupaten Natuna dijelaskan sebagai berikut :

a. Sektor Primer

Sektor primer terdiri dari sektor Pertanian dan sektor Pertambangan dan Penggalian. Laju pertumbuhan sektor Pertanian cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 sektor Pertanian di Kabupaten Natuna tumbuh sebesar 4,90 persen. Pada tahun 2010 pertumbuhan sektor Pertanian mengalami perlambatan sebesar 4,70 persen. Hal ini disebabkan oleh melambatnya subsektor Perikanan. Jika subsektor ini turun atau meningkat maka sangat mempengaruhi pergerakan pertumbuhan ekonomi di sektor Pertanian. Hal ini disebabkan share subsektor ini sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna berbeda dengan subsektor lainnya (tanaman bahan makanan, perkebunan, peternakan, dan kehutanan).

Selanjutnya pada tahun 2011-2013 pertumbuhan sektor pertanian meningkat dengan masing-masing pertumbuhan sebagai berikut, tahun 2011 tumbuh sebesar 4,71 persen, tahun 2012 tumbuh 4,73 persen dan tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78 persen.

Sementara itu, sektor Pertambangan dan Penggalian yang tertumpu pada subsektor penggalian mampu tumbuh cukup besar ditahun 2009 yaitu sebesar 9,79 persen. Pada tahun 2010 pertumbuhan sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami perlambatan sebesar 9,23 persen. Selanjutnya pertumbuhan ekonomi sektor ini mengalami peningkatan dari tahun 2011 sampai tahun 2012 masing-masing sebesar 9,28 persen dan 9,31 persen. Untuk tahun 2013 pertumbuhan sektor ini mengalami perlambatan hanya sampai 3,33 persen. Hal ini disebabkan pengaruh menurunnya produksi sektor Pertambangan dan Penggalian terutama subsektor Penggalian.

Gambar 4.13.

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Sektor Primer Kabupaten Natuna Tahun 2010-2013 (persen)

Dengan demikian pertumbuhan rata-rata sektor primer mengalami peningkatan pada tahun 2010-2012, dan ditahun 2013 mengalami penurunan. Masing masing yaitu 6,97 persen, 7 persen, 7,02 persen dan 4,55 persen. Secara umum, sektor primer ini memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan nilai PDRB Kabupaten Natuna. Sektor ini yang paling besar memberikan kontribusi terhadap total PDRB Kabupaten Natuna.

b. Sektor Sekunder

Sektor sekunder terdiri dari sektor Industri Pengolahan, sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih, serta sektor Bangunan/Konstruksi. Pada tahun 2013 secara umum sektor sekunder menunjukan perkembangan yang cukup baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2013, sektor Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan sebesar 4,53 persen, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami perlambatan karena pada tahun 2012 tumbuh sebesar 5,12 persen. Sektor Industri pengolahan yang ada di Kabupaten Natuna adalah industri besar sedang dan industri kerajinan rumahtangga. Untuk sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih pada tahun 2013 tumbuh sebesar 6,82 persen, meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,94 persen. Selama tahun 2013, konsumsi listrik dan air bersih, baik oleh rumahtangga, instansi pemerintah maupun industri serta dunia usaha lainnya mengalami peningkatan. Besaran produksi listrik dan air bersih cenderung selalu meningkat dari tahun ke tahun. Demikian juga dengan ketersediaan air bersih yang dilakukan oleh PDAM Kabupaten Natuna. Selanjutnya sektor Bangunan/Kontruksi yang berupa bangunan/ konstruksi tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal, baik yang dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak swasta termasuk oleh rumahtangga. Pembangunan disini termasuk juga pemeliharaan bangunan dan renovasi besar yang dilakukan oleh pemerintah, swasta, juga rumahtangga. Selama tahun 2013 sektor ini mampu tumbuh sebesar 8,24 persen. Pertumbuhan yang cukup tinggi ini antara lain disebabkan oleh semakin banyaknya proyek fisik yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama tahun 2013, baik yang berupa bangunan, maupun prasarana umum seperti jalan, jembatan dan sebagainya. Sektor Bangunan merupakan salah satu sektor yang cukup tinggi pertumbuhannya. Tetapi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami perlambatan yang tumbuh sebesar 19,12 persen.

Pada tahun 2013, secara umum pertumbuhan rata-rata sektor sekunder sebesar 6,53 persen. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya

mengalami perlambatan dengan tumbuh sebesar 9,39 persen. Sektor ini memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna. Dengan demikian dapat dipahami bahwa sektor sekunder sangat berpengaruh terhadap tingkat laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna.

Gambar 4.14.

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Sektor Sekunder Kabupaten Natuna Tahun 2010-2013 (persen)

c. Sektor Tersier

Selama tahun 2013 sektor tersier mampu tumbuh sebesar 7,80 persen. Kondisi ini cukup menggembirakan dan hal ini dimungkinkan karena adanya peningkatan kinerja di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran; sektor Pengangkutan dan Komunikasi; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; serta sektor jasa-jasa. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, pada tahun 2013 mampu tumbuh sebesar 9,30 persen, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami perlambatan dengan tumbuh sebesar 9,52. Hal ini disebabkan karena menurunya pertumbuhan dari subsektor hotel dan subsektor restauran masing-masing yaitu tahun 2012 sebesar 12,08 persen menjadi 5,07 persen tahun 2013 dan 8,82 persen ditahun 2012 menjadi 5,71 persen ditahun 2013.

Gambar 4.15.

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Sektor Tersier Kabupaten Natuna Tahun 2010-2013 (persen)

Dengan semakin maraknya usaha perdagangan besar dan eceran di Kabupaten Natuna pada tahun 2009-2012 maka dapat dipahami apabila laju pertumbuhan sektor ini sangat pesat pada tahun bersangkutan. Hal ini sejalan dengan peningkatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Natuna selama era otonomi daerah, yang membuat kabupaten ini semakin ramai dan bertambah banyak jumlah penduduknya maka usaha Hotel/penginapan, restoran dan rumah makan serta penyedia makanan jadi lainnya otomatis meningkat pula. Berbeda dengan tahun 2013, yang pertumbuhannya sedikit melambat. Berikutnya sektor Pengangkutan dan Komunikasi juga mempunyai peranan yang cukup penting terhadap PDRB Kabupaten Natuna. Pertumbuhan subsektor angkutan pada tahun 2013 cukup meningkat yaitu sebesar 10,26 persen. Begitu juga dengan subsektor Komunikasi meningkat sebesar 8,01 persen. Hal ini sejalan dengan kinerja kegiatan Pos dan Telekomunikasi sebagai akibat dari meningkatnya penggunaan telepon genggam/HP seiring dengan semakin banyaknya akses akses internet dalam seluler.

Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 5,85 persen di tahun 2013. Hal ini disebabkan oleh kenaikan dari sub-sub sektor ini. Laju pertumbuhan sektor

jasa-jasa tahun 2013 adalah sebesar 5,96 persen. Secara rat-rata semua sub sektor dari sektor jasa-jasa mengalami peningkatan. Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa sektor tersier mengalami pertumbuhan selama tahun 2013 sebesar 7,80 persen.

Dokumen terkait