• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III A. Metode Penelitian

PETA KECAMATAN KASEMEN

Gambar 3.2Peta kecamatan kasemen

Kecamatan Kasemen memiliki luas wilayah 56,36 Km2, dengan batas-batas Kecamatan sebagai berikut :

6“Pengolahan Limbah Kayu di Desa Banten Menghidupi Kasemen” , BANTEN RAYA,21 FEBRUARI 2014

Utara : Laut Jawa

Selatan : Kecamatan Serang

Barat : Kecamatan Kramatwatu Kabupaten

Tabel 3.1 Batas Kecamatan kasemen

Ibukota Kecamatan Kasemen terletak pada jarak ± 9 Km dari ibukota Serang. Bentuk topografi wilayah Kecamatan Kasemen sebagian besar merupakan dataran, dengan ketinggian rata-rata 500-700 m dari permukaan laut, dengan rata-rata curah hujan12 mm/tahun.

1. Secara Administrasi wilayah Kecamatan Kasemen terbagi menjadi 70 Dusun, 70 Rukun Warga (RW), 245 Rukun Tetangga (RT). Dengan jumlah penduduk 91.852 jiwa, yang terdiri dari 47.725 jiwa laki-laki, dan 44.127 jiwa perempuan.

2. Kecamatan Kasemen merupakan wilayah pembangunan bagian utara dari kota Serang. Wilayah Pembangunan Bagian Utara ini diarahkan dengan fungsi utama pariwisata cagar budaya dan cagar alam, pelabuhan, perdagangan dan jasa, perumahan dan berbagai fasilitas umum.

3. Di wilayah Kecamatan Kasemen melintas sebuah sungai yang cukup besar dan terkenal yaitu Sungai Cibanten yang bermuara di Karangantu yang ada di wilayah Kecamatan Kasemen. Di Kecamatan Kasemen juga terdapat Cagar Budaya Banten Lama dan Cagar Alam Pulau Dua. Cagar Budaya Banten Lama ini merupakan tempat ziarah yang banyak dikunjungi oleh

Timur : Kecamatan Pontang Kabupaten

peziarah baik dari daerah Banten sendiri maupun dari luar daerah Banten, serta masih banyak peninggalan sejarah di masa Kesultanan Banten yang ada di wilayah Kecamatan Kasemen.

Jumlah Penduduk Kecamatan Kasemen Serang Banten

Tabel 3.2

C. Metode Populasi dan Sampel 1. Populasi

Desa/Kelurahan Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) 1. Kasemen 7.539 7.106 14.645 2. Warung Jaud 4.454 4.343 8.797 3. Mesjid Priyayi 3.793 3.414 7.207 4. Bendung 3.745 3.727 7.472 5. Sawah Luhur 5.076 5.198 10.274 6. Kilasah 3.763 3.351 7.114 7. Terumbu 4.719 4.505 9.224 8. Margaluyu 3.021 3.015 6.036 9. Kasunyatan 3.451 3.988 7.439 10. Banten 8.061 7.760 15.821 Kasemen 47.622 46.407 94.029

Populasi adalah wilyah generalisai yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik sampelnya.7 Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek yang mempunyai kualitas dan karakterisik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudan ditarik kesimpulannya.8

Pada penelitian ini menggunakan populasi terbatas, yaitu populasi yang memiliki sumber data yang jelas batas batasannya secara kuantitatif.9

Jumlah populasi perusahaan dagang pada peelitian ini berjumlah 143 yang mana angka disebut diperoleh dari data industri non formal kota serang yang peneliti dapatkan dari kantor kecamatan serang

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Hal hal yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan iberlakukan untuk populasi. Untuk tu sampel yang diambl dari populasi harus betul betul representative (mewakili) populasinya.10

Teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik Non Probability Sampling, yaitu mengambil sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel.11 Metode Non Probability Samplingyang digunakan adalahAccidental Samplingyaitu teknik penentuan sampel dengan memilih respon secara kebetulan dan cocok sebagai sumber data dengan

7Sugiyono,Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D(BANDUNG : Alfabeta,2009), h80

8Muslich Anshori dan Sri Iswati,Metodologi Penelitian Kualitatif(SURABAYA : Pusat Penerbitan dan Percetakan

UNAIR), h.92

9M. Burhan Bungin,Metodologi Penelitian KuantitatifEdisi pertama (JAKARTA : Kencana,2005) h.99 10Muslich Anshori dan Sri Iswati,Metodologi Penelitian Kualitatif(SURABAYA : Pusat Penerbitan dan

Percetakan UNAIR), h.94

berbagai pertimbangan, yaitu responden merupakan mitra yang bergabung di BMT Berkah Madani Cimanggis Depok.

D. Pengukuran variabel

Dalam penelitian ini digunakan ukuran nominal. Ialah suatu ukuran yang diberikan kepada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja. Ukuran nominal ini merupakan ukuran yang paling sederhana. Obyek dikelompokan dalam set – set dan kepada semua anggota set diberikan angka12

Dan untuk ukuran skala pada penelitian ini menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekolompok orang tentang fenomena sosial, dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indicator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapar berupa pertanyaan atau pernyataan.13

E. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Uji validitas menunjukan sejauh mana suatu alat ukur pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Sekiranya peneliti menggunakan kuisioner didalam pengumpulan data penelitian, maka kuisioner yang disusunnya harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Setelah kuisioner tersebut tersusun dan teruji validitasnya, dalam praktik belum tentu data yang terkumpulkan adalah data yang valid. Banyak hal lain yang mengurangi

12Muslich Anshori dan Sri Iswati,Metodologi Penelitian Kualitatif(SURABAYA : Pusat Penerbitan dan

Percetakan UNAIR), h.65

validitas data. Misalnya apakah si pewawancara yang mengumpulkan data betul betul mengikuti petunjuk yang diberikan dalam kuisioner tersebut.14 Untuk mengkorelasikan data tersebut dapat digunakan formula perhitungan rumus korelasi product moment dari pearson yaitu.15

rxy =

Untuk menguji apakah butir-butir pertanyaan valid, maka dilakukan uji validitas terhadap 50 kuesioner yang telah diisi oleh responden. Suatu pertanyaan dapat dikatakan valid apabila nilai koefisien korelasi positif dan bernilai >0,27. Nilai validitas dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

Pernyataan Corrected Item- Total Correlation Keterangan A1 0.595 Valid A2 0.682 Valid A3 0.442 Valid A4 0.397 Valid A5 0.537 Valid A6 0.459 Valid A7 0.559 Valid B1 0.223 Tidak Valid B2 0.473 Valid B3 0.511 Valid C1 0.776 Valid C2 0.102 Tidak Valid D1 0.478 Valid D2 0.313 Valid D3 0.399 Valid D4 0.441 Valid D5 0.408 Valid

14Sofian Effendi Metode Penelitian Survei”(Jakarta : LP3ES,2012) h 125

15Muslich Anshori dan Sri Iswati,Metodologi Penelitian Kualitatif(SURABAYA : Pusat Penerbitan dan

Percetakan UNAIR), h.84

N∑ XY –(∑ X) (∑ Y)

D6 0.453 Valid

D7 0.456 Valid

Tabel 3.3 Uji Validitas

Sedangkan uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukan konsistensi suatu alat pengukur didalam mengukur suatu gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil yang pengukuran hasil yang konsisten. Pada alat pengukur fenomena fisik, seperti berat dan panjang beban, konsistensi hasil pengukuran bukanlah hal yang sulit dicapai. Akan tetapi mengukur fenomena sosial,seperti sikap,opini dan persepsi, pengukuran yang konsisten agak sulit dicapai. Makin kecil kesalahan pengukuran, makin reliabel alat pengukur. Sebaliknya, makin besar kesalahan pengukuran makin tidak reliabel alat pengukur tersebut.16

Suatu kuesioner dikatakan realibel jika nilai koefisien alpha > 0,27. Nilai reliabilitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Pernyataan Cronbach Alpha Keterangan A1 0.874 Reliabel A2 0.876 Reliabel A3 0.880 Reliabel A4 0.874 Reliabel A5 0.876 Reliabel A6 0.875 Reliabel

A7 0.875 Reliabel B1 0.882 Reliabel B2 0.876 Reliabel B3 0.876 Reliabel C1 0.904 Reliabel C2 0.890 Reliabel D1 0.878 Reliabel D2 0.881 Reliabel D3 0.876 Reliabel D4 0.878 Reliabel D5 0.877 Reliabel D6 0.872 Reliabel D7 0.877 Reliabel

Tabel 3.4 Uji Reliabilitas

F. Analisis faktor

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis faktor dikarenakan peneliti ingin mengetauhi faktor-faktor yang mempengaruhi kepusan pelaku bisnis perusahaan kayu dalam menggunakan bilyet giro syariah. Metode analisis faktor memungkinkan peneliti untuk mencapai tujuan penelitian karena tujuan penggunaan analisis faktor adalah:

a. Mengidentifikasi dimensi pokok atau faktor yang menerangkan korelasi antara sekumpulan variabel.

b. Menentukan atau menyeleksi variabel-variabel mana yang dominan dan yang saling berhubungan dari sekumpulan variabel yang semula dianggap tidak saling berhubungan.

c. Mengidentifikasi beberapa variabel yang lebih menonjol dari yang lainnya. Pada awalnya teknik analisis faktor dikembangkan pada awal abad ke-20. Teknik analisis ini dikembangkan dalam bidang psikometrik atas usaha ahli statistik Karl Pearson, Charles Spearman, dan lainnya untuk mendefinisikan dan mengukur intelegensia seseorang. Pada analisis faktor dapat dibagi dua macam yaitu analisis komponen utama (principal component analiysis = PCA) dan analisis faktor (factor analisis = FA). Kedua analisis itu bertujuan menerangkan struktur ragam-peragam melalui kombinasi linear dari variabel-variabel pembentuknya. Sehingga dapat dikatakan bahwa faktor atau komponen adalah variabel bentukan bukan variabel asli. Secara umum analisis faktor atau analisis komponen utama bertujuan untuk mereduksi data dan menginterpretasikan sebagai suatu variabel baru yang berupa variabel bentukan.17

Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisis faktor. Analisis faktor merupakan analisis yang bertujuan mencari faktor-faktor utama yang paling mempengaruhi variabel dependen dari serangkaian uji yang dilakukan atas serangkaian variabel independen sebagai faktornya.

Sebelum melakukan analisis faktor, sejumlah asumsi yang harus dipenuhi adalah: a. Korelasi antar variabel Independen. Besar korelasi atau korelasi antar independen

variabel harus cukup kuat, misalnya di atas 0,5.

b. Korelasi Parsial. Besar korelasi parsial, korelasi antar dua variabel dengan menganggap tetap variabel yang lain, justru harus kecil. Pada SPSS deteksi terhadap korelasi parsial diberikan lewat pilihanAnti-Image Correlation.

17 Analisis Faktor, h.168, artikel diambil dari

http://www.fp.unud.ac.id/ind/wp-content/uploads/mk_ps_agribisnis/ekonomitrika/8_.%20Analisis%20Faktor.pdf diakses pada tanggal 28 Oktober 2013

c. Pengujian seluruh matriks korelasi (korelasi antar variabel), yang diukurr dengan besaran Bartlett test of Sphericity atau Measure Sampling Adequacy (MSA). Pengujian ini mengharuskan adanya korelasi yang signifikan di antara paling sedikit beberapa variabel.18

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses analisis faktor adalah sebagai berikut:

a. Menentukan variabel apa saja yang akan dianalisis

b. Menguji variabel agar menjadi variabel yang layak dimasukkan dalam analisis faktor dengan melihat angka pada KMO dan Bartlett’s Test

c. Setelah sejumlah variabel terpilih, maka dilakukan proses factoring, atau ekstraksi variabel hingga menjadi satu atau beberapa faktor

d. Lalu dilakukan proses factor rotation untuk memperjelas apakah faktor yang terbentuk sudah secara signifikan berbeda dengan faktor lain. Beberapa metode rotasi yang dapat dilakukan adalah:

1) Orthogonal Rotation, yaitu memutar sumbu 90o. Perotasian ini dilakukan dengan tetap mempertahankan keortogonalan faktor-faktor yang berimplikasi pada ada atau tidaknya perbedaan antara pola dengan bobot terstruktur. Beberapa rotasi yang termasuk rotasi orthogonal adalah rotasi Varimax, Quartimax, Equamax, dan Parsimax.

2) Oblique Rotation, yaitu memutar sumbu ke kanan namun tidak harus 90o. Pada rotasi ini diasumsikan bahwa faktor-faktor yang dihasilkan saling berkorelasi.

18 Singgih Santoso, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006),

Beberapa rotasi yang termasuk rotasi oblique adalah rotasi Promax, Procustes,

danHarris-Kaiser.

e. Interpretasi faktor yang telah terbentuk. Yaitu dengan memberi nama atas faktor yang terbentuk, yang dianggap dapat mewakili variabel-variabel anggota faktor tersebut.19 Proses seleksi variabel pada analisis faktor dalam penelitian ini didasarkan pada: a. Kaiser Meyer Olkin (KMO) dan Bartlett’s Test

KMO dan Bartlett’s Test menunjukkan uji kelayakan dari analisis faktor. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut valid atau tidak. KMO merupakan indeks pembanding besarnya koefisien korelasi observasi dengan besarnya koefisien korelasi parsial. Secara umum, analisi faktor dapat dilakukan bila indeks KMO lebih besar dari 0,5. Klarifikasi nilai KMO adalah sebagai berikut: >0,9 : sangat memuaskan 0,8-0,9 : memuaskaan 0,7-0,8 : nilai menengah 0,6-0,7 : cukup 0,5-0,6 : kurang memuaskan <0,5 : tidak dapat diterima b. Measure of Sampling Adequacy (MSA)

Dilakukan pemeriksaan terhadap nilai anti-image correlation pada tabel anti-image matricesyang ditunjukkan oleh nilai diagonal dari kiri atas ke kanan bawah yang bertanda huruf a pada setiap nilainya yang merupakan nilai Measure of

19Statistics of Your Life,artikel diambil darihttp://exponensial.wordpress.com/2010/11/30/analisis-faktor

Sampling Adequacy (MSA). Bila nilai MSA <0,05 maka variabel tersebut sebaliknya di drop dari system analisis dan dilakukan analisis ulang hingga mencapai semua nilaiMSA>0,5

c. Eigenvalues

Total varians explained menerangkan nilai persen dari varians yang mampu diterangkan oleh banyak faktor yang terbentuk. Nilai eigenvalues

menggambarkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung varians dari variabel-variabel yang di analisis. Banyaknya faktor yang harus diambil didasarkan pada initial eigenvalues total >1 atau lebih besar dari satu. d. Loading Factor

Rotated Component Matrix adalah nilai loading faktor dari setiap variabel.

Loading factor merupakan besarnya korelasi antara faktor skor dan variabel tersebut. Penempatan variabel ke dalam faktor ditentukan berdasarkan loading factortersebut.

BAB IV

Dokumen terkait