42 untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi
6. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA TRADE RECEIVABLES FROM THIRD PARTIES
a. Berdasarkan pelanggan a. By debtors
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2021 2020
PT Pertamina Hulu Mahakam 8,484,624 1,911,209 PT Pertamina Hulu Mahakam
PT Pertamina Hulu Energi Anggursi 2,163,703 -- PT Pertamina Hulu Energi Anggursi
PT Pulau Kencana Raya 1,997,324 2,008,892 PT Pulau Kencana Raya
PT Pertamina Hulu Energi PT Pertamina Hulu Energi
West Madura Offshore 295,300 -- West Madura Offshore
Pertamina Hulu Energi Nunukan Company -- 2,251,349 Pertamina Hulu Energi Nunukan Company
Lain-lain 120,720 10,939 Others
Jumlah 13,061,671 6,182,389 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (2,018,530) (2,018,530) Allowance for impairment losses
Jumlah piutang usaha bersih 11,043,141 4,163,859 Net trade receivables
44
b. Berdasarkan mata uang b. By currency
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2021 2020
Dolar Amerika Serikat 12,534,578 5,753,290 United States Dollars
Rupiah 527,093 429,099 Rupiah
Jumlah 13,061,671 6,182,389 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (2,018,530) (2,018,530) Allowance for impairment losses
Jumlah piutang usaha bersih 11,043,141 4,163,859 Net trade receivables
Jangka waktu rata-rata piutang usaha kredit adalah 30 hari dan tanpa bunga.
Trade receivables have average credit period of 30 days and are non-interest bearing.
Piutang usaha yang diungkapkan di atas termasuk jumlah yang telah lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan (lihat di bawah untuk analisis umur); dimana Perusahaan tidak mengakui cadangan kerugian penurunan nilai piutang karena belum ada perubahan yang signifikan dalam kualitas kredit dan jumlah piutang masih dapat dipulihkan. Perusahaan tidak memiliki jaminan atau peningkatan kredit lainnya atas piutang dan juga tidak memiliki hak hukum yang saling hapus dengan setiap jumlah yang terutang oleh Perusahaan kepada pelanggan.
Trade receivables disclosed above include amounts that are past due at the end of the reporting period (see below for aged analysis); but, the Company has not recognized an allowance for impairment losses because there is no significant change in credit quality and the amounts are still considered recoverable. The Company has neither hold any collateral or other credit enhancements over these balances nor does it have a legal right of offset against any amounts owed by the Company to the counterparty.
Umur piutang yang telah jatuh tempo tetapi belum diturunkan nilainya
Age of trade receivables that are past due but not impaired
Pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020, Perusahaan tidak memiliki saldo piutang yang telah jatuh tempo tetapi belum di turunkan nilainya.
Cadangan kerugian penurunan nilai terdiri dari piutang usaha yang diturunkan nilainya secara individu, termasuk akun-akun tertentu yang merupakan piutang yang sudah jatuh tempo selama lebih dari satu tahun. Dalam menentukan pemulihan dari piutang usaha, Perusahaan mempertimbangkan setiap perubahan dalam kualitas kredit dari piutang usaha dari tanggal awalnya kredit diberikan sampai dengan akhir periode pelaporan. Pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020, jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha Perusahaan sebesar USD2.018.530.
As of June 30, 2021 and December 31, 2020, The Company does not have outstanding trade receivables that are past due but not impaired.
Allowance for impairment losses comprised of individually impaired trade receivables, including certain accounts which are past due for more than one year. In determining the recoverability of a trade receivable, the Perusahaan considers any change in the credit quality of the trade receivables from the date the credit was initially granted up to the end of the reporting period. As of June 30, 2021 and December 31, 2020, the Company’s allowance for impairment losses are amounted to USD2,018,530.
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha pada 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
Movement of allowance for impairment losses of trade receivables as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2021 2020
Saldo Awal 2,018,530 2,261,184 Beginning Balance
Penghapusan -- (242,654) Written-off
Saldo Akhir 2,018,530 2,018,530 Ending Balance
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses from non-collection of the trade receivables.
Pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020, sebesar 100% piutang usaha merupakan bagian arus kas (cash flow waterfall) yang dijaminkan atas pinjaman yang diperoleh dari Bank (Catatan 40).
As of June 30, 2021 and December 31, 2020, 100%
of trade receivables represent cash flow waterfall security on the bank loans (Note 40).
7. PERSEDIAAN 7. INVENTORIES
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2021 2020
Suku cadang dan perlengkapan 27,163,492 26,768,994 Spare parts and supplies
Barang dalam perjalanan 1,341,820 1,198,636 Materials in transit
Jumlah 28,505,312 27,967,630 Total
Mutasi penyisihan penurunan Changes in the allowance for decline
nilai persediaan awal: in value are as follows:
Saldo awal -- 4,777,030 Beginning balance
Penghapusan -- (4,777,030) Written-off
Saldo akhir -- -- Ending Balance
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa cadangan persediaan usang dan bergerak lambat mencukupi untuk menutup kerugian yang timbul dari persediaan usang dan bergerak lambat.
The management of the Company believes that the allowance for obsolete and slow moving inventories is adequate to cover possible losses from obsolete and slow moving inventories.
Biaya persediaan yang diakui sebagai beban sehubungan dengan operasi berkelanjutan masing-masing adalah USD2.261.118 dan USD7.754.042 untuk periode-periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 2020.
The cost of inventories recognized as an expense
in respect of continued operations was USD2,261,118 and USD7,754,042 for the
six-month periods ended June 30, 2021 and 2020, respectively.
Pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 masing-masing sebesar 82% dan 81% dari persediaan digunakan untuk jaminan fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh Standard Chartered Bank (Catatan 40).
As of June 30, 2021 and December 31, 2020, 82%
and 81%, respectively, of the inventories are used as collateral to facilities provided by Standard Chartered Bank (Note 40).
Seluruh persediaan, bersama-sama dengan aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020, seperti diungkapkan lebih lanjut pada Catatan 11.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.
All inventories, together with property and equipment, except land, are insured as of June 30, 2021 and December 31, 2020 as disclosed further in Note 11.
Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses to the Company.
46
8. PAJAK DIBAYAR DI MUKA 8. PREPAID TAXES
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2021 2020
Perusahaan The Company
Pajak penghasilan badan lebih bayar Corporate income tax overpayment
2021 (Catatan 28) 137,845 -- 2021 (Note 28)
2020 (Catatan 28) 386,634 386,634 2020 (Note 28)
2019 (Catatan 28) -- 700,532 2019 (Note 28)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - bersih Value Added Tax (VAT) - net
2021 863,825 -- 2021
2020 1,335,708 2,390,358 2020
2019 -- 787,789 2019
Jumlah 2,724,012 4,265,313 Total
Pajak Pertambahan Nilai Tahun 2019 Value Added Tax year 2019 Pada tanggal 17 Januari 2020, 15 Januari 2020,
20 Januari 2020, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Januari 2019, Februari 2019 dan Maret 2019 masing-masing sebesar Rp4.750.484.255 (USD341.738), Rp 4.244.027.014 (USD 305.304) dan Rp 4.274.458.255 (USD 307.493). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 7 Februari 2020.
On January 17, 2020, January 15, 2020 and January 20, 2020, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period January 2019, February 2019 and March 2019 amounting to Rp4,750,484,255(USD341,738), Rp4,244,027,014 (USD305,304) and Rp4,274,458,255(USD307,493), respectively. The Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on February 7, 2020.
Pada tanggal 12 Mei 2020, 13 Mei 2020 dan 4 Juni 2020, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Mei 2019, Juni 2019 dan April 2019 masing-masing sebesar Rp4.100.233.299 (USD278.302), Rp2.617.940.043 (USD177.600) dan Rp3.664.080.414 (USD248.671). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 7 Juli 2020.
On May 12, 2020, May 13, 2020 and June 4, 2020, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period May 2019, June 2019 and April 2019 amounting to Rp4,100,233,299 (USD278,302),
Rp2,617,940,043 (USD177,600) and
Rp3,664,080,414 (USD248,671), respectively. The Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on July 7, 2020.
Pada tanggal 28 September 2020, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Juli 2019, Agustus 2019 dan September 2019 masing-masing sebesar Rp4.477.707.777 (USD304.813), Rp3.582.904.904 (USD243.901) dan Rp6.808.598.551 (USD463.190). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 9 November 2020.
On September 28, 2020, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period July 2019, August 2019 and September 2019 amounting to Rp4,477,707,777 (USD304,813), Rp3,582,904,904 (USD243,901) and Rp6,808,598,551 (USD463,190), respectively. The Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on November 9, 2020.
Pada tanggal 24 November 2020, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Oktober 2019 sebesar Rp4.052.376.932 (USD287.301). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 11 Januari 2021.
On November 24, 2020, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period October 2019 amounting to Rp4,052,376,932 (USD287,301). The Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on January 11, 2021.
Pada tanggal 13 Januari 2021, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk
On January 13, 2021, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period November and
periode November dan Desember 2019 masing-masing sebesar Rp3.039.601.255 (USD215.498) dan Rp3.933.926.166 (USD278.903). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 15 dan 22 Februari 2021.
December 2019 amounting to Rp3,039,601,255 (USD215,498) dan Rp3,933,926,166 (USD278,903), respectively. The Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on February 15 and 22, 2021.
Pajak Pertambahan Nilai Tahun 2020 Value Added Tax year 2020 Pada tanggal 4 Februari 2021, Perusahaan
menerima Surat Ketetapan Pajak lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Januari dan Februari 2020 masing-masing sebesar Rp3.440.635.475 (USD241.804) dan Rp3.655.306.635 (USD256.891). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 4 Maret 2021.
On February 4, 2021, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period January and February 2020 amounting to Rp3,440,635,475 (USD241,804) dan Rp3,655,306,635 (USD256,891), respectively.
The Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on March 4, 2021.
Pada tanggal 6 Mei 2021, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Maret dan April 2020 masing-masing sebesar Rp2.910.775.618 (USD203.409) dan Rp4.556.103.703 (USD318.386). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 3 Juni 2021.
On May 6, 2021, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period March and April 2020
amounting to Rp2,910,775,618 (USD203,409) dan Rp4,556,103,703 (USD318,386), respectively. The
Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on June 3, 2021.
Pajak Pertambahan Nilai Tahun 2021 Value Added Tax year 2021 Pada tanggal 26 April 2021, 29 April 2021 dan 19
Mei 2021, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Januari, Februari, Maret 2021 masing-masing sebesar Rp1.999.796.556 (USD138.222), Rp1.908.568.224 (USD131.917) dan Rp2.512.337.819 (USD175.565). Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana masing-masing pada tanggal 18 Mei 2021, 24 Mei 2021 dan 14 Juni 2021.
On April 26, 2021, April 29, 2021 dan May 19, 2021, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for Value Added Tax for period January, February and March 2021 amounting to Rp1,999,796,556 (USD138,222),
Rp1,908,568,224 (USD131,917) dan
Rp2,512,337,819 (USD175,565), respectively. The Company agreed with the assessment for tax overpayment and received the tax refund on May 18, 2021, May 24, 2021 dan June 14, 2021, respectively.
Pajak Penghasilan Badan tahun 2019 Corporate Income Tax year 2019 Pada tanggal 16 Februari 2021, Perusahaan
menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) atas Pajak Penghasilan Badan untuk tahun 2019 sebesar USD700.532 dan laba fiskal sebesar USD12.672.079. Perusahaan setuju dengan ketetapan pajak lebih bayar dan menerima pengembalian dana pada tanggal 23 Maret 2021. Selisih antara SKPLB dengan catatan Perusahaan sebesar USD145.622 di bukukan sebagai beban pajak pada tahun 2021.
On Februari 16, 2021, the Company received Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”), for
2019 Corporate Income Tax amounting to USD700,532 and taxable profit amounting to USD12,672,079. The Company agreed with the
assessment for tax overpayment and received the tax refund on March 23, 2021. The difference between SKPLB and amount recorded by The Company amounted to USD145,622 was receorded as tax expense in 2021.
48
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA 9. PREPAID EXPENSES
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2021 2020
Sertifikasi 2,474,095 2,962,613 Certification
Bank garansi 652,405 -- Bank guarantee
Asuransi 230,593 265,252 Insurance
Sewa 68,027 87,300 Rental
Lain-lain 2,877,537 1,000 Others
Jumlah 6,302,657 3,316,165 Total
Dikurangi: bagian lancar 2,390,295 274,553 Less: current portion
Bagian tidak lancar 3,912,362 3,041,612 Non-current portion
10. REKENING BANK YANG DIBATASI