Rekomendasi Kebijakan
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Tempat dan Waktu Penelitian
4.4. Perumusan Model
Guna menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras di Indonesia, serta mengevaluasi dampak AFTA terhadap kesejahteraan produsen padi di Indonesia dengan menggunakan salah satu model ekonometrika yaitu model persamaan simultan. Terdapat empat tahapan dalam membangun model ekonometrika yaitu: (1) spesifikasi, (2) pendugaan, (3) evaluasi parameter estimasi, dan (4) evaluasi peramalan model (Koutsoyiannis, 1977). Spesifikasi model merupakan tahapan yang paling penting karena pada tahap ini model yang digunakan dalam penelitian atas dasar gambaran ekonomi, teknis, dan kelembagaan dari fenomena ekonomi yang dipelajari ke dalam hubungan matematik dan statistik.
Tahapan spesfikasi model menurut Koutsoyiannis (1977) meliputi penentuan (1) variabel dependen dan variabel penjelas yang akan dimasukkan ke dalam model, (2) harapan teoritis apriori mengenai tanda dan besaran parameter dari setiap persamaan. Dasar apriori adalah pengetahuan mengenai teori, logika, dan fakta empiris yang ada dalam hubungan ekonomi antar variabel dependen dan penjelas (3) bentuk matematis dari model (linier atau non linier, jumlah persamaan).
Model yang digunakan dalam penelitian ini disebut model permintaan dan penawaran di Indonesia. Model tersebut terdiri dari atas tujuh persamaan struktural dan empat persamaan identitas yang disajikan pada Lampiran 1.
40
4.4.1. Luas Areal Panen Padi
Luas areal panen padi merupakan fungsi dari harga riil gabah tingkat petani, harga riil jagung di tingkat petani, total kredit usahatani, harga riil pupuk urea t-1, curah hujan, dan luas areal panen padi t-1. Persamaan luas areal panen padi dirumuskan sebagai berikut :
LAPt = α0+ α1HRGTPt+ α2HRJTPt + α3TKUt + α4LHRPUKt + α5CRAHt
+ α6LLAPt+ ε1………..(4.1)
dimana :
LAPt = Luas areal panen padi tahun ke-t (Ha)
HRGTPt = Harga riil gabah tingkat petani tahun ke-t (Rp/Kg)
HRJTPt = Harga riil jagung tingkat petani tahun ke-t (Rp/Kg)
TKUt = Total kredit usahatani padi tahun ke-t (Rp)
LHRPUKt = Harga riil pupuk ureatahun ke-t-1 (Rp/Kg)
CRAHt = Curah hujan tahun ke-t (mm/tahun)
LLAPt = Luas areal panen padi tahun ke-t-1 (Ha)
ε1 =Standar error
Tanda dan besaran parameter dugaan yang diharapkan adalah α1, α3, α5> 0 ; α2,
α4< 0 ,dan 0 < α6 < 1.
4.4.2. Produktivitas Padi
Produktivitas padi dipengaruhi oleh harga riil gabah di tingkat petani, perubahan penggunaan pupuk, luas areal irigasi sawah, total kredit usahatani, dan produktivitas padi t-1. Persamaan produktivitas padi adalah sebagai berikut :
PRDVt = b0 + b1HRGTPt + b2STPPUKt + b3LAIt + b4TKUt + b5LPRDVt
+ ε2 ………(4.2)
dimana :
PRDVt = Produktivitas padi tahun ke-t (Ton/Ha)
HRGTPt = Harga riil gabah tingkat petani tahun ke-t (Rp/Kg)
STPPUKt = Perubahan penggunaan pupuk tahun ke-t (Kg/Ha)
LAIt = Luas areal irigasi sawah tahun ke-t (Ha)
TKUt = Total kredit usahatani padi tahun ke-t (Rp)
LPRDVt = Produktivitas padi tahun ke-t-1(Ton/Ha)
ε2 =Standar error
Tanda dan besaran parameter dugaan yang diharapkan adalah : b1, b2, b3,b4> 0 ;
41
4.4.3. Produksi Padi
Produksi padi merupakan hasil perkalian antara luas areal panen padi dengan produktivitas padi. Secara matematis produksi padi dapat dirumuskan sebagai berikut :
TPPt = LAPt * PRDVt………(4.3)
dimana :
TPPt = Total produksi padi tahun ke-t (Ton)
LAPt = Luas areal panen padi tahun ke-t (Ha)
PRDVt = Produktivitas padi tahun ke-t (Ton/Ha)
4.4.4. Produksi beras
Produksi beras diperoleh dari hasil perkalian antara produksi padi dengan faktor konversi. Berdasarkan hal tersebut, maka produksi beras dapat dirumuskan sebagai berikut :
PBt = TPPt * FKt ………(4.4)
dimana :
PBt = Produksi beras tahun ke-t (Ton)
TPPt = Total produksi padi tahun ke-t (Ton)
FKt = Faktor Konversi (0,63)
4.4.5. Harga Riil Gabah Tingkat Petani
Harga riil gabah di tingkat petani merupakan fungsi dari harga riil pembelian pemerintah, total produksi padi, harga riil beras impor Indonesia dan harga riil gabah di tingkat petani t-1. Secara matematis harga riil gabah di tingkat petani dapat dirumuskan sebagai berikut :
HRGTPt = c0 + c1HRPPt + c2TPPt + c3HRIMBt + c4LHRGTPt +ε3…..(4.5)
dimana :
HRGTPt = Harga riil gabah tingkat petani tahun ke-t (Rp/Kg)
HRPPt = Harga riil pembelian pemerintah tahun ke-t (Rp/Kg)
42 HRIMBt = Harga riil beras impor Indonesia tahun ke-t (US$/Ton)
LHRGTPt =Harga riil gabah tingkat petani tahun ke-t-1 (Rp/Kg)
ε3 =Standar error
Tanda dan besaran parameter dugaan yang diharapkan yakni : c1, c3> 0 ; c2 < 0
dan 0 < c4< 1.
4.4.6. Permintaan Beras
Menurut Dolan (1974) permintaan terhadap suatu komoditas akan dipengaruhi oleh harga komoditas itu sendiri, harga komoditas lain, selera, pendapatan, distribusi pendapatan, jumlah penduduk, dan harapan harga. Berdasarkan studi ini persamaan permintaan beras dipengaruhi oleh rasio harga riil beras Indonesia dengan harga riil gandum, pendapatan riil perkapita Indonesia, jumlah penduduk Indonesia, dan permintaan beras t-1. Secara matematis persamaan permintaan beras dapat dirumuskan sebagai berikut :
QDBRt = d0 + d1RHBRGDt + d2 PPRIt + d3JPIt + d4LQDBRt+ ε4…..(4.6)
dimana :
QDBRt = Permintaan beras indonesia tahunke-t (Kg)
RHBRGDt = Rasio harga riil beras Indonesia dengan harga riil gandum tahun
ke-t (Rp/Kg)
PPRIt = Pendapatan perkapita riil penduduk Indonesia tahun ke-t (Rp)
JPIt = Jumlah penduduk Indonesia tahun ke-t (Jiwa)
LQDBRt = Permintaan beras tahun ke-t-1 (Ton)
ε4 =Standar error
Tanda dan besaran parameter dugaan yang diharapkan adalah : d1< 0 ; d2, d3 > 0
dan 0 < d4<1
4.4.7. Penawaran Beras
Penawaran beras merupakan fungsi dari produksi beras, jumlah impor beras Indonesia, stok beras, dan stok beras t-1. Persamaan penawaran beras dapat dirumuskan sebagai berikut :
43 dimana :
QSBRt = Penawaran beras tahun ke-t (Ton)
PBt = Produksi beras tahun ke-t (Ton)
JIMBt = Jumlah impor beras Indonesia tahun ke-t (Ton)
STOKt = Stok beras tahun ke-t (Ton)
LSTOKt = Stok beras tahun ke-t-1 (Ton)
4.4.8. Harga Riil Beras Indonesia
Harga riil beras Indonesia dipengaruhi oleh penawaran beras dan tren waktu. Persamaan harga riil beras Indonesia dapat dirumuskan sebagai berikut :
HRBERt = e0 + e1QSBRt + e2TRENt + ε5………..(4.8)
dimana :
HRBERt = Harga riil beras Indonesia tahun ke-t (Rp/Kg)
QSBRt = Penawaran beras tahun ke-t (Ton)
TRENt = Tren waktu
ε5 =Standar error
Tanda dan besaran parameter dugaan yang diharapkan adalah : e1< 0 dan e2 > 0
4.4.9. Harga Riil Beras Impor Indonesia
Harga riil beras impor dipengaruhi oleh harga riil beras dunia, tarif impor nilai tukar riil, tren waktu, dan harga riil beras impor Indonesia t-1. Secara matematis harga riil beras impor Indonesia dapat dirumuskan sebagai berikut :
HRIMBt = f0 + f1HRBDt + f2TRIFt + f3EXCTt + f4TRENt + f5LHRIMBt
+ ε6………...(4.9)
dimana :
HRIMBt = Harga riil beras impor Indonesia tahun ke-t (US$/Ton)
HRBDt = Harga riil beras dunia tahun ke-t (US$/Ton)
TRIFt = Tarif impor beras tahun ke-t (Rp/Kg)
EXCTt = Nilai tukar riil (Rp/US$)
TRENt = Tren waktu
LHRIMBt = Harga riil beras impor Indonesia tahun ke-t-1 (US$/Ton)
ε6 =Standar error
Tanda dan besaran parameter dugaan yang diharapkan adalah : f1,f2 > 0; f3,f4 < 0,
44
4.4.10. Jumlah Impor Beras Indonesia
Model jumlah impor beras Indonesia merupakan fungsi dari harga riil beras impor Indonesia, nilai tukar riil, stok beras t-1, jumlah penduduk Indonesia dan jumlah impor beras Indonesia t-1. Fungsi dari persamaan jumlah impor beras Indonesia adalah sebagai berikut :
JIMBt = g0 + g1HRIMBt + g2EXCTt + g3LSTOKt + g4JPIt +
g5LJIMBt + ε7 ………..(4.10)
dimana :
JIMBt = Jumlah impor beras Indonesia tahun ke-t (Ton)
HRIMBt = Harga riil beras impor Indonesia tahun ke-t (US$/Ton)
EXCTt = Nilai tukar riil tahun ke-t (Rp/US$)
LSTOKt = Stok beras tahun ke-t-1 (Ton)
JPIt = Jumlah penduduk Indonesia tahunke-t (Jiwa)
LJIMBt = Jumlah impor beras Indonesia tahun ke-t-1 (Ton)
ε7 =Standar error
Tanda dan besaran parameter dugaan yang diharapkan yakni : g4 > 0 ; g1,g2,g3 < 0
dan 0 < g5< 1.
4.4.11. Marjin Pemasaran Beras
Marjin pemasaran beras dapat didefinisikan sebagai selisih antara harga riil beras Indonesia dengan harga riil gabah tingkat petani. Persamaan marjin pemasaran beras dapat dirumuskan sebagai berikut :
MPBt = HRBERt– HRGTPt………..(4.11)
dimana :
MPBt = Marjin pemasaran beras tahun ke-t (Rp/Kg)
HRGTPt = Harga riil gabah tingkat petani tahun ke-t (Rp/Kg)
HRBERt = Harga riil beras Indonesia tahun ke-t (Rp/Kg)