• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III SETTING PENELITIAN

B. Platform Gerakan Gerwani

Strategi yang dilancarkan Gerwani berbeda dengan organisasi wanita lain. Kebanyakan organisasi wanita yang berkembang saat itu hanya berorientasi pada topik-topik tertentu, atau beberapa pokok pembahasan. Organisasi wanita dari basis agama misalnya, hanya membahas topik-topik seputar agama atau di tambah dengan pembahasal soal sosial dan pendidikan. Atau organisasi non-agama yang menyempatkan dirinya untuk membahas isu- isu soal politik, tetapi hanya sampai pada tahap membahasnya, tidak sampai terjun ke ranah politik secara praktis.

Nilai-nilai Gerwani yang paling menarik bagi anggotanya ialah kemerdekaan, kerja keras, dan pengabdian pada perjuangan. Untuk itu

13

Gaus, Handbook Teori, 592.

14

Kongres Nasional, Peraturan Dasar, 15

15

55

diperlukan pendidikan. Gerwani menghendaki agar kaum perempuan berdiri di atas kaki mereka sendiri, memilih kerja keras daripada bersantai berselimut kemakmuran tapi terkungkung. Mereka menentang keras pendapat bahwa perempuan sebagai pelengkap suami. Gerwani sama sekali tidak kebal dari praktik penyesuaian sikap seorang isteri pada suaminya.16

Awalnya Gerwani memang sama jika dibandingkan dengan organisasi wanita lainnya, tetapi semakin lama suasana di dalam Gerwani menjadi semakin menarik. Banyak wanita-wanita dari partai lain atau orgnaisasi lain yang tergabung ke dalam Gerwani dan ikut berjuang di dalamnya. Karena itu program-program Gerwani semakin beragam, mulai dari soal sosial, feminisme, pendidikan, kebudayaan, politik, bahkan soal agama juga.

Organisasi yang sebelumnya bernama Gerwis itu agak sektarian

.

Sangat sedikit wanita dari kelas bawah menjadi anggotanya

.

Organisasi ini dipandang terlalu merah, terlalu PKI, terlalu ekstrem

.

Kami rasa sebenarnya penilaian itu tidak betul

.

Mereka yang mengetahui Gerwis di masa sebelum berganti nama menjadi Gerwani lebih menyukai Gerwis daripada setelah tumbuh menjadi besar

.

Tapi kaum laki-laki menginginkan kami menjadi organisasi massa

.

Maka

pada kongres 1954 kami menjadi Gerwani

...

Lalu saya

memperkenalkan diri “Saya dari Gerwani, apa kalian tahu?” biasanya

mereka tidak tahu, lalu saya bicarakan tentang masalah yang kami perjuangkan

.

Umumnya mereka tertarik kepada organisasi kami karena sikap kami tehadap poligami

.

Masalah lain yang menarik bagi mereka ialah upah rendah

.

Secara umum mereka tertarik pada gagasan tentang kebebasan wanita, mereka tidak suka upah buruh wanita lebih rendah daripada laki-laki

...

Kami juga aktif di kota, terutama di kalangan kaum buruh

.

Kaum buruh wanita biasanya menjadi anggota SOBSI, di lingkungan rumahnya mereka menjadi anggota Gerwani, banyak

16

56

wanita yang menjadi anggota keduanya

.

Hal itu mudah karena banyak masalah yang menyangkut nasib kaum buruh wanita dapat kami lakukan bersama

.

Misalnya SOBSI bersama Gerwani melakukan perjuangan bagi cuti menstruasi

.

Jika ada buruh wanita dipecat karena menggunakan hak cuti menstruasi maka Gerwani dan SOBSI dapat bergerak bersama

Gerwani tidak mengusung retorika feminis radikal seperti yang terjadi di negara di belahan utara meskipun secara garis besar, mereka mengusung wacana yang sama

.

17

Gerwani memang dihiasi dengan wanita-wanita yang memiliki intelektual tinggi, wanita-wanita modern, cerdas, dan visioner. Seperti dikatakan sebelumnya, Gerwani tidak mengusung feminisme radikal, meski secara garis besar mengusung wacana yang sama. Gerwani mengkolaborasikan antara wacana feminis dengan unsur kearifan lokal ke-Indonesiaan. Perjuangan

yang berjalan “keras” dan revoluisoner, tetap dibentengi dengan budaya lokal masyarakat yang cenderung asih dan mengayomi. Unsur “cinta” tidak pernah hilang dalam tubuh Gerwani. Pendidikan untuk taman kanak-kanak, pemberantasan buta huruf dan penyadaran sosial terus dilakukan.

Tidak hanya berhenti berjuang untuk kehidupan wanita Indonesia, Gerwani juga turut aktif di organisasi wanita internasional untuk memberikan sumbangsih terhadap kehidupan wanita dunia. Dan tak jarang Gerwani memberikan pengaruh yang berarti di dalamnya, WIDF nama organisasi wanita dunia itu.

17

57

Women International Democratic Federation (WIDF) didirikan pada 1945 dalam Congress of Women di Paris. Pendiri dan Presidennya (dari 1945 sampai 1967) ialah Eugenie Cotton. Yang aktif mengambil bagian dalam gerakan perlawanan terhadap Jerman. WIDF memusatkan perhatian pada hak- hak kaum perempuan sebagai ibu, pekerja, dan warga negara; memperjuangkan hak anak-anak untuk hidup, kesejahteraan dan pendidikan. Selanjutnya mendukung kemerdekaan nasional; menghapus apharteid, diskriminasi rasial dan fasisme; serta memperjuangkan terjaminnya predamaian abadi di dunia. Gerwis bergabung dengan WIDF pada 1950. Badan ini menjadi saluran politik internasional paling penting bagi Gerwani. Gerwani membangun hubungannya dengan WIDF relatif mandiri tanpa campur tangan PKI dan Sukarno. Keduanya memang mendukung penuh keberadaan Gerwani di WIDF tetapi dengan alasan berbeda. Bagi PKI soalnya WIDF menjadi “keluarga komunis” dunia, sedang bagi Sukarno WIDF merupakan salah satu organisasi internasional yang mendukung kampanye anti-imperialismenya, atau setidaknya bagi menyokong perjuangan terhadap Irian Barat. Selama dekade pertama keanggotaan mereka, hubungan itu saling mendukung dan Gerwani banyak mengambil manfaat. Tetapi sejak permulaan 1960-an persahabatan mulai tegang yang berpuncak pada pertikaian pada kongres WIDF 1963. Keretakan itu sedikit banyak

58

disebabkan oleh meningkatnya militansi Gerwani serta makin dekatnya Gerwani dengan Tiongkok.18

Meski giat didalam perjuangan wanita dunia, Gerwani tidak pernah lupa unuk meningkatkan perjuangan demi kehidupan wanita Indonesia. Perjuangannya untuk para wanita Indonesia semakin mengesankan tahun demi tahun. Gerwani aktif dalam Kowani untuk merealisasikan mimpi-mimpi besarnya. Awal keterlibatan Gerwani dalam Kowani, berjalan biasa-biasa saja,

tidak banyak yang mengira kalau Gerwani kemudian bisa “menyetir” Kowani

.

Dalam badan gabungan tetap seperti Kongres Wanita Indonesia dan badan-badan gabungan daerah, Gerwani pada umumnya selalu dapat ikut mengambil bagian di dalam beberapa aktivitas badan-badan tersebut, misalnya dengan Jajasan Hari Ibu (mendirikan Gedung Wanita di Jogja), kursus Raad Agama, mengeluarkan sikap besama menuntut pengawasan terhadap buku-buku dan film-film cabul, juga resolusi memperkuat pernyataan menentang digunakannya bom-bom atom dan senjata-senjara nuklir.19

Gerwani, di bawah kepemimpinan Nyonya Umi Sardjono, mengadakan kongres kedua di Jakarta pada 25-31 Maret. Kongres ini menghasilkan lima program mendesak yaitu pengesahan undang-undang perkawinan untuk seluruh Indonesia dan menjamin kesetaraan antara perempuan dan lelaki; meningkatkan dana untuk kesehatan sosial juga meningkatkan pelayanan sosial dan

18

Ibid., 327.

19

59

kesejahteraan kaum perempuan dan anak-anak; meningkatkan jumlah sekolah negeri dan memberantas buta huruf; memperluas tindakan sosial untuk melindungi perempuan buruh di pabrik; dan kewajiban moral pemerintah untuk ikut serta melaksanakan hukum internasional.20

Peranan Gerwani makin di tingkatkan dalam perjuangan untuk perbaikan nasib dan hak-hak wanita, untuk kemerdekaan nasional yang penuh. Untuk hak-hak demokrasi dan perdamaian. Peranan tersebut diakui dalam masyarakat, dengan dipilihnya pemimpin-pemimpin Gerwani dalam lembaga- lembaga demokratis sewaktu pemilihan umum yang lalu, dan ditunjukannya mereka dalam DPR-GR, MPRS, Depernas, DPRD-GR, dan sebagainya.

Dalam badan-badan kerjasama wanita baik di tingkat pusat maupun di daerah-daerah Gerwani juga senantiasa tidak ketinggalan terpilih duduk dalam pimpinan badan-badan tersebut. Misalnya sekarang terdapat 15 anggota Gerwani dalam MPRS – 12 anggota Gerwani di DPR-GR – 2 anggota di Depernas – dan puluhan lagi pemimpin-pemimpin Gerwani di DPRD-DPRD- GR.21

Memasuki tahun 1960-an Gerwani kian terlibat dalam urusan-urusan politik tanah air, kedekatannya dengan Presiden Sukarno, mau tidak mau menyeret Gerwani dalam urusan politik. Hal itu tidak menjadi ganjalan bagi

20

Stuers, Sejarah Perempuan, 191-192.

21

60

Gerwani, meski urusan politik itu sulit. Dengan berbagai urusan politik itulah Gerwani menjadi organisasi wanita paling diperhitungkan di Indonesia saat itu, dan paling disukai oleh Sukarno (terlepas dari sikap kawin lagi), Gerwani memang revoluisoner.

Aktivitas dunia politik Gerwani salah satunya adalah soal konfrontasi terhadap Malaysia.

Perkembangan situasi dalam negeri selama satu tahun yang lalu telah ditandai oleh kemenangan-kemenangan baru dalam perjuangan nasional untuk pembebasan Irian Barat

.

Dan menanjaknya gelombang perjuangan revoluisoner mengganyang imperialisme dan proyek neo-kolonialisme Malaysia

.

Perjuangan mengganyang Malaysia telah meningkat sampai pada taraf konfrontasi total disegala bidang

.

Sebagai akibat tindakan konfrontasi total dibidang ekonomi, kehidupan ekonomi Singapura dan Malaysia telah mengalami berbagai kesulitan

...

Gerwani dan organisasi-organisasi wanita berbagai negeri telah memperjuangkan sebuah resolusi menyokong perjuangan kita mengganyang proyek neo- kolonialisme Malaysia

.

Dan sebagaimana sudah diberitahu dalam sidang biro GWDS di Berlin itu kita telah menyetujui resolusi tersebut

.

22

Dari sekian banyak manuver yang telah dilakukan, Gerwani telah mempunyai anggota DPR GR sebanyak 12 orang, dan 15 anggota di MPRS, dan berpuluh-puluh anggota DPRD-DPRD23

. Dan memiliki anggota sebanyak

1.125.00024 dalam catatan kongres terakhirnya.

22

Sardjono, Madju Terus, 4-5.

23

Wertheim, Pekik Merdeka, 20.

24

61

Menjelang tahun 1965, warna Gerwani semakin merah dan banyak dikaitkan dengan PKI, atau komunis meski sebenarnya tidak demikian. Gerwani tetap teguh dalam prinsip-prinsipnya. Gerwani kian aktif dalam konfrontasi-konfrontasi dan perjuangan pembebasan Irian Barat, Gerwani melatih dirinya untuk situasi-situasi tersebut.

Pada akhir September 1965 Gerwani dipanggil untuk latihan di Lubang Buaya, dengan para anggota Pemuda Rakyat dan organisasi berhaluan merah lain. Pada malam satu Oktober terjadi sebuah penculikan dan pembunuhan beberapa jenderal, banyak yang menyebutnya sebagai sebuah kudeta. Disinyalir kuat bahwa peristiwa itu diotaki oleh PKI. Dari peristiwa malam kelam itu PKI dan organisasi onderbow-nya dilarang dan harus dihabisi, para simpatisan atau orang yang tertuduh (meski tuduhan itu sama sekali tidak benar) juga harus dihabisi.

Gerwani yang menjadi salah satu organisasi tertuduh onderbow PKI harus rela menghentikan perjuangnnya. Dari peristiwa itu, perjalanan Gerwani berakhir, dan mimpi-mimpi yang pernah dilukis benar-benar menjadi utopia.