• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PEMBAHASAN

E. Perubahan Peruntukan Lahan

Dengan terbangunnya jalan di Kecamatan Medan Sunggal hingga sekarang telah terjadi perubahan peruntukan lahan menjadi perumahan, perdagangan dan industri (rumah toko). Adapun perubahan peruntukan lahan pada ruas jalan berikut ini.

a.Jl.Sunggal, peruntukan lahan permukiman/perkampungan, pertanian dan perusahaan

b.Jl.Setia Budi, Jl.Pinang Baris-Jl.Kelambir Lima, Jl.Gagak Hitam, Jl.Amal, peruntukan lahan permukiman/perkampungan dan pertanian.

c.Jl.Gatot Subroto, Jl.Titi Papan, peruntukan lahan permukiman/perkampungan. d.Jl.Pasar I-Jl.Abadi, peruntukan lahan permukiman/perkampungan dan pertanian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel IV.8 dan Gambar IV.23 berikut ini.

Tabel IV.8 Perubahan Peruntukan Lahan

Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2005

No. Ruas Jalan Luas Lahan (Ha)

1 Jl. Titi Papan 0,936

2 Jl. Amal 4,625

3 Jl. Pinang Baris - Jl. Kelambir Lima 9,125

4 Jl. Gatot Subroto 6,375

5 Jl. Gagak Hitam 8,625

6 Jl. Pasar I - Jl Abadi 1,25

7 Jl. Setia Budi 17,5

8 Jl. Sunggal 43,25

Sumber : Hasil Perhitungan BPN Kota Medan

IV.10 Hasil Pembahasan

Pengembangan wilayah kota dan pinggiran, berimbang pertumbuhannya dengan kota/wilayah pengaruhnya. Seperti kawasan MMA, Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Bagian Utara, dan wilayah nasional. Sehingga terjalin kerja sama dan koordinasi yang harmonis dalam sistem kota. Kota Medan berkembang menjadi kutub pengembangan bagi sistem kota/wilayah belakang, pola perwilayahan/ regionalisasi Kota Medan terbentuk dengan wilayah pengaruhnya.

Dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan menjadi ruang kegiatan fungsional menciptakan perimbangan antara ruang kegiatan berdasarkan penataan penggunaan lahan. Pengoptimalan pemanfaatan menciptakan ruang kegiatan yang seimbang sehingga penataan penggunaan lahan menumbuhkan segala potensi lokal dan regional.

Perkembangan penduduk menjadi permasalahan antara penyediaan tanah dan pemukiman penduduk, terutama dibagian pusat kota. Namun distribusi penduduk merupakan cara taktis memperkecil masalah kependudukan. Diarahkan menurut pendekatan ruang kegiatan agar dibagian pusat kota terjadi pengurangan kepadatan dan terdistribusi di wilayah baru yang dikembangkan sebagai pemukiman ideal.

Berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota Medan tahun 2008/2016, perkembangan kegiatan perkotaan di Kecamatan Medan Sunggal cenderung ke kawasan perbatasan yakni perkembangan perumahan, perdagangan dan industri. Sehingga kawasan permukiman berkembang dengan pusat-pusat pelayanan

yang berkembang secara alamiah. Dan terjadi perpindahan penduduk dari pusat kota ke pinggiran kota akibatnya berubah fungsi lahan dengan nilai ekonomis rendah ke nilai lahan yang lebih tinggi.

Berdasarkan evaluasi yang penulis lakukan, kegiatan pembangunan perkotaan di Kecamatan Medan Sunggal yang terjadi saat ini telah sesuai dengan arahan kebijaksanaan yang ada. Untuk jelasnya dapat dilihat pada Gambar III.3

BAB V

PENUTUP

V.1. Kesimpulan

Berdasarkan penjabaran bab I sampai bab IV kesimpulan sebagai berikut : 1)Perkembangan pola tata guna lahan merupakan perpaduan antara zona konsentris

dan sektor menjadi konsektoral di Kecamatan Medan Sunggal dengan jaringan transportasi dan jalan raya memperpanjang pola penggunaan lahan berkembang pusat-pusat baru termasuk transportasi dan ekonomi yang menambah dimensi baru peruntukan lahan.

2)Penurunan jumlah penduduk terlihat disetiap kelurahan terjadi antara tahun 1999 dan 2000. Ini disebabkan karena tingginya mobilitas penduduk untuk menjual tanahnya dan tinggal di luar kecamatan tersebut.

3)Pola distribusi kepadatan penduduk tahun 2005, kepadatan penduduk 84-256 jiwa/Ha di Kelurahan Tanjung Rejo, Babura, Lalang. Kepadatan penduduk 73-83 jiwa/Ha di Kelurahan Simpang Tanjung, Sei Sikambing B, Sunggal.

4)Pola komposisi kepadatan penduduk tahun 1995/2005 mengalami perubahan, terjadi penurunan kepadatan penduduk di Kelurahan Babura, Simpang Tanjung dan peningkatan kepadatan penduduk di Kelurahan Tanjung Rejo, Sei Sikambing B, Sunggal, Lalang.

5)Penyebaran fasilitas dan utilitas di Kecamatan Medan Sunggal tahun 1995/2005 memanjang jaringan transportasi.

6)Sistem sirkulasi Kota Medan dan Kecamatan Medan Sunggal termasuk pola jaringan jalan Grid.

7)Tahun 2005 setelah pembangunan jalan di Kecamatan Sunggal telah terjadi perubahan peruntukan lahan disepanjang ruas jalan dari lahan permukiman/ perkampungan, pertanian dan perusahaan menjadi perumahan/perdagangan.

8)Berdasarkan penelitian yang dilakukan perubahan peruntukan lahan sepanjang ruas jalan di Kecamatan Medan Sunggal telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RUTRW) Kota Medan Tahun 2008/2016.

V.2. Rekomendasi

Berdasarkan kesimpulan diatas, diperoleh rekomendasi sebagai berikut : 1)Peningkatan fasilitas transportasi dapat mengubah kawasan dan terjadi perubahan

peruntukan lahan yang bermanfaat dan berdaya guna bila pengendaliannya diupayakan.

1)Agar peruntukan lahan tepat sasaran hendaknya masyarakat dan pemerintah dalam membangun kawasan tetap berpedoman pada peraturan dan arahan kebijaksanaan yang telah ada sehingga peruntukan lahan dapat berdaya guna dan berhasil guna. 2)Hendaknya setiap kecamatan membuat evaluasi peruntukan lahan sehingga pihak

stakeholder, swasta dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan berdasar-kan arahan kebijaksanaan yang telah ditentuberdasar-kan bersama.

DAFTAR PUSTAKA

Alessandro Aurigi dan Stephen Graham : “Virtual Cities, Social Polarisation And The Crisis In Urban Public Space”, Centre for Urban Technology Department of Town and Country Planning University of Newscastle upon Tyne Ne1 7RU, 1997.

Dane County Regional Planning Commision : Jurnal ”Land Use And Transportation Plan” .

Edward A. Beimborn : ”A Transportation Modeling Primer” Center for Urban Transportation Studies University of Wisconsin-Milwaukee , 1995.

George Xian, William Axevado, Jess Nelson : ”Urban Development In The Chicago A Dynamic Model Study”, 2000.

Hadi Sabari Yunus : “Struktur Tata Ruang Kota” penerbit Pustaka Pelajar, 1999. Hernan A. Makse Research : ”Urban Growth” , 1995.

John M. Echols dan Hassan Shadily : “Kamus Inggris-Indonesia”, PT. Gramedia Jakarta.

Morris, AEJ : ”History of Urban Form”, 1979.

Mark Graham Research : ”Transportation And Urban Form ; Interrelations in Bowling Green Kentucky”, 2003.

Nikos A. Salingaros : ”Theory Of The Urban Web”, Division of Mathematics, University of Texas at San Antonio, Texas USA, 2000.

Ofyar Z. Tamin dan Russ Bona Frazila : ”Penerapan Konsep Interaksi Tataguna Lahan-Sistem Transportasi Dalam Perencanaan Sistem Jaringan Transportasi dalam jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota”, 1998.

Pemerintah Negara Republik Indonesia : “Undang-undang No. 24 Tahun 1992”, Tentang Penataan Ruang, Bagian Penjelasan, 1992.

Pemerintah Negara Republik Indonesia : ”Undang-undang No. 25 Tahun 1999”,

Dokumen terkait