BAB I PENDAHULUAN
C. Iklan
3. Pesan Iklan
Pesan (message) adalah penjumlahan dari tanda atau sinyal yang berusaha mengungkapn satu atau lebih gagasan. Intraksinya bergantung pada bagian-bagian lain dari proses komunikasi, termasuk media yang digunakan dan tujuan dari pembicara atau perilaku yang akan merek mempengaruhi (Wakep 2000 : 78).
Pesan iklan dapat diartikan sebagai suatu bentuk komunikasi yang dilakukan untuk dapat menyampaikan informasi produk agar diketahui oleh
audiences. Pesan iklan harusnya bermula dari konsep produk yang kuat, karenaya
sudah semestinya yang hendak dikomunikasikan dalam pesannya benefit produk (Sulaksano, 2003 : 94). Pembuatan iklan harus menentukan gaya, nada, kata-kata dan format yang kohesif dalam tahap eksekusi pesan. Semua pesan biasanya dapat disajikan dengan berbagai style: gaya hidup, cuplikan hidup, fantasi, mood atau
citra, musical, lambing kepribadian, keahlian teknis, bukti ilmiah dan testimonial (Sulaksano, 2003:96).
D. Proses yang Mempengaruhi Minat Beli
1. Pengertian Minat Beli
Minat beli konsumen merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. Niat beli merupakan pernyataan mental konsumen yang merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu. Pengetahuan akan niat beli sangat diperlukan para pemasar untuk mengetahui niat konsumen terhadap suatu produk maupun untuk memprediksikan penolakan konsumen di masa mendatang menurut Durianto, dkk (2001 : 104).
Minat membeli terlihat dari sikap konsumen terhadap produk dan keyakinan konsumen terhadap kualitas produk. Semakin rendah keyakinan konsumen terhadap suatu produk akan menyebabkan menurunnya niat beli konsumen.
2. Keputusan Pembelian
Menurut Lamb, Hair & McDaniel (2001:189) proses pengambilan keputusan yang digunakan konsumen ketika membeli barang atau jasa melalui beberapa tahap, yaitu:
a) Pengenalan Masalah
Proses pembelian diawali saat pembeli menyadari adanya kebutuhan. Pembeli menyadari terdapat perbedaan antara kondisi sesungguhnya dengan kondisi
yang diinginkannya. Kelakuan ini disebabkan oleh rangsangan internal dari kebutuhan normal seseorang yaitu rasa lapar, dahaga atau seks hingga suatu tingkat kebutuhan tertentu dan berubah menjadi dorongan.
b) Pencarian Informasi
Seorang konsumen yang mulai berminat membeli suatu produk akan terdorong untuk mencari informasi lebih banyak. Konsumen dapat mencari informasi melalui media cetak, seperti majalah, Koran, bku bacaan dan melalui media elektronik seperti televisi, radio dan internet.
c) Evaluasi Alternatif
Setelah mendapatkan informasi dari sekelompok merek-merek, konsumen selanjutnya akan mengevaluasi alternatif untuk menetapkan pilihan. Konsumen akan menggunakan informasi yang tersimpan di dalam ingatan, ditambah dengan informasi yang diperoleh dari luar untuk membangun suatu kriteria tertentu.
d) Pembelian
Pada tahap evaluasi onsumen membentuk preferensi terhadap merek-merek pada perangkat pilihan. Konsumen juga membentuk tujuan membeli untuk merek yang paling disukai.
e) Perilaku sesudah pembelian
Sesudah melakukan pembelian terhadap suatu produk, konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen juga akan terlibat dalam tindakan sesudah pembelian dan penggunaan produk yang akan menarik minat pemasar.
3. Jenis-jenis Tingkah Laku Pembelian Konsumen
Kotler (2005:160) menyatakan ada beberapa tingkah laku pembelian konsumen, yaitu:
a. Tingkah laku membeli yang kompleks
Konsumen mengalami tingkah laku pembelian yang kompleks kalau mereka terlibat dalam pembeleian dan memiliki perbedaan pandangan yang berarti diantara merek. Konsumen mungkin akan terlibat bila produknya mahal, berisiko, jarang dibeli dan amat mencerminkan citra diri, pada umumnya banyak yang harus dipelajari konsumen mengenai kategori produk.
b. Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokkan
Tingkah laku ini terjadi saat konsumen terlibat dalam pembelian produk mahal, jarang dibeli dan berisiko tetapi konsumen dapat melihat sedikit perbedaan diantara merek.
c. Tingkah laku membeli yang merupakan kebiasaan
Tingkah laku membeli yang menjadi kebiasaan terjadi di bawah kondisi keterlibatan konsumen yang rendah dan perbedaan merek yang dirasakan besar. Dalam hal ini tingkah laku konsumen tidak diteruskan lewat urusan keyakinan sikap tingkah laku yang biasa. Konsumen tidak membentuk sikap yang kuat terhadap suatu merek, mereka memilih merek karena sudah dikenal.
d. Tingkah laku membeli yang mencari variasi
Konsumen menjalani tingkah laku membeli yang mencari variasi dalam situasi yang ditandai dengan keterlibatan konsumen yang rendah, tetapi perbedaan
merek dianggap berarti. Dalam keadaan seperti ini konsumen sering kali mengganti merek.
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Perkembangan Perusahaan
PT Mas Motors Mitsubishi bermulanya dari sebuah ide brillian yang tercetus dari cara berfikir cemerlang dalam memanfaatkan peluang. Peluang tersebut muncul sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai penanaman modal, baik modal asing, maupun modal dalam negeri. Tahun 1970, berdirilah PT. New Marwa 1970 Motors sebagai distributor tunggal Mitsubishi Indonesia. Kemudian pada tahun 1973 berganti nama menjadi PT. Mas Motors Mitsubishi. Sejak awal hingga kini, PT. Mas Motors Mitsubishi telah memasarkan kendaraan Mitsubishi dari berbagai kategori, mulai dari kendaraan kecil kategori I hingga truk-truk besar kategori IV, serta kendaraan penumpang sedan. Jajaran produknya semakin lengkap dengan dipasarkannya truk-truk heavy duty ( Fuso Ganjoo ), kendaraan penumpang serbaguna Mitsubishi Kuda dan kendaraan sistem kemudi 4X4 Mitsubishi L200 Strada.
Pemanfaatan dukungan jaringan penjualan dan layanan purna jual yang terjual diseluruh pelosok tanah air, PT. Mas Motors Mitsubishi selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya. Masa yang cukup panjang selama tiga dekade telah dilalui PT. Mas Motors Mitsubishi dengan tegar, dan PT. Mas Motors Mitsubishi siap menyongsong masa depan memasuki milenium baru. Berikut ini sejarah singkat PT. Mas Motors Mitsubishi:
1. Tahun 1970 PT Mas Motors Mitsubishi menandatangani kontrak kerjasama antara, Presiden dari Mitsubishi Corporation, dengan Presiden Komisaris Krama
Yudha, Bpk. H. Sjarnoebi pada awal tahun 1970. PT. Marwa Baru 1970 Motor ditetapkan sebagai distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia.
2. Tahun 1971, Peluncuran Colt T-100 dan Jeep J20.
3. Tahun 1972, PT. Krama Yudha Surabaya Modjopahit Motor mulai memproduksi komponen Colt T120.
4. Tahun 1973, PT. Krama Yudha Ratu Motor ( KRM) didirikan sebagai sebagai pabrik perakitan untuk Truck Mitsubishi. PT. Marwa Baru 1970 diubah nama menjadi PT. Mas Motors Mitsubishi. PT. Mitsubishi Krama Yudha Pabrikasi dan Motor ( MKM) didirikan sebagai pabrik produksi pengecapan komponen. Peluncuran FUSO.
5. Tahun 1974, Peluncuran Fuso B633H Bus.
6. Tahun 1975, PT. Mas Motors Mitsubishi memulai produksi 2 truk ton dan Peluncuran Colt Diesel T200 CU, T200 CH dan T210Fz.
7. Tahun 1976, Kantor pusat PT. Mas Motors Mitsubishi telah selesai, yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani Pulomas, Timur Jakarta.
8. Tahun 1977, Peluncuran Galant Sigma 2000cc GLX dan Sedan dan mempercayakan PT. Ismac untuk memasangnya. Peluncuran Fuso FM215F. 9. Tahun 1978, Total penjualan PT. Mas Motors Mitsubishi mencapai 150,000
unit. Merupakan hal yang pertama dalam industri permobilan pada saat itu. 10. Tahun 1979, Peluncuran Colt Diesel FE101 dan FE111 serta Peluncuran
BM115L Bus.
11. Tahun 1980, PT. Mas Motors Mitsubishi mengambil alih PT. Pipit Motor Jakarta untuk memasang kendaraan penumpang, yang kemudian menjadi PT.
Mas Motors Mitsubishi. Peluncuran Colt L100, 600 cc. Pemasaran FUSO FM215H dan Dumptruck.
12. Tahun 1981, KKM mulai mengumpulkan GALANT SIGMA 2000CC GLX dan 1600cc GL ( YC) sedan. Total penjualan KTB mencapai 300,000 unit. PeluncuranColt L300, bensin 1400Cc. Peluncuran Lancer 1400cc.
13. Tahun 1982, Konstruksi mulai dikerjakan pada PT. Colt Engine Manufacturing (CEM) sebagai pabrik perakitan mesin.
14. Tahun 1983, Peluncuran Colt Diesel FE114- 6 roda kemudi dan Peluncuran BM115H Bus.
15. Tahun 1984, Peluncuran Colt Diesel FE104- 4 roda kemudi, Peluncuran Colt L300 Bensin, 1600cc dan Colt L300 Diesel, 2300cc, Peluncuran Lancer Notchback dan Hatchback.
16. Tahun 1985, CEM mulai merakit mesin Mitsubishi dan Peluncuran FUSO FM516.
17. Tahun 1986, Peluncuran Jetstar 1000cc dan Peluncuran BM116L Bus.
18. Tahun 1987, Peluncuran Fuso FM516F, Peluncuran Eterna Super Exceed 2000CC SOHC sedan dan Peluncuran 1600CC GLX sedan.
19. Tahun 1988, MKM dan CEM bergabung menjadi MKM I dan MKM II (CEM). Peluncuran New ETERNA 2000CC DOHC 16 valve GTI dan SOHC. Pendirian PT. Staco Tiga Keuangan Berlian. Peluncuran Colt L300 diesel 2500Cc.
20. Tahun 1989, Peluncuran New LancerDan Gan 1600cc Gti-16V dan Peluncuran FUSO BM117L Bus.
21. Tahun 1990, Peluncuran Colt Diesel FE119 Aniki, 120PS. Peluncuran CBU Fuso FN527FZ, Colt Diesel FE449 dan Fuso FP418J. PT Mas Motors Mitsubishi total penjualan mencapai lebih dari 600,000 unit.
22. Tahun 1991, Peluncuran Colt T120Ss, 1300cc. Pemasaran ETERNA DOHC Automatic 2000Cc Gti sedan. Peluncuran RM117L Bus.
23. Tahun 1992, Peluncuran Lancer Le-Dan Gan 1500cc ( MT/AT) 1600CC GLXi dan 1800Cc Gti-16V sedan.
24. Tahun 1993, Peluncuran New Galant 2000cc V6- 24V MT-AT DOHC/VR Sedan.
25. Tahun 1994, Total Penjualan untuk PT. Mas Motors Mitsubishi mencapai 800,000 unit.
26. Tahun 1995, Peluncuran Pajero GLS 3000cc- 6V dan Peluncuran FUSO FN527 dan Fm517H Ganjoo 220PS. Peluncuran Fuso Bus RM117 [yang] Turbo. Peluncuran Colt Diesel FE449 120PS.
27. Tahun 1996, Peluncuran Colt Diesel FE447. Penjualan kendaraan Mitsubishi, menjadi yang pertama dalam tahun ini dengan total penjualan 76,254 unit. Dimulainya pengerjaan konstruksi untuk pembangunan gedung baru PT. Mas Motors Mitsubishi.
28. Tahun 1997, Peluncuran New Lancer Glxi/Sei 1600cc ECI Multi 16 valve. Peluncuran New Colt Diesel FE304, FE334, FE349 dan FE347. Total penjualan PT. Mas Motors Mitsubishi mencapai 1 juta unit.
29. Tahun 1998, Peluncuran New Galant V6 2500cc ECI Multi 24 Valve. PT. Mas Motors Mitsubishi pindah ke gedung baru sebagai kantor pusat dengan sembilan tingkat/ lantai.
30. Tahun 1999, Peluncuran Kuda Bensin (Super Exceed, GLS, GLX) dan Kuda Diesel ( GLS, GLX). Mendirikan PT. Berlian Abad Dua Satu.
31. Tahun 2000, Peluncuran Kuda Diesel (Super Exceed). Peluncuran Colt Diesel FE446 F Bus Chasis.
32. Tahun 2001, Peluncuran Fuso Truk FN 527 M3, Heavy Duty. Peluncuran New Lancer 1.6 SEI& GLXI Minor Change. PT. Mas Motors Mitsubishi mendapatkan penghargaan ISO 9001:2000 Sistem Manajemen Mutu.
33. Tahun 2002, Peluncuran New Misubishi Kuda ( Grandia, Diamond, Deluxe). Peluncuran L 200 4WD STRADA. Peluncuran New Colt Diesel FE 304, FE 334, FE 347, FE 349, Peluncuran New Lancer 1.6 A/T Sportmode, Peluncuran L 300 MB Hiroof, Peluncuran All New Lancer INVECS III 1.8 CVT& 1.6 GLXI, Mendirikan PT. Minatnet, PT Mas Motors Mitsubishi mencapai sukses dalam penguasaan pasar yg paling besar yaitu 66,7 % untuk Colt Diesel yang di eksport dari MMC.
34. Tahun 2003, Peluncuran New Colt Diesel FE 334 HD dan FE349 HD, Gedung baru PT. Mas Motors Mitsubishi Spare Part Center, Gedung baru PT. Mas Motors Mitsubishi Training Center, Peresmian Gedung baru PT. Mas Motors Mitsubishi, dengan 6 lantai.
35. Tahun 2004, Peluncuran New Colt Diesel FE 304 Bus Chassis. Peluncuran New FUSO FM 517H3, FN517ML dan FN 527M2L. Peluncuran Colt
T120SS 1.5 MPI. Peluncuran Strada 2.500cc GLS. Peluncuran L200 Club Cab 2.800cc dan Single Cab 2.500cc. Peresmian gedung Service Center PT. Mas Motors Mitsubishi di Pulo Mas.
36. Tahun 2005, PT. Mas Motors Mitsubishi berubah menjadi perusahaan Multinasional (PMA) dengan Presiden Direktur Mr. F. Kuwayama, Peluncuran Mitsubishi Grandis, Peluncuran Mitsubishi Maven, PT. Mas Motors Mitsubishi meraih prestasi penjualan 1,5 juta unit.
37. Tahun 2006, PT. Mas Motors Mitsubishi berpartisipasi di pameran otomotif pertama yang bertaraf International di Indonesia, yaitu 14th Indonesia International Motor Show dan menampilkan Triton untuk pertama kalinya. 38. Tahun 2007 Peluncuran New Mitsubishi Fuso Colt Diesel Turbo Intercooler
Peluncuran Strada Triton. Semua produk kendaraan Mitsubishi telah berstandar Euro 2.
39. Tahun 2008 PT. Mas Motors Mitsubishi berhasil meraih ISO 140001:2004 untuk Environment Management System. Peluncuran Grandis 2008, tipe GLS. Peluncuran Strada Triton tipe Exceed. Peluncuran Grandis tipe GT Peluncuran Lancer Evolution. Peluncuran Lancer EX 2.0 GT. Peluncuran Pajero.
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi PT. Mas Motors Mitsubishi Medan dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1 : Struktur Organisasi PT Mas Motors Mitsubishi
Sumber : PT Mas Motors Mitsubishi (2010)
Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian ataupun posisi orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu struktur organisasi.
Semakin baik struktur organisasi suatu pekerjaan maka sistem operasionalnya akan dapat terlaksana secara lebih interaksi dan terkoordinasi sehingga tujuan perusahaan semakin jelas.
Struktur organisasi yang dipakai oleh PT Mas Motors Mitsubishi adalah struktur organisasi lini dan staf (line and staf organization).
1. Kebaikan dari struktur organisasi lini dan staf adalah: MANAGER
SECTION HEAD
OFFICER Yan Admirsyam
Pelaksana Pelaksana Pelaksan a
Pelaksan a
a. Pimpinan lebih dewasa dalam memberikan sarana terhadap tugas khusus di luar bagiannya.
b. Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan meringankan pekerjaan pimpinan dan meningkatkan efisiensi kerja.
c. Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan kekuasaan aliran dengan jelas.
2. Keburukan dari struktur organisasi lini dan staf adalah:
a. Solidaritas sesama karyawan sulit diharapkan karena karyawan tidak langsung saling mengenal.
b. Koordinasi bagian-bagian unit kerja sukar diharapkan karena rumit dan kompleksnya (lengkap) organisasi.
Pada struktur organisasi lini dan staf secara formal yang berhak memberikan perintah hanya pimpinan, sedangkan staf hanya memberikan nasehat dan saran-saran yang mendukung. Tetapi pada organisasi yang besar dan ruang lingkupnya luas, beraneka ragam dan kompleks, tidak mungkin bagi seorang pimpinan mengambil wewenang kepada staf sesuai dengan bidangnya masing-masing.
3. Uraian tugas di PT Mas Motors Mitsubishi Medan sebagai berikut: a. Manager
1) Melakukan pengawasan dan mengembangkan kegiatan serta mendayagunakan sarana organisasi.
2) Meyakini kualitas pelayanan di bidang trade services telah dijalankan sesuai prosedur.
3) Melakukan koordinasi dan menjalin hubungan yang harmonis dengan unit kerja terkait dalam penanganan transaksi trade services.
4) Menyelesaikan permasalahan yang timbul dengan dealer yang berkenaan dengan kegiatan trade services.
5) Memastikan proses transaksi trade services telah dikerjakan dengan akurat, tepat waktu dan efisien.
b. Section Head
1) Melakukan pengawasan dan mengembangkan kegiatan serta mendayagunakan sarana organisasi.
2) Memelihara ketertiban dan kelancaran kegiatan penjualan. 3) Meyakini kualitas pelayanan di bidang trade services. 4) Menyelesaikan masalah yang timbul dengan dealer. 5) Membuat laporan produktivitas.
6) Menindaklanjuti hasil temuan audit.
7) Melaksanakan fungsi control terhadap pelaksanaan kerja yang benar,
akurat dan efisien.
c. Officer
1) Memelihara ketertiban dan kelancaran kegiatan penjualan dan pembelian. 2) Memonitor penyelesaian transaksi penjualan.
3) Memonitor outstanding transaksi pembelian.
4) Melaksanakan pengkreditan dan monitoring maturity profile.
1) Memastikan pelaksanaan pengadministrasian dan memproses penggunaan cek dan kartu kredit.
2) Memeriksa credit line dengan issuing bank, dan menyampaikan kepada unit kerja terkait apabila credit line dimaksud belum disetup.
3) Memelihara ketertiban pelaksanaan pembukuan transaksi penjualan.
4) Membuat dan memeriksa laporan yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan.
e. Karyawan
1) Memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.
2) Memastikan produk telah di distribusikan dengan baik ke dealer yang lain. 3) Menginput nama konsumen setiap minggunya.
4) Mengecek keadaan produk yang siap untuk di jual ke konsumen.