• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

F. Perubahan Kemasan

Beberapa alasan sebagai pertimbangan dalam mengubah desain kemasan antara lain (Wirya: 1999).

1. Turunnya penjualan

2. Perubahan kecenderungan konsumen 3. Perubahan sikap konsumen

4. Perubahan kondisi pasar 5. Kemasan pesaing lebih unggul 6. Perkembangan bahan dan teknologi 7. Perkembangan eceran baru

8. Kebijakan pemasaran baru G. Preferensi Pembelian

Kotler (2000) mengatakan bahwa konsumen memproses informasi tentang produk didasarkan pada pilihan merek untuk membuat keputusan terakhir. Timbulnya pembelian suatu produk terlihat dimana konsumen mempunyai kebutuhan yang ingin dipuaskan. Konsumen akan mencari informasi tentang manfaat produk dan selanjutnya mengevaluasi atribut produk tersebut. Konsumen akan memberikan bobot yang berbeda untuk

setiap atribut produk sesuai dengan kepentingannya, dari sini akan menimbulkan preferensi konsumen terhadap merek yang ada.

Menurut Lilien, Kotler dan Moriarthy (1995) dan Kotler (2000) dalam buku karangan Simamora (2003), ada beberapa langkah yang harus dilalui sampai konsumen membentuk preferensi :

1. Diasumsikan bahwa konsumen melihat produk sebagai sekumpulan atribut. Konsumen yang berbeda memiliki persepsi yang berbeda tentang atribut apa yang relevan.

2. Tingkat kepentingan atribut berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing. Konsumen memiliki penekanan yang berbeda- beda dalam menilai atribut apa yang paling penting. Konsumen yang daya belinya terbatas, kemungkinan besar akan memperhitungkan atribut harga sebagai yang utama.

3. Konsumen mengembangkan sejumlah kepercayaan tentang letak produk pada setiap atribut. Sejumlah kepercayaan mengenai merek tertentu disebut kesan merek.

4. Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk akan beragam sesuai dengan perbedaan atribut. Konsumen akan sampai pada sikap terhadap merek yang berbeda melalui prosedur evaluasi. Proses evaluasi yang dimaksud adalah aturan kompensasi dan bukan kompensasi.

Gambar 1

Evaluasi Alternatif dan Pembentukan Persepsi

Sumber : Hawkins, Best dan Coney (2001) dalam Mahrinasari dan Indriani (2009)

Hawkins, Best, dan Coney (2001) dalam Mahrinasari dan Indriani (2009) mengatakan bahwa berdasarkan faktor yang dipertimbangkan, pada dasarnya pengambilan keputusan bisa dibagi dua, yaitu pengambilan keputusan berdasarkan atribut produk dan pengambilan keputusan berdasarkan sikap.

H. Penelitian Terdahulu

Penelitian terkait dengan preferensi pembelian pernah diteliti sebelumnya oleh Mahrinasari dan Indriani pada tahun 2009 yang mengangkat judul Analisis Pengaruh Perubahan Kemasan Sunsilk Terhadap Preferensi Pembelian Konsumen (Studi Pada Mahasiswa Universitas Lampung).

Variabel independen adalah warna, bentuk, logo, ilustrasi, tipografi, dan tata letak sedangkan variabel dependennya adalah preferensi pembelian. Metode Faktor - faktor

analisis yang digunakannya adalah analisis linier berganda dan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel tipografi terbukti tidak mempengaruhi preferensi pembelian sedangkan variabel warna, bentuk, ilustrasi, logo, dan tata letak terbukti mempengaruhi preferensi pembelian.

I. Hipotesis

Kesimpulan sementara yang akan dibuktikan kebenarannya dalam penelitian ini adalah:

H1 : Diduga warna kemasan baru Sunsilk berpengaruh positif terhadap preferensi pembelian konsumen.

H2: Diduga bentuk kemasan baru Sunsilk berpengaruh positif terhadap preferensi pembelian konsumen.

H3 : Diduga merek/logo kemasan baru Sunsilk berpengaruh positif terhadap preferensi pembelian konsumen.

H4 : Diduga ilustrasi kemasan baru Sunsilk berpengaruh positif terhadap preferensi pembelian konsumen.

H5 : Diduga tipografi kemasan baru Sunsilk berpengaruh positif terhadap preferensi pembelian konsumen.

H6 : Diduga tata letak kemasan baru Sunsilk berpengaruh positif terhadap preferensi pembelian konsumen.

J. Kerangka Berpikir

Kerangka pemikiran merupakan suatu sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah diartikan. Berdasarkan

teori yang telah dideskriptifkan tersebut, selanjutnya di analisis secara kritis dan sistematis sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antara variabel – variabel yang diteliti (Sugiyono: 2006).

Gambar 2

Kerangka Pemikiran Penelitian

Keterangan :

: Pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.

Ilustrasi (X4)

Preferensi Pembelian Konsumen (Y) Warna (X1)

Merek/ Logo (X3) Bentuk (X2)

Tipografi (X5)

Tata Letak (X6) Kemasan Baru

HI (+)

H2 (+) H3 (+)

H4 (+)

H5 (+) H6 (+)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei dengan memberikan kuesioner terhadap responden. Survei adalah metode pengumpulan data utama melalui komunikasi, apakah komunikasi verbal atau non verbal, dengan responden yang terwakili (Zikmund dalam Subiantoro:

2000).

B. Jenis Data

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer.

Menurut Umar (2002: 130), “Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perorangan”. Data ini berupa kuesioner yang diberikan langsung kepada responden.

Sumber data berasal dari responden. Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengisian kuesioner oleh responden, yaitu konsumen yang memakai/ mengkonsumsi produk shampo Sunsilk dan membeli shampo Sunsilk. Penyusunan item kuesioner dalam penelitian ini berdasarkan pada unsur grafis kemasan warna, bentuk kemasan, merek/ logo, ilustrasi, tipografi, dan tata letak pada shampo Sunsilk yang dilakukan di kota Purworejo.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

24

Populasi adalah “kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi atau kejadian dimana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi obyek penelitian.” (Kuncoro, 2003: 103).

Adapun populasi dari penelitian ini adalah semua konsumen shampoo Sunsilk di kota Purworejo.

2. Sampel

Sampel adalah “suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi.” (Kuncoro, 2003: 103). Adapun sampel yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 100 sampel dengan pertimbangan bahwa jumlah tersebut sudah melebihi jumlah sampel minimal (n=30) dalam penelitian yang dilakukan untuk studi korelasional dan studi kausal-komparatif (Gay dan Diehl: 1996 dalam Kuncoro, 2003: 111).

D. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah judgment sampling yang merupakan salah satu dari purposive sampling. Judgment sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana

sampel dipilih berdasarkan penilaian terhadap karakteristik anggota sampel yang disesuaikan dengan maksud penelitian (Kuncoro, 2003: 119)). Dalam penelitian ini kriteria tersebut adalah konsumen yang sering (minimal 3 kali pemakaian dalam seminggu) menggunakan produk shampo Sunsilk.

E. Teknik Pengukuran Data

Data yang digunakan dalam penilitian ini berasal dari data primer.

Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Menurut Umar (2002:

167), “kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab”. Dalam penelitian ini pengukuran variabel dengan menggunakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban yaitu.

Tingkatan Skor

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Netral 3

Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 F. Definisi Operasional Variabel

1. Variabel bebas / Independen (X)

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kemasan iklan yang terdiri dari materi warna, bentuk, logo/ merek, ilustrasi, tipografi, dan tata letak. Penjelasan keenam variabel di atas adalah sebagai berikut:

a. Variabel (X1) Warna yaitu Pada dasarnya warna adalah suatu mutu cahaya yang dipantulkan dari suatu objek ke mata manusia. Hal ini menyebabkan kerucut-kerucut warna pada retina mata bereaksi, yang memungkinkan timbulnya gejala warna pada objek- objek yang dilihat sehingga dapat mengubah persepsi manusia.

Indikatornya:

1) Komposisi warna

2) Keatraktifan warna

3) Penggambaran citra produk

b. Variabel (X2) Bentuk yaitu bentuk kemasan merupakan pendukung utama yang membantu terciptanya seluruh daya tarik visual.

Indikatornya:

1) Keatraktifan bentuk 2) Kemudahan dilihat

3) Memenuhi kaidah kepraktisan

c. Variabel (X3) Logo/ merek yaitu bagian yang memainkan peranan penting untuk meningkatkan daya tarik kemasan

Indikatornya : 1) Komunikatif

2) Menggugah keinginan

3) Kesesuaian dengan image produk

d. Variabel (X4) Ilustrasi yaitu bahasa universal yang dapat menembus rintangan perbedaan bahasa.

Indikatornya :

1) Keatraktifan ilustrasi

2) Menonjolkan keistimewaan produk 3) Merangsang minat baca pesan

e. Variabel (X5) Tipografi yaitu pemilihan jenis huruf yang ditampilkan dalam kemasan.

Indikatornya :

1) Kesesuaian dengan pesan yang ingin disampaikan produk 2) Memberikan kesan kuat

3) Tidak cepat pudar oleh mode

f. Variabel (X6) Tata letak yaitu meramu semua unsur grafis, meliputi warna, bentuk, merek, ilustrasi, tipografi menjadi suatu kesatuan baru yang disusun dan ditempatkan pada halaman kemasan secara utuh dan terpadu

Indikatornya :

1) Keseimbangan tata letak

2) Titik pandang yang menjadi pusat perhatian 3) Perbandingan ukuran unsur- unsur dalam kemasan 2. Variabel Terikat / Dependen (Y)

Variabel terikat disini adalah preferensi pembelian konsumen dalam membeli produk sunsilk (Y).

Indikatornya :

a. Pemenuhan kebutuhan akan produk b. Meningkatkan keterpilihan akan produk c. Pembentukan preferensi pembelian G. Alat Analisis

1. Uji Instrumen a. Uji validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika

pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan dikur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2007: 45).

Cara yang digunakan untuk menguji valid tidaknya suatu kuesioner dengan menggunakan uji Confirmatory Factor Analysis (CFA).

Uji dengan CFA adalah faktor yang digunakan untuk menguji apakah suatu konstruk mempunyai unidimensionalitas atau apakah indikator-indikator yang digunakan dapat mengkonfirmasikan sebuah konstruk atau variabel. Jika masing-masing indikator merupakan indikator pengukur konstruk maka akan memiliki nilai loading faktor (minimal 0,4) yang tinggi. Asumsi yang mendasari dapat tidaknya digunakan analisis faktor adalah data matrik harus memiliki korelasi yang cukup (Suffiction correlation). Alat uji lain yang digunakan untuk mengukur tingkat korelasi antar variabel dan dapat tidaknya dilakukan analisis faktor, adalah Kaiser – Meyer – Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO MSA). Nilai KMO bervariasi dari 0

sampai dengan 1. Nilai yang dikehendaki harus > 0,50 untuk dapat dilakukan analisis faktor (Ghozali, 2007: 49).

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

Instrumen dikatakan reliabel apabila instrumen tersebut cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha >

0,6 (Nunnualy dalam Ghozali, 2006: 42).

2. Analisis Data

a. Analisis Regresi Linear Berganda

Merupakan suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel terikat.

Persamaannya dirumuskan sebagai berikut:

Y= a + b1X1 + b2X2+ b3X3 + b4X4 +b5X5 +b6X6 + e Keterangan :

Y = preferensi pembelian konsumen X1 = perubahan warna

X2 = perubahan bentuk X3 = perubahan logo/ merek X4 = perubahan ilustrasi X5= perubahan tipografi X6= perubahan tata letak a = konstanta

b1, b2, b3, b4, b5, b6 = koefisien regresi e = pengganggu (error)

(Sugiyono, 2006: 261)

b. Kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis

Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis berdasarkan signifikansi.

1) Jika signifikansi > 0,05 (a = 5%) maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti pengaruh tidak signifikan.

2) Jika signifikansi < 0,05 (a = 5%) maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti pengaruh terbukti signifikan.

BAB IV

PENYAJIAN HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Data Penelitian 1) Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner secara langsung kepada responden. Proses pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri dengan membagikan kuesioner kepada responden yang ada di Kota Purworejo. Pengumpulan data dilakukan terhitung mulai dari tanggal 10 Juli 2011 sampai dengan 05 Agustus 2011.

Kuesioner yang disebar sebanyak 115 kuesioner, karena dalam proses pengumpulan data kuesioner ada yang tidak kembali sebanyak 15 kuesioner sehingga diperoleh 100 kuesioner yang dapat diteliti.

Hasil pengumpulan data secara lengkap disajikan dalam tabel berikut : Tabel 2

Hasil pengumpulan data responden

Keterangan Jumlah

Kuesioner yang disebar Kuesioner yang tidak kembali Kuesioner yang dapat diolah

115 15 100

Sumber : Data Primer diolah

2) Karakteristik Responden

Karakteristik responden pada penelitian ini dibedakan atas usia, jenis

32

kelamin, dan pendidikan terakhir yang tertera dalam kuesioner dan telah diisi oleh responden.

a. Karakteristik responden berdasarkan usia

Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3

Responden berdasarkan usia

Usia Jumlah Responden Prosentase (%)

≤ 20 tahun

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak terdapat pada usia 21 – 30 tahun dengan tingkat prosentase sebesar 55% .

b. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4

Responden Berdasarkan Jenis kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Responden Prosentase (%) Laki- laki

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah responden perempuan dengan tingkat prosentase sebesar 57%.

c. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 5

Responden berdasarkan pendidikan terakhir

Tahun Jumlah Responden Prosentase (%) SMP

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak dengan pendidikan terakhir SMA dengan tingkat prosentase sebesar 67%.

3) Distribusi Jawaban Responden

Analisa ini menunjukkan tentang distribusi jawaban responden pada masing-masing variabel yang diteliti yaitu variabel warna (X1), bentuk (X2), logo/merek (X3), ilustrasi (X4), tipografi (X5), tata letak (X6) dan preferensi pembelian konsumen (Y). Dalam distribusi jawaban ini tiap variabel disajikan dengan skor yang masing-masing memiliki bobot yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya. Adapun tingkatan dan skor yang masing-masing memiliki bobot yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya. Adapun tingkatan dan skor yang diberikan adalah sebagai berikut :

Tingkatan Skor

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Netral 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1 a. Variabel Warna (X1)

Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel warna (X1) ditunjukkan oleh tabel 6 berikut :

Tabel 6

Sumber : Data Primer diolah

Dari data di atas menunjukkan sebesar 58,3% responden menyatakan bahwa perubahan warna kemasan sunsilk mempengaruhi preferensi pembelian.

b. Variabel Bentuk (X2)

Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel bentuk (X2) ditunjukkan oleh tabel 7 berikut :

Tabel 7

Sumber : Data Primer diolah

Dari data di atas menunjukkan sebesar 53,7 % responden menyatakan bahwa preferensi pembelian responden dipengaruhi oleh perubahan bentuk kemasan sunsilk.

c. Variabel Logo/ merek (X3)

Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel logo/merek (X3) ditunjukkan oleh tabel 8 berikut :

Sumber : Data Primer diolah

Dari data di atas menunjukkan sebesar 52% responden menyatakan bahwa responden setuju perubahan logo/merek kemasan sunsilk mempengaruhi preferensi pembelian.

d. Variabel Ilustrasi (X4)

Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel ilustrasi (X4) ditunjukkan oleh tabel 9 berikut:

Tabel 9

Variabel ilustrasi (X4)

No Pertanyaan SS S N TS STS Jumlah

Sumber : Data Primer diolah

Dari data di atas menunjukkan sebesar 53,3% responden menyatakan setuju bahwa ilustrasi mempengaruhi preferensi pembelian.

e. Variabel Tipografi (X5)

Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel tipografi (X5) ditunjukkan oleh tabel 10 berikut :

Tabel 10

Variabel Tipografi (X5)

No Pertanyaan SS S N TS STS Jumlah

Sumber : Data Primer diolah

Dari data di atas menunjukkan sebesar 55,3% responden menyatakan setuju bahwa tipografi kemasan sunsilk mempengaruhi preferensi pembelian produk Sunsilk.

f. Variabel Tata letak (X6)

Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel tata letak (X6) ditunjukkan oleh tabel 11 berikut:

Tabel 11

Sumber : Data Primer diolah

Dari data di atas menunjukkan sebesar 52,7% responden menyatakan responden setuju bahwa perubahan tata letak kemasan baru Sunsilk mempengaruhi preferensi pembelian.

g. Variabel Preferensi Pembelian Konsumen (Y)

Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel preferensi pembelian konsumen (Y) ditunjukkan oleh tabel 12 berikut :

Tabel 12

Variabel Preferensi Pembelian Konsumen (Y)

No Pertanyaan SS S N TS STS Jumlah

Sumber : Data Primer diolah

Dari data di atas menunjukkan sebesar 62,7% responden menyatakan setuju bahwa perubahan kemasan Sunsilk dapat mempengaruhi preferensi pembelian.

B. Hasil Pengujian Instrumen

Dalam melakukan suatu penelitian yang menggunakan suatu instrumen seperti kuesioner diperlukan pengukuran yang menyangkut validitas dan reliabilitas instrumen tersebut. Hal ini sangat penting untuk menentukan apakah alat pengukuran tersebut dapat digunakan atau tidak dalam mengumpulkan data yang diperlukan sehingga bisa didapat hasil

pengujian hipotesis yang tepat sasaran. Untuk itu sangat diperlukan instrumen penelitian yang memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi.

1. Uji Validitas

Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur. Pengujian validitas dilakukan dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software SPSS 16.0 for windos. Uji CFA digunakan untuk menguji apakah

indikator-indikator yang digunakan dapat mengkonfirmasikan sebuah variabel yaitu jika mempunyai nilai loading faktor yang tinggi, yaitu diatas 0.6, sedangkan nilai KMO MSA > 0.50 dengan nilai signifikansi 0.000 untuk dapat dilakukan analisis faktor selanjutnya.

Berdasarkan pre-test yang disebar kepada 50 responden di Purworejo didapatkan nilai KMO sebesar 0.522 sehingga dapat dilakukan analisis factor. Begitu juga dengan nilai Bartlett’s Test dengan Chi-square

= 469.890 dan signifikansi pada 0.000, maka dapat disimpulkan bahwa uji analisis faktor dapat dilanjutkan dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil uji KMO MSA Pre test ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 13

Pengujian KMO and Bartlett’s Test KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .522

Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 469.890

Df 210

Sig. .000

Sumber: Data Primer diolah

Berdasarkan nilai loading factor nya maka semua item valid karena melebihi loading factor minimal sebesar 0.4, dapat dilihat dalam tabel Rotated Component Matric berikut ini:

Tabel 14

Hasil Pengujian Validitas Data Pre Test

Rotated Component Matrixa

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

Sumber : Data Primer diolah

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan semua indikator dari masing-masing variabel valid, karena mengelompok pada satu faktor dengan nilai loading faktor diatas 0.6. Sedangkan hasil pengujian validitas akhir yang

disebar kepada 100 responden dari faktor analisis dapat dilihat dalam tabel 15 sebagai berikut :

Tabel 15

Pengujian KMO and Bartlett’s Test

KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .772

Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 732.932

Df 210

Sig. .000

Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan tabel di atas yang disebar kepada 100 responden didapatkan nilai KMO sebesar 0.772 dimana nilainya > 0.50 berarti bahwa ada kedekatan antar variabel. Pada uji bartlett test diperoleh nilai statistik 732.932 pada taraf signifikansi 0.000, maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel terjadi korelasi (signifikansi < 0.05). Analisis ini dapat dilanjutkan ke analisis berikutnya karena syarat untuk dapat melakukan analisis faktor adalah jika nilai KMO lebih besar dari 0.50 (Ghozali, 2007:49).

Berdasarkan nilai loading factor-nya maka semua item valid karena melebihi loading factor minimal sebesar 0.4, dapat dilihat dalam tabel Rotated Component Matrix berikut ini.

Tabel 16

Hasil Pengujian Validitas Akhir

Rotated Component Matrixa

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

a. Rotation converged in 10 iterations.

Sumber : Data Primer diolah

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa semua indikator dari masing-masing variabel valid, karena mengelompok pada satu faktor dengan nilai loading faktor di atas 0.4. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa seluruh item pernyataan yang berhubungan dengan variabel penelitian telah memenuhi uji validitas.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah suatu angka indeks yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas ini dilakukan dua kali dengan menggunakan Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60 (Gozhali, 2007: 42). Hasil uji reliabilitas awal (Pre-test) ditunjukkan pada tabel 17 berikut :

Tabel 17

Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas

Variabel a hitung Ket. a minimal Kesimpulan

Warna (X1) 0.734 > 0.6 Reliabel

Bentuk (X2) 0.726 > 0.6 Reliabel

Logo/ merek (X3) 0.760 > 0.6 Reliabel

Ilustrasi (X4) 0.867 > 0.6 Reliabel

Tipografi (X5) 0.732 > 0.6 Reliabel

Tata Letak (X6) 0.708 > 0.6 Reliabel

Preferensi Pembelian (Y) 0.722 > 0.6 Reliabel Sumber : Data Primer diolah

Berdasarkan tabel di atas didapatkan hasil pengujian uji reliabilitas dengan menggunakan analisis Cronbach Alpha diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa masing-masing variabel memiliki nilai alpha yang melebihi 0.6 sehingga semua semua item pernyataan tersebut telah memenuhi uji reliabilitas.

Sedangkan hasil pengujian reliabilitas akhir ditunjukkan dalam tabel 18 sebagai berikut:

Tabel 18

Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas Data Akhir

Variabel a hitung Ket. a

minimal Kesimpulan

Warna (X1) 0.633 > 0.6 Reliabel

Bentuk (X2) 0.679 > 0.6 Reliabel

Logo/ merek (X3) 0.700 > 0.6 Reliabel

Ilustrasi (X4) 0.772 > 0.6 Reliabel

Tipografi (X5) 0.702 > 0.6 Reliabel

Tata Letak (X6) 0.774 > 0.6 Reliabel Preferensi pembelian (Y) 0.608 > 0.6 Reliabel Sumber : Data Primer diolah

Dari hasil pengujian di atas dengan menggunakan analisis Cronbach Alpha diperoleh hasil yang menunjukkan reliabiltas alpha masing-masing

variabel lebih besar dari 0,6. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa seluruh item pernyataan yang berhubungan dengan variabel penelitian telah memenuhi uji reliabilitas.

C. Hasil Pengujian Hipotesis

Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan analisis regresi berganda (multiple regression). Dalam penelitian ini analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel warna, bentuk, logo, dan ilustrasi, tipografi, serta tata letak terhadap preferensi pembelian konsumen. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan Program SPSS 16.0 for windows.

Pengujian yang dilakukan tersebut secara langsung menunjukkan bahwa persamaan matematis untuk model regresi berganda dapat digunakan sebagai peramalan terhadap preferensi pembelian konsumen.

Tabel 19

Hasil Uji Regresi Berganda Variabel Bebas Standardized

Coefficients Beta

Signifikan

Constanta - .310

Warna (X1) .162 .037

Bentuk (X2) .184 .041

Logo/ merek (X3) .158 .036

Ilustrasi (X4) .208 .040

Tipografi (X5) .246 .010

Tata Letak (X6) .186 .030

Sumber : Data Primer diolah

a. Hipotesis pertama yang menyatakan terdapat pengaruh positif antara variabel warna kemasan baru shampo Sunsilk terhadap variabel preferensi pembelian konsumen produk Sunsilk terdukung dengan hasil penelitian ini. Berdasarkan tabel 19 dapat dilihat dari hasil analisis nilai koefisien regresi sebesar 0.162 dengan tingkat signifikan 0.037 sehingga hipotesis pertama terdukung oleh penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen menganggap warna kemasan baru Sunsilk lebih menarik dimana warna kemasan ini mendorong tindakan pembelian dari sisi konsumennya (1999) konsumen melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa, warna dapat mengubah persepsi manusia dan warnalah yang pertama kali terlihat bila produk berada ditempat penjualan.

b. Hipotesis kedua yang menyatakan terdapat pengaruh positif antara variabel bentuk botol kemasan baru shampo Sunsilk terhadap variabel preferensi pembelian konsumen produk Sunsilk terdukung dengan hasil penelitian ini. Berdasarkan tabel 19 dapat dilihat dari hasil analisis nilai koefisien regresi sebesar 0.184 dengan tingkat signifikan 0.041 sehingga hipotesis kedua terdukung oleh penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen menganggap bentuk

b. Hipotesis kedua yang menyatakan terdapat pengaruh positif antara variabel bentuk botol kemasan baru shampo Sunsilk terhadap variabel preferensi pembelian konsumen produk Sunsilk terdukung dengan hasil penelitian ini. Berdasarkan tabel 19 dapat dilihat dari hasil analisis nilai koefisien regresi sebesar 0.184 dengan tingkat signifikan 0.041 sehingga hipotesis kedua terdukung oleh penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen menganggap bentuk

Dokumen terkait