• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

3. Perubahan Konsep dan Peningkatan Pemahaman

a) Kelas Kontrol

Setelah melaksanakan pembelajaran menggunakan metode

ceramah yang disertai frekuensi latihan soal seperti yang diberikan

guru pada umumnya dapat dilihat seberapa peningkatan pemahaman

Soal nomor 1.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 0 1 23 3

Posttes 0 0 19 8

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menjawab

salah dan kurang lengkap pada soal pretes menjadi berkurang pada saat

mengerjakan soal posttes, sebaliknya jumlah siswa yang menjawab

benar mngalami peningkatan pada soal posttes dibandingkan pada soal

pretes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan konsep menjadi

lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 2.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 1 4 21 1

Posttes 0 3 16 8

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, salah,

dan kurang lengkap pada pretes menjadi berkurang pada posttes

sedangkan jawaban benar pada pretes mengalami peningkatan pada

soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan konsep

Soal nomor 3.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 12 6 9 0

Posttes 1 7 16 3

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang

tidak menjawab pada saat mengerjakan soal pretes menjadi berkurang

pada saat mengerjakan soal posttes, jumlah siswa yang menjawab

salah dan kurang lengkap menjadi bertambah pada soal posttes,

sedangkan jawaban benar pada soal pretes mengalami peningkatan

pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan

konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 4.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 7 4 14 2

Posttes 0 0 16 11

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, dan

jawaban salah pada soal pretes mengalami penurunan pada soal posttes

sedangkan jawaban kurang lengkap dan jawaban benar mengalami

peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami

Soal nomor 5.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 8 2 17 0

Posttes 0 1 21 5

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, dan

jawaban salah pada soal pretes mengalami penurunan pada soal posttes

sedangkan jawaban kurang lengkap dan jawaban benar mengalami

peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami

perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 6.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 6 2 18 1

Posttes 0 0 16 11

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, salah,

dan kurang lengkap pada pretes menjadi berkurang pada posttes

sedangkan jawaban benar pada pretes mengalami peningkatan pada

soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan konsep

Soal nomor 7.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 1 5 20 1

Posttes 0 0 15 12

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, salah,

dan kurang lengkap pada pretes menjadi berkurang pada posttes

sedangkan jawaban benar pada pretes mengalami peningkatan pada

soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan konsep

menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 8.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 7 6 14 0

Dari tabel dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang tidak

menjawab pada soal pretes mengalami penurunan, sedangkan jumlah

siswa yang menjawab kurang lengkap menjadi bertambah pada soal

posttes, sementara untuk jumlah siswa yang menjawab salah tidak

mengalami perubahan. Pada soal ini tidak ada siswa yang menjawab

benar baik pada soal pretes maupun posttes. Dengan demikian siswa

mengalami perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini akan

tetapi tidak signifikan.

Soal nomor 9.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 0 6 21 0

Posttes 0 1 22 4

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menjawab

salah pada soal pretes menjadi berkurang pada saat mengerjakan soal

posttes, sebaliknya jumlah siswa yang menjawab kurang lengkap dan

menjawab benar mengalami peningkatan pada soal posttes

dibandingkan pada soal pretes. Dengan demikian siswa mengalami

Soal nomor 10.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 0 6 9 12

Posttes 0 2 12 13

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menjawab

salah pada soal pretes menjadi berkurang pada saat mengerjakan soal

posttes, sebaliknya jumlah siswa yang menjawab kurang lengkap dan

menjawab benar mengalami peningkatan pada soal posttes

dibandingkan pada soal pretes. Dengan demikian siswa mengalami

perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Berdasarkan tabel dan urain di atas dapat kita simpulkan seberapa

besar peningkatan pemahaman konsep siswa setelah mengerjakan soal

pretes dan soal posttes. Peningkatan pemahamn konsep siswa dapat dilihat

pada tabel berikut ini.

Tabel. Peningkatan Pemahaman Konsep siswa Berdasarkan Jawaban Benar Siswa

No. Soal Prosentase (%) Peningkatan Pemahaman (%) Pretes Posttes 1 11,1 29,6 18,5 2 3,7 29,6 25,9 3 0 11,1 11,1 4 7,4 40,7 33,3 5 0 18,5 18,5

6 3,7 40,7 37

7 3,7 44,4 40,7

8 0 14,8 14,8

9 0 14,8 14,8

10 44,4 48,1 1,1

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa peningkatan

prosentase siswa yang menjawab benar secara signifikan terjadi pada

konsep mengaplikasikan persamaan daya yaitu pada soal nomor 7,

selanjutnya pada konsep mengaplikasikan persamaan energi kinetik yaitu

soal nomor 6, konsep mengaplikasikan persamaan energi potensial yaitu

soal nomor 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengajaran

fisika pada konsep usaha dan energi dengan metode ceramah disertai

frekuansi latihan soal yang biasa dilakukan oleh guru saat mengajar

meningkatkan pemahaman siswa khususnya pada konsep soal yang

sifatnya hitungan saja.

Setelah membandingkan perolehan skor pada hasil pretes dan

posttes yang dikerjakan siswa, maka dapat diketahui kualifikasi

pemahaman konsep dari masing-masing siswa. Berikut ini adalah

kualifikasi peningkatan pemahaman konsep siswa secara keseluruhan dari

kelas kontrol.

Tabel. Kualifikasi Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa

Interval Skor Kualifikasi Pretes (%) Posttes (%) Peningkatan

23,6 – 29,5 Paham 3,7 25,9 22,2

17,6 – 23,5 Cukup Paham 7,4 25,9 18,5

11,6 – 17,5 Kurang Paham 7,4 14,9 7,5

0 – 11,5 Tidak paham 81,5 25,9 -55,6

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan yang

signifikan prosentase siswa yang tidak paham mengenai konsep usaha dan

energi dan terjadi peningkatan prosentase siswa yang kurang paham,

cukup paham, paham dan sangat paham.

b) Kelas Eksperimen

Setelah melaksanakan pembelajaran menggunakan metode

ceramah yang disertai frekuensi latihan soal yang tinggi dapat dilihat

seberapa peningkatan pemahaman siswa.

Soal nomor 1.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 0 3 26 6

Posttes 1 0 11 23

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang

menjawab salah dan yang menjawab kurang lengkap pada saat

mengerjakan soal pretes menjadi berkurang pada saat mengerjakan

soal posttes. Pada soal pretes tidak didapatkan siswa yang tidak

menjawab. Jawaban benar pada soal pretes mengalami peningkatan

pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan

konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 2.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 0 4 27 4

Posttes 0 1 9 25

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menjawab

salah dan kurang lengkap pada soal pretes menjadi berkurang pada saat

mengerjakan soal posttes, sebaliknya jumlah siswa yang menjawab

benar mngalami peningkatan pada soal posttes dibandingkan pada soal

pretes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan konsep menjadi

lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 3.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 7 19 9 0

Posttes 2 7 13 13

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, dan

sedangkan jawaban kurang lengkap dan jawaban benar mengalami

peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami

perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 4.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 3 11 19 2

Posttes 1 1 17 16

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, dan

jawaban salah pada soal pretes mengalami penurunan pada soal posttes

sedangkan jawaban kurang lengkap dan jawaban benar mengalami

peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami

perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 5.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 13 5 17 0

Posttes 1 1 21 12

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, dan

jawaban salah pada soal pretes mengalami penurunan pada soal posttes

peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami

perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 6.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 0 8 26 1

Posttes 1 0 19 15

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang

menjawab salah dan yang menjawab kurang lengkap pada saat

mengerjakan soal pretes menjadi berkurang pada saat mengerjakan

soal posttes. Pada soal pretes tidak didapatkan siswa yang tidak

menjawab, namun pada soal posttes didapati ada siswa yang tidak

menjawab. Jawaban benar pada soal pretes mengalami peningkatan

pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan

konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 7.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 1 5 28 1

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang

menjawab salah dan yang menjawab kurang lengkap pada saat

mengerjakan soal pretes menjadi berkurang pada saat mengerjakan

soal posttes. Jumlah siswa yang tidak menjawaba pada soal pretes

tidak mengalami perubahan pada soalposttes. Jawaban benar pada soal

pretes mengalami peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian

siswa mengalami perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 8.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 16 8 11 0

Posttes 1 3 25 6

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, dan

jawaban salah pada soal pretes mengalami penurunan pada soal posttes

sedangkan jawaban kurang lengkap dan jawaban benar mengalami

peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami

Soal nomor 9.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 12 4 18 1

Posttes 1 1 21 12

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, dan

jawaban salah pada soal pretes mengalami penurunan pada soal posttes

sedangkan jawaban kurang lengkap dan jawaban benar mengalami

peningkatan pada soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami

perubahan konsep menjadi lebih baik pada soal ini.

Soal nomor 10.

Kosong Salah Kurang

Lengkap

Benar

Pretes 4 8 17 10

Posttes 1 0 5 29

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jawaban kosong, salah,

dan kurang lengkap pada pretes menjadi berkurang pada posttes

sedangkan jawaban benar pada pretes mengalami peningkatan pada

soal posttes. Dengan demikian siswa mengalami perubahan konsep

Berdasarkan tabel dan urain di atas dapat kita simpulkan seberapa

besar peningkatan pemahaman konsep siswa setelah mengerjakan soal

pretes dan soal posttes. Peningkatan pemahamn konsep siswa dapat dilihat

pada tabel berikut ini.

Tabel. Peningkatan Pemahaman Konsep siswa Berdasarkan Jawaban Benar Siswa

No. Soal Prosentase (%) Peningkatan Pemahaman (%) Pretes Posttes 1 17,1 65,7 48,6 2 11,4 71,4 60 3 0 37,1 37,1 4 5,7 45,7 40 5 2,9 34,3 31,4 6 2,9 42,9 40 7 2,9 57,1 54,3 8 0 17,1 17,1 9 2,9 34,3 31,4 10 28,6 82,9 54,3

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa peningkatan

prosentase siswa yang menjawab benar secara signifikan terjadi pada

konsep mengaplikasikan persamaan usaha untuk menentukan syarat-syarat

seseorang dikatakan melakukan usaha menurut fisika yaitu soal nomor 2,

selanjutnya pada konsep mengaplikasikan persamaan daya yaitu pada soal

nomor 7, konsep mendefinisikan pengertian daya dan menyebutkan contoh

demikian dapat disimpulkan bahwa pengajaran dengan metode ceramah

disertai frekuensi latihan soal yang tinggi dapat meningkatkan pemahaman

siswa mata pelajaran fisika konsep usaha dan energi baik untuk konsep

soal yang bersifat hafalan maupun hitungan.

Setelah membandingkan perolehan skor pada hasil pretes dan

posttes yang dikerjakan siswa, maka dapat diketahui kualifikasi

pemahaman konsep dari masing-masing siswa. Berikut ini adalah

kualifikasi peningkatan pemahaman konsep siswa secara keseluruhan dari

kelas eksperimen.

Tabel. Kualifikasi Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan yang

signifikan prosentase siswa yang tidak paham mengenai konsep usaha dan

energi. Prosentase siswa yang kurang paham juga mengalami sedikit

penurunan. Terjadi peningkatan prosentase siswa yang cukup paham,

paham dan sangat paham, dan peningkatan yang signifikan adalah siswa

menjadi sangant paham mengenai konsep usaha dan energi.

Interval Skor Kualifikasi Pretes (%) Posttes (%) Peningkatan

29,6 – 30 Sangat Paham 0 37,1 37,1

23,6 – 29,5 Paham 2,9 31,4 28,5

17,6 – 23,5 Cukup Paham 11,4 20 8,6

11,6 – 17,5 Kurang Paham 5,7 2,9 -2,8

4. Peningkatan Pemahaman Konsep

a. Kelas Kontrol

Berdasarkan perhitungan analisis data diperoleh Tobservasi sebesar –

7,886. Dari tabel nilai-nilai distribusi T diketahui Tcritis sebesar 2,056.

Dengan demikian perbedaan pretest dan posttest signifikan. Berarti

nilai posttest lebih besar dari nilai pretest. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa antara pretest dan posttest signifikan, artinya

melalui pembelajaran dengan metode ceramah disertai dengan

frekuensi latihan soal yang pada umumnya dilakukan guru mengajar,

pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan.

b. Kelas Eksperimen

Berdasarkan perhitungan analisis data diperoleh Tobservai sebesar –

11,948. Dari tabel nilai-nilai distribusi T diketahui Tcritis sebesar 2,042.

Dengan demikian perbedaan pretes dan posttes signifikan. Berarti nilai

posttest lebih besar dari nilai pretest. Hasil penelitian ini menunjukkan

bahwa antara pretes dan posttes signifikan, artinya melalui

pembelajaran dengan metode ceramah disertai dengan frekuensi

latihan soal yang tinggi, pemahaman konsep siswa mengalami

peningkatan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam pembelajaran

baik dengan metode ceramah disertai dengan frekuensi latihan soal

ceramah disertai dengan frekuensi latihan soal yang tinggi dapat

meningkatan pemahaman konsep siswa.

Dokumen terkait