• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perwalian: Kami memastikan bahwa para pemimpin lokal pemuda perkotaan merasa

Bab 8. Terobosan di Wilayah Perkotaan

5. Perwalian: Kami memastikan bahwa para pemimpin lokal pemuda perkotaan merasa

“memiliki” GPJ, membuat gerakan ini berkelanjutan untuk jangka panjang. Kami menjaga keberlanjutan pelayanan jangka panjang dengan mengembangkan budaya pemberdayaan daripada ketergantungan. Kami fokus pada memperlengkapi para pemimpin di antara pembuat tenda (pekerja bivokasional) dan meneruskan DNA GPJ.

Kami juga memaksimalkan layanan sukarelawan.

Hubungan adalah dasar untuk pemuridan

Untuk terhubung dengan komunitas perkotaan, kami melatih para pemimpin kami untuk melakukan lima hal:

1. Ubah/sesuaikan prioritas Anda. Layanan yang kami senang untuk lakukan atau telah dilakukan sebelumnya mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan orang-orang yang ingin kami jangkau. Jika kami tidak menyesuaikan diri, kami mungkin kehilangan kesempatan yang diberikan Tuhan, seperti yang dilakukan imam dalam kisah Orang Samaria yang Baik Hati. Kami perlu memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang menggerakkan kami secara efektif menuju tujuan.

2. Ubah/sesuaikan jadwal Anda. Kami perlu menyesuaikan diri untuk mengakomodasi jadwal orang. Misalnya, mungkin lebih nyaman bagi kami untuk bertemu seseorang di pagi hari, tetapi mereka mungkin hanya punya waktu di malam hari.

Pemuridan

Kepercayaan

Pertemanan

Akses Kepedulian Komunikasi

3. Ubah/sesuaikan harapan Anda. Kami biasanya ingin orang lain datang kepada kami dan melakukan hal-hal dengan cara kami. Kami mungkin berasumsi, “Jika orang ini tertarik pada hal-hal rohani, mereka akan memenuhi harapan saya.” Tetapi perspektif mereka mungkin, “Saya terjebak dengan semua jenis masalah. Adakah yang bisa membantu saya dalam situasi ini? Adakah yang dapat mengasihi saya?” Harapan kami harus cocok dengan kenyataan situasi kehidupan mereka.

4. Melibatkan orang sebelum Anda memperlengkapi mereka. Pemuridan dimulai dengan hubungan. Hal pertama yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya adalah,

“Datang dan lihatlah,” atau “Ikuti Aku.” Orang-orang ini tidak tahu sebabnya mereka mengikuti Yesus. Mereka hanya menghabiskan waktu bersama dulu, lalu Dia mulai memperlengkapi mereka. Dia pertama-tama melibatkan mereka, kemudian

memperlengkapi mereka, kemudian memberdayakan mereka.

5. Pergi ke tempat orang-orang berada. Ketimbang menunggu orang datang kepada kami, kami pergi ke tempat mereka. Inilah yang dilakukan Yesus: sebelum memanggil kita untuk datang kepada-Nya, Dia datang kepada kita. Jadi alih-alih menunggu orang muda datang ke gereja, kami membawa gereja ke mereka.

Kami juga melatih para pemimpin untuk fokus pada empat hal penting yang dibutuhkan setiap gereja untuk mereproduksi dirinya sendiri:

1. Pemuridan harus berlipatganda dengan sendirinya.

2. Pemimpin harus memperbanyak diri.

3. Jemaat harus memperbanyak diri.

4. Pengajaran harus memperbanyak diri.

Jika salah satu dari ini tidak mereproduksi diri mereka sendiri, gerakan ini menderita.

Para pemimpin juga perlu memastikan seluruh proses perintisan jemaat adalah:

1. Sederhana. Bukan sesuatu yang rumit yang hanya dapat dilakukan oleh beberapa orang. Yesus mengajarkan hal-hal yang dapat dipahami dan diikuti oleh siapa pun.

Salah satu pujian terbaik yang pernah kami terima pada pengajaran GPJ kami adalah:

“Ini sangat sederhana!”

2. Dapat dilakukan. Tidak membantu jika proses itu digambarkan sebagai sesuatu yang spektakuler, mengatakan hal-hal seperti, “Selama 500 hari saya berdoa. Saya berpuasa selama berminggu-minggu.” Sebaliknya, dalam intervensi sosial kami mendorong para pemimpin untuk awalnya melakukan sesuatu yang akan membuahkan hasil hanya dalam beberapa hari. Hal itu meningkatkan iman mereka sehingga nantinya mereka dapat melakukan sesuatu dengan seluruh komunitas yang akan menghasilkan buah jangka panjang. Semua orang dapat merintis jemaat. Jika prosesnya sederhana, orang-orang yang berpendidikan dapat melakukannya, juga orang yang buta huruf.

Tetapi jika rumit, hanya beberapa ahli yang dapat melakukannya.

3. Dapat bereproduksi. Pelayanan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga ia mereproduksi dirinya sendiri. Kalau tidak, semuanya akan mati dengan generasi pertama. Kami bertujuan untuk membuatnya sehingga orang berkata, “Saya juga bisa

melakukan hal ini,” bukan agar mereka berkata, “Saya tidak pernah bisa melakukan apa yang Anda lakukan.”

4. Berkelanjutan. Kami selalu bertujuan untuk mengeluarkan diri dari kebergantungan pada kami.. Kami melayani sedemikian rupa sehingga pelayanan tidak akan runtuh saat kami tidak ada. Kami memberi tahu para pemimpin: “Jika orang lain tidak melakukan apa yang kalian lakukan, pelayanan itu akan runtuh tanpa kalian.” Kita perlu memperlengkapi orang lain untuk melakukan apa yang kita lakukan. Yesus tidak menciptakan ketergantungan; Dia memberi murid-murid-Nya otoritas. Kami tidak ingin melakukan apa pun yang menciptakan ketergantungan pada kami. Yesus adalah mempelai laki; kami hanya teman-Nya. Pria pendamping mempelai laki-laki membantu sampai pernikahan tetapi dia tidak ikut berbulan madu! Orang-orang perlu bergantung pada Yesus sejak hari pertama.

Dinamika di Kota-Kota Lain

Di Delhi kami memulai pelayanan perkotaan dan pelayanan kaum muda. Kemudian

pelayanan-pelayanan tersebut diperluas ke kota-kota lain, seperti Kolkata, Lucknow, Jaipur, dan Gorakhpur. Di sana kami menjangkau seperti yang kami lakukan di Delhi.

Kami mencoba pendekatan serupa di Patna tetapi tidak berhasil. Patna, sebagai pusat pendidikan, memiliki ratusan asrama di kota untuk kaum muda. Jadi kami mencoba mengembangkan sekelompok pekerja muda untuk berbicara dengan orang-orang muda di asrama mereka. Tetapi kami tidak dapat menemukan orang-orang muda yang berpendidikan dan bersedia melakukan pelayanan itu. Semua orang tampak lebih peduli dengan karir mereka sendiri.

Di Patna kami mengembangkan penjangkauan yang terkait dengan orang-orang muda di sana. Jika mereka suka bermain olahraga, kami menyediakan seseorang yang dapat melatih mereka. Jika mereka menyukai musik, tarian, atau drama, kami menyediakan seseorang yang dapat membantu. Pada mulanya hal-hal ini dimulai dengan lambat, tetapi mengikuti pola kami yang sederhana dan dapat direproduksi, pelayanan-pelayanan ini segera berhasil.

Di Kolkata kami memulai kursus bahasa Inggris, dan melalui kursus-kursus itu kami

perlahan-lahan menjangkau dan memuridkan 150 remaja. Selama beberapa tahun berikutnya, kursus bahasa Inggris tambahan membuka pintu untuk membangun komunitas penyembahan di banyak lingkungan. Kami sekarang telah merintis sekitar 20 komunitas penyembahan di daerah-daerah itu dan para pemimpin mengambil inisiatif dalam perintisan kelompok-kelompok di seluruh kota.

Kesimpulan

Tuhan kita adalah Tuhan daerah perkotaan dan juga daerah pedesaan. Wahyu 21:2

menggambarkan Yerusalem Baru “turun dari surga dari Allah, disiapkan seperti pengantin perempuan yang berpakaian indah untuk suaminya.” Dia sedang membangun kota baru untuk orang yang ditebus. Di mana pun kita tinggal, jika kita menerapkan prinsip dan perintah Tuhan, Dia akan bekerja. Amanat Agung dimulai dengan perkataan “Segala kuasa otoritas di surga dan bumi ...” Itu mencakup setiap jenis tempat di bumi: perkotaan atau pedesaan. Buah yang telah kami lihat dalam perintisan jemaat di kota menunjukkan bahwa Allah senang bekerja di semua tempat. Dia telah membantu kami mengatasi tantangan unik kota:

kesibukan, rentang perhatian yang pendek, dan mobilitas tinggi. Meskipun ada banyak kendala, kabar baik sedang menembus dan mengubah kota-kota.