• Tidak ada hasil yang ditemukan

PINJAMAN DARI KREDITUR DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI

Dalam dokumen PT JAKARTA SETIABUDI INTERNASIONAL (Halaman 46-53)

PT Jan Darmadi Investindo 15.111.855.758 15.071.429.758

% Terhadap Jumlah Liabilitas

Konsolidasian 1,05% 1,01%

Pinjaman dari JDI merupakan pinjaman tanpa jaminan, dan tanpa tanggal jatuh tempo pembayaran yang diperoleh PT Bali Nusadewata Village, Entitas Anak sebesar US$ 625.000 dan Rp 7.023.132.758 dan utang guarantee fee sebesar US$ 72.000 dan Rp 1.308.307.000 pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012. Saldo tersebut dikenakan bunga tahunan sebesar 4% untuk utang dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan 9% untuk utang dalam Rupiah. Beban bunga yang timbul pada periode tiga bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 255.024.961 dan Rp 253.583.015.

20. PINJAMAN DARI KREDITUR DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI

31 Maret 2013 31 Desember 2012

Perusahaan

PT Bank ICBC Indonesia – US$2.900.000 28.211.200.000 28.043.000.000 Entitas Anak

PT Antilope Madju

PT Bank ICBC Indonesia – US$2.000.000 19.456.000.000 19.340.000.000

Jumlah 47.667.200.000 47.383.000.000 Perusahaan

PT Bank ICBC Indonesia

Pada tanggal 27 Januari 2010, Perusahaan memperoleh dua fasilitas pinjaman kredit dari PT Bank ICBC Indonesia (ICBC) sebagai berikut:

1. Pinjaman tetap on demand sebesar US$2.900.000 yang akan dilunasi dalam jangka waktu

satu tahun dan jatuh tempo pada tanggal 22 Maret 2014 dan dapat diperpanjang. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali hutang MRI, Entitas Anak.

2. Pinjaman tetap cicilan sebesar US$ 2.100.000 yang akan dilunasi selama 36 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali pinjaman MRI, Entitas Anak. Pinjaman ini disajikan sebagai pinjaman jangka panjang dan telah lunas pada tanggal 22 Maret 2013 (Catatan 20b). Fasilitas di atas dijamin dengan hak tanggungan peringkat dua atas tanah dan bangunan Hotel Hyatt Regency Yogyakarta milik AM, Entitas Anak, yang juga mendapatkan sejumlah fasilitas kredit dari ICBC dan dijamin dengan hak tanggungan peringkat pertama atas aset yang sama (Catatan 12).

Pinjaman tetap dikenakan bunga tahunan sebesar 4,5% sedangkan pinjaman cicilan sebesar 6,5% dan terutang secara bulanan.

Perjanjian pinjaman mengharuskan Perusahaan untuk memberikan pemberitahuan tertulis kepada ICBC, antara lain, untuk memberi pinjaman ke pihak ketiga, bertindak sebagai penjamin untuk pihak lain, dan mengubah status dan/atau bidang usaha. Perusahaan juga diharuskan untuk mempertahankan minimum kepemilikan saham mayoritas JDI di Perusahaan. Pinjaman ini juga bersifat cross default terhadap fasilitas kredit yang diperoleh AM dari ICBC.

Entitas Anak

PT Skyline Building (SB) PT Bank ICBC Indonesia

Pada tanggal 26 Oktober 2009, SB memperoleh dua fasilitas pinjaman kredit dari PT Bank ICBC Indonesia yang terdiri dari:

1. Pinjaman tetap on demand sebesar US$ 2.900.000 yang telah diubah menjadi pinjaman tetap

dengan cicilan pada tanggal 29 Oktober 2012, berdasarkan perjanjian “Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit”. Jangka waktu pinjaman adalah 5 tahun sejak tanggal perjanjian “Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit”. Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar 5% yang akan dibayar setiap bulan. Cicilan pinjaman ini dibayar setiap 3 bulan dimana cicilan pertama akan dibayar 3 bulan sejak tanggal perubahan. Perjanjian Pinjaman ini digunakan untuk modal kerja MRI. Pada tanggal 31 Desember 2012, pinjaman ini disajikan sebagai pinjaman jangka panjang (Catatan 20b).

2. Pinjaman tetap cicilan sebesar US$ 2.100.000 yang akan dilunasi dalam jangka waktu tiga tahun, dikenakan bunga sebesar 6%, yang jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 29 Oktober 2012. Pinjaman ini digunakan untuk modal kerja dan disajikan sebagai pinjaman jangka panjang (Catatan 20b).

Fasilitas di atas dijamin dengan hak tanggungan peringkat pertama atas tanah (milik PT Jan Darmadi Investindo, pemegang saham Perusahaan) dimana Menara Cakrawala dibangun beserta bangunan gedungnya (Catatan 13).

PT Antilope Madju (AM) PT Bank ICBC Indonesia

Pada tanggal 25 Mei 2009, AM memperoleh beberapa fasilitas pinjaman kredit dari PT Bank ICBC Indonesia sebagai berikut:

1. Pinjaman tetap on demand sebesar US$ 2.000.000 untuk jangka waktu satu tahun dan telah

diperpanjang sampai dengan tanggal 25 Mei 2013. Pinjaman ini digunakan untuk modal kerja. 2. Pinjaman tetap cicilan I sebesar US$ 1.500.000 telah dilunasi pada tahun 2010.

3. Pinjaman tetap cicilan II sebesar US$1.500.000 yang akan dilunasi selama 3 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk kegiatan investasi yang telah dilunasi pada tahun 2012 (Catatan 20b). Pinjaman tetap dikenakan bunga tahunan sebesar 5,0% sedangkan pinjaman cicilan sebesar 6,5% dan terutang secara bulanan.

Fasilitas di atas dijamin dengan hak tanggungan peringkat satu atas tanah dan bangunan Hotel Hyatt Regency Yogyakarta milik AM (Catatan 12).

b. Pinjaman Jangka Panjang

31 Maret 2013 31 Desember 2012

Perusahaan

PT Bank OCBC NISP Tbk 99.228.708.693 134.228.708.693 PT Bank ICBC Indonesia- Nihil pada

tahun 2013 dan US$174.535 pada tahun 2012 - 1.687.756.161 Entitas Anak:

PT Antilope Madju

PT Bank ICBC Indonesia 16.431.211.257 17.993.711.257

PT Copylas Indonesia

Noord-Amerikaanse Financierings Maatschappij B.V –

US$23.128.741 224.996.392.448 223.654.925.470

PT Bank OCBC NISP Tbk – US$ 9.815.477 pada tahun 2013 dan US$ 10.054.879

pada tahun 2012 95.484.957.875 97.230.679.563

PT Wynncor Bali

PT Bank OCBC NISP Tbk US$ 7.595.983

dan US$7.967.816 pada tahun 2013 dan 2012 73.893.724.861 77.048.782.016

PT Metropolitan Realty International

Midway Oil Trading Corporation, Republik Liberia –

US$ 835.000 8.122.880.000 8.074.450.000

PT Hotel Cikini Realty

PT Bank CIMB Niaga Tbk. 20.931.678.374 22.849.272.798

PT Bank ICBC Indonesia

US$2.755.000 pada periode 2013 dan

US$2.900.000 pada tahun 2012 (Catatan 20a) 26.800.640.000 28.043.000.000

31 Maret 2013 31 Desember 2012

Jumlah 565.890.193.508 610.811.285.958 Dikurangi: bagian yang jatuh tempo

dalam waktu satu tahun (61.918.775.623) (73.880.918.275)

Bagian jangka panjang 503.971.417.885 536.930.367.683

Pinjaman dari NAFM, pemegang saham, mencerminkan masing-masing sebesar 15,67% dan 14,9% dari jumlah liabilitas konsolidasian masing-masing pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012.

Beban keuangan, sesudah kapitalisasi biaya pinjaman ke aset real estat dan aset tetap (Catatan 11 dan 12), sehubungan dengan pinjaman Grup yang diperoleh dari kreditur dalam negeri dan luar negeri untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 8.315.081.547 dan Rp 8.604.596.260.

Perusahaan

PT Bank OCBC NISP Tbk

Pada tanggal 20 April 2010 (dan diubah pada tanggal 29 Juni 2010 serta 13 Agustus 2010), Perusahaan dan PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) menandatangani perjanjian penyediaan fasilitas kredit dimana OCBC NISP setuju untuk menyediakan fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 50.000.000 atau ekuivalennya dalam Rupiah, termasuk fasilitas bridging berjangka sebesar Rp 100.000.000.000 dan Rp 80.000.000.000. Fasilitas ini disediakan untuk konstruksi dan pembangunan, akuisisi dan renovasi dari proyek-proyek usaha Perusahaan seperti hotel, apartemen, ruang perkantoran, ruko atau pusat ritel, perumahan, termasuk pembelian tanah dan pembiayaan kembali fasilitas dari bank lain.

Pada tanggal 15 Februari 2013, Perusahaan melakuan pelunasan dipercepat sebesar Rp35.000.000.000.

Fasilitas ini dijamin dengan tanah dan bangunan Setiabudi One dan Setiabudi Atrium yang dimiliki Perusahaan (Catatan 13) serta dilunasi dalam 96 bulan sejak penarikan pertama sampai dengan tahun 2018. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 6,5% per tahun untuk jumlah dalam Dolar Amerika Serikat serta 10,5% per tahun untuk jumlah Rupiah ekuivalen.

Fasilitas ini juga mengharuskan Perusahaan untuk mempertahankan sejumlah rasio keuangan tertentu.

Entitas Anak

PT Antilope Madju (AM) PT Bank ICBC Indonesia

Pada tanggal 26 November 2010, AM lebih lanjut memperoleh fasilitas pinjaman tetap cicilan III yang merupakan tambahan dari fasilitas lainnya yang diperoleh dari bank yang sama pada tahun 2009 (Catatan 20a). Fasilitas ini adalah sebesar Rp 27.000.000.000 dan dilunasi dalam jangka waktu lima tahun. Penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk meningkatkan kepemilikan saham 30% di CI sehingga keseluruhan kepemilikan menjadi sebesar 94,2% setelah diakuisisi oleh AM. Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar 10,5%.

Fasilitas ini beserta dengan fasilitas lainnya dari bank tersebut yang dijelaskan pada Catatan 20a dijamin dengan hak tanggungan atas tanah dan bangunan Hotel Hyatt Regency Yogyakarta milik AM (Catatan 12).

PT Copylas Indonesia (CI)

a. Noord-Amerikaanse Financierings Maatschappij B.V. (NAFM), pemegang saham Perusahaan dan CI

Pinjaman tanpa jaminan dari NAFM (Catatan 35) merupakan konversi yang dilakukan pada bulan September 2005 dari utang obligasi kepada NAFM. Fasilitas ini dikenakan suku bunga sebesar 1,6% di atas SIBOR atau 4% mana yang lebih tinggi dan masa jatuh tempo yang awalnya sampai dengan tahun 2011, telah diperpanjang sampai dengan tanggal 14 September 2014. Pinjaman ini akan jatuh tempo sekaligus dalam satu jumlah penuh. Biaya bunga yang timbul pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp 2.242.113.003 dan Rp 2.125.148.389.

b. PT Bank OCBC NISP Tbk

Pada tanggal 29 November 2010, CI memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank OCBC NISP Tbk dengan jumlah maksimum sebesar US$ 12.500.000. Pinjaman ini akan dilunasi dalam jangka waktu 8 tahun. Hasil pinjaman digunakan untuk pendanaan kembali (refinancing) pinjaman Itochu Corporation. Fasilitas ini merupakan jumlah sub-limit yang diberikan sehubungan dengan jumlah fasilitas keseluruhan sebesar US$ 50.000.000 yang diperoleh Perusahaan dari bank yang sama.

Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 6% pada periode 2013 dan tahun 2012 dan dijamin dengan hak tanggungan peringkat satu dengan nilai sekitar Rp 147 miliar atas tujuh bidang tanah yang belum dikembangkan dengan jumlah area 181.677 m2 yang berlokasi di Joglo, Kembangan, Jakarta, yang dimiliki oleh CI.

Perjanjian pinjaman ini mencakup sejumlah pembatasan seperti, antara lain, pembayaran lebih awal pinjaman, perubahan jenis usaha, menjual aset (kecuali sehubungan dengan kegiatan usaha), menerima atau memperpanjang fasilitas pinjaman, menjaminkan aset, penyertaan pada perusahaan lain, pengeluaran modal atau perolehan aset tetap melebihi 20% dari ekuitas diluar kegiatan usaha dan membayar dividen. CI juga diharuskan untuk mempertahankan sejumlah rasio keuangan tertentu.

PT Wynncor Bali (WB) PT Bank OCBC NISP Tbk

Pada tanggal 15 Pebruari 2012, WB memperoleh beberapa fasilitas pinjaman kredit dari PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) sebagai berikut:

1. Fasilitas TL 1 sebesar US$ 3.000.000 dengan jangka waktu pinjaman 55 bulan dari bulan pertama penarikan pinjaman yang akan dibayarkan dengan cicilan tetap sebesar US$ 375.000 setiap semester dimulai pada tanggal 18 Maret 2013 dan dikenakan suku bunga tahunan sebesar 7%.

2. Fasilitas TL 2 sebesar US$ 5.000.000 dengan jangka waktu pinjaman 55 bulan dari bulan pertama penarikan pinjaman yang akan dibayarkan dengan cicilan tetap sebesar

US$ 625.000 setiap semester dimulai pada tanggal 15 Juni 2013 dan dikenakan suku bunga tahunan sebesar 7%. Pada bulan Oktober 2012, OCBC NISP memperbaharui bunga pinjaman menjadi suku bunga mengambang yang awalnya ditentukan sebesar 6.5% per tahun.

Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan Grand Hyatt Bali Hotel (SHGB no. 1668/Benoa, SHGB no. 1669/Benoa dan SHGB no. 5081/Benoa) (Catatan 12).

Sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman, WB diharuskan untuk mempertahankan sejumlah rasio keuangan tertentu.

PT Metropolitan Realty International (MRI)

Midway Oil Trading Corporation, Republik Liberia

Pada tanggal 3 Desember 2003, MRI memperoleh pinjaman modal kerja dari Midway Oil Trading Corporation dengan jumlah fasilitas sebesar US$835.000 yang tanggal jatuh tempo telah diperpanjang sampai tanggal 3 Desember 2014. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 2% per tahun di atas SIBOR.

PT Hotel Cikini Realty (HCR) PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Pada tanggal 12 Juni 2008, HCR memperoleh dua fasilitas pinjaman terdiri dari pinjaman tetap sebesar Rp 48.000.000.000 dan fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp 2.000.000.000. Pada tanggal 5 Maret 2010, jadwal pembayaran pinjaman tetap telah direvisi menjadi pelunasan secara triwulanan sampai dengan bulan Juni 2014. Fasilitas PRK adalah 1 (satu) tahun dapat dibayar sampai tanggal 16 Juni 2012. HCR telah melunasi jumlah PRK pada tahun 2010.

Bunga pinjaman atas kedua fasilitas tersebut sebesar 11,25% per tahun yang akan disesuaikan dengan kondisi pasar. Kedua fasilitas ini dijamin dengan pengalihan secara fidusia atas tagihan piutang ritel, jaminan perusahaan dari Perusahaan, gadai saham HCR sebanyak 12.501 lembar yang dimiliki Perusahaan, serta tanah dan gedung bangunan Hotel Ibis Budget Menteng milik Perusahaan.

Dalam dokumen PT JAKARTA SETIABUDI INTERNASIONAL (Halaman 46-53)

Dokumen terkait