Universitas Pertamina - 34
Business Partnership Group (IABPG) yang salah satunya adalah mengadakan
proyek percobaan pertukaran keterampilan tenaga kerja serta kerja sama di bidang pertanian. Di perundingan pertama juga, kedua pihak mempublikasikan dokumen yang telah disepakati pada putaran pertama sebagai bentuk transparansi publik. Perundingan putaran kedua yang dilaksanakan saat pertemuan ketiga, yaitu tepat saat kedua negara sepakat untuk melanjutkan kembali kerja sama IA-CEPA perihal yang langsung menjadi kesepakatan kedua pihak adalah terkait dengan keamanan makanan dan standar makanan yang akan diekspor oleh Indonesia ke Australia. Putaran selanjutnya fokus pada pembahasan kembali kesepakatan awal IA-CEPA seperti laporan dari IABPG, pertukaran keterampilan tenaga kerja, peningkatan pendidikan, pelatihan, dan terkait dengan keamanan dan standar makanan. Hasil dari perundingan keempat adalah kedua negara menyetujui untuk adanya keterlibatan para pelaku usaha di berbagai sektor secara langsung guna untuk memperluas informasi serta dapat memberikan pertimbangan yang efektif.
2.2 Perundingan IA-CEPA di Tahun 2010 Hingga 2013 2.2.1 Perundingan IA-CEPA Pertama Tahun 2010
Pada bulan November 2010, di Jakarta, kepala negara Indonesia dan Australia bertemu dan menyetujui kerja sama IA-CEPA. Pada pertemuan ini juga mereka setuju bahwa IA-CEPA akan mengatur mengenai kerja sama ekonomi dan perdagangan hingga perihal terkait investasi dengan tujuan adanya kontribusi yang lebih besar dan aktif lagi dari kedua pihak untuk membangun suatu kemitraan yang tingkatannya lebih tinggi dan saling menguntungkan satu sama lain. Oleh karena
Universitas Pertamina - 35
itu, pada pertemuan ini juga menghasilkan suatu panduan yang berisi prinsip-prinsip dan objektif di dalam negosiasi IA-CEPA selanjutnya, yakni (DFAT, 2013):
1. Negosiasi akan ditujukan untuk kemajuan bersama, mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan standar hidup. 2. Kedua negara akan melakukan negosiasi dengan cara yang positif dan
dengan pemahaman yang setara.
3. Negosiasi yang akan terjadi berdasarkan pada; i) Laporan pada tahun 2009 mengenai studi kelayakan kerja sama FTA antara Indonesia dan Australia, ii) position paper dari pihak Indonesia-Australia Business Partnership
Group (IABPG) tahun 2012, iii) serta hasil yang dicapai dalam kesepakatan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA).
4. Kedua negara mengakui bahwa untuk mencapai suatu keuntungan bersama, maka ruang lingkup IA-CEPA akan bersifat komprehensif dan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, melainkan untuk memfasilitasi arus barang, investasi dan jasa, dengan mengurangi hambatan perdagangan (tarif, non tarif, dan perihal lintas batas lainnya), menangani langkah-langkah investasi yang berefek menghambat, serta meningkatkan kerjasma teknis lainnya di sektor tertentu yang diidentifikasikan dapat menjadi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.
5. Lingkup dan cakupan negosiasi akan sebagai berikut: a) Kerja sama ekonomi
b) Perdagangan Barang c) Perdagangan Jasa d) Investasi
Universitas Pertamina - 36
e) Perpindahan Masyarakat
f) Isu-isu lain seperti hak kekayaan intelektual, lingkungan, pengadaan pemerintah, dan isu lain yang relevan dengan realitas bisnis
g) Ketentuan kelembagaan dan kerangka kerja seperti transparansi, ketentuan kelembagaan, prosedur penyelesaian sengketa, ketentuan umum dan pengecualian, serta ketentuan penutup.
6. Karena adanya perbedaan tingkat pertumbuhan ekonomi antar kedua negara, maka IA-CEPA harus dapat mencakup ketentuan fleksibilitas yang akan mempertimbangkan isu-isu pembangunan sehingga keseluruhan IA-CEPA adalah berorientasi pada pembangunan.
7. Dalam komitmen IA-CEPA, termasuk pembagian kerangka waktu harus ditandatangani pada tahap awal negosiasi.
8. Terminologi AI-CEPA akan ditinjau secara berkala sehingga memudahkan revisi ketentuan dalam perjanjian dengan memperhitungkan perkembangan yang terjadi di kedua negara.
9. IA-CEPA akan tetap konsisten dengan perjanjian WTO (World Trade
Organization), termasuk GATT (General Agreement on Tariffs and Trade)
pasal XXIV dan GATS (General Agreement on Trade in Services) pasal V. Negosiasi IA-CEPA juga akan berusaha untuk mencapai hasil yang komprehensif dan seimbang melalui negosiasi parallel di semua bidang negosiasi.
10. Negosiasi dalam aspek kerja sama ekonomi akan dilakukan bersamaan dengan negosiasi pada ketentuan lain dalam rangka mengakomodasi masukan yang berasal dari negosiasi dari aspek lainnya.
Universitas Pertamina - 37
11. IA-CEPA Pre-Agreement Facility, didirikan guna mendukung perundingan IA-CEPA. IA-CEPA PAF akan mendanai kegiatan kerja sama ekonomi yang telah disepakati bersama yang dilakukan selama negosiasi oleh kedua pihak.
2.2.2 Perundingan IA-CEPA Kedua Tahun 2013
Perundingan IA-CEPA yang kedua dilaksanakan pada 29-31 Juli 2013. Ketua delegasi dari Australia dikepalai oleh Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan sedangkan dari Indonesia dikepalai oleh Menteri Perdagangan, Direktorat Jendral Kerja sama Perdagangan Internasional. Di dalam putaran ini, kedua pihak saling memberikan dukungan lebih lanjut terkait dengan perdagangan bilateral serta kerja sama di bidang investasi yang telah dibicarakan oleh para kepala negara di kegiatan Indonesia-Australia Annual Leaders Meeting pada bulan Juli 2013. Selain itu, mereka juga mulai menganalisis pergerakan aktivitas perdagangan antar negara untuk melihat hambatan-hambatan apa saja yang mungkin terjadi di dalam hubungan perdagangan bilateral.
Negosiasi yang berjalan dalam putaran ini lebih memfokuskan negosiasi mengenai kerja sama ekonomi dan keterlibatan dari para pemangku kepentingan seperti pelaku bisnis. Setelah itu, pada putaran kedua juga kembali membicarakan dan mempertimbangkan rekomendasi-rekomendasi yang dibuat oleh kedua pemerintah yang tertuang di dalam Indonesia-Australia Business Partnership
Group (IA-BPG) Position Paper serta melakukan pemeriksaan kembali pada
proyek pertukaran kecakapan pilot dan kerja sama di sektor pertanian yang telah diajukan lebih dulu oleh IA-BPG. Persetujuan terkait publikasi dokumen panduan dalam negosiasi IA-CEPA yang telah dirumuskan pada pertemuan pertama dan
Universitas Pertamina - 38
perundingan pertama juga disahkan dalam putaran kedua ini. Hal tersebut diberikan agar adanya transparansi dan sebagai dokumen petunjuk utama dalam melakukan negosiasi-negosiasi di putaran selanjutnya.
2.3 Hubungan Bilateral Indonesia-Australia Semasa Penonaktifkan IA-CEPA