• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

H. Pola Hubungan Variabel Yang Diteliti

79 Tatanan ini menjadi penting karena adanya kecenderungan hilangnya aset warisan budaya perkotaan seperti di kawasan pesisir kota lama Makassar.

Perkembangan aset budaya ini membutuhkan penciptaan ruang/spasial sebagai wadah aktifitas budaya yang berkekuatan dalam memberikan peningkatan terhadap kualitas kehidupan masyarakat (Tajuddin, 2003).

Perkembangan perkotaan yang sporadis cenderung melupakan makna-makna pusaka unik yang telah di perjuangkan dan dibangun oleh pendahulu kita, yang tak kalah menariknya dengan bangunan penggantinya. Tatanan kota yang telah terbentuk sepantasnyadilestarikan atau ditingkatkan vitalitasnya.

Pola perubahan land use dan jaringan jalannya dari masa ke masa merupakan perkembangan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam, begitu pula jika dikaitkan dengan faktor-faktor apa yang mempengaruhi atau memotivasi perkembangannya. Hal tersebut dapat menjadi dasar filosofi dalam perencanaan kota akan datang.

80 Keterangan :

: Variabel Independen

: Variabel Dependen

I. Defenisi Operasional dan Kriteria Obyektif

1. Kebiasaan

Kebiasaan dalam penelitian ini adalah perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas sehingga disukai banyak orang, misalnya, mencium tangan orang tua pada waktu akan pergi, memberi salam pada waktu berjalan dihadapan orang lain, antre pada waktu membeli karcis pertandingan sepak bola, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan di sekitar rumah.

Penilaian Kebiasaan diukur menggunakan kuesioner dengan skala likert dengan total pertanyaan 6 butir. Jika responden menjawab

81 Tidak pernah diberi skor = 1, jarang diberi skor = 2, ragu-ragu diberi skor

= 3, setuju diberi skor = 4 dan sangat setuju diberi skor = 5. Skor tertinggi dan terendah dihitung dengan formulasi sebagai berikut:

Skor tertinggi = jumlah pertanyaan x skor tertinggi

= 6 x 6

= 6x6 x 100%

= 100%

Skor terendah = jumlah pertanyaan x skor terendah

= 6 x 1

= 6/8 x 100%

= 50%

Kemudian diukur menggunakan rumus:

I = R/K Dengan:

I = Interval

R = Range/kisaran (skor tertinggi – skor terendah) K = Jumlah kategori (2 kategori)

Range (R) = X - Y

= 100% - 50%

= 50%

Sehingga diperoleh: 50/2 = 25%

Kriteria objektif dibagi atas 2 yaitu Terbiasa dan Tidak Terbiasa.

82 Skor yang diinginkan = skor tertinggi – nilai interval

= 100% - 25%

= 75%

Kriteria objektif:

a. Terbiasa : Jika total nilai/skor jawaban responden ≥ 75%.

b. Tidak Terbiasa : Jika total nilai/skor jawaban responden < 75%.

2. Kesadaran

Yang dimaksud kesadaran pada penelitian ini adalah Kesadaran tentang lingkungan hidup menyangkut kesadaran akan betapa pentingnya lingkungan hidup dalam menunjang kwalitas hidup sangat di perlukan demi terciptanya lingkungan hidup yang harmonis dan lestari lewat tindakan-tindakan yang positif.

Kriteria Objektif :

a. Berbuat Baik : Apabila Responden melakukan tindakan melindungi keadaan di sekitarnya

b. Tidak Berbuat Baik : Apabila Responden melakukan tindakan tidak melindungi keadaan di sekitarnya.

3. Sikap

Yang dimaksud sikap pada penelitian ini adalah sikap sebagai kesediaan untuk bereaksi (disposition to react) secara positif (favorably) atau secara negatif (unfavorably) terhadap obyek – obyek tertentu.

83 Krteria Objektif :

a. Positif : apabila bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaanpositif terhadap obyek atau situasi tertentu.

b. Negatif : apabila tidak bertindak atau tidak berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaanpositif terhadap obyek atau situasi tertentu.

4. Tingkah Laku

Yang dimaksud Tingkah Laku pada penelitian ini adalah suatu kegiatan yang sangat berkaitan dengan aktifitas manusia dan perlu diiteliti baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengertian tingkah laku merupakan suatu respon seseorang karena adanya rangsangan dari luar atau lingkungan.

Kriteria Objektif :

a. Pasif : Prilaku ini lebih berpola pada faktor lingkungan, karena tuntutan kemajuan dan perubahan

b. Aktif : Prilaku ini lebih dominan pada faktor lingkungan, karena tuntutan kemajuan dan perubahan.

5. Perkembangan Hunian

Yang dimaksud Perkembangan Hunian pada penelitian ini adalah Salah satu upaya pengembangan ekonomi perkotaan dalam perspektif penataan ekonomi kreatif adalah dengan melakukan kegiatan pelestarian kota pusaka yang meliputi berbagai bangunan warisan budaya di kawasan tersebut. Tatanan ini menjadi penting karena

84 adanya kecenderungan hilangnya aset warisan budaya perkotaan seperti di kawasan pesisir kota lama Makassar. Perkembangan aset budaya ini membutuhkan penciptaan ruang/spasial sebagai wadah aktifitas budaya yang berkekuatan dalam memberikan peningkatan terhadap kualitas kehidupan masyarakat (Tajuddin, 2003).

Penilaian Perkembangan Hunian menggunakan kuesioner dengan skala likert dengan total pertanyaan 4 butir. Jika responden menjawab Tidak pernah diberi skor = 1, jarang diberi skor = 2, ragu-ragu diberi skor = 3, setuju diberi skor = 4 dan sangat setuju diberi skor = 5.

Skor tertinggi dan terendah dihitung dengan formulasi sebagai berikut:

Skor tertinggi = jumlah pertanyaan x skor tertinggi

= 4 x 5

= 20/20 x 100%

= 100%

Skor terendah = jumlah pertanyaan x skor terendah

= 4 x 1

= 4/8 x 100%

= 50%

Kemudian diukur menggunakan rumus:

I = R/K Dengan:

I = Interval

85 R = Range/kisaran (skor tertinggi – skor terendah)

K = Jumlah kategori (2 kategori) Range (R) = X - Y

= 100% - 50%

= 50%

Sehingga diperoleh: 50/2 = 25%

Kriteria objektif dibagi atas 2 yaitu berkembang dan tidak berkembang.

Skor yang diinginkan = skor tertinggi – nilai interval

= 100% - 25%

= 75%

Kriteria objektif:

a. Berkembang : Jika jawaban responden ≥ 75%.

b. Tidak Berkembang : Jika jawaban responden < 75%.

6. Pengaruh Masyarakat

Yang dimaksud Pengaruh Masyarakat pada penelitian ini adalah manusia akan memiliki reflek bawah sadarnya untuk selalu berusaha mencari manusia lainya dalam upaya menyempurnakan kodratnya sebagai mahluk hidup yang memiliki akal pikiran. Manusia tidak akan mampu memiliki kehidupan yang lengkap, jika manusia tidak mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan atau berada di sebuah kawasan dimana tidak terdapat manusia lain..

86 Penilaian pengaruh masyarakat diukur menggunakan kuesioner dengan skala likert dengan total pertanyaan 4 butir. Jika responden menjawab Tidak pernah diberi skor = 1, jarang diberi skor = 2, ragu-ragu diberi skor = 3, setuju diberi skor = 4 dan sangat setuju diberi skor = 5.

Skor tertinggi dan terendah dihitung dengan formulasi sebagai berikut:

Skor tertinggi = jumlah pertanyaan x skor tertinggi

= 4 x 2

= 8/8 x 100%

= 100%

Skor terendah = jumlah pertanyaan x skor terendah

= 4 x 1

= 4/8 x 100%

= 50%

Kemudian diukur menggunakan rumus:

I = R/K Dengan:

I = Interval

R = Range/kisaran (skor tertinggi – skor terendah) K =Jumlah kategori (2 kategori)

Range (R) = X - Y

= 100% - 50%

= 50%

87 Sehingga diperoleh: 50/2 = 25%

Kriteria objektif dibagi atas 2 yaitu berpengaruh dan tidak berpengaruh.

Skor yang diinginkan = skor tertinggi – nilai interval

= 100% - 25%

= 75%

Kriteria objektif:

a. Berpengaruh : Jika jawaban skor responden < 75%.

b. Tidak Berpengaruh : Jika jawaban skor responden ≥ 75%.

Dokumen terkait