• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perundangan-Undangan dan Peraturan lainnya:

Dalam dokumen ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN M (27) (Halaman 103-145)

DAFTAR PUSTAKA

B. Perundangan-Undangan dan Peraturan lainnya:

UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan

UU No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Usaha Peraturan Standar Akuntansi No. 31 Revisi tahun 2000

Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005. Perihal: Kualitas Aktiva Bak Umum Peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011. Perihal: Penilaian Tingkat Kesehatan

Bank Umum. Jakarta: Bank Indonesia

Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004. Perihal: Tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum

Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP. Perihal: Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Jakarta: Bank Indonesia

Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/12/DPNP.Perihal: Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. Jakarta: Bank Indonesia

Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/24/DPNP. Perihal: Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Jakarta: Bank Indonesia

104

105

Lampiran 1.1 Perhitungan ATMR BRI

Perhitungan ATMR

2013 2014

Nilai

Rupiah Bobot % ATMR Nilai Rupiah

Bobot

% ATMR

Kas 19.171.778 0% - 22.469.167 0% -

Giro pada BI 40.718.495 0% - 51.184.429 0% -

Giro pada Bank Lain 9.435.197 20% 1.887.039 10.580.440 20% 2.116.088

Surat Berharga yang dimiliki- neto 6.023.133 45% 2.710.410 8.257.990 45% 3.716.096

Cadangan Kerugian penurunan nilai - 77 20% - 15 - 20% -

Penempatan pada BI dan Bank lain 36.306.883 45% 16.338.097 62.035.442 45% 27.915.949

Cadangan kerugian penurunan nilai - 20% - - 20% -

Efek-efek 42.674.437 45% 19.203.497 84.168.460 45% 37.875.807

Cadangan kerugian penurunan nilai - 772 20% -

154 - 20% -

Tagihan wesel ekspor 8.926.072 45% 4.016.732 10.526.985 45% 4.737.143

Obligasi rekapitulasi pemerintah 4.511.419 20% 902.284 4.303.596 20% 860.719

Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual

kembali 14.440.063 45% 6.498.028 39.003.595 45% 17.551.618

Tagihan derivative 4.981 20% 996 536 20% 107

Kredit yang diberikan 434.316.466 45% 188.615.129 495.097.288 45% 215.645.014

Cadangan kerugian penurunan nilai -

15.171.736 - 5.886.145

106

Tagihan akseptasi 3.679.684 45% 1.655.858 6.525.688 45% 2.936.560

Penyertaan saham 222.851 45% 100.283 251.573 45% 113.208

Cadangan kerugian penurunan nilai - 20% 20%

Aset tetap:

Biaya perolehan 8.817.641 100% 8.817.641 11.583.301 100% 11.583.301

Akumulasi penyusutan - 4.845.029 100% - 4.845.029 - 5.665.831 100% - 5.665.831

Nilai buku-neto 3.972.612 100% 3.972.612 5.917.470 100% 5.917.470

Aset pajak tangguhan-neto 2.188.506 100% 2.188.506 1.659.705 100% 1.659.705

Aset lain-lain-neto 7.004.037 100% 7.004.037 8.792.889 100% 8.792.889

107

Lampiran 1.2 Perhitungan ATMR BNI

Perhitungan ATMR 2013 2014 Nilai Rupiah Bobot % ATMR Nilai Rupiah Bobot % ATMR Kas 10.089.927 0% - 11.435.686 0% - Giro pada BI 23.130.059 0% - 4.597.538 0% -

Giro pada Bank Lain 4.103.838 20% 820.768 4.497.429 20% 899.486 Surat Berharga yang dimiliki- neto 6.036.533 45% 2.716.440 6.158.031 45% 2.771.114 Cadangan Kerugian penurunan nilai - 1.709 20% - 342 - 1 .589 20% - 318 Penempatan pada BI dan Bank lain 23.474.807 45% 10.563.663 14.5229.531 45% 6.538.289 Cadangan kerugian penurunan nilai - 2.105 20% - 421 - 2 .109 20% - 422

Efek-efek 8.527.597 45% 3.837.419 12.743.298 45% 5.734.484

Cadangan kerugian penurunan nilai - 14.435 20% - 2.887 - 5 .002 20% - 1.000

Tagihan wesel ekspor 3.416.879 45% 1.537.596 2.301.311 45% 1.035.590

Obligasi rekapitulasi pemerintah 44.884.492 20% 8.976.898 43.829.797 20% 8.765.959 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual

kembali 1.896.556 45% 853.450 6.237.356 45% 2.806.810

Tagihan derivatif 177.839 20% 35.568 165.093 20% 33.019

Kredit yang diberikan 250.637.843 45% 109.691.013 277.622.281 45% 121.793.394 Cadangan kerugian penurunan nilai - 6.880.036 - 6.970.295

243.757.807 270.651.986

108 Penyertaan saham 61.501 45% 27.675

62.141 45% 27.963 Cadangan kerugian penurunan nilai - 21.994 20% - 4.399 - 24.707 20% - 4.941

Aset tetap: Biaya perolehan 11.181.236 100% 11.181.236 12.509.791 100% 12.509.791 Akumulasi penyusutan - 5.667.667 100% - 5.667.667 - 6.287.741 100% - 6.287.741 Nilai buku-neto 5.513.569 100% 5.513.569 6.222.050 100% 6.222.050

Aset pajak tangguhan-neto 986.462 100% 986.462 668.314 100% 668.314

Aset lain-lain-neto 3.156.891 100% 3.156.891 3.369.915 100% 3.369.915

109

Lampiran 1.3

Perhitungan ATMR Bank Mandiri

Perhitungan ATMR

2013 2014

Nilai Rupiah

Bobot

% ATMR Nilai Rupiah

Bobot

% ATMR

Kas 19.051.934 0% - 20.704.563 0% -

Giro pada BI 43.904.419 0% - 50.598.840 0% -

Giro pada Bank Lain 14.048.075 20% 2.809.615 8.986.831 20% 1.797.366 Surat Berharga yang dimiliki- neto 1.779.597 45% 800.819 2.009.625 45% 904.331 Cadangan Kerugian penurunan nilai - 11.591 20% - 2.318 - 3.364 20% - 673 Penempatan pada BI dan Bank lain 45.219.433 45% 20.348.745 61.212.752 45% 27.545.738 Cadangan kerugian penurunan nilai - 105.599 20% - 21.120 - 95.147 20% - 19.029

Efek-efek 27.389.250 45% 12.325.163 40.851.158 45% 18.383.021

Cadangan kerugian penurunan nilai - 586.702 20% - 117.340 - 386.000 20% - 77.200 Tagihan wesel ekspor 1.970.027 45% 886.512 1.205.656 45% 542.545 Obligasi rekapitulasi pemerintah 82.227.428 20% 16.445.486 86.153.906 20% 17.230.781 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual

kembali 3.737.613 45% 1.681.926 19.744.804 45% 8.885.162

Tagihan derivatif 170.878 20% 34.176 71.044 20% 14.209 Kredit yang diberikan 467.170.449 45% 202.785.659 523.101.817 45% 227.427.692 Cadangan kerugian penurunan nilai - 16.535.651 - 17.706.947

450.634.798 505.394.870

Tagihan akseptasi 10.114.889 45% 4.551.700 13.007.132 45% 5.853.209 Penyertaan saham 58.672 45% 26.402 7.891 45% 3.551

110 Cadangan kerugian penurunan nilai - 3.182 20% - 636 - 3.224 20% - 645

Aset tetap:

Biaya perolehan 13.258.249 100% 13.258.249 15.487.052 100% 15.487.052 Akumulasi penyusutan - 5.612.651 100% - 5.612.651 - 6.558.196 100% - 6.558.196 Nilai buku-neto 7.645.598 100% 7.645.598 8.928.856 100% 8.928.856 Aset pajak tangguhan-neto 4.322.498 100% 4.322.498 4.189.120 100% 4.189.120 Aset lain-lain-neto 8.908.732 100% 8.908.732 11.239.398 100% 11.239.398

111 Lampiran 1.4 Perhitungan ATMR BTN Perhitungan ATMR 2013 2014 Nilai Rupiah Bobot

% ATMR Nilai Rupiah

Bobot

% ATMR

Kas 924.451 0% - 920.482 0% -

Giro pada BI 9.858.758 0% - 9.371.509 0% -

Giro pada Bank Lain 402.523 20% 80.505 1.094.964 20% 218.993 Surat Berharga yang dimiliki- neto 8.836.711 45% 3.976.520 8.519.884 45% 3.833.948 Cadangan Kerugian penurunan nilai - 2.308 20% - 462 - 1.571 20% - 314 Penempatan pada BI dan Bank lain 4.839.318 45% 2.177.693 1.496.455 45% 673.404.75 Cadangan kerugian penurunan nilai - 50 20% - 10 - 20% -

Efek-efek 4.210.440 45% 1.894.698 5.446.372 45% 2.450.867

Cadangan kerugian penurunan nilai - 8.758 20% - 1.752 - 9.402 20% - 1.880

Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan - 45% - - 45% -

Obligasi rekapitulasi pemerintah 8.384.960 20% 1.676.992 8.238.065 20% 1.647.613 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual

kembali 2.652.730 45% 1.193.729 3.817.603 45% 1.717.921

Tagihan derivatif 20% - 20% -

Kredit yang diberikan 92.386.308 45% 41.120.481 106.271.277 45% 47.207.639 Cadangan kerugian penurunan nilai - 1.007.461 - 1.365.412

91.378.847 104.905.865

Tagihan akseptasi - 45% - - 45% -

112

Cadangan kerugian penurunan nilai - 20% - 20%

Aset tetap:

Biaya perolehan 2.833.751 100% 2.833.751 3.000.882 100% 3.000.882 Akumulasi penyusutan - 1.311.027 100% - 1.311.027 - 1.512.499 100% - 1.512.499 Nilai buku-neto 1.522.724 100% 1.522.724 1.488.383 100% 1.488.383

Aset pajak tangguhan-neto 100% - 100% -

Aset lain-lain-neto 783.770 100% 783.770 1.007.989 100% 1.007.989

113

Lampiran 2.1 Perhitungan Modal BRI

Modal Bank 2013 2014

Modal Inti

a. Modal disetor 6.167.291 6.167.291

b. Modal Tambahan :

a) Agio Saham 2.773.858 2.773.858

b) Selisih kurs positif 82.083 56.468 c) Laba tahun lalu dihitung 100% 18.687.380 21.354.330 d) Laba tahun berjalan dihitung 50% 10.677.165 12.126.923 c. Faktor pengurang

a) Rugi tahun lalu dihitung 100% - - b) Rugi tahun berjalan dihitung 100% (727.644) (198.888) 2. Modal Pelengkap

Faktor penambah :

a. Kepentingan non pengendali 163.751 177.012 b. Cadangan 1.25% x ATMR 3.238.324 4.196.948

Modal bank 41.062.208 46.653.942

Lampiran 2.2 Perhitungan Modal BNI

Modal Bank 2013 2014

Modal Inti

a. Modal disetor 9.054.807 9.054.807

b. Modal Tambahan :

a) Agio Saham 14.568.468 14.568.468

b) Selisih kurs positif 4.944 58.038 c) Laba tahun lalu dihitung 100% 7.048.362 9.057.941 d) Laba tahun berjalan dihitung 50% 4.528.971 5.414.690 c. Faktor pengurang

a) Rugi tahun lalu dihitung 100% - - b) Rugi tahun berjalan dihitung 100% (2.933.465) (1.944.698) 2. Modal Pelengkap

Faktor penambah :

a. Kepentingan non pengendali 83.270 1.949.535 b. Cadangan 1.25% x ATMR 1.992.355 2.156.147

114

Lampiran 2.3

Perhitungan Modal Bank Mandiri

Modal Bank 2013 2014

Modal Inti

a. Modal disetor 11.666.667 11.666.667

b. Modal Tambahan :

a) Agio Saham 17.316.192 17.316.192

b) Selisih kurs positif 211.620 203.625 c) Laba tahun lalu dihitung 100% - - d) Laba tahun berjalan dihitung 50% 9.414.967 10.327.392 c. Faktor pengurang

a) Rugi tahun lalu dihitung 100% - - b) Rugi tahun berjalan dihitung 100% (1.417.240) (571.348) 2. Modal Pelengkap

Faktor penambah :

a. Kepentingan non pengendali 1.371.359 2.186.681 b. Cadangan 1.25% x ATMR 3.638.465 4.272.203 Modal bank 42.202.030 45.401.412 Lampiran 2.4 Perhitungan Modal BTN Modal Bank 2013 2014 Modal Inti a. Modal disetor 5.282.427 5.283.848 b. Modal Tambahan : a) Agio Saham 2.025.764 2.028.136

b) Selisih kurs positif - - c) Laba tahun lalu dihitung 100%

d) Laba tahun berjalan dihitung 50% 781.081 557.796 c. Faktor pengurang

a) Rugi tahun lalu dihitung 100% - - b) Rugi tahun berjalan dihitung 100% (90.046) (90.013) 2. Modal Pelengkap

Faktor penambah :

a. Kepentingan non pengendali - - b. Cadangan 1.25% x ATMR 4.272.203 3.638.465

115

Lampiran 3.1

Perhitungan Aktiva Produktif BRI

Aktiva Produktif 2014 2013 2012

Kredit yang diberikan (netto) 479.211.14 3

419.144.73

0 336.081.042 Surat Berharga (Efek-efek dan

Obligasi) 88.472.056 47.185.084 45.452.496

Giro pada BI dan Bank lain 61.764.869 50.153.615 47.366.101 Penempatan di BI dan Bank lain 62.035.422 36.306.883 66.242.928

Tagihan Akseptasi 6.525.688 3.679.684 4.786.121

Tagihan Derivatif 536 4.981 28.850

Penyertaan Modal (Saham) 251.573 222.851 197.278 Efek-efek yang dibeli dengan janji

di jual kembali 39.003.595 14.440.063 9.550.521

Total Aktiva Produktif 737.264.88

2

571.137.89

1 509.705.337 Lampiran 3.2

Perhitungan Aktiva Produktif BNI

Aktiva Produktif 2014 2013 2012

Kredit yang diberikan (netto) 270.651.98 6

243.757.80

7 193.834.670 Surat Berharga (Efek-efek dan

Obligasi) 56.568.093 53.397.654 51.232.926

Giro pada BI dan Bank lain 29.093.378 27.232.188 28.263.089 Penempatan di BI dan Bank lain 14.529.531 23.472.702 32.616.662 Tagihan Akseptasi 12.466.819 11.548.946 10.077.154

Tagihan Derivatif 165.093 177.839 10.571

Penyertaan Modal (Saham) 37.434 39.507 24.026

Efek-efek yang dibeli dengan janji

di jual kembali 6.237.356 1.896.566 1.896.556

Total Aktiva Produktif 389.749.69

0

361.523.20

116

Lampiran 3.3

Perhitungan Aktiva Produktif Bank Mandiri

Aktiva Produktif 2014 2013 2012

Kredit yang diberikan (netto) 505.394.87 0

450.634.79

8 370.570.356 Surat Berharga (Efek-efek dan

Obligasi)

127.005.06 4

109.029.97

6 99.591.855 Giro pada BI dan Bank lain 59.582.307 57.940.903 47.917.659 Penempatan di BI dan Bank lain 61.117.605 45.113.834 48.238.225 Tagihan Akseptasi 13.007.132 10.114.889 7.920.471

Tagihan Derivatif 71.044 170.878 87.143

Penyertaan Modal (Saham) 55.490 4.667 4.306

Efek-efek yang dibeli dengan janji

di jual kembali 19.744.804 3.737.613 14.515.238

Total Aktiva Produktif 785.978.31

6

676.747.55

8 588.845.253 Lampiran 3.4

Perhitungan Aktiva Produktif BTN

Aktiva Produktif 2014 2013 2012

Kredit yang diberikan (netto) 104.905.86

5 91.378.847 74.621.792 Surat Berharga (Efek-efek dan

Obligasi) 13.675.035 12.586.642 8.202.883

Giro pada BI dan Bank lain 10.464.902 10.258.973 7.459.578 Penempatan di BI dan Bank lain 1.496.455 4.839.268 11.466.296

Tagihan Akseptasi - - -

Tagihan Derivatif - - -

Penyertaan Modal (Saham) - - -

Efek-efek yang dibeli dengan janji

di jual kembali 5.436.970 4.201.682 1.013.796

Total Aktiva Produktif 135.979.22

7

123.265.41

117

Lampiran 4.1

Analisis Pelaksanaan GCG BRI

Faktor

Tahun

2013 2014

Analisis Peringkat Analisis Peringka

t

1

a. Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi

anggota Dewan Komisaris telah sangat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jumlah anggota Dewan Komisaris per 31 Desember

2013 adalah 8 orang dan seluruhnya berdomisili di Indonesia.

Setiap anggota Dewan Komisairis dapat bertindak

dan mengambil keputusan secara independen. Komisaris Independen berjumlah 4 orang atau 50% dari jumlah anggota Dewan Komisaris.

b. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan

Komisaris telah berjalan sangat efektif sesuai dengan anggaran dasar perseroan.

c. Dewan Komisaris telah menyelenggarakan rapat

dengan sangat efektif dan efisien dan telah dituang di dalam dokumen rapat. Selama tahun pelaporan 2013, Dewan Komisaris melakukan rapat sebanyak 41 kali dengan rekapitulasi kehadiran rata-rata 85,75%

d. Aspek transparansi anggota Dewan Komisaris sangat

baik dan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan,

kepengurusan, kepemilikan saham dan atau

hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain

1

a. Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi

anggota Dewan Komisaris telah sangat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jumlah anggota Dewan Komisaris per 31 Desember

2013 adalah 8 orang dan seluruhnya berdomisili di Indonesia.

Setiap anggota Dewan Komisairis dapat bertindak

dan mengambil keputusan secara independen. Komisaris Independen berjumlah 5 orang atau 62,5% dari jumlah anggota Dewan Komisaris.

b. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan

Komisaris telah berjalan efektif sangat sesuai dengan anggaran dasar perseroan.

c. Dewan Komisaris telah menyelenggarakan rapat

dengan sangat efektif dan efisien dan telah dituang di dalam dokumen rapat. Selama tahun pelaporan 2013, Dewan Komisaris melakukan rapat sebanyak 57 kali.

d. Aspek transparansi anggota Dewan Komisaris sangat

baik dan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan,

kepengurusan, kepemilikan saham dan atau

hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain

118

yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, tidak

terdapat setoran saham Dewan Komisaris dan telah dilaporkan dalam Laporan Tahunan.

yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2014, tidak

terdapat setoran saham Dewan Komisaris dan telah dilaporkan dalam Laporan Tahunan.

2

a. Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi

anggota Direksi sangat sesuai.

Anggota Direksi BRI berjumlah 11 orang yang

secara mayoritas telah memiliki pengalaman dan seluruhnya berdomisili di Indonesia.

b. Seluruh anggota Direksi mampu bertindak dan

mengambil keputusan secara independen dengan tidak adanya anggota yang merangkap jabatan debagai dewan komisaris serta tidak ada hubungan keluarga hingga derajat dua.

c. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi telah

memenuhi prinsip-prinsip GCG, berjalan sangat efektif dan tidak ada kelemahan minor.

d. Rapat Direksi terselenggara secara sangat efektif dan

efisien.

Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan

musyawarah untuk mufakat. Jika keputusan

berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan harus diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat yang bersangkutan.

e. Aspek transparansi anggota Direksi sangat baik dan

tidak pernah melanggar ketentuan / perundangan yang berlaku.

Per 31 Desember 2013, 5 dari 11 anggota direksi

memiliki kepemilikan saham masing-masing tidak mencapai 5% dari modal disetor.

1

a. Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi

anggota Direksi sangat sesuai.

Anggota Direksi BRI berjumlah 11 orang yang

secara mayoritas telah memiliki pengalaman dan seluruhnya berdomisili di Indonesia.

b. Seluruh anggota Direksi mampu bertindak dan

mengambil keputusan secara independen dengan tidak adanya anggota yang merangkap jabatan debagai dewan komisaris serta tidak ada hubungan keluarga hingga derajat dua.

c. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi telah

memenuhi prinsip-prinsip GCG, berjalan sangat efektif dan tidak ada kelemahan minor.

d. Rapat Direksi terselenggara secara sangat efektif dan

efisien.

Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan

musyawarah untuk mufakat. Jika keputusan

berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan harus diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat yang bersangkutan.

e. Aspek transparansi anggota Direksi sangat baik dan

tidak pernah melanggar ketentuan / perundangan yang berlaku.

Per 31 Desember 2013, 4 dari 11 anggota direksi

memiliki kepemilikan saham masing-masing tidak mencapai 5% dari modal disetor.

119

3

a. Komposisi dan kompetensi anggota Komite-Komite

sangat sesuai dibandingkan dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank.

Komite Audit terdiri dari seorang Ketua yang

merupakan Komisaris Independen, dua orang anggota yang merupakan Komisaris Independen, dua orang anggota yang merupakan Komisaris, dan tiga orang anggota non Komisaris yang ahli di bidang keuangan, akuntansi, hukum, dan perbankan.

b. Pelaksanaan tugas Komite-Komite telah berjalan

sangat efektif dan tidak ada kelemahan minor.

c. Rekomendasi Komite-Komite, sangat bermanfaat

dan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan keputusan Dewan Komisaris.

Penyelenggaraan rapat Komite-Komite berjalan

sesuai dengan pedoman intern dan terselenggara secara sangat efektif dan efisien

Rapat Komite diadakan 5 kali dalam tahun 2013.

1

a. Komposisi dan kompetensi anggota Komite-Komite

sangat sesuai dibandingkan dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank.

Komite Audit BRI terdiri dari seorang Ketua yang

merupakan Komisaris Independen, dua orang anggota yang merupakan Komisaris Independen, dua orang anggota yang merupakan Komisaris, dan tiga orang anggota non Komisaris yang ahli di bidang keuangan, akuntansi, hukum, dan perbankan.

b. Pelaksanaan tugas Komite-Komite telah berjalan

sangat efektif dan tidak ada kelemahan minor.

c. Rekomendasi Komite-Komite, sangat bermanfaat

dan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan keputusan Dewan Komisaris.

Penyelenggaraan rapat Komite-Komite berjalan

sesuai dengan pedoman intern dan terselenggara secara sangat efektif dan efisien

Rapat Komite diadakan 16 kali dalam tahun 2013.

1

4

a. Bank memiliki kebijakan, sistem dan prosedur

penyelesaian benturan kepentingan yang sangat lengkap dan efektif.

Ketentuan benturan kepentingan telah diatur dalam

Pedoman GCG Bank.

b. Seluruh benturan kepentingan telah diungkap dalam

setiap keputusan, telah dilengkapi dengan risalah rapat, telah diadministrasikan dan terdokumentasi dengan sangat baik.

Tidak ada transaksi yang mengandung benturan

kepentingan selama tahun pelaporan sebagaimana yang disebutkan dalam peraturan BAPEPAM-LK

1

a. Bank memiliki kebijakan, sistem dan prosedur

penyelesaian benturan kepentingan yang sangat lengkap dan efektif.

Ketentuan benturan kepentingan telah diatur dalam

Pedoman GCG Bank.

b. Seluruh benturan kepentingan telah diungkap dalam

setiap keputusan, telah dilengkapi dengan risalah rapat, telah diadministrasikan dan terdokumentasi dengan sangat baik.

Tidak ada transaksi yang mengandung benturan

kepentingan selama tahun pelaporan sebagaimana yang disebutkan dalam peraturan BAPEPAM-LK

120

No.IX.E.1

c. Benturan kepentingan tidak merugikan atau

mengurangi keuntungan Bank.

No.IX.E.1

c. Benturan kepentingan tidak merugikan atau

mengurangi keuntungan Bank.

5

a. Kepatuhan Bank tergolong baik dan tidak pernah

melakukan pelanggaran.

b. Pelaksanaan tugas dan independensi Direktur

Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan berjalan efektif.

Baik Direktur Kepatuhan maupun Kepala Divisi

Kepatuhan telah memenuhi persyaratan

independensi serta kriteria sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia.

c. Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan

melakukan review secara berkala mengenai

kepatuhan satuan kerja operasional.

Satuan Kerja Kepatuhan secara independen sudah

terbentuk dengan nama Divisi Kepatuhan yang bertanggung jawab kepada Direktur Kepatuhan.

d. Pedoman, sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang

organisasi tersedia secara lengkap, kini dan sesuai dengan ketentuan dan perundang undangan yang berlaku.

Piagam kepatuhan ditetapkan berdasarkan Surat

Keputusan Direksi BRI Nokep :

S.223-DIR/DKP/10/2011 tanggal 25 Oktober 2011

2

a. Kepatuhan Bank tergolong sangat baik dan tidak

pernah melakukan pelanggaran.

b. Pelaksanaan tugas dan independensi Direktur

Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan berjalan sangat efektif.

Baik Direktur Kepatuhan maupun Kepala Divisi

Kepatuhan telah memenuhi persyaratan independensi serta kriteria sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia.

c. Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan

melakukan review secara berkala mengenai kepatuhan seluruh satuan kerja operasional.

Satuan Kerja Kepatuhan secara independen sudah

terbentuk dengan nama Divisi Kepatuhan yang bertanggung jawab kepada Direktur Kepatuhan.

d. Pedoman, sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang

organisasi tersedia secara sangat lengkap, kini dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang undangan yang berlaku.

e. Piagam kepatuhan ditetapkan berdasarkan Surat

Keputusan Direksi BRI Nokep :

S.223-DIR/DKP/10/2011 tanggal 25 Oktober 2011

1

6

a. Pelaksanaan fungsi audit intern Bank telah berjalan

efektif, pedoman intern sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan dalam SPFAIB dan tidak ada kelemahan minor.

Fungsi audit intern di BRI dijalankan oleh Satuan

Kerja Audit Intern yang bertanggung jawab langsung

kepada Direktur Utama dan memiliki akses

2

a. Pelaksanaan fungsi audit intern Bank telah berjalan

sangat efektif, pedoman intern sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan dalam SPFAIB dan tidak ada kelemahan minor.

Fungsi audit intern di BRI dijalankan oleh Satuan

Kerja Audit Intern yang bertanggung jawab langsung

kepada Direktur Utama dan memiliki akses

121

komunikasi langsung (communica tion line) kepada

Komite Audit untuk berkoordinasi dan

menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan dan hasil audit.

b. SKAI telah menjalankan fungsinya secara

independen dan obyektif.

komunikasi langsung (communica tion line) kepada Komite Audit untuk berkoordinasi dan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan dan hasil audit.

b. SKAI telah menjalankan fungsinya secara sangat

independen dan obyektif.

7

a. Pelaksanaan audit oleh Akuntan Publik sangat efektif

dan sesuai dengan persyaratan minimum yang ditetapkan dalam ketentuan.

Bank telah menunjuk Akuntan Publik dan KAP yang

terdaftar di Bank Indonesia dan telah memenuhi aspek-aspek penugasan audit.

Bank tidak melakukan penunjukan KAP yang sama

untuk periode audit 5 (lima) tahun berturut-turut yaitu 3 tahun (2011-2013).

b. Kualitas dan cakupan hasil audit Akuntan Publik

sangat baik.

c. Pelaksanaan audit dilakukan oleh Akuntan

Publik/KAP sangat independen dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

1

a. Pelaksanaan audit oleh Akuntan Publik sangat efektif

dan sesuai dengan persyaratan minimum yang ditetapkan dalam ketentuan.

Bank telah menunjuk Akuntan Publik dan KAP yang

terdaftar di Bank Indonesia dan telah memenuhi aspek-aspek penugasan audit.

Bank tidak melakukan yang sama untuk periode audit

5 (lima) tahun berturut-turut yaitu 4 tahun (2011-2014).

b. Kualitas dan cakupan hasil audit Akuntan Publik

sangat baik.

c. Pelaksanaan audit dilakukan oleh Akuntan

Publik/KAP sangat independen dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

1

8

a. Manajemen sangat efektif mengidentifikasi dan

mengendalikan seluruh risiko Bank.

b. Manajemen sangat aktif pemantauan kebijakan,

prosedur, dan penetapan limit, sistem informasi manajemen yang komprehensif dan sangat efektif untuk memelihara kondisi internal Bank yang sehat.

Penetapan limit-limit risiko dan pelaksa naan stress

testing.

Profil Risiko Bank telah dipantau dan dievaluasi

setiap triwulan.

c. Prosedur dan penerapan pengendalian intern Bank

sangat komprehensif dan sangat sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha serta risiko yang dihadapi Bank.

1

a. Manajemen sangat efektif mengidentifikasi dan

mengendalikan seluruh risiko Bank.

b. Manajemen sangat aktif pemantauan kebijakan,

prosedur, dan penetapan limit, sistem informasi manajemen yang komprehensif dan sangat efektif untuk memelihara kondisi internal Bank yang sehat.

Penetapan limit-limit risiko dan pelaksa naan stress

testing.

c. Prosedur dan penerapan pengendalian intern Bank

sangat komprehensif dan sangat sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha serta risiko yang dihadapi Bank.

122

d. Manajemen sangat efektif dalam memantau

kesesuaian kondisi Bank dengan prinsip pengelolaan Bank yang sehat.

Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap

kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi.

e. Penerapan pengendalian intern, tidak menunjukkan

adanya kelemahan.

d. Manajemen sangat efektif dalam memantau

kesesuaian kondisi Bank dengan prinsip pengelolaan Bank yang sehat.

Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap

kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi.

Hasil audit Laporan Keuangan Bank tahun 2013 yang

telah disampaikan KAP Purwantoro, Suherman & Surja - Ernst & Young dengan mendapat opini

Wajar Tanpa Pengecualian

e. Penerapan pengendalian intern, tidak menunjukkan

adanya kelemahan.

9

a. Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur

tertulis yang up to date dan lengkap untuk

penyediaan dana kepada pihak terkait dan

penyediaan dana besar .

BRI yang mengacu pada ketentuan BI yaitu

Sta nda rdized Approa ch Ba sel II sejak Januari 2012.

b. Tidak pernah ada pelanggaran dan pelampauan

BMPK maupun prinsip kehati-hatian.

c. Bank tidak pernah melanggar atau melampaui

BMPK dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan undang-undang yang berlaku.

d. Diversifikasi penyediaan dana merata.

e. Pengambilan keputusan dalam penyediaan dana

kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar dilakukan dengan independen.

f. Penyediaan dana kepada Pihak Terkait dilakukan

atas persetujuan Dewan Komisaris BRI.

g. Bank telah menyampaikan secara berkala Laporan

BMPK kepada Bank Indonesia secara tepat waktu.

2

a. Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur

tertulis yang up to date dan lengkap untuk penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar .

BRI yang mengacu pada ketentuan BI yaitu

Sta nda rdized Approa ch Ba sel II sejak Januari 2012.

b. Tidak pernah ada pelanggaran dan pelampauan BMPK

maupun prinsip kehati-hatian.

c. Bank tidak pernah melanggar atau melampaui BMPK

dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan undang-undang yang berlaku.

d. Diversifikasi penyediaan dana merata.

e. Pengambilan keputusan dalam penyediaan dana

kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar dilakukan dengan independen.

f. Penyediaan dana kepada Pihak Terkait dilakukan atas

persetujuan Dewan Komisaris BRI.

g. Bank telah menyampaikan secara berkala Laporan

BMPK kepada Bank Indonesia secara tepat waktu.

2

10 a. Bank sangat transparan dalam menyampaikan

informasi keuangan dan non-keuangan kepada publik 1

a. Bank sangat transparan dalam menyampaikan

123

melalui homepa ge Bank dan media yang sangat mudah diakses.

b. Cakupan informasi keuangan dan non-keuangan

tersedia sangat tepat waktu, lengkap, akurat, kini dan utuh.

c. Bank sangat transparan menyampaikan informasi

produk dan jasa, menerapkan pengelolaan pengaduan nasabah dengan sangat efektif serta memelihara data dan informasi pribadi nasabah dengan sangat memadai.

d. Cakupan laporan pelaksanaan GCG sangat lengkap,

akurat, kini dan utuh, telah disampaikan secara sangat tepat waktu kepada sha reholder sesuai ketentuan yang berlaku.

e. Sistem Informasi Manajemen Bank khususnya terkait

Sistem Pelaporan Internal Bank mampu menyediakan data dan informasi dengan sangat tepat waktu, akurat, lengkap dan sangat handal serta efektif untuk pengambilan keputusan manajemen.

melalui homepa ge Bank dan media yang sangat mudah diakses.

b. Cakupan informasi keuangan dan non-keuangan

tersedia sangat tepat waktu, lengkap, akurat, kini dan utuh.

c. Bank sangat transparan menyampaikan informasi

produk dan jasa, menerapkan pengelolaan pengaduan nasabah dengan sangat efektif serta memelihara data dan informasi pribadi nasabah dengan sangat memadai.

d. Cakupan laporan pelaksanaan GCG sangat lengkap,

akurat, kini dan utuh, telah disampaikan secara sangat tepat waktu kepada sha reholder sesuai ketentuan yang berlaku.

e. Sistem Informasi Manajemen Bank khus usnya terkait

Dalam dokumen ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN M (27) (Halaman 103-145)

Dokumen terkait