BAB IV PESAN DAKWAH DALAM LAGU ABATASA
A. Isi Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Abatasa
1. Pesan Akidah
Dalam bab II telah dikemukakan bahwa akidah berkaitan dengan keyakinan seorang Muslim terhadap dasar-dasar ajaran Islam yang tercakup dalam rukun iman. Dengan demikian, pesan akidah dalam penelitian ini berkaitan dengan upaya grup band Wali untuk menyebarkan dan menanamkan pengertian akidah Islam yang berpangkal dari rukun Iman kepada audiens atau pendengar melalui lagu Abatasa.
Pesan akidah dalam lagu Abatas dapat dilihat dalam bagian Reff dan Song II sebagai berikut:
Reff
Alif ba ta tsa jim ha Allah Tuhan kita semua
Kha dal dzal ro zai sin syin dari yang kaya sampai yang miskin Alif ba ta tsa jim ha mari kita tingkatkan takwa
Kha dal dzal ro zai sin syin masuk syurga yok bilang amin Song II
Kan mak yang ngajarin kita harus jadi orang mukmin Kan mak yang ngajarin Islam itu haqqul yaqin
Dalam bait-bait lagu di atas, pengarang mengekspresikan beberapa idiom-idiom keislaman yang berdimensi akidah seperti “Allah”, “takwa”, “syurga”, “mukmin” dan “haqqul yaqin”.
Bait pertama dan kedua dalam Reff yang berbunyi “Alif ba ta tsa
82
sampai yang miskin” memuat pesan akidah yang berkaitan dengan inti tauhid, yakni kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bait ini merefleksikan upaya pengarang untuk mengingatkan kembali esensi
Rukun Islam pertama, yakni mengucapkan syahadat “la ilaha illallah, muhammadun rasulullah ”. dalam bait tersebut, aspek yang ditekankan adalah la ilaha illallah. Kalimat ini merupakan ikrar atau kesaksian seorang Muslim bahwasanya tidak ada yang berhak disembah di langit dan di bumi dengan haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Bait ketiga dalam Reff yang berbunyi “Alif ba ta tsa jim ha mari
kita tingkatkan takwa” memuat pesan akidah yang berkaitan dengan nilai
taqwa. Taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam pengertian itu terkandung seluruh aspek ajaran Islam yang tercermin dalam perilaku taqwa. Taqwa diaplikasikan dalam hubungan seseorang dengan Tuhan, yaitu hubungan antara seorang makhluk dengan Khaliknya. Hubungan antara manusia dengan Tuhan adalah hubungan perhambaan yang ditandai dengan ketaatan, kepatuhan, dan penyerahan diri kepada Allah. Ketaatan dan kepatuhan kepada Allah diawali dengan pengakuan dan keyakinan akan kemahakuasaan-Nya. Keyakinan itu akan mendorong untuk mewujudkannya dalam tingkah laku, berupa taat dan patuh kepada semua aturan yang telah digariskan Allah. Ketaatan dan kepatuhan yang didasarkan atas keyakinan akan melahirkan ketenangan batin dan keikhlasan.
83
Bait keempat dalam Reff yang berbunyi “Kha dal dzal ro zai sin syin masuk syurga yok bilang amin” memuat pesan akidah yang berkaitan
dengan kepercayaan muslim terhadap hari akhir, khususnya surga. Bait ini menekankan bahwa seorang Muslim harus beriman bahwa surga adalah hak, yang disediakan hanya bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan harus senantiasa berharap dan merindukan surga Allah di akhirat kelak.
Bait pertama dalam Song II yang berbunyi “Kan mak yang
ngajarin kita harus jadi orang mukmin” memuat pesan akidah yang
berkaitan dengan pengakuan seseorang sebagai mukmin. Istilah mukmin ini berkaitan dengan trilogi islam, iman dan ihsan. Dilihat dari prestasi amaliyahnya, kaum muslimin dapat dikategorikan ke dalam tiga jenjang prestasi, yaitu muslim, mukmin dan muhsin. Para ulama menyatakan bahwa setiap mukmin pasti muslim, karena orang yang telah merealisasikan iman sehingga iman itu tertanam kuat di dalam hatinya pasti akan melaksanakan amal-amal islam/amalan lahir. Sebaliknya, belum tentu setiap muslim itu pasti mukmin, karena bisa jadi imannya sangat lemah sehingga hatinya tidak meyakini keimanannya dengan sempurna walaupun dia melakukan amalan-amalan lahir dengan anggota badannya, sehingga statusnya hanya muslim saja dan tidak tergolong mukmin dengan iman yang sempurna.
Bait kedua dalam Song II yang berbunyi “Kan mak yang ngajarin Islam itu haqqul yaqin” memuat pesan akidah yang berkaitan dengan
84
kebenaran agama Islam dan keyakinan Muslim terhadap agama Islam harus didasarkan pada keyakinan yang sebenar-benarnya (haqqul yaqin). Bait ini memuat pesan agar seorang Muslim meyakini bahwa satu-satunya agama yang benar adalah Islam dan karenanya ia memilih untuk memeluknya, bukan memeluk agama-agama lain. Dalam hal ini, Allah
berfirman: “Sesungguhnya agama yang diridlai Allah hanyalah agama Islam” (QS. Ali Imran/3: 19). Ayat ini menegaskan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang haq yang diridlai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, seorang Muslim harus meyakini Islam sebagai agama yang benar secara haqq al-yaqin. Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab II, haqqul yaqin adalah tingkatan keyakinan tertinggi, di mana keimanan seseorang didasarkan kepada pengetahuan dan penglihatan rohani. Orang yang telah memiliki akidah pada tingkat ini tidak akan tergoyahkan dari sisi manapun, ia akan berani berbeda dengan orang lain sekalipun hanya seorang diri, ia akan berani mati untuk membela akidah itu sekalipun tidak seorangpun yang mendukung atau menemaninya.
Dengan demikian, bait-bait yang terdapat dalam bagian Reff dan Song II lagu Abatasa memuat dimensi akidah yang sangat kuat. Bahkan dapat dikatakan bahwa tujuan utama dari lagu Abatasa adalah memperkenalkan gagasan tauhid dan memperkuat pemahaman akidah umat Islam, khususnya kepada anak-anak yang menjadi target utama lagu tersebut. Hubungan antara keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ketaqwaan, haqqul yaqin dan syurga dapat dianggap sebagai jalinan
85
wacana keakidahan yang cukup koheren. Lebih dari itu, pengarang mengingatkan bahwa keimanan seorang Muslim kepada Allah tidak cukup dengan hanya didasarkan pada faktor keturunan dan taqlid, tetapi harus didasarkan pada pencarian yang sejati sehingga ia mencapai pada tingkatan haqqul yaqin.