• Tidak ada hasil yang ditemukan

“NODAME CANTABILE” KARYA NINOMIYA TOMOKO

4. Penokohan Masumi Cuplikan Dialog

3.2.1 Perubahan Cara Berfikir Cuplikan dialog Cuplikan dialog

Chiaki : (waktu aku dengar komposisi yang dipimpin olehnya aku merasa dampak yang dihasilkan sangat besar sekali.aku membayangkan kira-kira orang serperti apa yang bisa menghasilkan musik seindah ini, tapi ternyata orangnya seperti itu. Bagi orang seperti aku yang tidak bisa pergi ke luar negeri, Tapi aku tetap ingin belajar . aku tetap ingin belajar darinya!!aku tak punya cara lain kecuali pindah jurusan).

...

Chiaki : “ huh mau dirobek berapa kali pun juga gak masalah kok, sampai aku diterima jadi murid, berapa kalipun akan ku tulis ulang...”

Stresmann : “ kalau Cuma jadi murid sih, tidak perlu sampai pindah jurusan juga bisa”.

Chiaki : “ he??”.

Stresmann : “ kamu orang yang menarik sih, kupikir sebenarnya percuma saja kamu jadi muridnya Viera...tapi, tidak usah pindah jurusan...”

Analisis

Cuplikan dialog diatas adalah dialog antara Stresmann dan Chiaki yang ingin pindah dari jurusan piano menjadi jurusan pengarah musik. Chiaki yang awalnya

memiliki sifat yang dingin, egois dan tidak menyukai orang yang suka berbuat seenaknya seperti Stresmann kini mulai membuka dirinya. Dari Cuplikan dialog diatas terlihat bahwa Chiaki mulai memohon kepada Stresmann agar dia diterima menjadi murid. Awalnya stresmann tidak mau menerimanya dan merobek semua surat permohonan yang diberi Chiaki kepadanya, tetapi Chiaki tetap bertahan.

Dari kondisi dan cuplikan dialog dapat dilihat perubahan pola fikir dari tokoh Chiaki. Chiaki yang awalnya merasa tidak memerlukan siapapun dalam hidupnya kini berubah menjadi orang yang membuka diri dan mau berguru kepada orang yang awalnya dibencinya. Dari kata-kata Chiaki “mau dirobek berapa kalipun gak masalah kok, sampai aku diterima jadi murid, berapa kalipun akan kutulis ulang”, menggambarkan bahwa Chiaki sudah berubah menjadi orang yang mau memohon dan merendahkan diri kepada orang lain. Awalnya Chiaki adalah orang yang agak angkuh dan selalu mengucapkan kata- kata yang menyakitkan hati temannya, tetapi karena kuatnya rasa cintanya terhadap musik klasik Barat, dan karena besarnya keinginannya untuk menjadi konduktor ternama dia berubah menjadi orang yang memiliki pola fikir terbuka dan mau menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.

Cuplikan dialog

Chiaki : “ Maaf kalian terpaksa menuruti keegoisanku.. tapi, kita pasti bisa lebih baik lagi... tolong ya, concert master”

Mine : .... Chiaki sampai merendahkan diri padaku??!...

“Okeeeee!!aku nggak mengerti kenapa, tapi ayo kita ulang lagi!!!

Chiaki : “ Begini ya soal interpretasi lagu, ....dulu aku bilang harus sesuai apa yang tertulis dipartitur..tapi sekarang kalau ada interpretasi yang lain, lakukan saja..misalnya ide concert master yang itu...Napoleon ya? Pokoknya yang kayak orang bodoh itu..lakukan saja kalau kalian mau..”

Mine : “ Chiaki. Bener gak papa?! “

Chiaki : “ Sebenarnya aku nggak suka, tapi setelah kupikir- pikr nggak ada salahnya dicoba..”

Analisis

Dari cuplikan dialog diatas dapat diketahui bahwa adanya perubahan pola fikir dari Chiaki. Chiaki yang awalnya selalu menginginkan anggota orkestranya memainkan musik sesuai dengan partitur, kini memberikan kesempatan kepada mereka untuk bebas memberikan interpretasi yang baru sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini terjadi karena Chiaki mulai memperhatikan permainan Mine dan Nodame diluar latihan bersamanya, mereka bermain dengan sangat memukau, bebas, ekspresif dan indah. Melihat itu Chiaki menjadi sadar bahwa apabila mereka dibatasi dalam berekspresi hasilnya pun hanya berupa musik yang memiliki keindahan yang terbatas pula, tetapi jika mereka dibiarkan bebas berekspresi maka yang dihasilkan adalah musik yang memiliki keindahan yang tidak terbatas pula.

Dialog diatas mencerminkan bahwa Chiaki mulai sadar bahwa dalam sosial masyarakat tidak bisa memaksakan kehendak ke orang lain karena setiap orang memiliki interpretasi yang berbeda terhadap sebuah karya seni.

Cuplikan dialog

Stresmann : “Lebih baik kamu sisir rambutmu keatas, apa kamu berniat juga membiarkan dasi kupu-kupu itu tetap tidak terikat begitu?”

Chiaki : “ Kubilangin ya..aku akan melakukan pertunjukan ini sesuai dengan keinginan ku sendiri.”

Stresmann : “ Sudah seharusnya kamu tidak perlu mengatakannya..”

Chiaki : “ Bukannya kamu terus-terusan mengatakan yang seksi lah, yang menghanyutkan lah...”

Stresmann : “ Ah...semua sudah tidak penting lagi..sudah cukup..”

Chiaki : ?????

Stresmann : “ Semua tidak bisa dipaksakan..bermainlah sebisamu... saya juga harus berusaha dan memperlihatkan sisi baik saya kepada Miina...karena setelah saya selesai, saya akan berpisah dengan Jepang untuk sementara waktu...ayo kita pergi ...sekarang adalah waktu untuk musik kita”

Analisis

Situasi yang sedang terjadi dalam dialog diatas adalah Stresmann dan Chiaki yang sedang menunggu waktu untuk konser mereka di balik panggung.

Chiaki selama ini sangat direpotkan oleh perintah dan kritik Stresmann kepada dirinya yang selalu menganggap dirinya kurang ekspresif menjadi seorang konduktor. Stresmann selalu saja memaksa Chiaki untuk mengikuti gayanya dalam memimpin sebuah orkestra, sedangkan Chiaki adalah orang yang tidak

suka bertingkah aneh dan cenderung bersikap dingin dan kaku sehingga sering terjadi perselisihan antara Stresmann dan Chiaki.

Dari cuplikan dialog diatas ada terdapat perubahan pemikiran pada diri Stresmann. Hal ini bisa dilihat dari ucapannya yang mengatakan ‘ ah.. semua sudah tidak penting lagi,,sudah cukup’ . Dari kata- katanya itu bisa diketahui bahwa stresmann sudah tidak ingin melanjutkan kebiasaannya dan pola fikirnya yang selalu memaksakan Chiaki untuk berbuat seperti yang diinginkannya.

Selama ini dia belum pernah mempunyai murid sehingga dia bebas melakukan apa saja dalam memainkan musik. Tetapi setelah dia menerima Chiaki sebagai muridnya, dia menjadi sadar bahwa dalam melakukan sesuatu itu tidak akan mendapatkan hasil yang baik jika dilakukan dengan paksaan dan tekanan. Dia mulai berfikir bahwa segala sesuatu yang dipaksakan itu adalah tidak baik, terutama di bidang musik, musik akan menjadi sangat indah bila dimainkan dengan lepas dan tanpa tekanan. Dia jadi memberi kesempatan kepada Chiaki untuk berekspresi sesuai dengan keinginannya sendiri karena dia mulai meyakini bahwa bila Chiaki tampil dengan gayanya sendiri, maka hasilnya akan menjadi maksimal dan alamiah. Stresmann yang awalnya adalah orang yang tidak pernah serius berubah menjadi orang yang serius karena memiliki sebuah target yang ingin di capai , yakni tampil baik di depan orang yang dicintainya.

Cuplikan dialog

Masumi : “ aku pakai tempo 120, kenapa malah kamu ubah di tengah jalan? Mau cari gara- gara ya?”

Nodame : “ eh ....Ritmenya salah ya? “

Mine : “ masumi jangan terlalu ketat soal ritme dong..kita kan main jazz, nggak usah telalu pakem juga gak masalah..yang penting improvisasi..”

...

Masumi : “ ini komposisi yang bagus ya....”

Mine : “ tapi memang gak mungkin kalau gak ada bass nya,..”

Nodame : “ kalau saja Nodame punya tangan sepasang lagi, pasti bisa main piano sama bass sekaligus”.

( tiba- tiba Chiaki datang )

Chiaki : “ kalau Cuma butuh sepasang lagi, gimana kalau kupinjami tanganku?

Masumi : “ hah??? Yang bener....!!!”

Chiaki : “ apa- apaan reaksimu itu? Dalam memainkan orkestra kita harus bersatu, tidak bisa kalau bermain sendiri dan tidak memperhatikan teman....kalau pemainnya juga kurang dan tidak kompak , maka hasilnya pun akan menyedihkan..., mulai sekarang bersatulah..”.

Nodame : “ akhirnya.. Chiaki....!....ya kita harus kompak...”

Masumi : “ aku setuju...”

Analisis

Dari cuplikan dialog diatas terlihat bahwa adanya perubahan pola fikir yang timbul dalam diri para tokoh. Chiaki biasanya bersikap dingin dan acuh kepada temannya sehingga banyak orang yang takut mendekatinya . Tetapi karena

cintanya kepada musik klasik Barat, dia jadi mengerti bahwa suatu kesatuan kelompok adalah lebih kuat dari pada seseorang yang berdiri sendiri. Awalnya Nodame, Chiaki dan Mine adalah orang yang selalu ingin menunjukkan kehebatan mereka masing- masing mereka memainkan musik klasik dengan cara sendiri- sendiri dan hanya mau menonjolkan kemampuan masing- masing saja, tanpa adanya kerja sama yang saling menyelaraskan. Tapi setelah semakin mendalami musik klasik Barat tersebut, mereka jadi sadar bahwa dalam memainkan memainkan musik itu tidak bisa bersifat egois. Mereka harus saling membantu dan saling menyelaraskan nada agar musik yang dihasilkan menjadi baik dan indah. Mereka pun berubah menjadi orang yang saling menghargai dan menghormati kemampuan masing-masing.

Dokumen terkait