3. Permintaan
3.4 Pola konsumsi
Tepung terigu telah berkembang menjadi salah satu bahan makan subtitusi bahan makanan pokok beras. Industri tepung terigu dipacu oleh beberapa faktor seperti:
1. Peningkatan kesadaran bahwa tepung adalah makanan yang sehat dan bergizi, 2. Peningkatan konsumsi makanan berbasis terigu,
3. Terigu sebagai alternatif diversifikasi pangan,
Tepung terigu tergolong produk bahan makanan yang umumnya digunakan sebagai bahan baku pada industri mie, biskuit, roti dan lainnya. Selain itu, tepung terigu juga digunakan
sebagai bahan baku untuk pembuatan makanan dan kue-kue oleh masyarakat baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk diperdagangkan.
Menurut data Susenas 2002, bahwa perkembangan tingkat konsumsi tepung terigu beserta makanan olahan berbahan baku tepung terigu untuk wilayah perkotaan dan pedesaan disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 4-1 Perkembangan Tingkat Konsumsi Produk Gandum Per Kapita Per Tahun, 1993-2002
Berikut ini dapat dilihat profil industri pengguna terigu dimana ada 60% UKM, 32% Industri Modern dan 8% Rumah Tangga.
Daerah/Makanan 1993 1996 1999 2002 Kota Terigu (Kg) 1,1 1,0 0,9 1,4 Mi Instan (Kg) 0,16 2,61 2,05 2,82 MI Basah (Kg) - 0,3 0,2 0,3 Mi Bakso/Rebus/Goreng - 28,5 26,2 26,7 Mi Instan (Porsi) - 1,6 1,0 1,5 Roti Tawar (Kg) 1,6 - - -
Roti Tawar (Bks Kecil) - 6,2 2,9 3,7 Roti Manis (Potong) - 18,5 14,7 18,1
Desa Terigu (Kg) 0,6 0,8 0,6 1 Mi Instan (Kg) 0,07 1,18 1,49 1,5 MI Basah (Kg) - 0,2 0,1 0,2 Mi Bakso/Rebus/Goreng - 13,6 12,7 13,2 Mi Instan (Porsi) - 0,8 0,6 1 Roti Tawar (Kg) 0,1 - - -
Roti Tawar (Bks Kecil) - 1,9 1 1,2 Roti Manis (Potong) - 15,1 9,2 12,4 Sumber : Data Susenas 1993, 1996, 1999, 2002 (Diolah)
Tabel 4-2 Profil Industri Pengguna Terigu Nasional
Keterangan:
Industri modern : mesin & manajemen modern, berbadan hukum, konsumsi terigu 10 MT sampai 6.000 MT/bulan.
UKM : mesin & manajemen tradisional umumnya usaha keluarga dan tidak berbadan hukum (UKM Besar > 45 MT/Bulan; UKM Menengah 11 – 45 MT/Bulan; UKM Kecil 1,5 – 11 MT/Bulan).
Industri Rumah Tangga : < 1,5 MT/Bulan.
Dengan asumsi stok awal dan stok akhir sama, produksi ditambah impor dikurangi ekspor maka akan diketahui konsumsi tepung terigu dan pertumbuhannya. Dalam lima tahun terakhir (2005-2009), konsumsi tepung terigu nasional meningkat menjadi 4,6 juta ton pada 2009. Selama periode di atas, peningkatan konsumsi tertinggi dicapai pada 2006 yaitu sekitar 7,9% dari 3,6 juta ton menjadi 3,9 juta ton. Sedangkan peningkatan terendahnya terjadi pada 2008 yaitu hanya sekitar 1,4% dari 4,2 juta ton menjadi 4,3 juta ton.
Tabel 4-3 Perkiraan Konsumsi Tepung Terigu Indonesia, 2005 – 2009
MIE MT Jumlah MT Jumlah MT Jumlah MT Jumlah MT Jumlah MT/Bln MT/Bln MT Jumlah
Mie Instan 61.230 45 - - - - - - - - - 61.230 45 Mie Kering 7.981 23 184 4 156 14 399 255 739 273 50 8.770 296 Mie Basah 250 5 17.207 81 14.461 269 29.582 4.855 6.250 5.205 4.106 65.606 5.210 68.461 73 17.391 85 14.617 283 29.981 5.110 6.989 5.478 4.156 135.606 5.551 BISKUIT Cookies 4.255 32 3.306 63 1.480 110 19.845 10.145 24.633 10.318 1.652 30.540 10.350 Wafer 2.570 22 - - - - - - - - - 2.570 22 Marie 674 15 - - - - - - - - - 674 15 Snack 220 10 217 5 110 10 23 15 350 30 23 593 40 7.719 79 3.523 68 1.590 120 19.868 10.160 24.983 10.348 1.675 34.377 10.427 BAKERY
Roti Tawar & Manis 2.192 31 8.736 140 15.150 850 27.907 10.665 51.793 11.655 3.472 57.458 11.686 Cake & Pastry 166 17 - - - - 55 55 55 35 4 224 52 Lain-Lain - - 1.348 18 1.300 50 7.686 10.334 10.334 2.748 693 11.027 2.748 2.358 48 10.084 158 16.450 900 35.648 21.054 62.182 14.438 4.169 68.709 14.486 Total 79.537 200 31.000 311 32.657 1.303 85.497 28.150 149.154 29.763 10.000 11.500 250.191 30.463 31,80% 59,65% 4,00% 4,60% Sumber: APTINDO Industri Rumah Tangga Rumah Tangga Total Industri Besar Modern UKM
Besar Menengah Kecil Total UKM
Tahun Produksi Ekspor Impor Konsumsi Pertumbuhan (%)
2005 3.263.206 62.991 477.976 3.678.191 -2006 3.481.840 47.173 536.926 3.971.593 8,0 2007 3.645.486 14.712 580.887 4.211.661 6,0 2008 3.754.851 13.383 530.914 4.272.382 1,4 2009 3.923.819 18.019 646.711 4.552.511 6,6 Pertumbuhan rata-rata 4,4 Sumber : Mediadata
Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) bahwa volume konsumsi tepung terigu di Indonesia pada Tahun 2007 adalah 17.1 kg per kapita. Pengguna tepung terigu terbesar di Indonesia adalah sektor usaha kecil dan menengah (KM) sebanyak 30.263 unit usaha dengan volume konsumsi sekitar 64%, diikuti industri rumah tangga (10.000 unit) dengan volume 4%, industri besar pengguna tepung terigu (200 unit) dengan volume konsumsi 27,4%, dan rumah tangga dengan volume 4,6%.
Dengan melihat konsumsi per kapita, pada tahun 2009 mencapai 19,7 Kg/Tahun atau meningkat sekitar 5,5% dibandingkan tahun sebelumnya 18,7 Kg/Kapita/Tahun. Sementara itu pertumbuhan rata konsumsi per kapita tepung terigu selama periode 2005-2009 rata-rata nik sebesar 3,5% per tahun. Konsumsi tepung terigu per kapita di Indonesia, masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura yang mencapai ± 71 Kg/Kapita/Tahun atau Malaysia ± 40 Kg/Kapita/Tahun.
Tabel 4-1 Konsumsi Per Kapita Tepung Terigu Indonesia, 2005 – 2009
Penyerap tepung terigu dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kelompok industri dan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Kelompok industri besar dan modern di bidang makanan meliputi industri mie instan, roti, biskuit dan snack serta mie kering. Sedangkan kelompok UKM adalah pengusaha dengan modal relatif kecil dan teknologi sederhana. Kelompok UKM ini menekuni bidang yang sama dengan kelompok industri besar kecuali mie instan. Selain itu, tepung terigu juga dimanfaatkan oelh industri plywood yang digunakan sebagai bahan perekat dan sektor industri rumah tangga (home industry) sebagai bahan baku kue atau penganan.
Kontribusi terbesar pemakaian tepung terigu adalah kelompok UKM. Pada 2009, kelompok UKM yang meliputi usaha mie basah & kering, biskuit & snack dan roti peranannya diperkirakan mencapai sekitar 58,3% dari total konsumsi tepung terigu. Berikutnya kelompok industri besar dan modern yang meliputi industri mie instan, mie kering, mie basah, biskuit &
Tahun Konsumsi (Ton) Jumlah Penduduk (000 jiwa) Konsumsi Per Kapita (Kg) Pertumbuhan (%)
2005 3.678.191 218.868 16,8 -2006 3.971.593 222.747 17,8 6,3 2007 4.211.661 225.642 18,6 5,1 2008 4.272.382 228.532 18,7 0,5 2009 4.552.511 231.265 19,7 5,5 Pertumbuhan rata-rata 3,5 Sumber : Mediadata
snack, roti dan industri lainnya yang mencapai 34,0%. Sedangkan pemakaian langsung oleh sektor industri rumahan dan rumah tangga mencapai sekitar 3,5% dan 3,2%.
Kelompok UKM terutama oleh usaha roti dan mie (mie basah dan mie kering). Pada 2009, kontribusi pemakaian tepung terigu oleh usaha roti diperkirakan mencapai 41,7% terhadap total pemakaian tepung terigu oleh UKM. Sedangkan pemakaian oleh usaha mie tidak jauh berbeda dengan usaha roti yakni sekitar 39,5%. Pemakaian tepung terigu oleh kedua usaha ini meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya konsumsi produk roti dan mie. Roti dan mie telah menjadi bahan makanan kedua setelah makanan pokok nasi.
Tabel 4-5 Perkiraan Konsumsi Tepung Terigu Menurut Industri Pemakainya, 2005 – 2009 (Ton)
Industri besar dan modern, industri mie instan merupakan pemakai terbesar. Pada tahun yang sama, pemakaian tepung terigunya diperkirakan mencapai 1,2 juta ton atau kontribusinya sekitar 73,4% terhadap total pemakaian tepung terigu di kelompok industri besar dan modern. Kemudian industri biskuit & snack mencapai 210,3 ribu atau sekitar 13,2%. Pemakai tepung terigu yang tergolong besar lainnya dari kelompok ini adalah mie kering. Penyerapannya mencapai 151,3 ribu ton atau sekitar 9,5%. Sementara pemakaian tepung terigu industri roti, mie basah dan plywood relatif kecil.
Industri Pemakai 2005 2006 2007 2008 2009 Industri Pemakai
Mie Instan 915.428 970.251 1.025.556 1.076.834 1.169.540 Mie Kering 118.806 125.577 132.735 139.372 151.371 Mie Basah 5.002 5.287 5.589 5.868 6.374 Biskuit & Snack 167.578 174.487 184.432 193.654 210.326 Roti 42.520 44.943 47.505 49.881 54.175 Plywood 1.250 1.323 1.398 1.467 1.593
Sub Total 1.250.584 1.321.868 1.397.215 1.467.076 1.593.379
UKM
Mie Basah & Kering 847.032 895.313 946.346 993.663 1.048.375 Biskuit & Snack 403.145 426.124 450.412 472.934 498.973 Roti 894.209 945.178 999.054 1.049.006 1.106.766
Sub Total 2.144.386 2.266.615 2.395.812 2.515.603 2.654.114 Industri Rumah Tangga 128.737 136.075 143.831 151.022 159.338
Sub Total 128.737 136.075 143.831 151.022 159.338 Rumah Tangga 117.702 163.290 172.597 181.228 145.680
Sub Total 117.702 163.290 172.597 181.228 145.680
Total 3.641.409 3.887.848 4.109.455 4.314.929 4.552.511 Sumber : Mediadata
Besarnya konsumsi tepung terigu oleh industri mie instan ini didorong oleh nilai tambah dari produk mie instan yang praktis, siap saji dan ekonomis sehingga permintaan mie instan cenderung meningkat cukup signifikan.
Sementara untuk produk biskuit, roti dan mie basah penyerapan tepung terigu oleh industri besar dan modern lebih kecil jika dibandingkan dengan kelompok UKM. Hal itu dikarenakan permintaan produk yang dihasilkan oleh industri besar dan modern masih terbatas karena harga produk mie, roti, biskuit dan snack yang dihasilkan oleh industri besar dan modern umumnya relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk UKM yang mayoritas konsumennya terdiri dari masyarakat menengah bawah dengan daya beli yang terbatas. Dilihat dari laju pertumbuhannya, selama periode 2005-2009 konsumsi kelompok UKM lebih tinggi dibandingkan kelompok industri modern yaitu naik dari 2,1 juta ton menjadi 2,7 juta ton atau rata-rata nik sekitar 5,2% sedangkan industri besar dan modern hanya 4,3% per tahun.