HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
2. Perusahaan Manufaktur
Manufaktur adalah sebuah perusahaan yang melakukan pengelolaan bahan mentah atau setengah jadi menjadi suatu barang jadi yang dapat dikomsumsi oleh konsumen. Perusahaan ini memiliki standar operasional yang harus dipatuhi oleh semua karyawan. Perusahaan manufaktur ini merupakan kelmpok emiten terbesar dari seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan manufaktur memiliki berbagai karakteristik yang dimiliki perusahaan manufaktur, berikut karakteristik tersebut antara lain:
a. Pengelolaan Material dan Hasil Produksi
Perusahaan manufaktur melakukan proses pengelolaan bahan-bahan mentah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Hasil dari proses produksi dan bahan baku perusahaan manufaktur dapat dilihat secara kasat mata. Ini berbeda dengan perusahaan jasa yang produknya tidak berwujud.
b. Menggunakan Mesin dan SDM Skala Besar
Dalam proses produksinya, perusahaan manufaktur biasanya menggunakan mesin dan tenaga manusia dalam skala besar, yang mengerjakan proses manufacturing berdasarkan SOP yang telah dibuat.
c. Terdapat Biaya Produksi
Biaya produksi yang telah dilakukan manufaktur, umumnya teridri dari 3 elemen, yakni biaya bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik/BOP.
Tabel 4.1
Daftar Nama Perusahaan yang Menjadi Sampel Penelitian No Kode Perusahaan Nama Emiten
1 ADES Akasha Wira Internasional Tbk 2 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 3 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
4 BTEK Bumi Teknokultura Unggul Tbk 5 BUDI Budi Starc & Sweetener Tbk 6 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
7 DLTA Delta Djakarta Tbk
8 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 9 IIKP Inti Agri Resources Tbk
10 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 11 MGNA Magna investama Mandiri Tbk 12 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk
13 MYOR Mayor Indah Tbk
14 PSDN Prasidha Aneka Niaga Tbk 15 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk
16 SKBM Sekar Bumi Tbk
17 SKLT Sekar Laut Tbk
18 STTP Siantar Top Tbk
19 TBLA Tunas baru Lampung Tbk
20 ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk Sumber: www.idx.co.id
Adapun kriteria sampel ditunjukkan pada tabel 4.2 dibawah ini:
Tabel 4.2
Kriteria Sampel Penelitian
Keterangan Jumlah
Perusahaan Perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan
minuman yang terdaftar di Bursa efek Indonesia selama periode tahun 2015-2019.
28
Perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang tidak mempublikasikan laporan keungannya secara berturut-turut selama tahun 2015-2019
(8)
Jumlah perusahaan yang dijadikan sebagai sampel penelitian.
20
Total sampel 20 × 5 100
Sumber: peneliti, 2021
B. Hasil Analisis dan Pengujian Hipotesis 1. Analisis Statistik Deskriptif.
Analisis deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data atau pola pergerakan data untuk menjadikan data mudah dikelola sehingga hasilnya dapat ditafsirkan. Analisis ini yakni nilai rata-rata (mean), standar
deviasi, varians, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (Ghozali, 2005:19).
Tabel 4.3 Descriptive Statistic
PBV DER SIZE
Mean 5.871400 1.169800 2.904600
Median 2.335000 1.005000 2.980000
Maximum 47.54000 11.35000 3.160000
Minimum 0.010000 -2.130000 2.100000
Std. Dev. 10.32884 1.385595 0.205527 Skewness 2.680528 4.114174 -1.356115 Kurtosis 9.096684 31.16526 5.623486 Jarque-Bera 274.6270 3587.447 59.32863 Probability 0.000000 0.000000 0.000000
Sum 587.1400 116.9800 290.4600
Sum Sq. Dev. 10561.81 190.0676 4.181884
Observations 100 100 100
Sumber: Output Eviews-10, 2021
Berdasarkan tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel yang diambil dari data laporan keuangan tahun 2015-2019 perusahaan manufaktur sub sector makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai perusahaan memiliki mean atau nilai rata-rata sebesar 5,87%. Nilai minimum sebesar 0.01%
dimiliki oleh PT Tri Banyan Tirta Tbk dan nilai maksimum sebesar 47.54%
dimiliki oleh Multi Bintang Indonesia Tbk. Adapun nilai median pada perusahaan makanan dan minuman periode 2015-2019 ssebesar 2,27%
dengan standar deviasi sebesar 10.32%.
Debet To Equity Ratio (DER) terendah yaitu -2.13% dimiliki oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk pada tahun 2019 dimana pada saat itu terjadi krisis ekonomi yang membuat beberapa perusahaan mengalami kerugian.
Sementara pada tahun sebelumnya DER tertinggi juga dicatatkan oleh Magna Investama Mandiri Tbk sebesar 11.35%. Nilai rata-rata DER perusahaan makanan dan minuman tahun 2015-2019 yaitu sebesar 1,17%.
Variabel ukuran perusahaan diperoleh nilai rata-rata 2.90% dengan median sebesar 2.98%. Nilai ukuran perusahaan minimum sebesar 2.10%
dimiliki oleh Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan tertinggi dimiliki oleh Magna Investama Mandiri Tbk sebesar 3.16% dengan standar deviasi sebesar 0.20%.
2. Analisis Inferensial
a. Perumusan Model Regresi Eviews
Dalam penelitian ini, pengujian data panel menggunakan software Eviews-10 yaitu software yang digunakan untuk berbagai keperluan riset dan penelitian, terutama digunakan pada penelitian data time series dan cross section. Penelitian ini menngunakan data variabel yang berasal dari 20 perusahaan makanan dan minuman yang diamati pada beberapa periode pengamatan (time series). Penelitian ini mengandung dimensi tempat atau dengan kata lain merupakan kombinasi data time series dan cross section. Dengan demikian Teknik regresi yang digunakan adalah model regresi data panel (Gujarati,2003).
Dalam analisis data panel, terdapat beberapa tipe model analisis yakni model common effect, model fixed effect, dan model random effect.
Sebelum melakukan pemilihan model terbaik, maka dilakukan pengolahan terhadap ketiga model tersebut.
a) Model Common Effect
Tabel 4.4
Model Common Effect
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 25.96246 15.17122 1.711297 0.0902
DER -0.391947 0.763200 -0.513557 0.6087
SIZE -6.759128 5.145247 -1.313664 0.1921
R-squared 0.018230 Mean dependent var 5.871400
Adjusted R-squared -0.002013 S.D. dependent var 10.32884 S.E. of regression 10.33923 Akaike info criterion 7.539309 Sum squared resid 10369.27 Schwarz criterion 7.617464 Log likelihood -373.9654 Hannan-Quinn criter. 7.570939 F-statistic 0.900569 Durbin-Watson stat 0.260405 Prob(F-statistic) 0.409708
Sumber : Output Eviews-10, 2021
Dari hasil regresi pada model common effect model didapatkan bahwa nilai koefisien pada X1 (DER) = -.391947, X2 (Ukuran perusahaan)
= -6.759128, dengan R-squared sebesar 0.018230.
b) Model Fixed Effect
Tabel 4.5 Model Fixed Effect
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 32.79140 7.482116 4.382637 0.0000
DER 0.796172 0.327124 2.433855 0.0172
SIZE -9.588707 2.558787 -3.747365 0.0003
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.921986 Mean dependent var 5.871400
Adjusted R-squared 0.900983 S.D. dependent var 10.32884 S.E. of regression 3.250180 Akaike info criterion 5.386837
Sum squared resid 823.9664 Schwarz criterion 5.959974 Log likelihood -247.3418 Hannan-Quinn criter. 5.618796 F-statistic 43.89637 Durbin-Watson stat 3.041437 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber:Output Eviews-10, 2021
Dari hasil regresi tabel 4.5, dapat dilihat bahwa dari probabilitas tiap individu yang menunjukkan bahwa variabel DER signifikan dan variabel SIZE tidak signifikan. R- squared menunjukkan sebesar 0.921986. Sedangkan untuk nilai probabilitas F- statistik sebesar 43.89637 yang memberikan arti bahwa model tidak signifikan.
c) Model Random Effect
Tabel 4.6 Model Random Effect
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 32.32423 7.727146 4.183204 0.0001
DER 0.751963 0.324380 2.318157 0.0225
SIZE -9.410066 2.521416 -3.732056 0.0003
Effects Specification
S.D. Rho
Cross-section random 10.31419 0.9097
Idiosyncratic random 3.250180 0.0903
Weighted Statistics
R-squared 0.179486 Mean dependent var 0.819329
Adjusted R-squared 0.162569 S.D. dependent var 3.536837 S.E. of regression 3.236604 Sum squared resid 1016.134 F-statistic 10.60932 Durbin-Watson stat 2.458261 Prob(F-statistic) 0.000068
Unweighted Statistics
R-squared -0.011104 Mean dependent var 5.871400 Sum squared resid 10679.09 Durbin-Watson stat 0.233908 Sumber: Output Eviews-10, 2021
Dari hasil regresi Random Effect Models, menunjukkan bahwa
probabilitas kedua variabel, yaitu variabel DER signifikan dan variabel SIZE tidak signifikan. R-squared menunjukkan sebesar 0.179486 dan probabilitas F-statitik menunjukkan angka 0.00068 yang berarti data sangat signifikan.
b. Pemilihan model regresi Eviews
Penguian statistic untuk memilih model pertama kali adalah dengan melakukan uji Chow test untuk menentukan apakah model Common Effect atau fixed effect yang sebaiknya digunakan dalam membuat regresi data panel dan selanjutnya dilakukan uji hausman untuk menentukan apakah model fixed effect atau random effect yang akan digunakan sebagai model terbaik dalam penelitian ini.
a) Uji Chow
Chow test merupakan uji untuk membandingkan model common effect dengan fixed effect yang paling tepat digunakan dalam mengestimasi data panel (Widarjono, 2009:220). Pengambilan keputusan dilakukan jika:
1) Nilai prob. F < batas kritis, maka tolak H0 atau memilih fixed effect daripada common effect.
2) Nilai prob. F > batas kritis, maka tolak H0 atau memilih common effect daripada fixed effect.
Dalam pengujian ini dapat melakukan pengelihatan terhadap p-value jika hasil yang didapatkan kurang dari 5% (signifikan) maka model estimasi yang akan digunakan adalah fixed effect, akan tetapi jika p-value melebihi dari angka 5% (tidak signifikan) dengan
demikian model estimasi yang digunakan adalah model common effect.
Tabel 4.7 Hasil Uji chow
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 47.557742 (19,78) 0.0000
Cross-section Chi-square 253.247212 19 0.0000
Cross-section fixed effects test equation:
Dependent Variable: Y
Total panel (balanced) observations: 100
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 25.96246 15.17122 1.711297 0.0902
DER -0.391947 0.763200 -0.513557 0.6087
SIZE -6.759128 5.145247 -1.313664 0.1921
R-squared 0.018230 Mean dependent var 5.871400
Adjusted R-squared -0.002013 S.D. dependent var 10.32884 S.E. of regression 10.33923 Akaike info criterion 7.539309 Sum squared resid 10369.27 Schwarz criterion 7.617464 Log likelihood -373.9654 Hannan-Quinn criter. 7.570939 F-statistic 0.900569 Durbin-Watson stat 0.260405 Prob(F-statistic) 0.409708
Sumber: Output Eviews-10, 2021
Setelah dilakukan uji chow dengan menggunakan eviews 10, diperoleh nilai probabilitas F sebesar 0.0000 yang artinya nilai probability F<0.05 maka diambil kesimpulan bahwa memilih model fixed effect daripada common effect.
b) Uji hausman
Uji hausman adalah pengujian statistic untuk memilih apakah model fixed effect atau random effect yang paling tepat digunakan.
Pengambilan keputusan dilakukan jika:
a. Nilai chi-squares hitung > chi-squares tabel atau nilai probabilitas chi-squares < taraf signifikansi, maka tolak H0 atau memilih fixed effect daripada random effect.
b. Nilai chi-squares hitung < chi-squares tabel atau nilai probabilitas chi-squares > taraf signifikansi, maka tolak H0 atau memilih random effect daripada fixed effect.
Tabel 4.8 Hasil Uji Hausman
Test Summary
Chi-Sq.
Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 1.191365 2 0.5512
Cross-section random effects test comparisons:
Variable Fixed Random Var(Diff.) Prob.
DER 0.796172 0.751963 0.001788 0.2957
SIZE -9.588707 -9.410066 0.189851 0.6818
Sunber: Output Eviews-10, 2021
Berdasarkan tabel 4.8, terlihat bahwa nilai chi-squares sebesar 1.191365 dengan nilai probabilitas sebesar 0.5512 yang artinya nilai probabilitas F> 0.05, maka diambil kesimpulan bahwa H1 ditolak. Dengan demikian, model yang diterima adalah model random effect.
c) Uji Lagrange Multiplier (LM)
Pengujian ini membandingkan apakah model random effect lebih baik daripada common effect. Pengambilan keputusan dilakukan jika:
a. Nilai p value < batas kritis, maka tolak H0 atau memilih random effect daripada common effect.
b. Nilai p value > batas kritis, maka terima H0 atau memilih common effect daripada random effect.
Tabel, 4.9 Uji Lagrange Multiplier
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic 49.43444 Prob. F(2,95) 0.0000
Obs*R-squared 50.99781 Prob. Chi-Square(2) 0.0000
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 8.721440 10.77892 0.809120 0.4205
DER 0.534975 0.542610 0.985930 0.3267
SIZE -3.231329 3.658359 -0.883273 0.3793
RESID(-1) 0.623961 0.100887 6.184770 0.0000
RESID(-2) 0.132110 0.101097 1.306762 0.1944
R-squared 0.509978 Mean dependent var -2.40E-15 Adjusted R-squared 0.489346 S.D. dependent var 10.23426 S.E. of regression 7.313412 Akaike info criterion 6.866004 Sum squared resid 5081.169 Schwarz criterion 6.996262 Log likelihood -338.3002 Hannan-Quinn criter. 6.918721 F-statistic 24.71722 Durbin-Watson stat 1.933163 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Output Eviews 10, 2021
Dari hasil pengujian lagrange Multiplier diatas dapat dilihat hasil bahwa nilai probabilitas adalah 0.0000< 0.05 model yang dipilih adalah random effect.
Berdasarkan hasil pemilihan model data panel, model random effect terpilih dua kali yaitu pada uji hausman dan uji lagrange multiplier, maka untuk menilai uji regresi data panel digunakan model random effect dalam menentukan keputusan hasil penelitian.
c. Pengujian Asumsi Klasik
Berdasarkan hasil pemilihan model, penelitian ini menggunakan model random effect untuk memecahkan masalah penelitian. Model random effect menggunakan pendekatan Generalized Least Square (GLS) sehingga tidak perlu dilakukan uji asumsi klasik. Namun uji asumsi klasik tetap dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah model yang terbentuk memenuhi syarat BLUE (Best Linier Unbias Estimator).
a) Uji Normalitas
Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari variabel pengganggu atau residual atau error dalam model regresi terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki data residual yang terdistribusi normal, sehingga data tersebut dianggap bias mewakili populasi. Pengamatan data yang terdistribusi normal akan memberikan nilai ekstrim rendah dan ektrim tinggi yang sedikit dan kebanyakan akan mengumpul ditengah.
Demikian juga nilai rata-rata, modus, dan median relatif dekat (Wibowo, 2012:61; Ghozali, 2005:154; Sugiyono, 2006:75.
Tabel 4.10
Beradasarkan gambar 4.10 diatas, memberikan hasil Jarque Bera sebesar 220.98 dan nilai probabilitas sebesar 0.00. hasil tersebut kurang dari 0.05 yang artinya data tersebut tidak berdistribusi normal. Apabila uji normalitas memberikan hasil yang tidak nomal dalam penelitian ini maka dapat digunakan asumsi Center Limit Theorem yaitu jika jumlah data penelitian cukup banyak (n>30) maka asumsi normalitas dapat diabaikan (Gujarati,2003).
b) Uji Multikolonieritas
Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang bermakna atau korelasi yang tinggi diantara variabel independent dalam model regresi. JIka terjadi multikolinearitas akibatnya adalah nilai prediksi dari model regresi yang dirumuskan menjadi bias atau tidak valid sehingga akan sulit mendeteksi
pengaruh masing-masing variabel independent terhadap dependen (Ghozali, 2005:103; Sugiyono, 2006:75; (Sunyoto, 2013:87). Metode untuk mendeteksi multikolonieritas antara variance influence factor dan korelasi berpasangan. Metode korelasi berpasangan mendeteksi multikolonieritas akan lebih bermanfaat karena dengan menggunakan ide tersebut peneliti dapat mengetahui secara rinci variabel bebas apa saja yang meimiliki korelasi yang kuat. Menurut (Widarjono, 2007:114) pengambilan keputusan metode korelasi berpasangan dilakukan jika:
1) Nilai korelasi dari masing-masing variabel bebas <0,85 maka tidak terjadi masalah multikolonieritas.
2) Nilai korelasi dari masing-masing variabel bebas >0,85 maka terjadi masalah multikolonieritas.
Tabel 4.11 Uji Multikolonieritas
DER SIZE
DER 1.000000 -0.185504
SIZE -0.185504 1.000000 Sumber: Output Eviews-10, 2021
Gambar 4.11, diperoleh hasil berupa nilai korelasi dari masing-masing variabel bebas <0.85 artinya tidak terjadi masalah multikolonieritas.
c) Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi (autocorrelation) bertujuan untuk menguji apakah dalam model regeresi terdapat korelasi di antara variabel
pengganggu atau residual atau error € pada periode t dengan periode sebelumnya (t-1). Adanya gejala autokorelasi mengakibatkan nilai prediski dari model regresi yang dirumuskan menjadi bias atau tidak valid (Wibowo, 2012:101; Ghozali, 2005:107; Sunyoto, 2013:97).
Tabel 4.12 Uji Autokorelasi
R-squared 0.509978 Mean dependent var -2.40E-15 Adjusted R-squared 0.489346 S.D. dependent var 10.23426 S.E. of regression 7.313412 Akaike info criterion 6.866004 Sum squared resid 5081.169 Schwarz criterion 6.996262 Log likelihood -338.3002 Hannan-Quinn criter. 6.918721 F-statistic 24.71722 Durbin-Watson stat 1.933163 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Output Eviews-10, 2021
Berdasarkan gambar 4.12, diperoleh hasil uji Durbin-Waston (DW) sebesar 1.93. artinya 1,65< 1.93<2.35 artinya pada uji ini tidak terjadi autokorelasi antar variabel.
d) Uji Heteroskedatisitas
Uji Heteroskedatisitas menunjukkan adanya ketidaksamaan varians dari variabel pengganggu atau residual atau error satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika varians dari residual tetap (konstan) maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda (tidak konstan) maka terjadi heteroskdastisitas.
Tabel 4.13
Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey
F-statistic 1.624410 Prob. F(2,97) 0.2023
Obs*R-squared 3.240757 Prob. Chi-Square(2) 0.1978 Scaled explained SS 11.83173 Prob. Chi-Square(2) 0.0027
Sumber: Output Eviews-10, 2021
Berdasarkan gambar 4.13, diperoleh hasil berupa probabilitas chi square sebesar 0,1978. Nilai probabilitas chi-square lebih besar dari taraf signifikansi (0,1978>0.05) artinya variabel X lebih besar daripada (0.05), sehingga dapat disimpulkan H1 ditolak dan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas.
e) Uji kelayakan model
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa model random effect lolos uji asumsi klasik. Selanjutnya akan dilakukan uji kelayakan model.
Tabel 4.14
Weighted Statistics
R-squared 0.179486 Mean dependent var 0.819329
Adjusted R-squared 0.162569 S.D. dependent var 3.536837 S.E. of regression 3.236604 Sum squared resid 1016.134 F-statistic 10.60932 Durbin-Watson stat 2.458261 Prob(F-statistic) 0.000068
Sumber: Output Eviews-10
Berdasrakan hasil pengujian yang ditunjukkan oleh tabel 4.14, diketahui bahwa hasil adjusted R2 dari variabel-variabel independent dalam penelitian ini adalah sebesar 0.162569 atau 16.26%. hal ini berarti bahwa 16.26% dari nilai perusahaan dipengaruhi dan dapat dijelaskan oleh kedua variabel indevenden dalam penelitian ini yakni struktur modal dan ukuran perusahaan. Sedangkan 83.74% lainnya dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya diluar model regresi.
f) Uji Hipotesis
Uji hipotesis (Uji T) bertujuan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial atau individual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian uji t dilakukan dengan menggunakan kriteria berdasarkan perbandingan nilai t-statistik (thitung) dari masing-masing koefisien variabel independen terhadap nilai ttabel dan juga berdasarkan probabilitas. Dalam penelitian ini nilai n=100 dan signifikansi 0.05, maka nilai ttabel adalah 1.66023. untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, dengan menggunakan kriteria pengujian apabila (thitung > ttabel) atau (p-value < 0,05) maka variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependen. Adapun hasil pengujian uji yang ditunjukkan pada tabel 4.14 sebagai berikut.
Tabel 4.15 Uji T Variabel
Independen
thitung ttabel Nilai
Signifikansi
Keterangan
DER 2.318157 1.66023 0.0225 Diterima
Size -3.732056 1.66023 0.0003 Ditolak
Sumber: Output Eviews 10,2021
a. Hipotesis pertama
Hipotesis pertama yang diajukan pada penelitian ini adalah struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini diperoleh hasil 0.02, artinya nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0.05. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan diterima (H1 diterima)
b. Hipotesis kedua
Hipotesis kedua yang diajukan pada penelitian ini adalah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini diperoleh hasil 0.00 artinya nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0.05 dimana 0.00 > 0.05 dan thitung lebih kecil dari ttabel (-3.732056 < 1.66023) hasil ini menunjukkan adanya pengaruh negatif antara ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sub sector makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan ditolak (H2 ditolak)