• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III LAPORAN OBJEK PENELITIAN

B. Peranan Mujahadah Keliling dalam Meningkatkan

9. Pesan dan Kesan Jamaah Mujahadah Keliling

Setelah diadakan klarifikasi dalam penelitian, ditemukan berbagai pesan dan kesan yang berbeda-beda dari para jamaah. Adapun pemaparan mereka adalah sebagai berikut:

a. Mewakili dari Daerah Salatiga

Ditemukan beberapa kesan dan pesan dari jamaah perwakilan kota Salatiga. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa mengikuti mujahadah keliling merupakan salah satu kegiatan religius yang semestinya diikuti oleh masyarakat. Pemaparan ini diambil dari salah seorang warga Salatiga bernama Ibu Darti 35 tahun.

Kegiatan mujahadah keliling memang seharusnya diikuti oleh warga yang berada di daerah SEMBOGA (Semarang Boyolali Salatiga). Saya senang telah mengikuti mujahadah keliling ini karena saya bisa mendapatkan banyak ilmu agama yang belum saya ketahui. Selain dapat menambah wawasan tentang Agama Islam, saya juga dapat menambah semangat untuk bangkit dalam menjalankan dan menegakkan agama Allah. Menurut saya perkumpulan ini tidak membosankan, karena tidak hanya diisi dengan berdzikir dan shalat sunah saja namun juga ditambah dengan kegiatan yang lain. Kegiatan selain dua hal tersebut diantaranya yaitu, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, pengajian tambahan, dan sesi tanya jawab setelah diuraikan beberapa ulasan dari satu pokok permasalahan tertentu. Pada kegiatan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW diiringi dengan tabuhan musik klasik dari grup hadrah Pondok Pesantren Mahirul Hikam Assalafi. Bershalawat dengan iringi musik klasik akan menambah suasana haru dan penghayatan yang baik pada jamaah, sehingga rahasia shalawat akan terasa benar-benar hadir dalam hati. Pengajian tambahan dari narasumber biasanya menguras dalil atau pendapat ulama dan ahli ilmu tentang suatu perkara yang masih membuat bingung masyarakat. sehingga masyarakat dapat memahami perkara tersebut dengan dasar yang kuat yang nantinya akan meluruskan persepsi masing-masing. Di dalam sesi tanya jawab jamaah dapat mengutarakan permasalahan atau pun sesuatu yang belum diketahui kepada narasumber, sehingga perkumpulan itu sangat bermanfaat bagi penambahan ilmu jamaah. Kami dapat memanfaatkan waktu malam kami setelah seharian bekerja. Jika kami tidak mengikuti kegiatan ini, maka kami hanya akan membuang kesempatan menambah ilmu agama dengan hanya duduk dirumah ataupun melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat. Adapun pesan yang dapat kami sampaikan setelah mengikuti beberapa kegiatan mujahadah ini yaitu, mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena kepada-Nya lah kita akan kembali, dan

dengan berdzikir serta mendekat kepada ahli ilmu lah kita akan dapat membuka jalan menuju pintu syurga-Nya.”

b. Perwakilan dari Daerah Semarang

Pernyataan ini diambil dari seorang warga dari daerah Semarang yang mempunyai nama Bapak Turmudzi, umur 42 tahun.

“Kami sebagai warga Semarang sangat senang ketika mendengar bahwa, ada jamaah yang di dalamnya terkumpul masyarakat yang ingin mendekatkan diri kepada Allah. Khususnya para muda-mudi yang memang akan menjadi generasi penerus bangsa. Mengingat zaman sekarang ini yang membuat gaya hidup sudah modern sekali, sehingga kaum muda banyak yang mengubah kesibukan mereka. Ketika sudah asyik dengan berbagai permainan dunia, yang seharusnya sebagian waktunya digunakan untuk mengkaji ilmu agama justru malah menjadi sibuk mengikuti arus modernisasi. Sehingga kami sangat bersyukur ada wadah yang mengumpulkan masyarakat Semarang dan sekitarnya guna menambah penebalan Iman kepada Allah SWT. Di dalam majlis ini uraian masalah yang disampaiakan narasumber sering mengacu pada pemikiran-pemikiran klasik yang masih tetap mengajak jamaah untuk menoleh pada kitab-kitab klasik para ulama. Dengan begitu masyarakat yang tidak mengenal kitab klasik yang sebenarnya masih merupakan landasan untuk menjalankan perintah Allah, menjadi mengerti dan faham akan keterkaitan agama dengan kitab klasik. Adapun pesan yang dapat saya sampaikan adalah, mengkaji agama tidak cukup jika hanya mengacu pada Al-quran dan Hadist saja. Namun juga harus menoleh pada kitab-kitab klasik yang sudah disajikan oleh para ulama’ sebagai panduan pengiring muslimin melangkahkan kaki menuju bahtera ruhani Islam yang baik. Dan mengikuti mujahadah keliling bukanlah jalan yang buruk untuk kita ikuti. Dengannya kita akan lebih mengerti tentang Islam yang selama ini kita anut dan jalani.”

c. Perwakilan dari Daerah Boyolali

Dari daerah Boyolali kami mengumpulkan beberapa uraian dari seorang ibu rumah tangga yang memiliki nama Ibu Syamroh, umur 44 tahun. Beliau memaparkan jawabannya sebagai berikut. “Sebagai ibu rumah tangga saya lebih sering menggunakan waktu di rumah saja dan saya juga berkebutuhan untuk mengkaji ilmu agama. Keluarga saya sering kali mengajak saya pergi mengaji mengikuti jamaah mujahadah keliling. Sebenarnya saya menyukai kegiatan tersebut karena disana saya dan keluarga saya bisa mengerti lebih luas tentang agama. Namun menurut pribadi saya ada hal yang membuat saya kurang nyaman yaitu, jadwal berlangsungnya kegiatan yang kurang bisa dipastikan. Belum lagi jarak dan tempat yang kurang menentu pula. Terkadang ketika hendak berangkat saya harus berfikir dua kali bagaimana caranya agar kami bisa sampai di tempat dengan tepat waktu dan tidak tersasar. Sebenarnya jika mujahadah ini dilaksanakan secara bergantian tempat dari daerah satu menuju daerah lain akan terasa tidak membosankan. Namun kendalanya apabila jamaah kurang tahu dimana letak berlangsungnya mujahadah keliling maka mereka akan kesulitan menghadiri mujahadah. Jadi untuk melanjutkan mengikuti kegiatan mujahadah tersebut kami harus memilih tempat yang sekiranya bisa kami jangkau. Adapun pesan yang dapat saya sampaikan yaitu sebaiknya jamaah mujahadah itu memiliki tempat atau gedung tersendiri yang menetap, jadi tidak susah dalam mencari dimana tempat berlangsungnya acara.”

BAB IV

Dokumen terkait