• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Perubahan Tutupan Lahan

Analisis perubahan tutupan lahan tahun 2007 – 2009 dihitung menggunakan matrik perubahan, matrik tersebut memberikan informasi perubahan kelas tutupan lahan satu menjadi kelas tutupan lahan lainnya. Tabel 25 menunjukkan perubahan tutupan lahan yang terjadi dalam waktu kurun waktu dua tahun di Provinsi Jambi bagian Timur tahun 2007 - 2009.

Tabel 25 Perubahan tutupan lahan di Provinsi Jambi Timur tahun 2007-2009 No. Tahun 2007 Tahun 2009 Luas (ha) Persentase (%)

1 Hutan lahan kering Kebun sawit 3.085,8 5,8

2 Hutan lahan kering Pemukiman 196,1 0,4

3 Hutan rawa Tanah terbuka 1.424,1 2,7

4 Hutan tanaman Kebun sawit 6.982,4 13,0

5 Hutan tanaman Semak/belukar 97,9 0,2

6 Hutan tanaman Tanah terbuka 10.195,7 19,0

7 Kebun karet Kebun sawit 11.698,1 21,8

8 Kebun karet Pertanian lahan kering 2.483,3 4,6

9 Kebun karet Tanah terbuka 475,9 0,9

10 Tanah terbuka Hutan tanaman 16.866,4 31,5

11 Tanah terbuka Kebun karet 76,4 0,1

Total perubahan 53.582,3 100

Beradasarkan Tabel 25 terlihat perubahan terbesar terjadi pada tutupan lahan tanah terbuka menjadi hutan tanaman sebesar 16.866,4 ha atau 31,5 %, perubahan kebun karet menjadi kebun sawit sebesar 11.698,1 ha atau 21,8 % dan perubahan hutan tanaman menjadi tanah terbuka sebesar 10.195,7 ha atau 19 %.

Gambar 25 merupakan peta perubahan tutupan lahan di Provinsi Jambi bagian Timur tahun 2007 – 2009.

Gambar 25 Peta perubahan tutupan lahan dan hutan tahun 2007 – 2009.

4.3.1 Deforestasi dan Degradasi

Tutupan lahan berupa hutan yang ada di Provinsi Jambi bagian timur terdiri dari empat tipe hutan yaitu hutan lahan kering, hutan mangrove, hutan rawa dan hutan tanaman. Tutupan lahan berupa hutan di Provinsi Jambi bagian Timur mengalami penurunan dalam kurun waktu dua tahun (2007 – 2009) seluas 21.982,4 ha. Tabel 26 merupakan luasan masing-masing hutan tersebut pada tahun 2007 dan 2009.

Tabel 26 Luas tutupan lahan hutan di Provinsi Jambi Timur Tutupan Lahan Hutan Tahun 2007 Tahun 2009 Perubahan Luas (ha) Persentase (%) Hutan lahan kering 162.328,7 159.046,9 3.281,8 14,9

Hutan mangrove 12.940,8 12.940,8 0 0

Hutan rawa 284.581,4 283.157,2 1.424,1 6,5

Hutan tanaman 225.189,8 207.913,7 17.276,1 78,6

Total Perubahan 21.982,1 100

Penurunan luas tutupan lahan hutan tersebut ada yang bersifat permanen dan ada yang bersifat sementara. Penurunan luas tutupan lahan berhutan menjadi tidak berhutan secara permanen disebut deforestasi sedangkan berkurangnya kemampuan hutan menyediakan jasa ekosistem dan produk hutan karena pengaruh negatif struktur hutan disebut degradasi.

Hasil perhitungan deforestasi menggunakan thematic change dalam kurun waktu dua tahun (2007 – 2009) terjadi deforestasi sebesar 10.264,3 ha dengan tingkat deforestasi terbesar terjadi pada tutupan lahan hutan tanaman menjadi kebun sawit seluas 6982,4 ha atau 68% . Tabel 27 menunjukkan hasil luasan deforestasi di Provinsi Jambi timur menggunakan thematic change.

Tabel 27 Deforestasi dari tahun 2007 - 2009

Deforestasi Tahun 2007 - 2009 Luas deforestasi (ha) Persentase (%)

Hutan lahan kering ke kebun sawit 3.085,8 30,1

Hutan lahan kering ke pemukiman 196,1 1,9

Hutan tanaman Kebun sawit 6.982,4 68

Total Perubahan 10.264,3 100

Hasil perhitungan degradasi di Provinsi Jambi tahun 2007 – 2009 menggunakan thematic change ditunjukkan pada Tabel 28 dari hasil perhitungan degradasi terbesar terjadi pada hutan tanaman menjadi tanah terbuka seluas 10.195,7 ha atau 87% . Berdasarkan hasil observasi lapangan perubahan hutan tanaman menjadi tanah terbuka disebabkan oleh adanya kegiatan pemanenan, beberapa areal yang sudah ditanami kembali dalam kurun waktu dua tahun tersebut memiliki kenampakan berupa tanah terbuka, karena ukuran bibit yang masih relatif kecil sehingga kenampakan pada citra masih berupa tanah terbuka. Tabel 28 Degradasi dari tahun 2007 – 2009

Degradasi Tahun 2007 - 2009 Luas degradasi (ha) Persentase (%)

Hutan rawa ke tanah terbuka 1.424,1 12,2

Hutan tanaman ke semak/belukar 97,9 0,8

Hutan tanaman ke tanah terbuka 10.195,7 87

Total Perubahan 11.717,8 100

Gambar 26 dan 27 merupakan peta deforestasi dan degradasi yang terjadi di Provinsi Jambi dalam waktu dua tahun (2007 – 2009).

Gambar 26 Peta deforestasi di Provinsi Jambi Timur tahun 2007 – 2009.

Gambar 27 Peta degradasi di Provinsi Jambi Timur tahun 2007 – 2009.

4.3.2 Pola Perubahan Lahan

Secara spasial pola perubahan tutupan lahan tahun 2007 – 2009 terjadi di empat Kabupaten yaitu Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari,

Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Perubahan tutupan lahan tersebut memiliki pola menyebar atau random karena terdapat di beberapa kabupaten. Pada Kabupaten Muaro Jambi terjadi perubahan hutan tanaman menjadi tanah terbuka, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terjadi perubahan hutan tanaman menjadi tanah terbuka, tanah terbuka menjadi hutan tanaman, dan hutan rawa mejadi tanah terbuka sedangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terjadi perubahan tanah terbuka menjadi hutan tanaman, kebun karet menjadi tanah terbuka, hutan lahan kering menjadi kebun sawit, hutan tanaman menjadi tanah terbuka dan hutan lahan kering menjadi permukiman. Pada Kabupaten Batanghari terjadi perubahan hutan tanaman menjadi kebun sawit, tanah terbuka menjadi hutan tanaman, kebun karet menjadi pertanian lahan kering.

Secara temporal perubahan tutupan lahan banyak terjadi pada musim kemarau, karena pada saat musim basah atau musim penghujan hampir sebagian wilayah di Provinsi Jambi tergenang oleh air. Pada musim kemarau sebagian masyarakat membakar ladang atau areal bekas penebangan kebun karet untuk ditanami dengan padi gogo.

62

Tabel 29 Hasil analisis separabilitas citra ALOS PALSAR resolusi 50 m tahun 2007

Tutupan Lahan BA HT HM SMK HRW KK HLK BRW SWH KS PMK PLK TT BU TBK RW KC BA 0 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 1601 1994 2000 2000 HT 0 1992 1249 894 1984 1538 1843 2000 2000 2000 1891 2000 2000 2000 2000 1614 HM 0 1740 2000 2000 2000 640 2000 1913 1935 1651 1580 2000 2000 1999 1768 SMK 0 1687 1915 1477 527 2000 2000 2000 1807 2000 2000 2000 2000 75 HRW 0 1823 722 1979 2000 2000 2000 1998 2000 2000 2000 2000 1844 KK 0 1106 1994 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 1923 HLK 0 1938 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 1615 BRW 0 2000 1997 1992 1334 1994 2000 2000 2000 459 SWH 0 1909 1807 2000 2000 2000 2000 1889 2000 KS 0 1337 2000 1791 2000 2000 1984 2000 PMK 0 2000 1998 2000 2000 1457 2000 PLK 0 2000 2000 2000 2000 1926 TT 0 2000 2000 2000 2000 BU 0 860 1997 2000 TBK 0 1995 2000 RW 0 2000 KC 0 Keterangan

BA = Badan air SWH = Sawah TT = Tanah terbuka KC = Kebun campuran

HT = Hutan tanaman KS =Kebun sawit BU = Bandara HRW = Hutan rawa

HM = Hutan Mangrove PMK = Pemukiman TBK = Tambak KK = Kebun karet

SMK = Semak/belukar PLK = Pertanian lahan kering RW = Rawa HLK = Hutan lahan kering BRW = Belukar rawa

63

Tabel 30 Hasil analisis separabilitas citra ALOS PALSAR resolusi 50 m tahun 2009

Tutupan lahan KK BA HRW HLK BRW SMK RW KC PLK KS BU PMK TBK HT SWH TT HM KK 0 2000 360 1963 1076 1730 2000 1782 1968 2000 2000 2000 2000 1926 2000 2000 2000 BA 0 2000 2000 2000 2000 1107 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 HRW 0 1963 854 1898 2000 1973 1995 2000 2000 2000 2000 1875 2000 2000 2000 HLK 0 1249 606 2000 1570 851 2000 2000 1999 2000 393 2000 1995 2000 BRW 0 1065 2000 1557 1767 2000 2000 2000 2000 872 2000 2000 2000 SMK 0 2000 391 609 2000 2000 1990 2000 1108 2000 2000 2000 RW 0 2000 2000 2000 1994 2000 1971 2000 1944 2000 2000 KC 0 796 2000 2000 1985 2000 1802 2000 2000 2000 PLK 0 1861 1999 1725 2000 1589 2000 1590 1936 KS 0 2000 1988 2000 2000 2000 1730 173 BU 0 1677 178 2000 1604 2000 2000 PMK 0 1919 2000 1999 2000 1977 TBK 0 2000 1576 2000 2000 HT 0 2000 1999 2000 SWH 0 2000 2000 TT 0 1895 HM 0 Keterangan

BA = Badan air SWH = Sawah TT = Tanah terbuka KC = Kebun campuran

HT = Hutan tanaman KS =Kebun sawit BU = Bandara HRW = Hutan rawa

HM = Hutan Mangrove PMK = Pemukiman TBK = Tambak KK = Kebun karet

SMK = Semak/belukar PLK = Pertanian lahan kering RW = Rawa HLK = Hutan lahan kering BRW = Belukar rawa

64

Tabel 31 Uji akurasi citra ALOS PALSAR resolusi 50 m tahun 2007 kombinasi RGB HH-HH-HH/HV.

Tutupan Lahan BA HT HM SMK HRW KK HLK BRW SWH KS PMK PLK TT BU TBK RW KC Total PA

BA 47 0 18 4 69 68.1 HT 42 6 5 3 6 5 67 62.7 HM 32 1 5 2 3 43 74.4 SMK 1 3 23 3 2 6 2 17 57 40.4 HRW 1 3 37 4 12 1 5 63 58.7 KK 3 47 18 1 69 68.1 HLK 3 3 4 3 1 14 21.4 BRW 1 6 16 6 30 4 12 75 40.0 SWH 26 3 3 6 8 46 56.5 KS 7 1 4 15 37 6 1 3 6 80 46.3 PMK 27 27 100.0 PLK 7 43 50 86.0 TT 11 6 39 56 69.6 BU 4 34 13 6 57 59.7 TBK 8 4 15 32 4 63 50.8 RW 1 2 3 2 1 3 2 13 27 48.2 KC 1 1 6 2 7 17 41.2 Total 60 48 65 61 48 57 48 48 48 48 27 48 48 74 56 48 48 519 58.4 UA 78.3 87.5 49.2 37.7 77.1 82.5 6.3 62.5 54.2 77.1 100.0 89.6 81.3 46.0 57.1 27.1 14.6 60.5 59.0 PA 58.4 UA 60.5 OA 59.0 Kappa 56.0

65

Tabel 32 Uji akurasi citra ALOS PALSAR resolusi 50 m tahun 2009 kombinasi RGB HH-HH-HH/HV.

Tutupan lahan KK BA HRW HLK BRW SMK RW KC PLK KS BU PMK TBK HT SWH TT HM Total PA

KK 42 15 2 0 59 71.2 BA 42 9 6 14 71 59.2 HRW 18 46 2 4 7 4 0 81 56.8 HLK 30 4 7 0 8 49 61.2 BRW 5 13 2 23 12 3 6 0 9 73 31.5 SMK 1 2 1 11 8 4 2 2 2 33 33.3 RW 1 38 6 7 52 73.1 KC 1 1 10 3 0 15 66.7 PLK 1 1 3 10 30 2 2 1 2 2 54 55.6 KS 1 1 3 23 1 3 5 37 62.2 BU 4 1 8 54 19 86 62.8 PMK 1 48 0 49 98.0 TBK 1 2 3 4 12 22 54.6 HT 10 5 1 13 46 75 61.3 SWH 1 48 49 98.0 TT 1 6 10 41 2 60 68.3 HM 1 11 26 2 39 79 49.4 Total 65 48 75 48 34 41 52 70 60 61 75 48 57 66 48 48 48 583 62.5 UA 64.6 87.5 61.3 62.5 67.7 26.8 73.1 14.3 50.0 37.7 72.0 100.0 21.1 69.7 100.0 85.4 81.3 63.2 61.8 PA 62.5 UA 63.2 OA 61.8 Kappa 59.0

66

67

68

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Tutupan lahan yang berhasil diklasifikasikan menggunakan citra ALOS

PALSAR resolusi 50 meter secara visual dan digital terdiri atas 17 tutupan lahan, yaitu badan air, bandara, belukar rawa, hutan lahan kering, hutan mangrove, hutan rawa, hutan tanaman, kebun campuran, kebun karet, kebun sawit, kawasan terbangun, pertanian lahan kering, rawa, sawah, semak/belukar, tambak dan tanah terbuka.

2. Hasil kappa akurasi pada klasifikasi kualitatif tahun 2007 dan 2009 sebesar 80% dan 82%, sedangkan nilai kappa akurasi pada klasifikasi kuantitatif yaitu sebesar 56% tahun 2007 dan 59% tahun 2009.

3. Total perubahan tutupan lahan di Povinsi Jambi bagian Timur dalam kurun waktu dua tahun (2007 – 2009) seluas 53.582,1 ha. Perubahan terbesar terjadi pada tutupan lahan tanah terbuka menjadi hutan tanaman sebesar 16.866,4 ha atau 31,5%, perubahan kebun karet menjadi kebun sawit sebesar 11.698,1 ha atau 21,8% dan perubahan hutan tanaman menjadi tanah terbuka sebesar 10.195,7 ha atau 19%.

4. Laju deforetasi dalam kurun waktu dua tahun (2007 – 2009) adalah sebesar sebesar 10.264,3 ha atau sekitar 5.132,15 ha per tahun. Deforestasi terbesar terjadi pada tutupan lahan hutan tanaman menjadi kebun sawit seluas 6982,4 ha atau 68%.

5. Laju degradasi hutan di Provinsi Jambi antara tahun 2007 dan 2009 adalah sebesar 11.717,8 ha atau sekitar 5.858,9 per tahun. Degradasi terbesar terjadi pada tutupan lahan hutan tanaman menjadi tanah terbuka seluas 10.195,7 ha atau 87%

6. Secara spasial perubahan tutupan lahan di Provinsi Jambi bagian Timur memiliki pola menyebar atau random karena perubahan tidak hanya terjadi di satu Kabupaten saja akan tetapi tersebar di empat kabupaten yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari dan Muaro Bungo.

7. Secara temporal perubahan tutupan lahan terjadi pada musim kemarau karena

pada musim basah atau musim penghujan sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi Bagian Timur tergenang oleh air yang berasal dari luapan Sungai Batanghari.

5.2 Saran

Perlu adanya penelitian serupa mengenai identifikasi tutupan lahan dan perubahan tutupan lahan di Provinsi Jambi menggunakan citra radar tahun terbaru.

70

DAFTAR PUSTAKA

Bapeda Jambi. 2011. Jambi Dalam Angka 2005.

http://www.jambiprov.go.id/pages/rpjmd_bab_02.pdf. [2 Agustus 2012]. [BAPLAN] Badan Planologi Kehutanan, Pusat Inventarisasi dan Perpetaan Hutan,

Badan Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan. 2008. Pemantauan Sumber Daya Hutan. Jakarta: PIPH BAPLAN DEPHUT.

[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi. 2011. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Jambi 2011-2015, Jambi: BPS.

http://www.jambiprov.go.id/pages/rpjmd_bab_02.pdf. [29 Juni 2012]. Kementerian Kehutanan. 2012. Statistik Kehutanan Indonesia 2011. Jakarta:

Kementerian Kehutanan Direktoral Jendral Planalogi Kehutanan.

[JAXA] Japan Aerospace Exploration Agency. 2006. PALSAR : Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar.

http://www/eorc.jaxa.jp/ALOS/en/about/palsar.htm. [1 Agustus 2012]. Jaya INS, Kobayashi S. 1995. Classification of Detailed Forest Cover Types

based upon the Separability Algorithm: A case study in the Yahiko Mountain and Shibata Forest Area. Journal of the Remote Sensing Society of Japan, 15 (1): 40-53.

Jaya INS. 2010. Analisis Citra Digital: Perspektif penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.

[JICA – FAHUTAN IPB] Japan International Cooperation Agency dan Fakultas Kehutanan IPB. 2011. Manual Penafsiran Citra ALOS-PALSAR Untuk Mengenali Penutupan Lahan/Hutan di Indonesia. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.

Lillesand TM, Kiefer RW. 1990. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Dulbahri, Suharsono P, Hartono, Suharyadi, penerjemah; Sutanto, editor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari: Remote Sensing and Image Interpretation.

Purwadhi SH. 2001. Interpretasi Citra Digital. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

[RTRW] Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jambi. 2011. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Jambi 2011-2015, Jambi: BPS. http://www.jambiprov.go.id/pages/rpjmd_bab_02.pdf. [2 Agustus 2012].

Salman F. 2011. Evaluasi Manual Penafsiran Visual Citra Alos Palsar Dalam Mengidentifikasi penutupan Lahan Menggunakan Citra Alos Palsar Resolusi 50 M [Skripsi]. Bogor : Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Wasit U. 2010. Interpretasi Citra (Foto Udara, Landsat, Ikonos). Bogor : IPB Press.

Dokumen terkait