• Tidak ada hasil yang ditemukan

PLAZA KALABUBU DAN PLAZA BALUSE

Dalam dokumen Perancangan Plaza Kalabubu & Dermaga Baluse (Halaman 28-41)

DERMAGA BALUSE

PLAZA KALABUBU DAN PLAZA BALUSE

Pada akhirnya saya akan menjelaskan tentang deskripsi desain dan konsep perancangan plaza ini. Saya perkenalkan dengan bangga nama rancangan plaza saya ini yaitu, “Plaza Kalabubu dan Plaza Baluse”, alasan saya memberikan nama seperti itu adalah menghargai dan mengangkat kearifan lokal Pulau Nias dari alat perangnya yaitu Kalabubu adalah sebuah alat perang yang dikalungkan untuk melindungi dari serangan musuh dan Baluse yang berarti “Perisai” dalam bahasa

indonesia. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kedua alat perang dari Suku Nias tersebut sangat penting bagi warga setempat. Bentukan dari plaza ini terinspirasi dari bentuk kedua alat perang tersebut, hal itu saya dapatkan setelah beberapa kali mendapat bimbingan dari dosen dan akhirnya dengan melewati proses – proses perancangan didapatkan bentuk yang akan saya hadirkan setelah ini.

Terdapat beberapa tahap yang dilakukan oleh perancang dalam perencanaan siteplan yaitu tahap awal pembagian zoning. Pada tahap ini perancang melihat kondisi lokasi yang simetris dimana plaza berbentuk lingkaran dan pada ujungnya berbentuk metafora dari perisai Suku Nias maka dibentuk beberapa layer. Pada layer berbentuk bulatan yang dipinggiran bawah sebagai lahan bangunan komersil yang menjadi pelengkap plaza ini, pada bulatan di pinggiran atas diberikan untuk beberapa kampung wisata Nias dan pada tengah –

tengah lingkaran berfungsi sebagai ruang terbuka umum dan jalur sirkulasi bagi pengunjung plaza.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Bentuk lingkaran yang saya terapkan pada Plaza Kalabubu untuk menjadikan plaza ini menjadi sistem terpusat, seperti yang kita ketahui bahwa bentuk lingkaran mengandung makna terpusat didalamnya sehingga Plaza Kalabubu ini menjadi plaza pusat dari segala kawasan yang berada di sekitarnya. Bentuk lingkaran juga sangat fleksibel untuk desain, memudahkan dalam pembagian zona seperti ruang terbuka hijau, zona sirkulasi dan area bangunan. Hal ini sejalan dengan bentuk dari Kalabubu yang pada dasarnya adalah lingkaran, dengan kata lain penamaan yang diberikan sangat cocok untuk plaza ini. Lingkaran yang memberikan kesan terpusat akan mendorong kawasan ini menjadi pusat perhatian, jika diliat dari tampak atas kawasan maka Plaza Kalabubu ini sangat mengambil perhatian mata kita karena bentuknya.

Bentuk lingkaran adalah geometris terstruktur dan umumnya merupakan bentuk yang simetris. Bentuk geometris ini biasanya mudah untuk dikenali. Bentuk geometris ini juga biasanya teratur dan efisien sehingga menjadikan proses mendesain pada plaza ini menjadi efisien dan teratur.

Bentuk lingkaran pada desain Plaza Kalabubu memberikan koneksi mulai dari bagian paling luar ke bagian paling dalam sehingga semua zona terkoneksi satu sama lain, contohnya bagian luar adalah jalan raya yang berfungsi mengantarkan kita ke dalam plaza. Lingkaran juga memberikan keleluasaan dalam pergerakan pada plaza yang pada dasarnya adalah ruang terbuka, oleh karena itu tidak sedikit plaza ataupun town square di dunia yang mengadopsi bentuk lingkaran pada desainnya.

Pembagian zona pada Plaza Kalabubu untuk lebih spesifiknya akan dijelaskan lebih lanjut pada bab ini. Dengan bentukan bulat makan pembagian

dengan menggunakan sistem layer atau lapisan: pertama atau yang paling luar adalah jalan raya sebagai pencapain ke plaza ini, kedua adalah bagian bangunan pendukung plaza dan yang selanjutnya adalah ruang terbuka sebagai area sirkulasi plaza yang luas, dan yang terakhir mulai kita dapati bangunan – bangunan kecil dengan ditengah – tengahnya adalah plaza utama dari plaza ini, inti plaza ini memiliki plaza di dalam plazanya.

Gambar 5.3 Pembagian Layer Plaza Kalabubu (Sumber : …., tahun)

Konsep ini memberikan kesan yang berbeda dari plaza lainnya, layaknya saat mulai memasuki suatu ruang yang semakin ke dalam semakin menarik maka begitulah yang coba saya hadirkan di dalam plaza ini, mulai dari bagian dari luar sampai menuju ke bagian dalam maka pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda – beda. Saya ingin memainkan permainan emosi dan suasana pada perancangan plaza saya ini karena ruang terbuka memiliki peran penting dalam mempengaruhi perasaan manusia, oleh karena itu saya ingin setiap orang yang berad di dalam plaza ini memiliki perasaan yang senang, damai dan tentram.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Melalui beberapa kali asistensi dari dosen pembimbing saya dan dari hasil dari preview akhirnya terbentuk desain untuk Plaza Kalabubu ini. Proses desain yang saya lewati bisa dikatakan lumayan sulit karena ini adalah pertama kalinya saya merancang plaza yang merupakan ruang terbuka non-hijau yang biasanya membutuhkan konsentrasi dan usaha yang lebih. Saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk merancang hal baru ini dalam pengalaman saya menjalani pendidikan di Arsitektur. Saya juga sangat bersyukur dengan proses perancangan yang saya lewati selama kuliah di Arsitektur ini karena untuk menghadapi tugas akhir ini saya menjadi lebih siap untuk menjalankan dan meraih hasil yang terbaik.

Bisa kita lihat (Gambar 5.4) bagaimana pengaturan yang tercipta sangat efektif, efisien, dan tertata dengan simetris pada segala elemen – elemen yang ada di Plaza Kalabubu. Aliran kanal – kanal yang dibuat di tengah – tengah plaza memberikan kesan Venesia yang baru di Pulau Nias yang indah ini. Konsep penerapan kanal – kanal yang melintasi bagian plaza adalah sebagai transportasi alternatif dan sebagai daya tarik wisatawan untuk mengunjungi plaza ini. Wisatawan bisa menyewa perahu kecil untuk bisa mendayung perahunya melintasi plaza dengan melalui kanal – kanal tersebut. Hal ini mempertangguh kekuatan pariwisata Pulau Nias yang akan membantu pemasukan daerah itu

sendiri. Ibaratnya “Jantung”, Plaza Kalabubu ini sangat menyerupainya dengan

aliran – aliran pada kanal layaknya pembuluh darah yang berada di jantung bertugas memompa darah dan suplai tenaga ke seluruh organ maka begitu juga dengan plaza ini yang memberikan kekuatan ke seluruh kawasan lain yang berada di sekitarnya.

Bangunan – bangunan yang berada di dalam plaza menyempurnakan keindahan yang ada di dalamnya dan juga sebagai fasilitas pendukung bagi kawasan pariwasata ini. Dengan menganut gaya Arsitektur Postmodern pada desainnya semakin membawa kita pada suasana Eropa. Gaya klasik yang elegan dipadukan dengan sedikit elemen – elemen modern menjadikan bangunan –

bangunan tersebut pantas dibangun di atas plaza ini. Kesinambungan antara gaya arsitektur plaza dan bangunan – bangunan di dalamnya menciptakan nilai arsitektur yang mahal sehingga menarik minat bagi siapa saja yang berada di Pulau Nias.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Berikut adalah beberapa sudut pandang suasana di dalam Plaza Kalabubu :

Gambar 5.5 Suasana View ke Plaza Utama (Sumber : Peneliti, 2015)

Gambar 5.6 Bangunan – Bangunan di Dalam Plaza (Sumber : Peneliti, 2015)

Bangunan – bangunan komersil yang berada di dalam plaza juga tidak kalah penting dalam perancanaan desain saya ini. Dengan mengambil gaya Arsitektur Postmodern yang sangat kental di dalam penerapannya maka diharapkan bangunan – bangunan ini dapat menyatu dengan plaza. Bangunan komersil ini tergolong bangunan – bangunan yang kecil hanya Hotel saja yang terbilang besar karena memiliki 4 lantai. Dengan fungsi yang berbeda – beda namun berada di dalam kawasan yang sama, maka saya memutuskan untuk mendesain bangunan – bangunan komersil ini dengan unsur – unsur yang hampir sama, hasil desain itu pun saya dapatkan setelah mengalami asistensi dengan dosen pembimbing yang bersangkutan. Pertama akan kita lihat bangunan besar yaitu Hotel.

Gambar 5.8 Tampak Bangunan Hotel (Sumber : Peneliti, 2015)

Bisa kita lihat dari gambar diatas bahwa unsur gaya klasik dan dipadukan dengan sedikit gaya modern pada bangunan memberikan gaya Arsitektur Postmodern yang indah, dengan mengangkat kearifan lokal Pulau Nias yaitu pada bentuk atapnya menjadikan Hotel ini semakin indah.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Bentukan massa dari hotel mengikuti site yang ada di plaza dengan menghadap ke arah laut lepas dan sisi lainnya menghadap ke plaza utama. Dengan

“menjual” pemandangan yang ada di sekitar plaza, ini merupakan sesuatu yang sangat menguntungkan dan dapat menjadi daya tarik untuk bisa menginap di hotel ini.

Gambar 5.9 Lokasi dan Orientasi Massa Hotel (Sumber : Peneliti, 2015)

Bangunan pendukung lainnya dalam garis besar memiliki ketertaitan yang sama dengan perbedaan yang dihadirkan tidak terlalu mencolok, selain hotel di dalam plaza ini ada supermarket, kafe, restoran, bar dan game center. Semua bangunan menganut gaya Arsitektur Postmodern yang dipadukan dengan arsitektur lokal yaitu Nias. Desain – desainnya dapat dilihat di bawah ini karena dengan jelas terlihat bagaimana fasad – fasadnya sangat didominasi oleh gaya klasik.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Gambar 5.12 Tampak Restoran, Supermarket, Kafe & Bar (Sumber : Peneliti, 2015)

Plaza yang selanjutnya saya desain adalah Plaza Baluse yang berada di tengah – tengah laut lepas dengan menggunakan sistem yang sama seperti proyek

yang ada di Dubai yaitu “Palm Island” yang terkenal. Plaza Baluse ini mengambil

bentukan dari perisai Nias yang hampir mirip dengan bentuk kapal. Bentuk dari perisai melambangkan kekuatan dari plaza ini dan menjadikan plaza ini kekuatan dari segala kawasan.

Plaza Baluse di desain berbeda dengan Plaza Kalabubu karena pada plaza ini tidak ada bangunan didalamnya. Plaza ini hanya diisi oleh gazebo dan taman –

taman kecil. Plaza Baluse ini ruang terbuka yang sangat besar dan merupakan tempat yang sangat bagus untuk berwisata menikmati keindahan pantai Pulau Nias. Air mancur yang ada di tengah – tengah plaza menjadikan landmark yang khas pada plaza ini.

Gambar 5.13 Tampak Atas Plaza Baluse (Sumber : Peneliti, 2015)

Dengan membawa suasana yang sangat memanjakan mata dan telinga mendengarkan desiran ombak adalah sebuah nilai yang sangat berharga untuk dihargai. Konsep taman terbuka bergaya Eropa menjadi hal yang baru dalam perancangan ini.

Gazebo – gazebo yang berada di Plaza Baluse ini didesain dengan gaya klasik yang pada dasarnya telah diterapkan pada desain plaza ini. Taman – taman

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

kecil yang berada di atas plaza sebagai sumber oksigen dan mengimbangi antara perkerasan yang ada di plaza ini. Suasana yang akan didapatkan saat berada di plaza ini akan bertambah indah saat pengunjung menuruni tangga yang mengarah ke laut lepas dengan dihiasi patung – patung Suku Nias yang mengambil referensi seperti yang ada di Merlion Park, Singapura.

Gambar 5.14 Suasana di Plaza Baluse (Sumber : Peneliti, 2015)

Berikut adalah foto maket yang merupakan kawasan dari lokasi perancangan yang dikerjakan sebagai gambaran bagaimana jika rancangan plaza terbangun:

BAB VI

Dalam dokumen Perancangan Plaza Kalabubu & Dermaga Baluse (Halaman 28-41)

Dokumen terkait