• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Sikap

2.4.3. Perubahan Selama Kehamilan

Proses Kehamilan sampai persalinan merupakan mata rantai satu kesatuan dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persiapan menyongsong kelahiran bayi, dan persalinan dengan kesiapan pemeliharaan bayi.

Pada kehamilan terdapat adaptasi ibu dalam bentuk perubahan fisiologi dan psikologis dalam kehamilan seperti:

a. Perubahan-perubahan fisiologis dalam kehamilan menurut (PUSDIKNAS- WHO-JHPIEGO, 2003) meliputi:

1. Pertumbuhan dan perkembangan janin serta perubahan-perubahan maternal a. Minggu 0

Perkembangan janin

Sperma membuahi ovum, yang kemudian membagi dan masuk kedalam uterus menempel sekitar hari ke 11.

b. Minggu ke 4/ bulan ke- 1 Perkembangan janin

Dari dioskus embrionik, bagian tubuh pertama muncul yang kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah, dan saluran pencernaan terbentuk, embrio kurang dari 0,64 cm.

Perubahan Matrenal

Ibu terlambat menstruasi, payudara menjadi nyeri dan membesar. Kelelahan yang kronik(menetap) dan sering kencing mulai terjadi dan berlangsung selama 3 bulan berikutnya. HCG ada di dalam urin dan serum 9 hari setelah konsepsi.

c. Minggu ke-8/ bulan ke- 2 Perkembangan janin

Perkembangan cepat. Jantung mulai memompa darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Raut muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telinga terbentuk dari lipatan kulit. Tulang dan otot yang kecil terbentuk di bawah kulit yang tipis.

Mual muntah (moorning sickness) mungkin terjadi sampai usia janin 12 minggu. Uterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda-tanda goodel’s dan hegaar muncul. Serviks fleksi. Leukorhea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata. d. Minggu ke-12/ bulan ke- 3

Perkembangan janin

Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat terlihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh berkembang. Gerakan pertama dimulai selama minggu ke-12. Jenis kelamin dapat diketahui. Ginjal memproduksi urine.

Perubahan maternal

Tanda chadwik. Uterus naik diatas simpisis pubis. Kontraksi Brakston hicks mulai dan mungkin terus berlangsung selama kehamilan. Potensial untuk menderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selama kehamilan, kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester pertama. Plasenta sekarang berfungsi penuh dan memproduksi hormon.

e. Minggu ke-16/ bulan ke-4 Perkembangan janin

Sistem muskuloskletal sudah matang, system saraf mulai melaksanakan kontrol. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua organ mulai tumbuh dan berkembang. Berat janin sekitar 0,2 kg. Denyut jantung janin dapat didengar dopler. Pankreas memproduksi insulin

Fundus berada ditengah antara simpisis dan pusat. Berat ibu bertambah 0,4-0,5 kg perminggu selama sisa kehamilan. Mungkin mempunyai lebih banyak energi. Diameter biparietal dapat diukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat (tetapi normal) jika tidak gatal, iritasi atau berbau busuk. Pakaian-pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.

f. Minggu ke-20/ bulan ke-6 Perkembangan Janin

Verniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. alis, bulu mata dan rambut terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk tidur,. menelan dan menendang.

Perubahan maternal

Fundus mencapai pusat. payudara mulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin akan terjadi, terutama bila posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh darah mungkin akan terjadi. Ibu mulai merasakan gerakan janin. Areola bertambah gelap hidung tersumbat mungkin terjadi, kram pada kaki mungkin ada, konstipasi mungkin dialami.

g. Minggu ke 24/ bulan ke-6 Perubahan Janin

Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang meningkat aktifitasnya. Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7-0,8 kg.

Perubahan maternal

Fundus di atas pusat. Sakit punggung dan keram pada kaki mungkin mulai terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae gravidarum, cloasma, linea nigra, dan jerawat. Mimisan dapat terjadi, dan mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen.

h. Minggu ke-28/ bulan ke-7 Perkembangan janin

Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu. Surfactant terbentuk dalam paru, mata mulai membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran pada saat lahir.

Perubahan maternal

Fundus berada di pertengahan antara pusat dan processus xypodeus.

Hemorhoid mungkin terjadi, pernafasan dada menggantikan pernafasan perut. Garis bentuk janin dapat dipalpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa.

i. Minggu ke-32/ bulan ke-8 Perkembangan janin

Simpanan lemak berkembang di bawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi sudah tumbuh 38-43 cm, mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor.

Perubahan maternal

Fundus mencapai Procesus xypoideus, payudara penuh dan nyeri tekan. Sering kencing mungkin kembali terjadi. Kaki bengkak dan sulit tidur mungkin terjadi, mungkin juga mengalami deapsnea.

j. Minggu ke-36/ bulan ke-9 Perkembangan janin

Seluruh uterus terisi dengan bayi sehingga ia tidak bisa berputar/bergerak banyak. Antibodi ibu ditransfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai sistem kekebalan tubuh bayi bekerja sendiri.

Perubahan Maternal

Penurunan bayi ke dalam pelvic/ panggul ibu (lightenig), plasenta hampir setebal waktu hamil 18 minggu dan beratnya 0,5-0,6 kg. ibu ingin sekali melahirkan bayi, mungkin mempunyai energi final yang meluap. Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxton Hicks meningkat karena servik dan segmen bawah rahim disiapkan untuk persalinan.

b. Perubahan Perubahan Psikologis dalam Kehamilan 1. Trimester Pertama

Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda-tanda untuk lebih mayakinkan bahwa dirinya memang hamil. Setiap perubahan yang terjadi pada dirinya akan selalu diperhatikan dengan seksama.

Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya kebanggan atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai bayinya.

2. Trimester Kedua

Trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan keadaan hormone yang lebih tinggi dan merasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah mulai menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu mulai merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seseorang diluar dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan rasa yang tidak nyaman seperti yang dirasakan pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido.

3. Trimester Ketiga

Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan 2 hal yang meningatkan ibu akan bayinya. Kadang-kadang ibu merasa khawatir kalau bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Ibu sering kali takut kalau-kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal.

Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan dukungan dari suami, keluarga dan bidan.

2.5 Asuhan Kehamilan

Dokumen terkait