• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5 Pesan yang disampaikan dalam pelayanan Sistem Informasi

Sipil Kota Cimahi

Pesan adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. Isi dari pesan tersebut berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat, atau propaganda. Pesan yang akan dibahas adalah pesan yang berupa informasi melalui penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi.

`Adapun macam-macam penyusunan pesan melaui penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan berdasarkan informatif yaitu penyusunan pesan yang melihat kondisi tempat atau ruang, penyusunan pesan berdasarkan

waktu atau periode yang disusun secara kronologis, penyusunan pesan mulai dari hal-hal yang bersifat umum kepada khusus, dan penyusunan pesan dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kepada hal-hal yang bersifat umum.

Pengkoneksian pesan dilaksanakan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi dan kantor kecamatan wilayah Kota Cimahi. Peletakkannya di ruangan paling belakang dan memiliki udara yang cukup dingin kareana terdapat ventilasi yang cukup besar. Hal ini, dilaksanakan untuk mendapatkan signal-signal dari unit-unit kerja kependudukan Kota Cimahi yang lainnya dan untuk mendinginkan perangkat-perangkat komputer yang setiap hari digunakan untuk mengkoneksikan data server Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi dengan client server yang berda di kecamatan wilayah Kota Cimahi.

Penyusunan pesan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dilaksanakan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi. Kondisi tempatnya sangat tidak memenuhi persyaratan yang dianjurkan. Selain itu, keterbatasan media dan tidak memadainya perlengkapan komputer, sehingga pengiriman pesannya yang tidak berjalan secara maksimal. Kondisi ruangan yang kurang mendukung mengakibatkan kebijakan baru yaitu pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan tidak hanya dapat dilakukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi melainkan dapat dilakukan juga di kantor kelurahan wilayah Kota Cimahi yang telah menjadi client server database

Pemberian pesan melalui penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan disusun dengan waktu yang telah ditentukan oleh Dinas Kependudukan. Penentuan waktu tersebut, sama dengan satuan kerja perangkat daerah yang lainnya di Kota Cimahi, yaitu sesuai dengan jam kerja para pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi. Jam kerja yang telah ditentukan tersebut, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meberikan pelayanan kependudukan kepada masyarakat.

Pemberian pesan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi dilaksanakan pada jam kerja, yaitu dari jam 08.00 WIB sampai pada jam 16.00 WIB. Pesan disusun oleh Seksi Informasi dan Analisa Data, Seksi Perumusan Program, dan Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pesan tersebut dimasukan ke dalam

database guna memberikan pelayanan kependudukan bagi masyarakat.

4.5.1 Pesan verbal yang diberikan apartur dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi

Sebagai mahluk sosial dan juga sebagai mahluk komunikasi, manusia dalam hidupnya diliputi oleh berbagai macam simbol, baik yang diciptakan oleh manusia maupun yang diciptakan secara alamiah. Pesan verbal dalam pelayanannya menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya. Penggunaan bahasa dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dianggap cara yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kota Cimahi, karena dengan bahasa orang bisa berkomunikasi tanpa memandang

agama dan warna kulit. Komunikasi membuat relasi kebersamaan antara komunikator dengan komunikan. Simbol atau tanda verbal seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.

Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan secara langsung melalui penggunaan bahasa. Penyampaian pesan verbal pada komunikasi aparatur dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi ini terjalin pada saat masyarakat yang membutuhkan pelayanan kependudukan datang sendiri ke tempat pelayanan. Pesan verbal ini lebih mudah dimengerti bagi masyarakat yang kurang mengerti akan perkembangan teknologi.

Bahasa verbal adalah sarana utama untuk memberikan informasi melalui pelayanan dengan menggunakan aplikasi Sistem Infomasi Administrasi Kependudukan, bahasa verbal menggunakan kata kata yang mengrepresentasikan maksud dari komunikator tentang informasi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi.

Berdasarkan penelitian bahwa pesan verbal lebih dapat dimengerti oleh penerima pesan karena tanpa memerlukan alat bantu pun komunikasi dapat berjalan. Pesan verbal membutuhkan kehalian dalam berbicara agar penyampaian pesan tersebut tidak menyimpang dari apa yang dimaksud pengirim pesan.

Hampir dari keseluruhan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi penggunaan pesan verbal dapat ditemukan, karena pada dasarnya pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengharuskan masyarakat untuk datang secara langsung dan berkomunikasi dengan aparatur secara langsung dengan menggunakan bahasa lisan. Adapun pelayanan tersebut

dibantu oleh penggunaan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan untuk membantu aparatur dalam meberikan pelayanan.

4.5.2 Pesan noverbal yang diberikan aparatur dalam memberikan pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi

Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia dan masyarakat. Aktivitas komunikasi dapat dilihat pada setiap aspek kehidupan sehari-hari manusia yaitu sejak dari bangun tidur sampai manusia beranjak tidur pada malam hari seperti yang terjadi Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi komunkasi menjadi suatu faktor penting yang menunjang keberhasilan suatau pelayanan. Bisa dipastikan sebagian besar dari kegiatan kehidupan kita mengunakan komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal.

Simbol atau tanda nonverbal seperti mimic, gerak-gerik serta suara. Terbangunnya relasi kebersamaan ini bukan selalu sebagai hubungan yang positif seperti keakraban atau keintiman melainkan terbentuknya kontak hubungan antara pengirim pesan dengan penerima pesan melalui simbol atau tanda-tanda tertentu yang bersifat verbal atau nonverbal. Aplikasi kontak simbol ini baik dilakukan dengan diri sendiri (intrapersonal) maupun dengan pihak lain (antarpersonal).

Keberhasilan komunikasi aparatur dalam pelayanan Sistem informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota

Cimahi tidak hanya melalui pesan verbal saja akan tetapi perlu adanya pesan non verbal. Pesan nonverbal adalah pesan atau komunikasi yang dilakukan tanpa menggunakan bahasa yaitu dengan penggunaan gerak tubuh dalam menyampaikan pesan. Gerak tubuh tersebut dapat mendeskripsikan perasaan aparatur tersebut dalam menyampaikan pesan karena pada hakekatnya kita melihat dulu aparatur tersebut sebelum berkomunikasi.

Gerak tubuh cara penampilan aparatur dapat berpengaruh terhadap berjalannya komunikasi secara maksimal. Pemberian arti terhadap pesan nonverbal dipengaruhi juga oleh sisitem sosial budaya masyarakat yang menggunakannya. karena perbedaan latar belakang masyarakat akan menentukan pemberian pesan nonverbal dalam berkomunikasi itu dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Berdasarkan penelitian bahwa pesan verbal termasuk faktor penting berjalannya komunikasi aparatur dalam memberikan pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi, karena sikap atau gerak tubuh aparatur dan penampilan aparatur menjadi nilai tambah dalam menyampaikan pesan. Hal ini dapat dilihat pada bagian unit pelayanan terpadu dalam memberikan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil selalu berpakaian rapih dan sopan, akan tetapi menurut pengamatan di lapangan kadang kala aparatur lupa dalam memberikan salam atau sekedar senyuman terlebih dahulu sebelum memberikan pelayanan mungkin ini dapat dikarenakan perbedaan budaya setiap orang.

117

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Komunikan dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi ditunjang juga oleh sumber daya manusia aparatur yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat dikatakan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari aparatur Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi yang rata rata berpendidikan cukup tinggi dan masih termasuk ke dalam usia produktif sehingga aparatur tersebut dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan secara maksimal.

2. Situasi dan kondisi dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi kepada masyarakat dapat dikatakan cukup baik. Penempatan unit pelayanan terpadu di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung akan tetapi karena luas kantor yang terbatas membuat situasi dan kondisi di dalam kantor agak sedikit berantakan sehingga menimbulkan efek yang kurang nyaman bagi aparatur dalam berkomunikasi.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi dapat dikatakan cukup baik karena kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berada di gedung utama paling bawah sehingga masyarakat dapat dengan mudah menemukan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi. Kebijakan penyelenggaraan pelayanan melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dapat dilakukan di Kantor Kecamatan karena keterbatasan tempat meskipun dilakukan untuk menanggulangi keterbatasan tempat tersebut akan tetapi menimbulkan masalah baru misalnya pelayanan yang terganggu karena kerusakan jaringan ataupun kerusakan hardware.

4. Media interaksi yang digunakan aparatur dalam memberikan pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi saat ini dapat dikatakan telah tersedia dan terpenuhi, Jumlah komputer yang digunakan, sudah memenuhi persyaratan untuk mengkoneksikan data antara server utama dengan 3 client server

yang berada di kecamatan akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kepada masyarakat yang semakin hari semakin meningkat dirasakan fasilitas yang mendukung penggunaan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan tersebut seharusnya bisa lebih ditingkatkan. 5. Pesan yang disampaikan dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi

Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi dirasakan cukup baik dalam penyampaian informasi akan tetapi demi mendukung program pemerintah tentang e-goverment alangkah lebih

baiknya pesan yang berupa informasi dalam penyampaiannya lebih dapat ditingkatkan.

5.2 Saran

Berdasarkan pada kesimpulan di atas maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Komunikan dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi ditunjang juga oleh sumber daya manusia maka diperlukan pemilihan aparatur dengan klasifikasi pendidikan yang cukup tinggi.

Pelatihan berkomunikasi yang baik dan benar serta sebaiknya diadakan pendidikan dan pelatihan kepada staf yang menjadi operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan yang berada di Kantor Kecamatan, karena masih belum menguasai teknik komputer secara baik sehingga pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi dapat berjalan secara efektif dan efisien.

2. Situasi dan kondisi dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi lebih ditingkatkan lagi misalnya penataan meja kantor tata letak peralatan kantor lebih ditertibkan agar terciptanya situasi dan kondisi yang nyaman bagi keberlangsungan proses komunikasi aparatur. Sebaiknya ada penambahan sumber daya manusia di bagian officeboy yang merapikan keprluan keperluan kantor seperti surat-surat atau dokumen yang

berserakan atau menumpuk diatas meja.

3. Tempat dalam pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi lebih ditingkatkan lagi baik saran dan prasarananya karena pelayanan kependudukan seharusnya bisa menjadi pelayanan satu atap agar masyarakat tidak kesulitan atau membuang biaya dan waktu dalam meminta pelayanan yang berhubungan dengan semua urusan kependudukan..

4. Ketersedian media memang telah dirasakan cukup baik akan tetapi demi menanggulangi pertambahan penduduk yang semakin hari semakin pesat alangkah baiknya sarana dan prasarana lebih ditingkatkan kembali. Media yang mengaplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan lebih diperbanyak atau lebih diperbaharui baik dari segi hardware maupun

software agar proses komunikasi pun berjalan lebih efektif dan efisien serta perlu ada penekanan lebih komunikasi media.

5. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi agar lebih selektif dalam memilih staf operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan agar penyampaian pesan tidak terhambat lagi. Serta mesti adanya pembaharuan pesan misalnya mengaplikasikan program-program terbaru tentang kependudukan seperti e-ktp ataupun KTP online sehingga pelayanan pun lebih dapat ditingkatkan lagi.

121

A.A. Gondokusumo. 1980. Komunikasi Penugasan. Jakarta: Gunung Agung. Anthony, Robert. 1993. Teknik Persuasi yang efektif. Jakarta: Binarupa.

Astris S. Susanto. 1977. Komunikasi dalam Teori dan Praktek. Jilid 1. Bandung: Binacipta.

Bungin, Burhan.2001. Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif. Yogyakarta:Gajah Mada Press.

Faisal, Sanafiah. 1999. Format-Format Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Hasan, Erliana. 1995. Komunikasi pemerintahan. Bandung : refika aditama. Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia

Indonesia, anggota IKAPI.

Jogiyanto, 1990. Sistem informasi. Surabaya : Rosda karya.

Kurniawan, J. Luthfi dan Mokhammad Najih. 2008. Paradigma Kebijakan Pelayanan Publik. Malang : In.Trans.

Kusnaka, Adimihardja. 2002. Metode Penelitian Sosial. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Koentjaraninggrat. 1986. metode-metode penelitian masyarakat. Jakarta : Gramedia.

Khairudin, SS. 2000. Pembangunan Masyarakat Tinjauan aspek: sosiologi, ekonomi dan perencanaan. Yogyakarta : Penerbit Liberti Yogyakarta. Ladjamudin, 2005 : kualitas sistem informasi. Jakarta : Ghalia indonesia. Manggaukang. 2006. Metodologi Penelitian. Pasuruan: Pedati.

Milles, Mathew dan Huberman A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif, Buku Sumber – Sumber Tentang Metode – Metode Baru. Jakarta:UI Press. Napitupulu, Paimin. 2007. Pelayanan Publik dan Customer Satisfaction. Bandung

Ratminto dan Atik. 2009. Manajemen Pelayanan : Pengembangan Model

Konseptual, Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan

Minimal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Salam, Dharma Setyawan. 2004. Manajemen Pemerintahan Indonesia. Jakarta : Penerbit Djambatan.

Sedarmayanti. 2003. Good Governance Dalam Rangka Otonomi Daerah.

Bandung: PT. Mandar Maju.

Sever, Hak etc. 2000. Service Management and Operations, Second Editions. Prentice Hall International, Inc.

Silalahi, Ulber. 2006. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Unpar Press.

Sinambela, Lijan Poltak. 2006. Reformasi Pelayanan Publik:Teori, Kebijakan, dan Implementasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Sobandi, Baban. 2005. Desentralisasi dan Tuntutan Penataan Kelembagaan Daerah. Bandung: Humaniora.

Soehartono, Irawan. 1995. Metode Penelitian Sosial. Bandung:PT Remaja Rosda Karya.

Subana, M. Dan Sudrajat. 2001. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: CV Pustaka Pelajar.

Sudjana, Nana. 2005. Tuntutan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono, 2005. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan.Bandung: Alfabet.

Suyanto, Bagong. 2005. Metode Penelitian Sosial:Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media.

Syafe’ie, Inu Kencana. 2003. Kepemimpinan Pemerintahan Indonesia. Jakarta : PT. Rafika Aditama.

2. Dokumen-dokumen:

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

3. Rujukan Elektronik :

141

RIWAYAT HIDUP

1. IDENTITAS DIRI

Nama : Derri Septian

Tempat, Tanggal Lahir : Cianjur, 23 Maret 1989 Status Perkawinan : Belum Kawin

Alamat Lengkap : Jln. Titiran Dalam No.168 RT 07 RW 09 bandung

Nama Ayah : Herry T. Widodo Pekerjaan Ayah : Wiraswasta Nama Ibu : Etty Suryati

Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga

Alamat Lengkap Orang Tua : Jl. Raya Sukabumi No 46 RT 03 RW 03 Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur

Hobby : Traveling

2. PENDIDIKAN FORMAL

2.1 SD Negeri Ibu Jenab 1 : 1996 - 2001 2.2 SMP Negeri 1 Cianjur : 2001 – 2004 2.3 SMA Negeri 1 Cianjur : 2004 – 2007

2.4 Sedang melanjutkan Studi (S1) Jurusan Ilmu Pemerintahan Unikom

Bandung, Agustus 2011

Dokumen terkait