• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perusahaan Dagang 1. Definisi Perusahaan Dagang

Dalam dokumen SEJARAH SINGKAT dari APLIKASI MYOB (Halaman 34-70)

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagang kemudian menjualnya kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut. Contoh : jaringan pasar swalayan (Matahari, Ramayana, dll), jaringan took buku (Gramedia, Amazon.com, dll), penjual kendaraan bermotor (Astra), reseller (pedagang kecil).

Ciri-ciri perusahaan dagang sebagai berikut :

1. Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan.

2. Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainnya. 3. Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang atau barang dagangan.

4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen.

5. antara barang yang dibeli dan barang yang dijual sama/ tidak ada perubahan

6. tujuan utamanya mencari laba dengan cara menjual barang dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga belinya.

2. Siklus Akuntansi pada Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi pada perusahaan dagang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Langkah pertama pada siklus akuntansi perusahaan dagang adalah menganalisis transaksi

1.Transaksi 2. Jurnal Umum 3. Posting

4. Neraca Saldo 5. Penyesuaian 6. Neraca Saldo Disesuaikan 7. Laporan Keuangan 8. Jurnal Penutup 9. Neraca Saldo Setelah Penutupan 10. Jurnal Pembalik

2. Kedua adalah pencatatan transaksi dalam Jurnal Umum sesuai dengan tanggal transaksi, akun, saldo debit dan kreditnya.

3. Setelah bukti transaksi dicatat dalam jurnal umum, langkah selanjutnya adalah melakukan pemindahbukuan (posting) akun-akun ke dalam Buku Besar.

4. Selanjutnya adalah merekap saldo akun-akun yang terdapat pada buku besar ke Neraca Saldo (trial balance). Neraca saldo dibuat untuk memastikan adanya jumlah yang seimbang antara debit dan krdit juga untuk mendeteksi kesalahan dalam pencatatan pada Jurnal Umum dan Buku Besar.

5. Selanjutnya, apabila diperlukan dapat dibuat Jurnal Penyesuaian untuk mengoreksi saldo akun-akun yang terdapat dalam Neraca Saldo agar sesuai dengan keadaan sebenarnya dan mencatat transaksi yang belum tercatat dalam Jurnal Umum.

6. Langkah berikutnya adalah membuat Neraca Saldo Setelah Disesuaikan dengan cara memasukan transaksi dan akun-akun yang terdapat dalam Jurnal Penyesuaian ke dalam Neraca Saldo

7. Tahap selanjutnya, membuat Laporan Keuangan yaitu Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Posisi Keuangan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menggolongkan akun – akun yang terdapat dalam Neraca Saldo yang telah Disesuaikan ke dalam kelompok akun harta (aktiva), hutang (liability), dan modal (ekuitas). Lalu masukanlah akun-akun tersebut ke dalam setiap laporan sesuai dengan aturan pembuatan Laporan Keuangan.

8. Selanjutnya bagi akun-akun yang dilaporkan hanya untuk satu periofe saja, pada akhir periode harus ditutup agar akun tersebut bersaldo nol. Untuk membuat saldo menjadi nol, maka akun pendapatan dan beban akan dipindah menjadi perkiraan ikhtisar laba rugi. Selanjutnya saldo pada perkiraan ikhtisar laba rugi akan dipindah ke perkiraan modal pemilik. Demikian juga dengan akun Prive akan dipindah ke perkiraan modal pemilik. Jurnal yang memindah saldo-saldo ini disebut ayat jurnal penutup. Ada empat jurnal yang harus ditutup, diantaranya:

a. Penutupan perkiraan/akun pendapatan b. Penutupan perkiraaan/ akun beban c. Penutupan perkiraan/akun laba rugi

b. Pendapatan diterima dimuka, apabila transaksi penerimaan uang tunai atas pencatatan tersebut mula-mula dicatat pada akun pendapatan bukan akun hutang.

c. Beban yang masih harus dibayar (beban akrual)

d. Pendapatan yang masih harus diterima (pendapatan akrual) 3. Transaksi yang sering Terjadi Pada Perusahaan Dagang

Transaksi yang seringkali muncul pada perusahaan dagang yakni transaksi pendapatan akan penjualan barang dagangnya. Macam-macam bukti pencatatan transaksi pada perusahaan jasa adalah :

1. Penjualan Tunai

Penjualan tunai biasanya dicatat pada Register Kas dan pada akhir hari kerja dijumlah Penjualan kepada pelanggan yang membayar dengan kartu kredit bank misalkan (Master Card, Visa Card) biasanya dianggap sebagai penjualan tunai. Kartu kredit yang diterima oleh sipenjual disetor ke bank bersama dengan diterima uang kontan dan cek yang diterima dari pelanggan. Secara berkala bank membebankan ongkos jasa pengurusan penjualan dengan kartu kredit tersebut. Ongkos jasa ini didebet ke perkiraan beban. 2. Penjualan dengan kartu kredit yang bukan dikeluarkan oleh bank

Misalnya American Express umumnya harus dilaporkan secara berkala kepada perusahaan yang mengelolah kartu kredit tersebut sebelum dapat dicairkan menjadi uang tunai.Penjualan seperti ini menimbulkan piutang pada perusahaan pengelolah kartu kredit tersebut. Pengelolah kartu kredit akan memungut ongkos jasa pengurusan sebelum mengirimkan uang tunai pencairan kartu kredit tersebut. Suatu perusahaan sering juga menjual barang dagangan secara kredit yaitu bilamana pembayaran baru diterima bebarapa waktu kemudian. Penjualan semacam ini dibukukan debet pada rekening Piutang dagang dan kredit rekening penjualan. Rekening penjulan hanya digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan. Apabila sebuah perusahaan dagangan menjual peralatan kantor (bukan barang dagangan), maka yang dikredit adalah rekening Peralatan Kantor, bukan rekening Penjualan.

3. Retur dan Potongan Penjualan

penjualan kredit, biasanya penjual menyampaikan nota kredit (Credit Memorandum) kepada pelanggan. Nota kredit menunjukkan jumlah yang dikreditkan pada pelanggan serta alasan pengkreditan tersebut. Retur penjualan yang telah dilakukan perusahaan (baik sebagian ataupun enjualan pada hakikatnya merupakan pembatalan atas penju seluruhnya). Pengaruh Retur ataupun potongan penjualan adalah berkurangnya pendapatan penjualan dan berkurangnya kas atau piutang dagang

4. Potongan Penjualan

Jika penjualan dilakukan secara kredit, maka syarat pembayaran dimasa akan datang harus ditetapkan dengan jelas, sehingga kedua pihak mengetahui berapa jumlah yang harus dibayar dan kapan pembayaran dilakukan. Syarat penjualan biasanya dicantumkan dalam faktur penjualan dan merupakan bagian dari perjanjian penjualan. Syarat perjanjian disebut juga dengan termin yang biasa ditulis 2/10, n/30, artinya adalah akan diberikan potongan 2% jika pembayaran dilakukan 10 hari sesudah tanggal faktur, tapi tidak melewati 30 hari sejak tanggal faktur.

Syarat penjualan kadang kala juga ditulis dengan symbol n/30 (n adalah singkatan dari netto) yang artinya harga faktur neto atau keseluruhan harga faktur harus dibayar dalam waktu 30 hari sesudah tanggal faktur, cara lain menyatakan syarat penjualan adalah misal n,10/EOM (End of Month) atau akhir bulan. Ini berarti faktur harus dibayar dalam waktu 10 hari sesudah akhir bulan, dihitung dari bulan yang tertulis pada faktur.

Pada saat transaksi penjualan penjual belum mengetahui apakah pembeli akan memanfaatkan potongan atau tidak. Biasanya perusahaan mencatat penjualan sebesar harga faktur bruto.

5. Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok barang yang telah laku dijual biasa disebut juga Harga Pokok Penjualan (HPP). Untuk mendapat memahami cara menentukan harga pokok penjualan pada suatu

perusahaan pada awal periode akuntansi, disebut persediaan awal. Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan pada akhir periode akuntansi disebut dengan persediaan akhir dan akan dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva lancar yaitu pada rekening persediaan dan dipihak lain dicantumkan dalam laporan rugi-laba sebagai salah satu elemen yang akan berpengaruh pada penentuan laba bersih perusahaan.

Ada dua system pencatatan persediaan yakni metode persediaan periodik dan metode persediaan perpetual.

 Metode Persediaan Periodik

Dalam metode periodik, adanya transaksi peembelian tidak didebet pada rekening persediaan tapi didebet pada rekening pembelian begitu juga dengan transaksi penjualan tidak dikredit pada reeking persediaan tapi pada reeking penjualan.

Informasi mengenai persediaan yang ada pada suatu saat tertentu, tidak didapat dari rekening persediaan tapi melalui perhitungan fisik atas persediaan yang ada digudang. Perhitungan fisik biasa dilakukan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan. Dalam metode ini perhitungan fisik mempunyai peranan penting, karena tanpa perhitungan fisik laporan keuangan tidak dapat disusun. Dalam pembahasan ini kita akan menggunakan metode pisik atau periodik.

 Metode Persediaan Perpetual

Dalam metode perpetual, baik jumlah penjualan maupun harga pokok penjualan dan dicatat pada setiap saat barang dijual. Dengan cara ini catatan akuntansi akan secara terus menerus mengungkapkan besarnya persediaan yang ada

7. Persediaan Awal

Persediaan awal merupakan perhitungan fisik pada periode lalu. 8. Pembelian

Apabila perusahaan menggunbakan metode persediaan periodic, maka pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening pembelian. Rekening pembelian merupakan sebuah rekening sementara yang digunakan untuk mengumpulkan seluruh harga pokok barang yang dibeli selama periode, sehingga pada tiap akhir peeriode rekening ini harus ditutup. Rekening pembelian hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan, apabila perusahaan membeli barang yang digunakan untuk keperluan sendiri

Seperti halnya transaksi penjualan, dalam transaksi pembelian terdapat juga retur pembelian. Apabila barang yang dibeli dari pemasok ternyata rusak atau tidak memuaskan, maka biasa pembeli mengembalikan barang tersebut dan utang kepada pemasok menjadi berkurang. Kemungkinan lain adalah barang tersebut tidak dikembalikan oleh pembeli tapi ia meminta potongan harga. Untuk mencatat kejadian ini biasanya digunakan rekening Retur dan Potongan pembelian

Transaksi retur pembelian sebenarnya dapat dicatat dengan mengkredit rekening pembelian. Namun banyak perusahaan menyukai rekening retur dan potongan pembelian, karena dari rekening ini dapat diketahui jumlah retur pembelian yang terjadi selama periode.

Rekening retur dan potongan peembelian merupakan rekening lawan terhadap rekening pembelian. Saldo reking retur dan potongan pembelian harus dikurangkan terhadap jumlah pembelian kotor, sehingga dapat diketuhi pembeelian bersih

10. Potongan Tunai Pembelian

Apabila barang dagangan dibeli secara kredit maka syarat pembayarannya ditulis pada faktur peembelian. Pemasok biasanya memberikan potongan kepada pembeli yang membayar dalam waktu yang telah ditentukan. Jika penjual memberikan potongan tunai, maka potongan tersebut oleh pembeli dinamakan potongan tunai pembelian

11. Potongan Rabat

Biasanya pembelian dalam jumlah yang besar bisanya mendapat potongan khusus dari harga resmi yang tercantum. Potongan semacam ini disebut RABAT. Rabat tidak dama dengan potongan tunai. Potongan tunai adalah potongan yang diterima karena perusahaan membayar dalam waktu yang telah ditentukan dalam syarat pembelian, sedangkan rabat adalah potongan yang diterima berupa pengurang harga dari harga resmi. Rabat biasanya ditentukan dalam tarif.

Bila barang dibeli dengan syarat franco gudang penjual, maka biaya angkut yang telah dibayar oleh pembeli hendaknya didebet ke perkiraan Pembelian dan dikredit ke rekening Kas. Beberapa perusahaan menggunakan perkiraan yang diberi judul Angkos Angkut. Saldo perkiraan ini ditambahkan ke saldo perkiraan pembelian untuk menetapkan jumlah harga pokok barang yang dibeli

Dalam bebrapa hal, penjual mungkin membayar dimuka biaya angkut dan menambahkannya ke Faktur, walaupun dalam perjanjiannya dinyatakan bahwa pembeli yang menanggung biaya angkut tersebut (franco gudang penjual). Bila penjual membayar lebih dulu biaya angkut, pembeli akan memasukkan biaya itu dalam debet pembelian dan kredit hutang dagang. Bila dalam perjanjian dicantumkan adanya potongan harga untuk pelunasan lebih awal, maka potongan itu dihitung dari jumlah penjualan dan bukan dari total jumlah dalam faktur.

 Biaya Angkut bagi penjual

Bila dalam perjanjian dinyatakan bahwa penjual menanggung biaya angkut (franco gudang pembeli), maka biaya angkut yang dibayar oleh penjual didebet ke perkiraan Biaya transport. Total biaya ini dilaporkan dalam perhitungan rugi laba sebagai biayapenjualan.

13. Persediaan Akhir

Pada akhir periode akuntansi, perusahaan yang menggunakan metoda periodic harus melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang belum terjual. Jumlah fisik persediaan ini kemudian dikalikan dengan harga pokok yang sesuai, sehingga dapat ditentukan harga pokok persediaan akhir periode.

14. Laba Kotor

Laba kotor yang dimiliki oleh perusahaan berasal dari Penjualan neto dikurangi dengan Harga Pokok.

15. Biaya Operasional

Biaya operasi perusahaan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dan subjek. Pada perusaaah pengecar umumnya cukup membagi beban operasi menjadi dua kelompok, yaitu biaya penjualan dan biaya umum. Biaya yang timbul secara langsung dan seluruhnya berhubungan dengan penjualan barang dagangan, digolongkan sebagai biaya penjualan (selling expenses). Contoh biaya gaji pegawai bagian penjualan, perlengkapan gudang yang digunakan, penyusutan peralatan gudang dan beban iklan.

Biaya yang reletif kecil jumlahnya dan tidak dapat diindentifikasi ke perkiraanutama umumnya dikumpulkan dalam perkiraan biaya penjualan rupa-rupa dan biaya umum rupa-rupa.

16. Laba dari Operasional

Selisih antara laba kotor dengan total biaya operasi disebut laba dari operasi. Jumlah laba operasi dan hubungannya dengan investassi modal serta penjumlahan bersih merupakan faktor penting untuk menilai efisiensi manajemen dan tingkat profitabilitas perusahaan. Bila biaya operasi lebih besar dari laba kotor, selisih ini disebut kerugian dari operasi. 4. Aplikasi MYOB pada Perusahaan Dagang (Contoh Kasus)

Untuk contoh kasus pengerjaan aplikasi MYOB pada perusahaan dagang kita akan menggunakan kasus yang terjadi pada Fauzan Company. Langkah awal yang harus kita kerjakan untuk memulai mengerjakan kasus tersebut adalah membuka aplikasi MYOB sehingga nantinya akan muncul tampilan pada gambar seperti ini

Pada tampilan tersebut, terdapat beberapa pilihan dan biasanya yang paling sering digunakan adalah Open, Create, dan Exit. Untuk Open, ini biasa digunakan untuk membuka data yang telah kita erjakan sebelumnya. Untuk Create, biasanya digunakan untuk membuat laporan baru atau pilihan yang kita pilih apabila akan mengerjakan kasus. Dan Exit ini digunakan untuk keluar dari aplikasi MYOB. Setelah kita mengklik

Dalam tahap ini, kita dikenalkan tentang aplikasi MYOB, fungsi MYOB, dan lain sebagainya, untuk melanjutkan step ke berikutnya langsung aja klik pilihan Next pada kolom bawah. Setelah itu, maka akan muncul tampilan seperti ini

Setelah itu akan muncul bagian Company Information yang harus diisi dengan informasi perusahaan yang meliputi nama, alamat, nomor tepon, nomor fax, serta alamat e-mail dari perusahaan tersebut. Tujuaanya adalah agar pembaca laporan keuangan tersebut mengetahui informasi perusahaan secara umum. Kemudian, langkah selanjutnya adalah Klik Next pada kolom bagian bawah, sehingga nantinya akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

Untuk Current Financial Number-nya diganti dengan tahun yang sesuai dengan soal yang dikerjakan. Pada kasus ini adalah tahun 2011. Kemudian untuk Last Month of Financial Yearnya diganti menjadi Desember dan untuk Conversition Monthnya disesuaikan pada soal yang dikerjakan dan pada kasus ini adalah bulan April. Untuk langkah selanjutnya adalah Klik Next sehingga akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Pada tahap ini, aplikasi MYOB ingin memastikan apakah bulan dan tahun yang

dimasukkan untuk perekaman transaksi sudah benar apa belum, jika dirasa sudah benar maka langkah selanjutnya adalah klik Next pada kolom yang ada di bawah, sehingga setalah itu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

Pada tahap ini, MYOB menginginkan kita untuk menyimpan data yang akan kita buat pada folder yang kita inginkan agar ketika mencarinya kita tidak akn kesulitan. Untuk itu, kita harus memilih change terlebih dahulu, sehingga nantinya akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Selanjutnya kita pilih folder yang kita inginkan untuk menyimpan file yang sedang kita kerjakan. Setelah itu klik save dan kemudian klik Next, dan akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

Kemudian pilih Command Centre untuk memulai mengerjakan soal, setelah kita memilih Command Center, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

Langkah pertama ketika kita mengerjakan kasus Fauzan Company ini adalah dimulai dari card file, pada card file ini kita akan memasukkan nama nama dari supplier dan customer tetap perusahaan. Langkah-langkahnya adalah klik card list, kemudian akan muncul tampilan seperti ini

Pada tampilan tersebut terdapat kolom all cards, customer, supplier, employee, dan personal, akan tetapi pada kasus ini, kita hanya akan menggunakan kolom customer dan supplier serta all cards. Untuk memasukkan nama nama dari customer kita harus memilih kolom costumer terllebih dahulu, dan nanti akna muncul tampilan seperti ini

Untuk menginput nama nama customer pada perusahaan langkah awal yang kita lakukan adalah memilih New pada kolom bawah. Setelah kita memilih New, maka kita akn melihat tampilan seperti gambar di bawah ini

Setelah muncul tampilan seperti itu, maka yang harus kita isikan pertama kali adalah nama dari customer perusahaan pada kolom Name. Setelah itu, enter sehingga nanti akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Kemudian kita isikan data lengkap dari customer kita, setelah dirasa semuanya telah terisi maka langkah selanjutya yang harus kita lakukan adalah klik OK, begitupun juga untuk customer customer lainnya, cara membuatnya juga sama.

Setelah sesesai memasukkan nama semua customer, maka yang dikerjakan selanjutnya adalah menginput data dari supplier perusahaan, caranya sama dengan menginput data dari customer akan tetapi sebelum menginput, pindahkan dulu kolomdari customer ke supplier.

Setalah selesai menginput pada card file, maka langkah selanjutnay adalah menginput data yang ada pada account. Pada account ini kita akan menginput atau merecord transaksi yang hanya bisa direcord pada account ini, misalnya penanaman modal dari pemilik. Sebelum menginput transaksi maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat akun akun yang nanti akan digunakan pada saat transaksi. Misalnya saja persediaan barang dagang, peralatan, mobil, bangunan, modal pemilik, prive,

pendapatan, harga pokok penjualan dan lain-lain. Akan tetapi ada juga beberapa akun yang sudah tersedia di account list sehingga hanya perlu untuk menegditnya agar bisa sesuai dengan tahapan yang dilakukan. Misalnya saja kas, piutang dagang, utang dagang, dan beban gaji. Untuk itu, langkah pertama yang dilakukan adalah mengubah akun yang sudah tersedia agar sesuai dengan tahapan yang kita lakukan. Langkahnya adalah sebagai berikut, pilih account list dulu sehingga akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Kemudian klik OK. Hal ini juga terjasi pada akun Trade Debitor yang Piutang dagang, Trede Creditor yang berarti Hutang Dagang, serta Wage and Sallarie yang berarti Beban Gaji. Jika beberapa akun tersebut sudah disesuaikan dengan tahapan yang akan dilakukan ketika kita merecord nanti, maka langkah selanjutnya yang akan kita lakukan adalah membuat akun akun baru yang dibutuhkan akan menjurnal nanti. Misalnya saja kita membuat akun peralatan, maka langkah yang pertama adalah klik New kemudian pilih Detail Account Account Typenya disesuaikan dengan nama akun yang akan dibuat, begitu juga dengan nomor akunnya, kemudian ketikkan nama akunnya dan setelah itu Klik Ok. Untuk gambar tampilannya seperti dibawah ini

Begitupun dengan akun akun lainnya seperti persediaan barang dagang, mobil, peralatan, bangunan dan lain lain, cara membuatnya sama.

Pada kolom inventory ini, terdapat beberapa pilihan, dan pilihan yang akan kita gunakan untuk menginput daftar nama barang dagang yang ada perusahaan adalah item list. Maka dari itu, klik pilihan item list maka akn muncul tampilan seperti berikut

Cara untuk menginputkan daftar nama barang dagang yang ada perusahaan adalah dengan mngklik pilihan new pada kolom bawah, dan setelah mengklik new maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini

menghubungkan antara kolom account dengan kolom inventory. Untuk lebih jelasnya, tampilannya adalah sebagai berikut

Jadi, kotak pertama itu dilink-kan ke harga pokok penjualan, kemudian kotak kedua ke pendapatan, dan kotak ketiga ke persediaan barang dagang. Setelah kita

menginputkannya pada nama barang yang pertama maka untuk barang dagang selanjutnya akan secara otomatis diinputkan. Kemudian klik OK. Setelah itu langah selanjutnya adalah membuat pajak pertambahan nilai. Langkah pertama adalah

pindahkan kolom ke bagian selling details. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Kemudian setelah itu klik tanda panah yang ada pada kolom Tax Code When Sold. Apabila diklik, amka akn muncul tampilan seperti berikut

Kemudian kita pilih New, karena pajak pertambahan nilai belum masuk ke dalam jenis pajak yang ada pada kolom tersebut. Sesudah mengkilik new maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Isikan nama pajak pada kolom Tax Code, kemudian klik enter, maka akan muncul tampilan speerti dibawah ini

Untuk Descriptionnya diisikan dengan pajak pertambahan nilai, kemudian ratenya diisi 10% kemudian linked account tax collected dilink kan ke GST Collected serta linked account for tax paid di link kan ke GST Paid. Setelah itu klik OK. Kemudian, langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai pajak pada kolom Buying details, langkah pertama adalah pindahkan dulu kolom ke buying details. Maka tampilan dari kolom buying details adalah sebagai berikut

Pada tahap ini kita hanya cukup menggantikan tax code when brought dengan PPN, caranya adalah dengan mengklik tanda panah yang ada pada kolom tax, untuk tampilan lebih jelasnya adalah sebagai berikut

Tahapnya adalah pilih PPn kemudian pilih Use Tax Code, kemudian klik Ok. Tahapan selanjutnya yang dikerjakan adalah memasukkan nilai persediaan awal barang dagang. Langkahnya adalah pilih tahapan Adjust Inventory , setelah memilihnya maka akan

Langkah awal yang dilakukan apada tahapan ini adalah dengan mengganti tanggal sesuai dengan yang ada pada kasus. Kemudian masukkan item number barang dagang ,

Dalam dokumen SEJARAH SINGKAT dari APLIKASI MYOB (Halaman 34-70)

Dokumen terkait