Diagram Batang Hasil Tes Siswa dalam Membaca Puisi Siklus II
4.2.2 Perubahan Sikap dan Perilaku Siswa Kelas XA SMA Negeri Sumpiuh Peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi dengan teknik Peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi dengan teknik
pelatihan dasar di alam terbuka dari siklus I sampai siklus II diikuti perubahan tingkah laku. Dari hasil nontes yang dilakukan melalui observasi pada siklus I kesiapan siswa pada saat mengikuti pembelajaran membaca puisi dengan teknik pelatihan dasar di alam terbuka belum terlihat, sikap siswa dalam menerima materi pembelajaran juga belum fokus. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya siswa yang masih berbicara sendiri dengan temannya, kurang memerhatikan penjelasan guru, serta ada juga yang pasif atau tidak ikut berlatih vokal, pernafasan dan berak.
Adanya siklus II sudah mulai ada perubahan perilaku dari siswa ke arah yang lebih baik atau arah negatif menuju arah positif. Siswa sudah mulai terlihat adanya perubahan dari siswa dalam menerima pelajaran, siswa sudah dapat berkonsentrasi dengan baik. Siswa juga sudah mulai serius dalam berlatih membaca puisi supaya mendapatkan hasil yang maksimal.
Tabel 30 Perubahan Sikap dan Perilaku Siswa setelah Menggunakan Teknik Pelatihan Dasar di Alam Terbuka
Sikap dan Perilaku
Baik Tidak Baik
Aspek pengamatan Aspek pengamatan
Siklus I 1 3 5 7 9 2 4 6 8 10 F 30 31 26 32 24 7 6 11 5 13 % 81,0 8 71,88 70,2 7 86,4 9 64,8 6 18,9 2 16,2 2 29,7 3 13,5 1 35,1 4 Siklus II F 34 35 32 35 30 3 2 5 2 7 % 91,8 9 94,59 86,4 9 94,5 9 81,0 8 8,11 5,41 13,5 1 5,41 18,9 2 Peningka tan dari siklus I ke siklus II F 4 4 6 3 6 -4 -4 -6 -3 -6 % 10,8 1 10,81 16,2 2 8,12 16,2 2 -10,8 1 -10,8 1 -16,2 2 -8,12 -16,2 2
Beradasarkan tabel 30 peningkatan observasi pada siklus I dan siklus II di atas mengalami peningkatan yang signifikan. Dari hasil observasi pada siklus I siswa sudah siap menerima pembelajaran membaca puisi dengan teknik pelatihan dasar di alam terbuka. Walaupun masih terlihat beberapa siswa berbicara sendiri dengan temannya, serta ada beberapa yang kurang aktif. Akan tetapi siklus II, jumlah siswa yang kurang siap menerima pelajaran mulai berkurang. Hal ini berarti perubahan perilaku positif. Selain itu, siswa sendiri dalam hal ini lebih tertarik dengan teknik yang digunakan peneliti dalam pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan semangat dan antusias siswa pada saat mengikuti pembelajaran. Kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran membaca puisi pun semakin berkurang. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian sudah ada perubahan yang sangat baik.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat diperoleh, bahwa siswa menyatakan perasaan senang pada saat mengikuti pembelajaran membaca puisi. Siswa belajar membaca puisi dari tahap demi tahap yang ada pada teknik pelatihan dasar. Dengan demikian siswa benar-benar dapat membaca puisi dengan baik. Pengetahuan siswa sendiri semakin bertambah dan dengan demikian diharapkan siswa akan lebih mencintai karya sastra khususnya puisi.
Peningkatan keterampilan membaca puisi pada siklus II dicapai dengan memberikan tindakan yang berbeda yaitu: (1) sebelum pembelajaran membaca puisi dengan teknik pelatihan dasar di alam terbuka dimulai, siswa diberi motivasi terlebih dahulu berupa pemberian sugesti kata-kata positif dan kata-kata penyemangat pada siswa sehingga siswa tidak merasa kesulitan lagi dalam
mengikuti pembelajaran membaca puisi, (2) guru memberikan tambahan pelatihan khususnya pada pelatihan gesture (olah tubuh) yaitu dengan memberikan gerakan-gerakan yang dapat melenturkan badan sehingga siswa dapat membaca puisi dengan penghayatan, teknik vokal, dan penampilan yang sesuai dengan isi puisi yang dibaca, selain itu juga guru memberikan tambahan pelatihan pernfasan.
Dengan demikian dapat diperoleh simpulan bahwa belajar membaca puisi dengan teknik pelatihan dasar di alam terbuka mampu meningkatkan keterampilan dalam membaca puisi. Selain itu, terjadi perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih baik dalam mengikuti pembelajaran membaca puisi.
142
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan data-data, analisis, dan pembahasan dalam penelitian ini yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil simpulan sebagai berikut.
1) Keterampilan membaca puisi siswa kelas XA SMA Negeri Sumpiuh setelah
mengikuti pembelajaran membaca puisi dengan teknik pelatihan dasar di alam terbuka telah terbukti mengalami peningkatan. Hasil tes siklus I menunjukkan nilai rata-rata sebesar 68,17 dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 78,08. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,91 poin atau 15%.
2) Perilaku siswa kelas XA SMA Negeri Sumpiuh setelah mengikuti
pembelajaran keterampilan membaca puisi dengan teknik pelatihan dasar mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tingkah laku siswa ini dapat dibuktikan dari hasil data nontes yang berupa observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Perubahan tingkah laku siswa dapat dilihat secara jelas pada saat pembelajaran. Berdasarkan hasil data nontes pada siklus I, masih tampak tingkah laku negatif siswa saat pembelajaran berlangsung. Pada siklus II tingkah laku negatif siswa semakin berkurang dan tingkah laku positif siswa semakin bertambah.
5.2 Saran
Atas dasar simpulan hasil penelitian maka saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:
1) Guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kiranya dapat memanfaatkan teknik pelatihan dasar sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Dengan teknik tersebut telah terbukti dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca puisi. Selain itu, teknik ini juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa diajak untuk melakukan pembelajaran di luar ruangan kelas sehingga siswa akan lebih bebas untuk berekspresi. Penerapan teknik pelatihan dasar di alam terbuka diharapkan mampu membuat proses pembelajaran bahasa khususnya pada aspek keterampilan membaca puisi menjadi lebih bervariasi;
2) Siswa hendaknya bisa memanfaatkan teknik pelatihan dasar dalam pembelajaran yang lebih lanjut. Dengan teknik tersebut dapat diketahui seberapa banyak pengetahuan yang telah dimiliki siswa, sehingga dapat dijadikan alat ukur kedalaman penguasaan materi pelajaran. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki oleh siswa akan semakin bermanfaat untuk kemudian hari. Tidak menutup kemungkinan bagi siswa untuk memanfaatkan teknik pelatihan dasar di alam terbuka pada pelajaran yang lain.
3) Para peneliti yang menekuni bidang penelitian bahasa Indonesia kiranya dapat melakukan penelitian-penelitian pengembangan yang lebih lanjut mengenai keterampilan membaca puisi. Upaya-upaya peningkatan keterampilan siswa,
khususnya keterampilan membaca, akan menambah wawasan dan pengetahuan serta akan membantu guru untuk memecahkan hambatan-hambatan yang sering kali muncul dalam proses pembelajaran bahasa.
145