F. Bidang Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PMPTK)
1. Perubahan dan Perkembangan Pada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang
Perubahan dalam sebuah organisasi merupakan langkah yang bertujuan untuk menjadikan sesuatu menjadi lebih baik lagi, dan mengalami perkembangan yang menjadikan sebuah organisasi menjadi lebih kuat karena kelebihan-kelebihannya dalam berbagai hal termasuk dalam mengatasi masalah yang terjadi.
Perkembangan merupakan sesuatu yang tidak lepas dari keterkaitan perubahan, karena sesungguhnya perkembangan merupakan hal yang ingin dicapai sebuah organisasi dalam melakukan perubahan pada organisasinya. Maka dari itu, sangat penting dan harus dilakukan perubahan dalam sebuah organisasi agar dapat melakukan penyesuaian dan keharusan dalam menjalankan aturan formal yang telah ditetapkan.
Dinas Pendidikan merupakan salah satu contoh sebuah organisasi atau instansi pemerintahan yang telah melakukan perubahan baik berdasarkan aturan formal yang bersumber dari aturan tertinggi Negara hingga aturan terendah berupa surat keputusan dan surat edaran yang berlaku pada Dinas pendidikan Kota Tanjungpinang, dan aturan-aturan yang berlaku sesuai kesepakatan bersama anggota lainnya yang tidak bersifat formal. Perubahan ini dilakukan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang untuk menyesuaikan organisasinya dengan aturan pemerintah dan perubahan lingkungan lainnya yang menuntut Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang harus berubah, jika tidak melakukan perubahan maka Dinas pendidikan akan mendapatkan sanksi maupun ketertinggalan pada lingkungannya. Terdapat beberapa perubahan yang terjadi pada dinas pendidikan kota tanjungpinang yaitu perubahan signifikan terjadi pada perubahan struktur, perubahaan system operasional, perubahan tata kerja organisasi dan perubahan budaya organisasi, hal ini sesuai dengan hasil jawaban 10 kuesioner yang kami sebarkan kepada staf Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sebagai responden. Adapun perubahan-perubahan tersebut yaitu :
Dinas pendidikan kota Tanjungpinang merupakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengurus tentang pendidikan dari usia dini hingga pendidikan menengah dan tugas lainnya yang dibenbankan oleh pemerintah pusat dan daerah yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya, yang mana pada tahun 2010-2011 bernama Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), kemudian pada tahun 2011-2013 berubah kembali menjadi Dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (Disdikpora) dan pada tahun 2014 hingga kini sudah beralih menjadi Dinas pendidikan saja, hal ini terjadi karena ada pemisahan kerja yang dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan dan fungsi dari dinas tersebut. Perubahan organisasi ini mempengaruhi terhadap perubahan-perubahan struktur, tujuan dan tata kerja organisasi.
Perubahan pada struktur meliputi perubahan teratas yaitu kepala dinas, kepala bidang-bidang dan kepala seksi-seksi karena adanya pergeseran jabatan setiap tahunnya serta perubahan staf. Perubahan kepala dinas ini terjadi sesuai dengan keputusan walikota dan pada Dinas pendidikan Kota Tanjungpinang yang telah terjadi beberapa kali perubahan bentuk organisasi atau pemisahan SKPD ini mengalami perubahan pergantian kepala dinas yaitu dari H. Drs. Syafrial Evi pada tahun 2011-2013 kepada H. Z. Dadang Abdul Ghani, M.Si pada tahun 2013 hingga sekarang.
Perubahan juga terjadi ketika pemisahan SKPD mengakibatkan pengurangan bidang pada struktur Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sebagaimana yang terjadi yaitu pada saat bergabung dengan Dinas kebudayaan maka terdapat bidang Kebudayaan dan di hapuskan bidang tersebut ketika dinas
kebudaay berpindah dan beergabung ke dinas pariwisata Kota Tanjungpinang, hal serupa juga terjadi saat Dinas Pemuda dan Olahraga bergabung dengan Dinas Pendidiakan Kota Tanjungpinang, terdapat bidang Kepemudaan dan bidang Olahraga akan tetapi ketika Dinas Pemuda dan Olahraga berpisah dan menjadi Instansi sendiri maka pada struktur Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang menghapus bidang tersebut.
Peleburan Instansi ini juga mengakibatkan pengalihan staf dan pelepasan beberapa staf. Pengalihan staf ini karena bidang yang dihapuskan sehingga staf diharuskan dialihkan ke bidang lainnya dan dengan penghapusan bidang juga terjadi pelepasan beberapa staf yang harus tetap ikut mengurus SKPD yang berpindah tersebut. perubahan staf ini juga dapat berupa pertambahan staf dari hasil mutasi masuk atau honorer baru, dan berupa pengurangan staf pada bidang tertentu karena mutasi keluar atau perpindahan staf kebidang lainnya.
Hal ini banyak terjadi terlebih dengan banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang berpindah dari Anambas ke Tanjungpinang dengan alasan gaji yang kecil dan akan penghapusan tunjangan, perpindahan itu sangat terasa khususnya ke Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, sehingga menambah jumlah staf. Pertambahan staf dari PNS Anambas ini tidak berdampak begitu baik karena beberapa dari PNS tersebut masih belum mengerti tata kerjanya sehingga hanya menambah beban kerja staf lain yang seharusnya sudah tidak menangani pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
Dengan bergantinya kepala Dinas maka hal ini merupakan perubahan kepemimpinan dan gaya kepemimpinanya juga akan berbeda hal ini dipengaruhi oleh kepribadian dan lingkungan masing-masing pemimpin. Seperti halnya saat kepemimpinan H. Drs. Syafrial Evi memiliki kepemimpinan yang cenderung lebih otokratik dengan sikapnnya yang kurang friendly, lebih kaku dan banyak menyerahkan pengaturan sebagian tugasnya kepada bawahannya. Pada kepemimpinannya juga menggunakan gaya kepemimpinan demokratis saat dalam rapat.
Pada Kepemimpinan H. Z. Dadang Abdul Ghani dengan kepribadiannya yang lebih supel (mudah bergaul), ramah dan lebih fleksibel terhadap lingkungan menjadikannya lebih mencerminkan gaya kepemimpinan yang demokratik yaitu mengedepankan kepentingan bersama dan lebih suka dengan kegiatan yang bersifat turun kerja bersama, contohnya seperti gotong royong dan family gatering. Akan tetapi Ia juga menggunakan gaya kepemimpinan otokratik ketika mengharuskan dirinya dan para stafnya menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan aturan yang lebih tinggi dalam tataran pemerintahan.
c. Perubahan Tujuan
Perubahan tujuan ini yang terjadi pada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yaitu perubahan beberapa poin visi dan misinya, karena ketika Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang bergabung dengan Dinas Kebudayaan maka poin tentang pengembangan dan penanaman budaya local termasuk dalam visi dan misinya akan tetapi ketika peleburan instansi maka poin tersebut dihapuskan. Hal serupa juga terjadi ketika Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang
bergabung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, maka poin pembangunan kepemudaan dan peningkatan prestasi olahraga juga termasuk dalam visi dan misisnya, ketika peleburan maka point-poin tersebut juga dihapuskan dan saat ini Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang berdiri sendiri dan menggunakan visi dan misinya untuk tujuan organisasinya.
d. Perubahan System Operasional
Perubahan system operasional meliputi perubahan system yang digunakan untuk menjalankan roda organisasi. Perubahan system operasional yang dilakukan oleh Dinas Pendididkan salah satunya yaitu dengan adanya perkembangan teknologi mengharuskan stakeholder bergeser mengunakan alat serba berbasis teknologi, seperti computer atau laptop, sehingga stakeholder dituntut untuk dapat mengoperasikan computer atau laptop, hal ini juga berlaku pada seluruh guru dan staf sekolah yang berhubungan dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpianang, kemudian serba menggunakan jaringan internet karena saat ini system banyak menggunakan basis elektonik seperti pembayaran pajak menggunakan e-billing, transfer uang, penerimaan gaji, pemberitahuan pemasukan gaji menggunakan e-banking, pemasukan data keseluruhan jumlah siswa setiap sekolah serta nilai-nilainya menggunakan system dapodik, menghubungi setiap sekolah dan pegawai setiap bidang maupun keseluruhan dalam dinas pendidikan kota Tanjungpinang saat ini telah bergeser dari menggunakan system surat-surat kertas manual menjadi via email walaupun tidak secara keseluruhan, dan system komunikasi dengan Smartphone yang mendukung layanan via Black Berry Massanger Group (BBM grup), group Line, group Whatsapp, Video call dan via telephone. Hal ini
berlaku tidak hanya pada sub lingkup internal Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, akan tetapi juga runang lingkup sekolah dan instansi lainnya.
Dengan adanya perubahan system ini maka otomatis pegawai yang dulunya belum begitu paham dengan menggunaan teknologi begitu tepat maka disini dituntut untuk dapat mengunakan sebab menunjang juga kinerja pegawai agar lebih membaik. Perubahan ini sangatlah berpengaruh besar bagi pegawai yang sudah lanjut usia yang mana dahulu jarang sekali berhubungan dengan teknologi sakarang disuruh agar mengerti dengan teknologi seperti laptop, komputer, smartphone dan lain-lainnya.
Pada awalnya perubahan ini menyulitkan bagi yang belum terbiasa menggunakan alat-alat tersebut, akan tetapi dengan keharusan penggunaannya saat menjadikan lebih efektif dan efisien serta yang dirasa telah memudahkan kerja mereka.
e. Perubahan budaya Organisasi
Perubahan budaya dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yaitu cara berpakaian dari yang dulunya belum ada pakaian Linmas warna hijau lumut tua dan baju hitam putih dan saat ini telah diberlakukan, hingga aktivitas apel pagi di Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang maupun di kantor pemerintahan Daerah Kota Tanjungpinang yang mengharuskan mereka hadir dan mengisi daftar kehadiran agar terhindar dari sanksi berupa surat peringatan maupun pemotongan gaji atau tunjangan yang dulunya masih belum berlaku pemotongan gaji atau tunjangan sehingga saat ini dengan berlakunya hal tersebut memaksa Dinas pendidikan berlaku tegas.
f. Perubahan tata kelola organisasi
Perubahan tata kelola organisasi yaitu perubahan pada tata kelolanya yang mana ini merupakan akibat dari perubahan aturan formal maupun informal baik secara structural maupun secara program-program didalamnya, sehingga pengelolaannya akan berbeda ketika orang-orang yang mengelolanya berbeda dengan cara yang berbeda pula walaupun dengan kerja yang sama, contohnya seperti pergantian kepala bidang atau kepala seksi membuat staf bekerja berbeda karena keinginan kepala bidang atau seksi dengan cara yang baru pula, ataupun ketika perubahan saat penghapusan bidang-bidang ketika peleburan instansi sehingga organisasi tidak perlu lagi mengelola bagian-bagian yang menangani Instansi yang berpisah tersebut.
2. Strategi
Strategi yang digunakan untuk menghadapi perubahan organisasi yaitu salah satunya dengan melakukan kegiatan yang lebih melibatkan keseluruhan stakeholder seperti family gatering untuk seluruh atasan dan staf, pemberian hari libur tahunan sehingga ada beberapa bidang menggunakan dengan liburan akhir tahun bersama staf, kemudian adanya kas bersama untuk acara kegiatan pribadi mereka seperti jalan-jalan dan makan bersama, dan adanya kegiatan arisan sehingga komunikasi dapat terjalin dengan lebih baik.
3. Norma yang Berlaku Pada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang