• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA NINOMIYA TOMOKO

6. Sebastiano Viera

2.3 Setting Komik Nodame Cantabile

Menurut Jacob Sumardjo dan Saini (1997: 75-76), setting dalam cerita bukan hanya sekadar background, artinya bukan hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan terjadinya, tetapi juga halnya terjadi erat dengan karakter, tema, dan suasana cerita. Dalam suatu cerita yang baik, setting harus benar-benar mutlak untuk menggarap tema dan karakter cerita. Jadi jelas bahwa pemilihan setting dapat membentuk tema tertentu dan plot tertentu. Setting bisa berarti menyatakan tempat tertentu, daerah tertentu, orang-orang tertentu dengan watak yang tertentu pula, cara hidup dan cara berfikir tertentu.

Menurut Ikram (1980: 21), setting adalah tempat secara umum dan waktu atau masa terjadi. Menurut Welleck (1989:24), latar adalah lingkungan, terutama dalam lingkungan rumah tangga, dan merupakan metonimi, metafora, dan pernyataan dari watak. Menurut Esten (1982: 92-93), setting dapat merupakan pernyataan dari sebuah keinginan manusia. Ia merupakan latar alam sebagai proyeksi dari keinginan. Latar sosial adalah keinginan sosial, tempat tokoh itu bermain. Yang dimaksud dengan latar sosial dalam hal ini tidak hanya menyangkut kelas sosial dari masyarakat, tetapi juga lingkungan masyarakat.

Menurut Kenny (1966:42), setting sebagai unsur cerita yang dinamis membantu pengembangan unsur lainnya. Hubungannya dengan unsur lain boleh jadi selaras, boleh jadi pula berkontras, artinya tidak selamanya latar itu sesuai dengan apa yang dilatarinya. Tidak tertutup kemungkinan adanya latar yang berkontras. Contohnya, adanya suatu pembunuhan yang terjadi di siang bolong, suasana gembira yang ditimbulkan oleh penggambaran pagi yang cerah sengaja dijadikan latar sebagai kontras terhadap keadaan batin tokoh yang serba gundah.

Setting memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh ada dan terjadi. Dengan demikian pembaca merasa dipermudah untuk menggunakan daya imajinasinya, selain itu dimungkinkan untuk berperan serta secara kritis sehubungan dengan pengetahuannya tentang setting.

Nurgiyantoro (1995:227) mengatakan setting dapat dibedakan kedalam tiga unsur pokok, yaitu tempat, waktu dan sosial. Ketiga unsur itu masing- masing menawarkan permasalahan yang berbeda-beda dan dapat dibiacrakan secara tersendiri yang pada kenyataannya saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Dalam menganalisis latar komik Nodame Cantabile, akan dibahas latar-latar sebagai berikut:

a. Setting tempat

Setting tempat merupakan lokasi tempat terjadinya peristiwa yang di ceritakan dalam sebuah karya. Unsur-unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, mungkin juga lokasi tertentu tanpa nama yang jelas.

Latar terjadinya peristiwa – peristiwa dalam komik Nodame Cantabile adalah sebagai berikut:

1. Ruangan kelas universitas Momogaoka

Ruangan kelas universitas Momogaoka merupakan tempat atau setting dimana para mahasiswa universitas Momogaoka melakukan aktifitasnya sehari-

hari di kampus. Dalam komik Nodame Cantabile digambarkan bahwa Nodame, Chiaki dan teman – temannya berlatih memainkan musik klasik Barat di dalam ruang kelas praktek yang telah disediakan, segala percakapan dan kegiatan seperti makan siang, berdiskusi, dan lainnya juga banyak yang dilakukan di dalam kelas.

2. Apartemen Sweet House kamar nomor 201

Kamar 201 adalah kamar Nodame. Banyak kegiatan para tokoh komik Nodame Cantabile yang diceritakan dengan setting kamar Nodame, seperti Chiaki yang dibawa kekamar Nodame sewaktu dia tertidur di depan pintu kamar Nodame, Chiaki yang membersihkan kamar Nodame dan latihan piano disitu.

Kamar Nodame juga sering menjadi tempat dialog-dialog para tokoh yang ada di komik”Nodame Cantabile” .

3. Apartemen Sweet House kamar nomor 202

Kamar nomor 202 adalah kamar Chiaki. Kamar ini sering menjadi setting dalam komik Nodame. Hal ini terlihat dari banyaknya kegiatan para tokoh – tokoh yang dilakukan di kamar Chiaki. Nodame sering sekali datang ke kamar Chiaki untuk berbagai alasan seperti meminta makanan, numpang mandi, meminjam internet dan banyaknya adegan yang dilakukan tokoh-tokoh lainnya di kamar Chiaki membuat kamar Chiaki sering muncul sebagai setting tempat dalam komik

“Nodame Cantabile”.

4. Restoran ‘Uraken’

Uraken adalah nama restoran milik papa Mine yang berada di belakang kampus Momogaoka. Restoran ini menjual makanan masakan China yang sering menyajikan menu- menu istimewa dan disukai banyak orang. Uraken sering menjadi tempat para dosen dari Momogaoka berdiskusi dan minum teh. Mine juga sering mengajak teman- temannya makan dan berkumpul di restoran papanya.

Restoran ‘uraken’ banyak muncul sebagai setting dalam komik Nodame Cantabile terutama di volume 3 sampai 5 karena disitu diceritakan Nodame dan Mine sedang berjuang belajar untuk melewati ujian yang mereka anggap sulit dan mereka belajar di restoran Mine dengan jamuan papa Mine yang istimewa.

5. Utsubohachi

Merupakan nama salah satu tempat ‘gokon’ yakni kencan beramai-ramai yang merupakan hobi Stressemann. Tempat ini muncul beberapa kali dalam komik Nodame Cantabile sebagai latar sewaktu Stressemann menghabiskan waktunya dengan gadis- gadis dan tidak jarang dia mengajak Chiaki secara paksa untuk ikut acara ‘gokon’ yang diadakannya.

6. Gedung konser universitas Momogaoka

Sering muncul sebagai setting sewaktu para murid Momogaoka mengadakan konser kemahasiswaan. Gedung konser ini juga merupakan fasilitas kampus yang biasa dipergunakan para mahasiswa untuk latihan pra konser dan juga seluruh kegiatan kampus sehingga setting ini dimunculkan hampir pada di setiap volume komik.

7. Laut di Niigata

Setting yang di gambarkan pada volume 4, dimana diceritakan Nodame, Chiaki, Mine dan Masumi di undang Strassemann untuk datang ke suatu pelatihan bagi pemusik berbakat di Nagano, dan di tengah jalan mereka singgah ke laut di Miina. Setting ini hanya dimunculkan pada volume 4 saja.

8. Fukuoka

Fukuoka yang diambil sebagai setting adalah kampung halaman Nodame, saat itu nodame yang sudah muak dengan semua desakan orang agar dia belajar piano lebih baik lagi membuat dia ingin pulang ke kampung halamannya saja.

Saat itu Chiaki menyusulnya dan dibuat beberapa dialog dan gambaran aktifitas dengan latar tempat Fukuoka. Fukuoka sebagai setting digambarkan di komik Nodame Cantabile volume 9.

9. Paris

Paris adalah setting yang sering dipakai mulai dari volume 10. Dalam komik Nodame Cantabile digambarkan bagaimana Chiaki dan Nodame mengawali hari mereka di Paris dengan suasana, teman, dan gaya hidup yang berbeda dari di Jepang.

b. Setting Waktu

Setting waktu berhubungan dengan masalah ‘ kapan’ terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah ‘ kapan’ tersebut biasanya

dihubungkan dengan setting tempat dan setting waktu faktual. Setting waktu juga harus dikaitkan dengan setting tempat dan setting sosial sebab pada kenyataannya memang berkaitan.

Komik Nodame Cantabile karya Ninomiya Tomoko menggambarkan setting waktu yang menceritakan tentang kehidupan zaman modern. Hal ini dapat dilihat dari tempat – tempat yang dijadikan latar cerita yakni tempat –tempat dan bangunan yang sudah modern. Misalnya, ruang kelas yang sudah digambarkan dengan desain yang modern dan gedung konser yang mewah. Selain itu, pakaian tokoh- tokoh sudah mencerminkan pakaian gaya Barat dan modern sehingga bisa disimpulkan bahwa komik Nodame Cantabile karya Ninomiya Tomoko ini adalah komik yang dibuat dengan setting waktu zaman modern.

c. Setting Sosial

Setting sosial mengarah pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi.

Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang kompleks. Dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi keyakinan, pandangan hidup, cara berfikir dan bersikap dan lainnya. Disamping itu , latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan.

Komik “Nodame Cantabile” bila dilihat dari setting sosialnya adalah menggambarkan tentang kondisi masyarakat zaman modern yang mempelajari kusik klasik Barat. Mereka memiliki ciri dan sifat yang khas. Latar sosial tokoh-tokoh utama juga digambarkan memiliki kelas ekonomi yang berbeda-beda.

Dokumen terkait