• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengertian Peserta Didik

Secara etimologi peserta didik dalam bahasa arab disebut dengan Tilmidz jamaknya adalah Talamid, yang artinya adalah “murid”, maksudnya adalah “orang-orang yang mengingini pendidikan”. Dalam bahasa arab dikenal juga dengan istilah Thalib, jamaknya adalah Thullab, yang artinya adalah “mencari”, maksudnya adalah “orang-orang yang mencari ilmu”. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw:

نيلفك الله بتك هكرداف املع بلط نم (.……

) ىنربطلا هاور

“Siapa yang menuntut ilmu dan mendapatkannya, maka Allah mencatat baginya dua bagian”. (HR. Thabrani).

Namun secara definitif yang lebih detail para ahli teleh menuliskan beberapa pengertian tentang peserta didik. Samsul Nizar (25:2002) mengatakan bahwa Peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memilki sejumlah potensi (kemampuan) dasar yang masih perlu dikembangkan.

Menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Abu Ahmadi (26:1991), juga menuliskan tentang pengertian peserta didik, peserta didik adalah orang yang belum dewasa, yang memerlukan usaha, bantuan, bimbingan orang lain untuk menjadi dewasa, guna dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Tuhan, sebagai umat manusia, sebagai warga Negara, sebagai anggota masyarakat dan sebagai suatu pribadi atau individu.

Dalam ayat Q.S At-Tahrim ayat 6,



Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;

penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dari definisi-definisi yang diungkapkan oleh para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa peserta didik adalah orang yang mempunyai fitrah (potensi) dasar, baik secara fisik maupun psikis, yang perlu dikembangkan,

untuk mengembangkan potensi tersebut sangat membutuhkan pendidikan dari pendidik.

( ُالله َُُاتتا ُلُج َر ِنْيَتَنْثا يِف َّلاِإ َدَسَح َلا َمَّلَس َو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ُيبَّنلا َلاَق:َلاقِد ْوُعْسَم ِنْبا ِاللهِدْبَع ْنَع )ٔا َكَلَه ىَلَع َطِ لُسَفَلااَم هجرخأ( اَهُمِ لَعُي َو َاهِب ي ِضْقَي َوُهَف َةَمْك ِحلْا ُالله َُُاتتا ُلُج َر َو ِ قَحلْا يِف ِهِت

ناخيشلا

ةمكحلاو ملعلا يف طابتغلإ باب:ملعلا باتك:يرخبلاا ةياور ُدهو هجام نباو) Terjemahannya :

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tidak ada iri hati, kecuali kepada dua orang, yaitu orang yang diberi Allah harta kemudian dipergunakannya dalam kebenaran, dan orang yang diberi Allah hikmah(ilmu) kemudian dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya.”

Samsul Nizar, (20:2002), sebagaimana yang dikutip oleh Ramayulis mengklasifikasikan peserta didik sebagai berikut:

e. Peserta didik bukanlah miniature orang dewasa tetapi memiliki dunianya sendiri.

f. Peserta didik memiliki periodisasi perkembangan dan pertumbuhan.

g. Peserta didik adalah makhluk Allah SWT yang memiliki perbedaan individu baik disebabkan oleh faktor bawaan maupun lingkungan dimana ia berada.

h. Peserta didik merupakan dua unsur utama jasmani dan rohani, unsur jasmani memiliki daya fisik dan unsur rohani memiliki daya akal hati nurani dan nafsu.

i. Peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi atau fitrah yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis.

Peserta didik juga dikenal dengan istilah lain seperi Murid, Mahamurid, Warga Belajar, Palajar, Murid serta Santri.

a. Murid adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

b. Mahamurid adalah istilah umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan perguruan tinggi.

c. Warga Belajar adalah istilah bagi peserta didik nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

d. Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat menengah maupun tingkat atas.

e. Murid memiliki definisi yang hampir sama dengan pelajar dan murid.

f. Santri adalah istilah bagi peserta didik pada jalur pendidikan non formal, khususnya pesantren atau sekolah-sekolah yang berbasiskan agama islam.

Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya. Sejauh dan sebesar apapun bantuan itu diberikan sangat berpengaruh oleh pandangan pendidik terhadap kemungkinan peserta didik utuk di didik. Sesuai dengan fitrahnya manusia adalah makhluk berbudaya, yang mana manusia dilahirkan dalam keadaan

yang tidak mengetahui apa-apa dan ia mempunyai kesiapan untuk menjadi baik atau buruk.

2. Hakekat Peserta Didik

Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya, didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.

Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya, dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan, antara lain :

a. Aspek Paedogogis.

Dalam aspek ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal educandum, makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam

kenyataannya manusia dapat dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat dididik, sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara dresser. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan kearah yang diciptakan.

b. Aspek Sosiologi dan Kultural.

Menurut ahli sosiologi, pada perinsipnya manusia adalah moscrus, yaitu makhlik yang berwatak dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat.

c. Aspek Tauhid.

Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan, menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius, makhluk yang beragama (Suwarno,1981:32) 3. Kewajiban Peserta Didik

Peserta didik mempunyai kewajiban, diantaranya yaitu menurut UU RI No. 20 th 2003:

a. Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan.

b. Ikut menanggung biaya pendidikan kecuali bagi yang dibebaskan dari kewajiban tersebut.

Dalam buku yang ditulis oleh Rama yulis, menurut Al-Ghozali ada sebelas kewajiban peserta didik, yaitu :

a. Belajar dengan niat ibadah dalam rangka taqoruh kepada Allah SWT, sehingga dalam kehidupan sehari-hari anak didik dituntut untuk mensucikan jiwanya dari akhlak yang rendah dan watak yang tercela.

b. Mengurangi kecenderungan pada duniawi dibandingkan masalah ukhrowi.

c. Bersikap tawadhu’ (rendah hati) dengan cara meninggalkan kepentingan pribadi untuk kepentingan pendidikannya.

d. Menjaga pikiran dan pertantangan yang timbul dari berbagai alira e. Mempelajari ilmu – ilmu yang terpuji, baik untuk ukhrowi maupun untuk

duniawi.

f. Belajar dengan bertahap dengan cara memulai pelajaran yang mudah menuju pelajaran yang sukar.

D. Pendidikan Akhlakul Karimah