ANAK DIVISI FUNGI (JAMUR)
II. Phagmobasidiomycetes : basidium bersekat-sekat terbagi menjadi empat bagian sel
Gambar 23. siklus hidup basidiomycetes. I. Holobasidiomycetes
Jamur ini hidup pada kayu lapuk, beberapa jenis ada bersimbiosis dengan akar tanaman disebut mikoriza. Tubuh buah besar berbentuk payung terbuka, ada yang mencapai ukuran garis tengah 1 meter dan berat 50 kg pada Polyporus
40
gyganteus dan tubuh buah yang enak dimakan Volvariella volvaceae. Mampu melapukkan kayu yang mengandung ensim selulosa, pada musim kering miselium tetap hidup di dalam kayu tersebut. Mempunyai 2 ordo, 300 genus dan 7500 species yaitu:
Ordo 1. Hymenomycetales
Jamur ini mempunyai tingkat perkembangbiakan yang sederhana, membentuk basidium dari basidium akan menghasilkan basidiospora sedangkan basidium tumbuh langsung dari hipa vegetatif. Ciri umum ada himenium bisa lepas seperti insang. Anyaman hipa membentuk atau mendukung himenium disebut himenofora. Berdasarkan himenofora ini dapat dibagi atas 2 sub ordo:
a) Aphyllophorales b) Agaricales
a) Aphyllophorales
mempunyai himenofora yang menonjol, letaknya bebas pada tubuh buah, tubuh buah terbentuk sewaktu muda. Mempunyai 6 familia yaitu:
- Familia Exobasidiaceae
Biasanya hidup saprofit dan ada yang endoparasit. Penyebab penyakit cacar pada daun teh. Contoh speciesnya: Exobasidium vexans
- Familia Corticiaceae
Tubuh buah melekat pada substrat seperti kerak. Himenofora berkerut kebanyakan hidup parasit. Contoh speciesnya: Cortium salmonicolor (jamur upas) mematikan cabang dan ranting-ranting berbagai tumbuhan. - Familia Thelephoraceae
Tubuh buah berbentuk kipas atau tegak pada substratnya, himenium terdapat dibawah lapisan tubuh buah. Contoh speciesnya: Thelephora laciniata.
- Familia Clavariaceae
Tubuh buah berbentuk gada, seluruh tubuh buah dilapisi himenium, juga mempunyai bentuk seperti batu karang. Saprofit di atas tanah hutan.
41
Basidium hanya mempunyai dua spora. Contoh speciesnya: Calavaria zippelli dan C. botrytia
- Familia Hydnaceae
Himenofora seperti duri atau gigi tubuh buah seperti kipas atau payung. Contoh speciesnya: Hydnum helvedum hidup saprofit pada tanah pegunungan dan H. repandum.
- Familia Polyporaceae
Tubuh buah berbentuk kipas, himenofor berpori-pori terdapat pada kayu lapuk dan hidup saprofit. Contoh speciesnya:
Ganoderma applanatus jamur kayu
G. pseudoferreum jamur akar merah
Polyporus giganteus tubh buah besar - Sub ordo Agaricales
Tubuh buah jamur ini berbentuk payung dengan tangkai letaknya sentral. Pada waktu muda tubuh buah diselubungi oleh suatu selaput yang dinamakan velum universal, mempunyai 2 familia yaitu:
- Familia Argariaceae
Tubuh buah jamur ini berbentuk payung, ada yang dapat dimakan dan ada yang tidak karena beracun dengan ciri-ciri mempunyai cincin pada tangkai tubuh buah. Contoh speciesnya:
Volvariella volvaceae (jamur merang)
Oudemansiella canarii (jamur gajih)
Cantharellus cibarius (kantel) tubuh buah bewarna jingga.
Psalliota camprestris
Keempat species di atas dapat dimakan.
Amanita phalloides
Argaricua melleus / Armillaria mellea parasit pada akar jeruk - Familia Boletaceae
Himenofora berbentuk tonjolan-tonjolan seperti bulu-bulu, sehingga digolongkan kedalam Polyporaceae. Merupakan jamur yang bersimbiosis
42
dengan akar tanaman disebut mikoriza yang berguna untuk membantu pertumbuhan anggrek (Orchidaceae). Contoh speciesnya:
Boletus luteus mikoriza pada pinus
B. granulates mikoriza pada pinus
B. edulis (jamur batu) dapat dimakan Ordo 2. Gasteromycetales
Jamur yang memiliki tubuh buah tertutup, bentuknya kurang lebih bulat. Saprofit dalam tanah humus dan di antara rumput-rumputan. Tubuh buah terdapat dalam tanah. Mempunyai gleba sebagai salah satu dasar untuk klasifikasi. Mempunyai beberapa familia.
- Familia Phallaceae
Tubuh buah berbentuk seperti telur, di antara lapisan peridium, terdapat lendir biasanya berbau busuk. Contoh speciesnya:
Dictyophora indusiata
Phallus impudicus - Familia Lycoperdaceae
Contoh speciesnya:
Lycoperdon paratense (jamur klentos) tubuh buah berbentuk bulat, bewarna putih sampai akhirnya abu-abu, ditemukan pada rumput-rumputan.
Scleroderma aurantium eksoperidium kekuning-kuningan, gleba dapat dimakan.
II. Phagmobasidiomycetes
Basidiumnya bersekat-sekat melintang atau terbelah secara membujur, umumnya parasit pada tumbuhan tinggi. Basidium terdiri dari dua bagian. Ada hipobasidium dan epibasidium, mempunyai 225 genus dan 6000 species. Berdasarkan sporanya sering juga disebut jamur chara.
Ordo 1. Tremellales
Umumnya lunak, bersifat saprofit, miselium primer berasal dari basidiospora atau konidia. Basidium terbagi menjadi 4 sekat-sekat membujur. Contoh speciesnya: Tremella lutescens
43
Ordo 2. Auriculariales
Basidium selalu terbagi dalam 4 sel oleh sekat-sekat melintang dan masing-masing sel itu ke samping di tonjolkan oleh sterigma dengan 1 spora pada pangkal. Besidium terdapat suatu badan membesar yang disebut hipobasidium biasanya sel-sel terdiri dari hipa-hipa dikaryotik dalam hipobasidium terjadi peleburan inti dan kemudian membentuk basidium yang bersekat yang didahului oleh pembelahan reduksi. Hidup saprofit pada kayu lapuk. Badan buah menyerupai daun telinga.
Familia Auriculariaceae (jamur kuping)
Kosmopolitan tubuh buah bewarna cokelat menyerupai daun telinga, sisi atas melipat dan menyerupai lapisan miselium, sisi bawa mempunyai rambut-rambut, biasanya terdapat pada dahan-dahan kering, tubuh buah dapat dimakan. Contoh speciesnya: Auricularia auricular-judae menyerupai A. polytrica.
Ordo 3. Uredinales (jamur karat)
Dikenal sebagi jamur karat, kebanyakan hidup parasit pada tanaman budidaya terutama Gramineae. Serangannya berupa bercak cokelat. Basidium pada dinding melintang terbagi 4 sel. Hidup dalam ruang antar sel daun-daun tumbuhan inang, mempunyai haustorium, jamur ini tidak mempunyai badan buah. Siklus jamur ini ada dua macam yaitu:
a. Cara hidup siklus pendek yaitu siklus hidup ini teliospora adalah satu-satunya spora yang berinti dua.
b. Cara hidup siklus panjang ada 5 cara yaitu:
- Tahap 0: spermatogonium dengan spermatia dan hipa bersifat betina. - Tahap 1: esium (aesium) dengan esiospora
- Tahap 2: uredium dengan uredospora - Tahap 3: telium dengan teleospora
- Tahap 4: promiselium dengan basidiospora
Tidak semua genus dari ordo Uredinales mempunyai cara-cara perkembangbiakan seperti di atas. Beberapa tidak mempunyai kelima spora tadi, akan tetapi teletospora dan basidiospora hampir selalu di jumpai. Ordo ini
44
mempunyai tiga familia yaitu: Pucciniaceae, Melampsoraceae dan Coleosporiaceae. Contoh speciesnya:
Puccinia graminis jamur karet hitam
P. sorghi, P. thwaitesii
Gymnosporangium clavariaeforme
Phragmidium rubi-idaei Contoh species dari Melampspora:
Melampspora caryophyllacearum penyebab kanker pada Abies alba
Contoh species dari Coleosporium:
Coleosporium solidaginis parasit pada tanaman pinus. Ordo 4. Ustilaginales (Jamur api)
Parasit pada tumbuhan tingkat tinggi, tempat berkumpulnya spora bewarna hitam seperti benda-benda yang terbakar, hidup kosmopolit, mempunyai 3 famili yaitu:
- Familia Ustilaginaceae Contoh speciesnya:
Ustilago maydis buah jadi hitam
U. scitamina, U. sacchari
U. zeae menyerang batang, daun dan bunga jagung (Zea mays) - Familia Tilletiaceae
Contoh speciesnya:
Tilletia horrida, menyerang buah padi
T. tritici, menyerang tanaman gandum - Familia Graphiolaceae
E. Deuteromycetes (Fungi Imperfecti)
Jamur ini tidak ditemukan adanya askus atau basidium, hanya terdapat konidium saja. Penggolongan species berdasarkan susunan konidia. Bentuk piknidium termasuk Ordo Sphaeropsidales, sedang konidia berbentuk aservulus
45
masuk ordo Melanconiales dan alat perkembangbiakannya yang lain adalah tunas dan fragmentasi. Hipa berupa oidia, konidiofor dan sporodokia masuk Ordo Moniliales. Contoh penyakit pada tanaman budidaya yaitu:
Helminthosporium oryzae merusak kecambah, buah dan menimbulkan noda daun.
Sclerotium rolfsii penyakit busuk pada macam-macam tanaman budidaya. Beberapa genus lainnya: Colletotrichum, Epidermatophyton dan Hormodenrum.
Gambar 24. Epidermophyton flocossum
Untuk lebih mengingatkan materi yang telah dibicarakan perhatikanlah ringkasan di bawah ini.
a. Untuk lebih mengenal ciri-ciri jamur, maka seseorang harus tahu cara mengidentifikasi.
b. Identifikasi bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu tumbuhan baik bentuk organ luar (morfologi) maupun organ dalam (anatomi).
c. Identifikasi morfologi dan anatomi setiap kelompok jamur yang perlu diperhatikan adalah: cara hidup, perkembangbiakan, bentuk-bentuk organnya, kandungan zat yang dimiliki, habitat dan sifat-sifat khusus yang dimilikinya. d. Kelompok jamur Myxomycetes umumnya mempunyai ciri khusus dapat
bergerak secara amuba dan jamur ini berlendir, umumnya berkembangbiak secara vegetatif dan generatif, hidup ditempat lembap.
e. Jamur Phycomycetes tallusnya kebanyakan tidak bersepta, phycomycetes aquatik umumnya mempunyai spora berflagel disebut zoospora.
f. Jamur Ascomycetes sudah mempunyai septa, berkembang biak dengan askospora dan konidia, perbedaan antara jenis kelompok jamur ini dapat dilihat dari bentuk askus, jumlah askus dan bentuk thallus.
46
g. Jamur Basidiomycetes berkembang biak dengan basidium dan ada pula dengan konidium. Jenis dari Basidiomycetes dibedakan atas jumlah basidium, cara perkembangbiakan, bentuk morfologi luar, kandungan zat dalam tubuhnya, bentuk himenofora dan bentuk tubuh buah.