Mahkamah Agung Republik Indonesia
A. Roti croissant dengan merek “TODAY” milik Elvan
II. Pokok Perkara
1. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada Penggugat.
Atau,
Apabila Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang memeriksa perkara a quo berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Turut Tergugat memberikan Jawaban, pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Pokok Perkara
1. Bahwa sesuai dengan data yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek, benar telah terdaftar merek milik Tergugat, antara lain:
a. Merek ”5 DAYS” IDM000653883 terdaftar 02 September 2019 dengan filling date 31 Juli 2018 pada kelas 30 untuk melindungi jenis barang: Pizza; Produk-produk roti; adonan terigu; bakpao; biskuit-biskuit; bolu; donat; fetucini; gula-gula; kue kering; kue tar; kue-kue;
kue-kue pai; makaroni; mie-mie; pai daging; pasta-pasta; pastel berisi daging dan/atau sayuran; ragi; roti; roti kismis; wafer;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 47
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 48 Putusan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
b. Merek “5 DAYS” BLUEBERRY IDM000661499 terdaftar 09 Desember 2019 dengan filing date 03 Desember 2018 pada kelas 30 untuk melindungi jenis barang: Pizza; Produk-produk roti; adonan terigu; bakpao; biskuit-biskuit; bolu; donat; fetucini; gula-gula; kue kering; kue tar; kue-kue; kue-kue pai; makaroni; mie-mie; pai daging;
pasta-pasta; pastel berisi daging dan/atau sayuran; ragi; roti; roti kismis; wafer;
c. Merek “5 DAYS” CHOCOLATE IDM000661500 terdaftar 09 Desember 2019 dengan filing date 03 Desember 2018 pada kelas 30 untuk melindungi jenis barang: Pizza; Produk-produk roti; adonan terigu; bakpao; biskuit-biskuit; bolu; donat; fetucini; gula-gula; kue kering; kue tar; kue-kue; kue-kue pai; makaroni; mie-mie; pai daging;
pasta-pasta; pastel berisi daging dan/atau sayuran; ragi; roti; roti kismis; wafer;
d. Merek “5 DAYS” PEANUT BUTTER IDM000661496 terdaftar 09 Desember 2019 dengan filling date 03 Desember 2018 pada kelas 30 untuk melindungi jenis barang: Pizza; Produk-produk roti; adonan terigu; bakpao; biskuit-biskuit; bolu; donat; fetucini; gula-gula; kue kering; kue tar; kue-kue; kue-kue pai; makaroni; mie-mie; pai daging; pasta-pasta; pastel berisi daging dan/atau sayuran; ragi; roti;
roti kismis; wafer;
e. Merek “5 DAYS” CROISSANT CREAMY CHOCOLATE IDM000661498 terdaftar 09 Desember 2019 dengan filling date 03 Desember 2018 pada kelas 30 untuk melindungi jenis barang: Pizza;
Produk-produk roti; adonan terigu; bakpao; biskuit-biskuit; bolu; donat;
fetucini; gula-gula; kue kering; kue tar; kue-kue; kue-kue pai; makaroni;
mie-mie; pai daging; pasta-pasta; pastel berisi daging dan/atau sayuran; ragi; roti; roti kismis; wafer;
2. Bahwa, sesuai ketentuan dalam Pasal 1 angka 5 jo. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, disebutkan bahwa Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik Merek yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 48
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 49 Putusan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
3. Bahwa sesuai dengan Pasal 35 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, disebutkan
“Merek terdaftar mendapat pelindungan hukum untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Penerimaan, dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama atas kegiatan perdagangan”;
Tentang Merek Terkenal
4. Bahwa dalil yang dikemukakan oleh Penggugat terkait merek terkenal tidaklah relevan, karena berdasarkan penjelasan Pasal 21 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, keterkenalan merek “7 DAYS” milik Penggugat selain terdaftar di beberapa negara, perlu dilihat pula apakah merek “7 DAYS” milik Penggugat tersebut sudah diketahui secara umum oleh masyarakat, dan apakah merek “7 DAYS” milik Penggugat telah dipromosikan secara terus menerus dan besar-besaran sehingga memperoleh kesimpulan mengenai terkenal atau tidaknya merek “7 DAYS” milik Penggugat oleh masyarakat; Bisa saja Penggugat hanya mendaftarkan mereknya di berbagai Negara, namun tanpa diiringi dengan penggunaan, peredaran, promosi dan investasi secara besar-besaran di negara-negara di mana merek tersebut didaftarkan serta upaya-upaya lain yang dapat membuat merek tersebut dikenal dalam dunia perdagangan;
5. Dengan kata lain, keterkenalan suatu merek tidak bersifat statis, dan oleh sebab itu memerlukan usaha yang besar oleh pemilik merek tersebut secara berkelanjutan agar dapat mempertahankan keterkenalannya, sehingga Penggugat tetap harus membuktikan keterkenalan merek pemilik Penggugat sesuai dengan kriteria merek terkenal sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat 3 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek;
6. Bahwa, dalil yang dikemukakan oleh Penggugat pada poin 8 terkait Yurisprudensi dan Putusan Pengadilan terkait merek terkenal tidak dapat mengikat terhadap perkara a quo, karena Yurisprudensi dan Putusan Pengadilan terkait merek terkenal tersebut hanya mengacu pada objek sengketa itu sendiri, bukan pada objek sengketa pada perkara a quo;
Tentang Persamaan pada Pokoknya
7. Bahwa, dalil penggugat dalam posita poin 13 gugatan a quo yang menyatakan bahwa Penggugat sangat keberatan terhadap adanya pendaftaran merek “5 DAYS” Tergugat dikarenakan adanya persamaan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 49
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 50 Putusan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
pada pokoknya dengan Merek “7 DAYS” Penggugat. Dalam hal ini Penggugat tidak menggunakan kesempatan yang telah ditentukan berdasarkan Pasal 14 jo. Pasal 16 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, yang berbunyi “Dalam jangka waktu 2 (dua) bulan setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis”, tetapi hal tersebut tidak dimanfaatkan oleh Penggugat;
8. Bahwa, dalil yang dikemukakan oleh Penggugat pada poin 14 terkait Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 279PK/Pdt/1992 tanggal 6 Januari 1998 terkait “persamaan pada pokoknya” tidak dapat mengikat terhadap perkara a quo, karena Putusan Mahkamah Agung terkait persamaan pada pokoknya tersebut hanya mengacu pada objek sengketa itu sendiri, bukan pada objek sengketa pada perkara a quo;
9. Bahwa, Pasal 21 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, menyatakan bahwa:
“Permohonan ditolak jika Merek tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain atau dimohonkan lebih dahulu oleh pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis”;
10. Lebih lanjut, perlu Turut Tergugat informasikan terkait unsur barang dan/atau jasa sejenis yang terdapat dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, memiliki arti bahwa suatu merek dilindungi sesuai dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya saja. Hal tersebut sesuai dengan prinsip kekhususan yang dianut oleh sistem hukum merek yang ada di Indonesia;
11. Berdasarkan prinsip kekhususan, pelindungan suatu merek dan pemberian hak eksklusif dari negara kepada pemilik merek terdaftar hanya sebatas pada penggunaan dari jenis barang atau jasa yang dilindungi oleh merek terdaftar tersebut saja. Dengan demikian, hak eksklusif pemilik merek terdaftar tersebut hanya sebatas pada barang atau jasa tertentu sebagaimana yang didaftarkan. Pemilik merek tersebut tidak mendapatkan pelindungan atas mereknya untuk seluruh jenis barang atau jasa. Inilah yang dimaksud dengan prinsip kekhususan.
Terlebih dalam Hukum Merek, yang menjadi subjek pelindungan hukum adalah hubungan antara barang atau jasa tertentu dengan tanda tertentu dan bukan tanda itu sendiri. Dengan kata lain, suatu merek terdiri atas tanda dan daftar barang atau jasa yang dilindungi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 50
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 51 Putusan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
12. Dengan demikian, dalam sistem pendaftaran merek dimungkinkan adanya dua merek yang memiliki persamaan yang dimohonkan pendaftarannya oleh pihak yang berbeda dapat terdaftar secara bersama-sama untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis dengan mengacu pada prinsip kekhususan tersebut;
13. Bahwa, mengacu pada poin 15, maka merek milik Tergugat dapat terdaftar dan bukan merupakan merek yang dikualifikasikan untuk ditolak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, karena merek milik Tergugat memiliki perbedaan dalam hal etiket serta jenis barang yang dimohonkan pelindungannya; Sehingga, pendaftaran merek milik Tergugat telah sesuai dengan prinsip kekhususan dalam sistem hukum merek serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang merek, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis;
14. Bahwa, berdasarkan pada penjelasan tersebut di atas, maka dalil gugatan Penggugat dalam poin 15 gugatannya yang menyatakan, bahwa pendaftaran merek Tergugat memiliki persamaan pada pokoknya maupun keseluruhannya dengan merek terdaftar yang dimiliki oleh Penggugat tidak dapat dibenarkan;
15. Bahwa, selanjutnya Turut Tergugat secara tegas menolak dalil-dalil Penggugat dalam gugatan a quo.
Tentang Itikad Tidak Baik
16. Bahwa, dengan telah terdaftarnya merek-merek “5 DAYS” milik Tergugat telah memenuhi unsur sebagai daya pembeda, sehingga tidak dapat dikualifikasikan sebagai merek yang didaftar atas dasar itikad tidak baik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek; Dalil yang dikemukakan Penggugat pada poin 16 dan 17 gugatan a quo tentang merek “5 DAYS” milik Tergugat didaftar atas dasar itikad tidak baik, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, tidak dapat dibenarkan karena terdapat perbedaan antara merek milik Penggugat dengan merek milik Tergugat sebagaimana yang telah Turut Tergugat jelaskan pada poin-poin di atas sebelumnya;
17. Perlu Turut Tergugat informasikan bahwa merek “5 DAYS” milik Tergugat tersebut dalam proses permohonan telah melewati proses-proses
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 51
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 52 Putusan Nomor 71/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
pemeriksaan formalitas, pemeriksaan substantif serta mendapatkan persetujuan Menteri untuk diterbitkan sertifikat, di mana itikad baik menjadi salah satu dasar pertimbangan bagi Turut Tergugat pada saat pemeriksaan substantif;
18. Lebih lanjut, dalam pemeriksaan Substantif yang dilakukan atas permohonan pendaftaran merek milik Tergugat, ada atau tidaknya niat untuk membonceng (itikad tidak baik) pemohon juga telah menjadi bahan pertimbangan;
19. Bahwa, dengan demikian pendaftaran merek milik Tergugat sudah sesuai dengan proses hukum yang berlaku di bidang Merek dan tidak bisa dikualifikasikan ke dalam merek yang didaftar atas dasar itikad tidak baik dengan meniru baik pada pokoknya atau keseluruhannya merek milik Penggugat, dikarenakan baik merek milik Penggugat maupun merek milik Tergugat memiliki perbedaan sebagaimana telah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, sehingga dalil yang dikemukaan oleh Penggugat pada poin 28 gugatan a quo terkait dengan merek Tergugat didaftar atas dasar itikad baik tidaklah tepat;
20. Bahwa, dengan telah terdaftarnya merek milik Tergugat telah memenuhi unsur sebagai daya pembeda, sehingga merek milik Tergugat tersebut layak untuk didaftar karena merek milik Tergugat terebut tidak dapat dikualifikasikan sebagai suatu permohonan pendaftaran merek yang harus ditolak berdasarkan pada Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis;
Bahwa, berdasarkan uraian-uraian di atas, maka Turut Tergugat memohon kepada yang Terhormat Majelis Hakim pemeriksa perkara a quo agar berkenan memutuskan yang amarnya sebagai berikut: