• Tidak ada hasil yang ditemukan

PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) LONG-TERM PAYABLES (continued)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (continued)

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (“SMM”) (lanjutan)

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (“SMM”) (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas-fasilitas kredit jangka pendek (Catatan 17) dan jangka panjang dijamin dengan aset tetap SMM seperti tanah dan bangunan termasuk peralatan medis tertentu (Catatan 11) dan piutang usaha (Catatan 7).

As of December 31, 2020, the short-term (Note 17) and long-term credit facilities are secured with SMM’s fixed assets such as land and buildings including certain medical equipments (Note 11) and trade receivables (Note 7).

Berdasarkan perjanjian pinjaman di atas, SMM harus mematuhi batasan-batasan tertentu, antara lain untuk memperoleh persetujuan tertulis dari pemberi pinjaman sebelum melakukan tindakan-tindakan tertentu seperti: mengadakan penggabungan usaha, pengambilalihan, likuidasi atau perubahan status serta Anggaran Dasar, mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh, merubah pemegang saham dan susunan pengurus; pembatasan dalam pemberian pinjaman kepada pihak ketiga dan pemegang saham; penjaminan negatif, dengan beberapa pengecualian khusus; pembatasan dalam mengubah aktivitas utama dan mengumumkan dan membayar dividen melebihi persentase tertentu dari laba neto konsolidasian; melunasi hutang kepada pemegang saham, menjaminkan dan mengalihkan aset, dan harus mematuhi rasio-rasio keuangan tertentu.

Under its loan agreements, SMM is subject to various covenants, among others to obtain written approval from the lenders before entering into certain actions such as: conducting mergers, acquisitions, liquidation or changing in status and amending Articles of Association, reducing the authorized, issued and fully paid capital, changing the shareholders and composition of the board of directors; restrictions on lending money to third parties and shareholders; providing negative pledges, with certain exceptions; restrictions in changing its core business activities and declaring and paying dividends in excess of a certain percentage of consolidated net income, settling its debts to shareholders, pledging and transferring the assets, and requirement to comply with certain financial covenants ratio as follows:

Current Ratio (CR) minimal 1x (diluar bagian lancar utang jangka panjang), yang akan terpenuhi sejak tahun 2026.

Current Ratio (CR) at a minimum 1x (exclude the current portion of long term liabilities), which will be fulfilled from 2026.

Debt Equity Ratio (DER) maksimal 2,20x.Debt Equity Ratio (DER) at a maximum of 2.20x.

Debt Service Coverage (DSC) minimal 100%, yang akan terpenuhi sejak tahun 2022.

Debt Service Coverage (DSC) at a minimum of 100%, which will be fulfilled from 2022.

Pada tanggal 31 Desember 2020, SMM telah memenuhi semua persyaratan hutang yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman kecuali rasio keuangan untuk Debt Equity Ratio dan Debt Service Coverage. Meskipun demikian, SMM telah mendapatkan persetujuan waiver financial covenant dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bertanggal 30 Desember 2020.

As of December 31, 2020, SMM has complied with all of the debt covenants required to be maintained under the agreements except the financial ratio for Debt Equity Ratio and Debt Service Coverage.

Nevertheless, SMM has obtained a waiver of the financial covenant from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dated December 30, 2020.

Saldo pinjaman SMM pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp715,5 miliar. Pada tanggal 24 Maret 2021, SMM mendapatkan persetujuan pelunasan dipercepat atas fasilitas Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja yang akan dilunasi pada tanggal 1 April 2021.

The outstanding loan of SMM amounted to Rp715.5 billion as of December 31, 2020. On March 24, 2021, SMM obtained accelerated repayment approval for the Investment Loan and Working Capital Credit facility which was fully repaid on April 1, 2021.

SMM telah melunasi seluruh utang bank pada tanggal SMM has paid off all bank loans on April 1, 2021

23. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 23. LONG-TERM PAYABLES (continued)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (continued)

PT Kurnia Sejahtera Utama (“KSU”) PT Kurnia Sejahtera Utama (“KSU”) Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit tanggal 23 Juli

2018 yang dibuat di hadapan Wenda Taurusita Amidjaja, S.H., notaris di Jakarta, KSU mendapatkan fasilitas Kredit Investasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp258 miliar.

Jangka waktu pinjaman adalah 10 tahun sejak tanggal 23 Juli 2018. Pinjaman ini digunakan untuk fasilitas kredit investasi untuk membiayai pembangunan rumah sakit OMNI Pekayon yang terletak di Jalan Pulo Ribung No. 1, RT 001/021, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Based on the Deed of Credit Facility dated July 23, 2018 of Wenda Taurusita Amidjaja, S.H., Notary in Jakarta, KSU obtained Investment Loan facility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, with a maximum credit limit of Rp258 billion. The loan term is 10 years starting from July 23, 2018. This loan is used to finance the construction of OMNI Hospital Pekayon which is located on Pulo Ribung street No.

1, RT 001/021, Pekayon Jaya, South Bekasi, Bekasi, West Java.

Berdasarkan Akta Perjanjian Restrukturisasi Pinjaman pada tanggal 18 Mei 2020, KSU mendapatkan persetujuan restrukturisasi, berupa perpanjangan grace period selama 18 bulan, serta keringanan bunga pinjaman sebesar 4,25% untuk bulan ke-1 sampai dengan bulan ke-12, dan 5,50%

untuk bulan ke-13 sampai dengan bulan ke-24.

Penangguhan sebagian pembayaran bunga diberikan selama 24 bulan, atau sampai dengan April 2022.

Total bunga yang ditangguhkan pembayarannya dibayar secara bertahap selama 36 bulan sejak Mei 2022 sampai dengan April 2025 serta diperpanjang sampai dengan 25 Juli 2029.

Based on the Deed of Restructuring of Loan dated May 18, 2020, KSU obtained restructuring approval for the credit facility, including a grace period extension for 18 months, and loan interest relief of 4.25% from the 1st to 12th month, and 5.50% from the 13th to 24th month of the loan. The rest of deferred interest is given for 24 months, or until April 2022. The total of deferred interest will be paid gradually for 36 months from May 2022 until April 2025 and extended until July 25, 2029.

Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas-fasilitas kredit jangka pendek (Catatan 17) dan jangka panjang dijamin dengan aset tetap KSU seperti tanah dan bangunan termasuk peralatan medis tertentu (Catatan 11) dan piutang usaha (Catatan 7).

As of December 31, 2020, the short-term (Note 17) and long-term credit facilities are secured with the KSU’s fixed assets such as land and buildings including certain medical equipments (Note 11) and trade receivables (Note 7).

Berdasarkan perjanjian pinjaman di atas, KSU harus mematuhi batasan-batasan tertentu, antara lain untuk memperoleh persetujuan tertulis dari pemberi pinjaman sebelum melakukan tindakan-tindakan tertentu seperti: mengadakan penggabungan usaha, pengambilalihan, likuidasi atau perubahan status serta Anggaran Dasar, mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh, merubah pemegang saham dan susunan pengurus; pembatasan dalam pemberian pinjaman kepada pihak ketiga dan pemegang saham; penjaminan negatif, dengan beberapa pengecualian khusus; pembatasan dalam mengubah aktivitas utama dan mengumumkan dan membayar dividen melebihi persentase tertentu dari laba neto konsolidasian; melunasi hutang kepada pemegang saham, menjaminkan dan mengalihkan aset.

Under its loan agreements, KSU is subject to various covenants, among others to obtain written approval from the lenders before entering into certain actions such as: conducting mergers, acquisitions, liquidation or changing in status and amending Articles of Association, reducing the authorized, issued and fully paid capital, changing the shareholders and composition of the board of directors; restrictions on lending money to third parties and shareholders;

providing negative pledges, with certain exceptions;

restrictions in changing its core business activities and declaring and paying dividends in excess of a certain percentage of consolidated net income, settling its debts to shareholders, pledging and transferring the assets.

23. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 23. LONG-TERM PAYABLES (continued)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (continued)

PT Kurnia Sejahtera Utama (“KSU”) (lanjutan) PT Kurnia Sejahtera Utama (“KSU”) (continued) Pada tanggal 31 Desember 2020, KSU belum

diwajibkan untuk memenuhi rasio pembatasan keuangan berdasarkan perjanjian restrukturisasi utang bank.

As of December 31, 2020, KSU was not obliged to comply financial covenant ratio as stipulated to restructuring bank loan agreement.

Saldo pinjaman KSU pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp258 miliar. Pada tanggal 24 Maret 2021, KSU mendapatkan persetujuan pelunasan dipercepat atas fasilitas Kredit Investasi yang akan dilunasi pada tanggal 1 April 2021.

The outstanding loan of KSU amounted to Rp258 billion as of December 31, 2020. On March 24, 2021, KSU obtained accelerated repayment approval for the Investment Loan facility which was fully repaid on April 1, 2021.

KSU telah melunasi seluruh utang bank pada tanggal 1 April 2021 dengan menggunakan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas dan telah mendapat surat keterangan lunas dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk No. LMC1/3.2/525 tanggal 1 April 2021.

KSU has paid off all bank loans on April 1, 2021 using the proceeds from Limited Public Offering and has received a full statement from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk No. LMC1/3.2/525 dated April 1, 2021.

PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk

PT Utama Pratama Medika dan PT Graha Mitra Insani PT Utama Pratama Medika and PT Graha Mitra Insani

Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 01 tanggal 5 Februari 2014, yang diaktakan oleh Putut Mahendra, S.H., PT Utama Pratama Medika (“UTPM”) dan PT Graha Mitra Insani (“GMI”) menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk (“BCA“) sehubungan dengan pemberian fasilitas kredit yang terdiri dari:

Based on Deed of Credit Agreement No. 01 dated February 5, 2014, as notarized by Putut Mahendra, S.H., PT Utama Pratama Medika (“UTPM”) and PT Graha Mitra Insani (“GMI”) signed a credit agreement with PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) regarding credit facilities, which consists of:

- Fasilitas kredit investasi 1 kepada GMI dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp96,75 miliar untuk pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman kepada pemegang saham sebesar Rp73,25 miliar sehubungan dengan perolehan dan pelunasan sisa pembayaran untuk pembelian tanah dan bangunan.

- Investment credit 1 facility to GMI with a principal amount not exceeding Rp96.75 billion to refinance loans to shareholders amounting to Rp73.25 billion in connection with the acquisition and payment of the remaining balance for the purchase of land and building.

- Fasilitas kredit investasi 2 dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp93,25 miliar dan fasilitas kredit lokal (rekening koran) dengan jumlah tidak melebihi Rp10 miliar kepada UTPM. Kredit investasi 2 untuk pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman kepada pemegang saham dan fasilitas kredit lokal digunakan untuk pembiayaan modal kerja.

- Investment credit 2 facilities with a principal amount not exceeding Rp93.25 billion and local credit facility (overdraft) with an amount not exceeding Rp10 billion to UTPM. Investment credit 2 is to be used to refinance loans to shareholders and the local credit facility is to be used to finance working capital.

23. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 23. LONG-TERM PAYABLES (continued)