Peta 3.6
Peta Wilayah Genangan
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 115 3.4.3 Kesadaran Masyarakat dan PMHSJK
Sistem pengelolaan drainase saja tidak cukup dilakukan dengan hanya berorientasi pada upaya penyediaan sarana dan prasarana fisik semata, tetapi lebih dari itu peran masyarakat sangat menentukan bukan saja dalam penyediaannya tetapi yang terpenting adalah upaya pemeliharaan drainase sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Secara umum, kepedulian masyarakat baik laki-laki maupun perempuan tentang pentingnya drainase bagi penyehatan lingkungan permukiman di kabupaten Bulukumba belum terlalu nampak, hal ini tercermin dari kondisi riil dilapangan yang masih banyak drainase yang dibiarkan tersumbat oleh tumpukan sampah dan dibeberapa titikterdapat timbunan material bangunan yang menutup saluran drainase. (Lihat Tabel 3.36 Kondisi Drainase Lingkungan di Tingkat Kelurahan)
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 116 Tabel 3.36
Kondisi Drainase Lingkungan di Tingkat Kelurahan/Desa
Kel./Desa
Jumlah Kondisi Saat ini Pembersihan
Drainase Pengelola Oleh Bangunan di Atas Saluran
RT RW Lancar Mampet Rutin Tidak Rutin Pemda Kel/desa
Masyarakat
(RT/RW) Swasta Ada Tidak Ada
L P L P L P
KECAMATAN UJUNG BULU
1. Kel.Caile 27 16 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Kel.Ela-Ela 18 6 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Kel.Kalumeme 23 11 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Kel.Terang-Terang 6 3 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Kel.Bengtenge 18 9 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Kel.Tanah Kongkong 16 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Kel.Kasimpuren 12 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Kel.Bintarore 9 9 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Kel.Loka 18 6 √ X X X V √ √ √ √ √ X X X
KECAMATAN KAJANG
1. Kel.Tanah Jaya 18 10 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Kel.Laikang 11 6 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Desa Bonto Biraeng 11 9 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Bonto Rannu 6 5 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa Lembang 8 8 X √ X X √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Lembang Lohe 7 4 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 117
7. Desa Pantama 11 6 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Possitana 7 5 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Desa Lembanna 8 6 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
10. Desa Sangkala 6 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
11. Desa Bonto Baji 9 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
12. Desa Patiroang 12 7 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
13. Desa Sapanang 12 9 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
14. Desa Batu Nilamung 8 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
15. Desa TanaToa 19 13 √ X X X X √ √ √ √ √ X X X
16. Desa Maleleng 5 5 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
17. Desa Matoanging 12 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
18. Desa Lolisang 9 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
19. Desa Tambangan 14 12 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
KECAMATAN BULUKUMPA
1. Kel.Tanete 25 9 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Kel Balasaraja 14 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Kel.Jawi-Jawi 9 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Sapobonto 40 14 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa BontoBulaeng 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Bulo-Bulo 19 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa Salassae 12 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa BontoMangiring 30 17 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Desa Jojjolo 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
10. Desa Balang Taroang 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 118
11. Desa Kambuno 24 12 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
12. Desa Barugae 25 13 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
13. Desa Balapesoang 21 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
14. Desa Tibona 29 13 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
15. Desa Bonto Minasa 18 9 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
16. Desa Batu Lohe 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
17. Baruga Riattang - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
KECAMATAN RILAU ALLE
1. Kel Palampang 22 11 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Desa Baji Minasa - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Desa BatuKaropa 20 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Bonto Bangun 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa Bonto Lohe 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Bonto Matene 12 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa Bonto Haru 18 13 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Bonto Manai 27 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Desa Bulolohe 18 9 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
10. Desa Karama 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
11. Desa Anrang 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
12. Desa Swatani 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
13. Desa Tanah Harapan 25 11 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
14. Desa Topanda - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
15. Desa Pangaloang - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 119 KECAMATAN GANTARANG
1. Kel Matekko 8 4 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Kel Jalanjang 12 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Kel Mariorennu 9 9 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa BontoMacinna 34 19 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. BontoMasila 8 7 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Padang 24 12 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa BontoRaja - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Benteng Malewang - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Desa Benteng Gantarang 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
10. Desa Bialo - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
11. Desa Barombong 12 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
12. Desa Dampang 27 9 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
13. Desa Paenre Lompoe 25 13 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
14. Desa Bontosunggu - - X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
15. Desa Bukit Tinggi 12 12 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
16. Desa Polewali 2 - X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
17. Desa Palambarae 18 9 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
18. Desa Bontonyeleng - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
19. Desa Bukit Harapan 23 11 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
20. Desa Gattareng 22 11 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
21. Desa Taccorong - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 120 KECAMATAN KINDANG
1. Kel Borong Rapoa 21 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Desa Matirowalie 24 14 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Desa Benteng Palioi 31 16 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Garuntungan 20 10 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa Anrihua 20 10 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Balibo 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa Tamona 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Oroigading 16 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Desa Somba Palioi - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
10. Desa Kahaya - - X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
11. Desa Sipaenre - - X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
12. Desa Sopa - - X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
13. Desa Kindang 20 14 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
KECAMATAN BONTO BAHARI
1. Kel Tanah Lemo 20 10 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Kel Tanah Beru 8 4 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Kel Benjala 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Bira 17 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa Ara 13 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Sapolohe 12 6 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa Darubiah 18 9 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Lembana 12 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 121 KECAMATAN BONTO TIRO
1. Kel. Eka Tiro 19 11 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Desa Lamanda - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Desa Dwi tiro 16 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Tri tiro 16 6 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa Bonto Barua 8 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Caraming 24 12 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa PakuBalaho 12 6 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Buhung Bundang 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Desa Bontobulaeng - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
10. Desa Batang 10 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
11. Desa Tamalanrea 12 7 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
12. Desa Bontotangga 9 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
13. Desa Bonto Marannu 6 6 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
KECAMATAN UJUNG LOE
1. Kel Danuang 30 15 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Desa Salemba - - X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Desa Manjaling - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Padangloang 14 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa sepang - - X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Bijawang 24 12 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa Lonrong 4 4 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Balong 23 12 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
9. Desa Garanta 26 13 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 122
10. Desa Manyampa 30 15 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
11. Desa Baleanging - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
12. Desa Tamatto 20 10 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
13. Desa Pacaraminang - - √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
KECAMATAN HERLANG
1. Kel Tanuntung 20 10 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
2. Kel Bonto Kamase 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
3. Desa Karasing 12 4 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
4. Desa Borong 18 9 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
5. Desa Singa 16 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
6. Desa Tugondeng 17 8 √ X X X √ √ √ √ √ √ X X X
7. Desa Pataro 8 8 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
8. Desa Gunturu 24 12 X √ X X √ √ √ √ √ √ X X X
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 123 Di beberapa lokasi, keterlibatan masyarakat sudah ada terutama di daerah perdesaan yang belum tersentuh pembangunan seperti masyarakat membuat saluran drainase sederhana yang terdiri dari galian tanah di depan rumah masing-masing, wilayah perkotaan perkotaan keterlibatan masyarakat sebatas membantu dalam pembangunan drainase melalui program PNPM Mandiri Perkotaan P2KP dan PPIP tetapi dalam hal pemeliharaan masih sangat kurang. (Lihat Tabel 3.37 Daftar Program/Proyek Layanan Drainase lingkungan Yang Berbasis Masyarakat)
Tabel 3.37
Daftar Program/Proyek Layanan Drainase Lingkungan Yang Berbasis Masyarakat
No Komponen Nama Program
/Kegiatan Lokasi Pelaksana Tahun Pengerjaan
Kondisi Saat ini Aspek PMJK Fungsi Tidak
6 Drainase Lingkungan
Penangulangan Kemiskinan terpadu (Paket) P2KP
Longrong Pakem 2009 √ - - √ √ √
7 Drainase Lingkungan
Penangulangan Kemiskinan terpadu (Paket) P2KP
Manjaling Pakem 2009 √ - - √ √ √
8 Drainase Lingkungan
Penangulangan Kemiskinan terpadu (Paket) P2KP
Caile Pakem 2011 √ - - √ √ √
Sumber : Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 124 3.4.4 Pemetaan Media
Berdasarkan hasil identifikasi, Kabupaten Bulukumba dalam menjalankan kampanye pengelolaan drainase serta sejauh mana Pemerintah Kabupaten Bulukumba melakukan penyampaian informasi kepada masyarakat, dan mengetahui peran media massa dalam mendukung pengelolaan drainase sampai saat ini sudah dilaksanakan, namun hasilnya belum memuaskan. Namun untuk publikasi kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan drainase yang baik, belum berjalan dengan baik, karena masih kurangnya koordinasi dengan instansi teknis dan belum ada anggaran secara khusus disiapkan untuk kampanye dimaksud.(Lihat Tabel 3.38 Kegiatan Komunikasi Terkait Komponen Drainase Lingkungan)
Tabel 3.8
Kegiatan Komunikasi Terkait Komponen Drainase Lingkungan
Kegiatan Tahun Dinas
Pelaksana Tujuan
Kegiatan Khalayak
Sasaran Pesan
Kunci Pembelajaran
- - - - - - -
Sumber : Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya
Berkaitan dengan penggunaan Media dalam memberikan informasi pengelolaan dan pemeliharaan drainase lingkungan, Kabupaten Bulukumba belum memanfaatkan peran Media dalam promosi pengelolaan sektor drainase.(Lihat Tabel 3.39 Media Komunikasi dan Kerjasama Terkait Komponen drainase Lingkungan)
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 125 Tabel 3.39
Media Komunikasi dan Kerjasama Terkait Komponen Drainase Lingkungan
No. Nama Media
Jenis Acara Terkait Drainase
lingkungan
Isu yang
Diangkat Pesan
Kunci Efektifitas
- - - - - -
Sumber : Dinas Tata Tuang dan Cipta Karya 3.4.5 Partisipasi Dunia Usaha
Keterlibatandunia usaha dalam pengelolaan drainase lingkungan di kabupaten Bulukumba sampai saat ini belum ada. (Lihat Tabel 3.40 Penyedia Layanan Pengelolaan Drainase Lingkungan di Kabupaten Bulukumba)
Tabel 3.40
Penyedia Layanan Pengelolaan Drainase Lingkungan di Kabupaten Bulukumba
Nama Provider Tahun Mulai Operasi Jenis Kegiatan Potensi Kerjasama
- - - -
Sumber : Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya
3.4.6 Pendanaan dan Pembiayaan
Pendanaan dan pembiayaan terkait dengan pengelolaan drainase lingkungan dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bulukumba melalui beberapa SKPD terkait.
Lemahnya dukungan dalam pengelolaan drainase lingkungan dapat dilihat dari dukungan pendanaan. Data dalam 4 (empat) tahun terakhir memperlihatkan alokasi anggaran untuk pembangunan sektor drainase pada Tahun 2012 sebesar Rp 1,562,650,000. Sedangkan untuk biaya operasional dan pemeliharaan pada
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 126 tahun 2012 hanya sebesar Rp. 31,523,000 dan pendapatan retribusi dalam pengelolaan drainase lingkungan belum ada. (Lihat Tabel 3.41 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi Komponen Drainase Lingkungan, Tabel 3.42 Realisasi dan Potensi Retribusi Drainase Lingkungan)
3.4.7 Permasalahan mendesak dan Isu strategis
Lingkungan permukiman yang memiliki drainase yang baik tidak menjamin bagi terwujudkan lingkungan bersih dan sehat tapi juga
Tabel 3.41
Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi Komponen Drainase Lingkungan
No Sub Sektor Belanja (Rp) Pertum
buhan 2009 2010 2011 2012 (%)
3 Drainase Lingkungan
3.a Investasi 87.161.275 648.420.000 1.115.668.000 1.562.650.000 189
3.b Oprasional / Pemeliharaan (OM) -
3.c
Perkiraan Biaya OM berdasarkan Infrastruktur
Sumber : Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya
Tabel 3.42
Realisasi dan Potensi Retribusi Drainase Lingkungan
No Sub Sektor Belanja (Rp) Pertum
buhan (%)
2009 2010 2011 2012
3 Retribusi Sampah
3.a Realisasi Retribusi - - - - -
3.b Potensi Retribusi - - - - -
Sumber : Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 127 diperlukan perilaku yang baik di masyarakat. Peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung bagi terpenuhinya prasarana drainase yang sesuai dengan harapan.
Dari segi perencanaan bahwa kabupaten Bulukumba sampai saat ini belum memiliki perencanaan drainase yang komprehensif dan terintegrasi sehingga menjadi kendala dalam menentukan kebijakan pembangunan sektor sanitasi apalagi kabupaten Bulukumba juga belum memiliki peraturan-peraturan yang mengatur tentang Sanitasi khususnya mengenai Drainase.(Lihat Tabel 3.43 Permasalahan Mendesak dan Issu Strategis)
Tabel 3.43
Permasalahan Mendesak dan Issu Strategis
Permasalahan Mendesak Issu Strategis
1. Dokumen perencanaan drainase secara komprehensif dan terintegrasi belum ada, sehingga perlu segera mereview dokumen master plan drainase yang menjadi acuan dalam pembangunan sektor drainase.
2. Drainase masih dijadikan tempat membuang dan membakar sampah;
3. Adanya penyempitan penampang drainase, baik yang disebabkan oleh sedimentasi maupun sampah;
4. Belum pernah dilakukan pengerukan, kalaupun pernah, tidak kontinu;
1. Keterlibatan kalangan masyarakat masih minim, baik yang disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan, wawasan maupun tingkat kesadaran;
2. Pendanaan & Pembiayaan masih belum mencukupi, sehingga berdampak pada terbatasnya penyediaan sarana & parasarana, sistem maupun cakupan layanan;
3. Regulasi sektor sanitasi khusunya drainase lingkungan belum ada, baik yang mengatur layanan secara teknis operasional maupun retribusi;
4. Kalangan dunia usaha belum memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan sektor sanitasi;
Sumber : Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 128 3.5 Pengelolaan Komponen Terkait Sanitasi
3.5.1 Pengelolaan Air Bersih
Penyediaan air bersih untuk masyarakat pedesaan yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Kabupaten Bulukumba pada umumnya menggunakan dan mengelola secara swadaya sumur dan perpipaan dari sumber-sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sedangkan penggunaan layanan PDAM masih belum tersedia akibat masih terbatasnya cakupan layanan PDAM. Sampai saat ini cakupan layanan PDAM baru menjangkau 7 kecamatan dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba, itupun dari 7 Kecamatan tersebut tidak semua kelurahan/desa terlayani. (Lihat Peta 3.7 Peta Cakupan Layanan Air Bersih)
Berdasarkan kajian study EHRA masyarakat yang tidak menggunakan layanan PDAM dan hanya menggunakan sumber-sumber air dari alam, mempunyai resiko sumber air tersebut tercemar sebanyak 42,50% dan 76.30% masyarakat menggunakan sumber air terlindungi.
(Lihat Gambar 3.14 Grafik Sumber Air Minum dan Memasak)
Kelompok Kerja PPSP Kabupaten Bulukumba 2013
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bulukumba 129 Gambar 3.14
Grafik Sumber Air Minum dan Memasak
Sumber : Kajian Study EHRA 2013