• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan Komposisi Operator Berdasarkan Perubahan

Dalam dokumen BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA (Halaman 29-42)

2 2 2 1 2 1 2 / , n s n s t hwdf

t35.746, α/2 = 2.0247 (didapatkan dari tabel student-t

dengan)

s1 = 134.485 ; n1 = 19 s2 = 113.579 ; n2 = 19 hw = 13.23

Dan interval penerimaannya : -2077.8 ≤ µ1 - µ2 ≤ -2104.3 Mean 1 – Mean 2 = -2091.1

Maka tolak H0 berarti antara model awal dan model

perbaikan terdapat perbedaan yang signifikan dimana perbedaan tersebut menunjukkan bahwa model 2 (perbaikan) lebih baik daripada model 1 (kondisi existing) karena selisih yang dihasilkan bernilai negatif.

4.2.2.5 Perbandingan Jumlah Output Hasil Simulasi

Setelah dilakukan running sebanyak N’, maka di dapatkan output sebagai berikut :

Tabel 4.16 Perbandingan Jumlah Output Hasil Simulasi Record Kondisi Existing Kondisi Perbaikan

Output Akhir 69 batch 76 batch

Selisih 7

Prosentase 10.14%

4.2.3 Perubahan Komposisi Operator Berdasarkan Perubahan

Demand

Perhitungan perubahan jumlah operator digunakan untuk mengetahui trend perubahan jumlah operator pada masing – masing stasiun ketika jumlah demand mengalami perubahan, baik meningkat maupun menurun. Berikut merupakan hasil perhitungan jumlah operator jika terjadi perubahan demand per bulan :

Tabel 4.17 Perubahan Jumlah Operator Berdasarkan Demand Joint+Tube Tube+DC Tube+Regulator Tube+Rubber Coiling Inspeksi Steril Sealing Pack Inn Pack Out

50000 3 3 3 3 7 3 1 1 3 1 37 75000 9 3 3 3 3 7 3 1 1 3 1 37 105000 9 3 3 3 3 7 4 1 1 3 1 38 110000 9 3 3 4 3 7 4 1 2 3 1 40 122480 3 3 4 4 8 4 1 3 3 1 44 145000 3 3 4 4 8 4 1 3 3 1 45 164800 3 3 4 4 8 4 1 3 3 1 45 170000 4 3 4 4 8 4 1 3 4 1 47 200000 4 4 4 4 9 4 1 3 4 1 49 9 Pra Assembly 10 11 11 11

JUMLAH OPERATOR (ORANG)

DEMAND TOTAL

11

Keterangan :

: demand standar per bulan

Perubahan jumlah operator secara lebih jelas dapat dilihat pada grafik : 0 10 20 30 40 50 60 50000 75000 105000 110000 122480 145000 164800 170000 200000 Dem and J u m lah O p er at o r Jumlah Operator

Grafik 4.3 Perubahan Jumlah Operator 4.2.4 Biaya Tenaga Kerja

Perhitungan biaya tenaga kerja dilakukan untuk mengetahui jumlah biaya tenaga kerja yang dibutuhkan setelah jumlah operator disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan hasil perhitungan. Apakah mengalami peningkatan / penurunan. Dalam perhitungan biaya tenaga kerja ini, diketahui beberapa hal :

Gaji operator tetap lama = Rp 2.100.000,00 Gaji operator tetap baru = Rp 1.600.000,00 Gaji operator tidak tetap = Rp 550.000,00

Contoh perhitungan :

Pra Assembly IV Needle + Adaptor

Jumlah operator tetap lama = 1 orang Jumlah operator tetap baru = 2 orang Jumlah operator tidak tetap = 7 orang Biaya tenaga kerja tetap :

Operator lama = 1 x 2100000 = 2100000 Operator baru = 2 x 1600000 = 3200000

Biaya tenaga kerja tidak tetap = 7 x 550000 = 3850000 Total biaya tenaga kerja = ( 2100000 + 320000 + 3850000 )

= Rp 9.150.000,00

Hasil perhitungan biaya tenaga kerja sebelum penyesuaian jumlah operator:

Tabel 4.18 Rekap Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Sebelum

Lama Baru IV needle + Adaptor Adaptor + Rubber Roller + Clamp Joint + tube Rp 2,100,000 Rp 1,600,000 Rp 1,100,000 Tube + DC Rp 4,200,000 Rp - Rp 1,100,000 Tube + Rubber Rp 4,200,000 Rp 1,600,000 Rp 2,750,000 Tube + Regulator Rp 2,100,000 Rp - Rp 1,650,000 Coiling Rp 4,200,000 Rp 1,600,000 Rp 2,750,000 Inspeksi Rp 4,200,000 Rp 3,200,000 Rp -Sterilisasi Rp - Rp 1,600,000 Rp 550,000 Sealing Rp 6,300,000 Rp - Rp 550,000 Packing Inner Rp 4,200,000 Rp - Rp -Packing Outer Rp 2,100,000 Rp - Rp -TOTAL Rp 35,700,000 Rp 12,800,000 Rp 14,300,000 Tidak Tetap 2,100,000 Rp Rp 3,200,000 Rp 3,850,000 Tetap Operator

Hasil perhitungan biaya tenaga kerja setelah penyesuaian operator :

Tabel 4.19 Rekap Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Setelah Lama Baru IV needle + Adaptor Adaptor + Rubber Roller + Clamp Joint + tube Rp 2,100,000 Rp 1,600,000 Rp 550,000 Tube + DC Rp 4,200,000 Rp - Rp 550,000 Tube + Rubber Rp 4,200,000 Rp 1,600,000 Rp 550,000 Tube + Regulator Rp 2,100,000 Rp - Rp 1,650,000 Coiling Rp 4,200,000 Rp 1,600,000 Rp 2,200,000 Inspeksi Rp 4,200,000 Rp 3,200,000 Rp -Sterilisasi Rp - Rp 1,600,000 Rp -Sealing Rp 6,300,000 Rp - Rp -Packing Inner Rp 4,200,000 Rp - Rp 550,000 Packing Outer Rp 2,100,000 Rp - Rp -TOTAL Rp 35,700,000 Rp 12,800,000 Rp 9,900,000 2,100,000 Rp Rp 3,200,000 Rp 3,850,000

Operator Tetap Tidak Tetap

Setelah di dapatkan total dari biaya sebelum dan sesudah penyesuaian jumlah operator, maka akan dicari tingkat efisiensi dari pengurangan jumlah operator tersebut terhadap biaya tenaga kerja yang dibutuhkan.

Tabel 4.20 Perhitungan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Biaya Tenaga Kerja Keterangan Jumlah

Tetap Lama Rp 35,700,000 Tetap Baru Rp 12,800,000 Tidak Tetap Rp 14,300,000 TOTAL Rp 62,800,000 Tetap Lama Rp 35,700,000 Tetap Baru Rp 12,800,000 Tidak Tetap Rp 10,450,000 TOTAL Rp 58,950,000 3,850,000 Rp 6.13% Efisiensi Prosentase Efisiensi Hasil Perhitungan Awal

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa hasil efisiensi dengan pengurangan dan penambahan jumlah tenaga kerja adalah sebesar Rp 3.850.000,00 atau 6.13 %. Selanjutnya pengurangan biaya tenaga kerja dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan operator.

4.3 Rekomendasi Perbaikan

Pemberian rekomendasi perbaikan ditujukan untuk memberikan masukan kepada perusahaan agar dapat memperbaiki sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan. Pemberian rekomendasi yang diberikan kali ini terdiri dari 2 hal, yaitu pemberian insentif dan penggunaan software.

4.3.1 Pemberian Insentif

Ketika seorang operator telah berhasil melampaui standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan, harus dihargai dengan memberikan imbalan yang layak dan sesuai dengan prestasi yang telah ditunjukkan oleh pekerja.

Terdapat beberapa metode perhitungan insentif yang dapat dilakukan. Penggunaan metode tersebut harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di perusahaan dan tergantung pada kebijaksanaan yang ditetapkan oleh perusahaan.

PT.Otsuka Indonesia menggunakan metode lembur sebagai metode pemberian insentif bagi pekerjanya, yaitu pemberian insentif berdasarkan jam kerja tambahan di luar 8 jam kerja wajib tanpa memperhatikan efisiensi dari operator tersebut. Oleh karena itu, akan direkomendasikan perbaikan metode pemberian insentif yang tadinya menggunakan metode lembur, menjadi metode piece work dimana operator dinilai berdasarkan output yang dihasilkan dan dibandingkan dengan metode pemberian insentif yang selama ini diterapkan oleh perusahaan.

Contoh perhitungan insentif berdasarkan piece work :

Operator Pra Assembly IV Needle + Adaptor

Pekerja tetap

Os = 1288 unit / jam Upah kerja per jam = 13000

Insentif = (13000/1 jam) x (1 jam/1288 unit) = Rp 10/unit

Os = 1288 unit / jam

Upah kerja per jam = 33500/8 jam = 3437.5

Insentif = (3437.5/1 jam) x (1 jam/1288 unit)

= Rp 2.67/unit

Dengan demikian, upah yang diterima oleh operator untuk berbagai kemungkinan jumlah output yang dihasilkan di stasiun pra assembly IV-Needle + Adaptor adalah :

Operator tetap

Tabel 4.21 Insentif Operator Tetap Pra Assembly IV-Needle + Adaptor

Upah yang diterima per jam 1200 Rp 13,000.00 upah dasar 1250 Rp 13,000.00 upah dasar 1288 Rp 13,000.00 upah dasar 1300 Rp 13,120.00 insentif 1350 Rp 13,620.00 insentif 1400 Rp 14,120.00 insentif Ouput Keterangan

Operator tidak tetap :

Tabel 4.22 Insentif Operator Tidak Tetap Pra Assembly IV-Needle + Adaptor

Upah yang diterima per jam 1200 Rp 3,437.50 upah dasar 1250 Rp 3,437.50 upah dasar 1288 Rp 3,437.50 upah dasar 1300 Rp 3,469.54 insentif 1350 Rp 3,603.04 insentif 1400 Rp 3,736.54 insentif Ouput Keterangan

Sedangkan untuk masing – masing stasiun, insentif yang dapat diberikan berdasarkan metode piece work adalah :

Tabel 4.23 Insentif Operator per Stasiun

Pekerja Tidak Tetap Pekerja Tetap

IV needle + Adaptor Rp 2.67 Rp 10.00 Adaptor + Rubber Rp 3.43 Rp 12.97 Roller + Clamp Rp 3.23 Rp 12.22 Joint + tube Rp 3.34 Rp 12.63 Tube + DC Rp 3.23 Rp 12.22 Tube + Rubber Rp 3.96 Rp 14.96 Tube + Regulator Rp 3.71 Rp 14.02 Coiling Rp 8.62 Rp 32.58 Inspeksi Rp 4.03 Rp 15.22 Sterilisasi Rp 0.89 Rp 3.37 Sealing Rp 2.41 Rp 9.13 Packing Inner Rp 3.29 Rp 12.45 Packing Outer Rp 0.24 Rp 0.89 PACKING

Insentif per unit Operasi

PRA ASS

ASS

Untuk menghindari terjadinya ketidakseimbangan dalam produktivitas operator, maka akan dihitung pula pemberian insentif secara global, dimana output dihitung dari keseluruhan hasil produksi. Perhitungannya adalah sebagai berikut :

Output Standar : 20600/hari jam Upah kerja/ hari : 104000

Insentif = (104000/1 hari) x (1 hari / 20600) = Rp 5.04 / unit

Tabel 4.24 Insentif Global

Upah yang diterima per jam 20400 Rp 104,000.00 upah dasar 20500 Rp 104,000.00 upah dasar 20600 Rp 104,000.00 upah dasar 20700 Rp 104,500.00 insentif 20800 Rp 105,000.00 insentif 21000 Rp 106,000.00 insentif Ouput Keterangan

Insentif diberikan kepada masing – masing operator yang terlibat dalam lantai produksi tersebut.

4.3.2 Penggunaan Software

Fungsi utama dari software ini adalah untuk mempermudah pihak top management dalam menentukan jumlah operator sesuai dengan jumlah demand yang ada.

Secara garis besar, cara kerja dari software adalah, ketika user memasukkan jumlah demand dan jumlah hari kerja yang tersedia akan dihasilkan estimasi jumlah operator yang harus dipekerjakan serta biaya tenaga kerja yang dibutuhkan.

Pembuatan software ini menggunakan program Visual Basic sebagai bahasa pemrograman dan Microsoft Access sebagai tempat penyimpanan data base.

Rancangan tampilan dan petunjuk penggunaan software yang akan diberikan kepada perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Form Login

Gambar 4.11 Form Login

Agar software hanya dapat digunakan oleh orang – orang tertentu dan menghindari perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab, maka software ini dilindungi oleh password.

2. Form Perubahan Password

Apabila user ingin mengubah password, maka langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :

o Isi username dan password lama kemudian tekan

Gambar 4.12a Tampilan Perubahan Password Jika password yang dimasukkan benar, maka akan muncul tampilan seperti gambar (4.12b). Namun, jika password atau username yang dimasukkan tidak benar, program tidak dapat dilanjutkan hingga user memasukkan username dan password yang benar.

Gambar 4.12b Form Perubahan Password

o Setelah muncul tampilan seperti gambar di atas,

user dapat mengganti password sesuai dengan keinginan.. Jika semua form telah terisi dengan benar, maka akan muncul message box seperti gambar (4.12c)

3. Form Penentuan Komposisi Operator

Masukkan jumlah demand pada bulan tersebut, jumlah hari yang tersedia untuk pengerjaan serta efisiensi pekerja, lalu tekan ’PROSES’, akan muncul tampilan seperti gambar (4.13a). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah:

Gambar 4.13a Form Penentuan Komposisi Operator 1

Dengan demikian, akan diketahui jumlah operator pada masing – masing stasiun serta total biaya tenaga kerja total yang dibutuhkan pada bulan tersebut.

4. Form Perubahan Data

User juga dapat melakukan perubahan data yang telah ada melalui software ini dengan cara menekan tombol ’Ubah Data’ pada form penentuan komposisi operator seperti gambar di bawah.

Gambar 4.14a Form Penentuan Komposisi Operator 1 Terdapat 3 pilihan data yang akan diubah, yaitu jumlah karyawan tetap, jam kerja karyawan dan gaji karyawan.

Gambar 4.14b Form Pilih Data

o Perubahan Jumlah Karyawan Tetap

Untuk merubah jumlah karyawan tetap, tekan tombol jumlah karyawan tetap dan masukkan jumlah karyawan lalu tekan ’SIMPAN’

Gambar 4.14c Form Jumlah Karyawan Tetap

o Perubahan Jam Kerja Karyawan

Sama seperti proses perubahan jumlah karyawan tetap, user harus menekan tombol ’Jumlah Karyawan Tetap’ untuk melakukan perubahan dan memasukkan jumlah karyawan tetap yang baru.

o Perubahan Gaji Karyawan

Proses mengubah gaji karyawan, dapat dilakukan dengan menekan tombol ’gaji karyawan’ pada form pilih data (gambar 4.14e). Kemudian, user tinggal memasukkan perubahan gaji ke dalam form yang tersedia, dan tekan ’SIMPAN’

Dalam dokumen BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA (Halaman 29-42)

Dokumen terkait