• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

5.2 Verbal Numerical Rating Scale (VNRS)

Peneliti menggunakan Verbal Numerical Rating Scale (VNRS) sebagai alat untuk mengukur nyeri, karena VNRS merupakan alat yang menggabungkan Verbal Rating Scale (VRS) dan Numeric Rating Scale (NRS), dan diharapkan

akan memudahkan peneliti dalam mengkaji intensitas nyeri yang dialami pasien dan mengkategorikannya ke dalam empat tingkatan nyeri.

Verbal Numerical Rating Scale (VNRS) mengukur intensitas nyeri pasien osteoartritis. Terdiri dari 0-10 skala dengan angka 0 menunjukan tidak nyeri, angka 1-3 nyeri ringan, angka 4-7 nyeri sedang, angka 8-10 nyeri berat.

5.3 Kuisioner Stres

Mengadopsi kuisioner Patient Distress Checklist yang merupakan pengukuran stres pada pasien kanker. Peneliti memodifikasi pernyataan yang telah ada dengan mengganti kanker dengan nyeri dan menghilangkan butir pernyataan tentang pasangan hidup, karena tidak semua responden memiliki pasangan hidup. Peneliti juga menambahkan pernyataan tentang hubungan dengan Tuhan dan pernyataan tentang memikirkan kematian akibat nyeri. Kuisioner stres pada penelitian ini terdiri dari 14 pernyataan dengan menggunakan skala Likert dengan pilihan jawaban tidak pernah (TP), jarang(J), sering (S), selalu (SS). Pilihan jawaban masing – masing mempunyai nilai yaitu jawaban selalu diberi nilai 4, sering diberi nilai 3, jarang diberi nilai 2, dan tidak pernah diberi nilai 1. Nilai terendah dari kuisioner ini adalah 14 dan nilai tertinggi 56.

Skala ukur variabel yang digunakan dalam variabel ini adalah skala ordinal dimana hasil ukurnya menggunakan rumus statistik menurut Hidayat (2007) sebagai berikut :

Rentang kelas adalah 42 (selisih nilai tertinggi dengan nilai terendah), sedangkan banyak kelas sebanyak 3 kelas (ringan, sedang, berat), maka didapat panjang kelas sebesar 14. Hasil ukur kuisioner didapatkan sebagai berikut :

Stres ringan 14-28 Stres sedang 28-42 Stres berat > 42

6. Uji Validitas

6.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrument. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi (Arikunto, 2006). Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan uji validitas isi yang terlebih dahulu dikonsultasikan dengan pakar yang ahli pada bidangnya. Validitas instrumen diuji oleh tiga orang dosen yaitu Bapak Asrizal, S.Kep, Ns, WOC (ET) N, Ibu Roxsana Devi Tumanggor, S.Kep, Ns, Mnurs (Mental Health), dan Ibu Nunung Febriany S.Kep.,MNS. Dari hasil validasi yang dilakukan ada beberapa pernyataan yang dimodifikasi, yaitu pernyataan nomor 7, 9, 10 dan 14.

7. Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

7.1 Permohonan izin pelaksanaan penelitian didapatkan dari institusi pendidikan (Fakultas Keperawatan USU).

7.2 Permohonan izin dikirim ke tempat penelitian (RSUP H. Adam Malik Medan).

7.3 Peneliti meminta perawat ruangan memperkenalkan calon responden. 7.4 Peneliti menjelaskan kepada calon responden tentang tujuan, mamfaat

penelitian dan prosedur pengumpulan data.

7.5 Peneliti meminta calon responden menandatangani lembar persetujuan sebagai bentuk persetujuan bersedia menjadi responden.

7.6 Kemudian peneliti mengobservasi intensitas nyeri yang dialami oleh pasien.

7.7 Peneliti mengobservasi stres yang dialami pasien

7.8 Setelah semua data terkumpul akan dilanjutkan ke dalam pengelolaan dan analisa data.

8. Analisa Data

Setelah semua data pada kuisioner terkumpul, maka dilakukan analisa data melalui beberapa tahap. Pertama editing, yaitu mengecek atu mengoreksi data yang telah dikumpulkan. Tujuannya untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada pencatatan dilapangan. Kedua coding, yaitu pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama. Tahap ketiga yaitu processing yaitu memasukkan data dari lembar kuisioner ke dalam program computer, dan tahap yang keempat cleaning yaitu mengecek kembali data yang telah dimasukkan untuk mengetahi ada kesalahan atau tidak.

8.1 Statistik univariat

Statistik univariat adalah suatu prosedur untuk menganalisa data dari suatu variabel yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu hasil penelitian (Polit & Beck, 2003). Pada penelitian ini analisa data dengan metode statistik univarat akan digunakan untuk menganalisa data variabel independen dan variabel dependen serta data demografi meliputi usia, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan, lama penyakit dan pengobatan yang diterima. Variabel independen pada penelitian ini adalah intensitas nyeri dan variabel dependen yaitu tingkat stres.

8.2 Statistik Bivariat

Statistika bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara dua variabel (Polit & Beck, 2003). Hubungan antara variabel independen (intensitas nyeri) dan variabel dependen (tingkat stres) akan digunakan uji korelasi Product Moment Pearson’s (Pearson’s). Uji Pearson’s ini digunakan jika mememenuhi syarat yaitu, data terdistribusi normal dan sampel memenuhi. Jika ditemukan data tidak terdistribusi normal maka diusahakan normal, jika tetap tidak terdistribusi normal maka analisa data dikembalikan ke nonparametrik dengan menggunakan Spearman (Dahlan, 2004). Uji Pearson’s adalah uji yang digunakan mencari hubungan atau menguji signifikansi hipotesis korelasi bila variabel yang dihubungkan berbentuk numerik (Sugiyono, 2009).

Uji normalitas dilakukan untuk menginterpretasikan suatu data apakah memiliki distribusi normal atau tidak, untuk selanjutnya ditentukan uji hipotesis apa yang akan digunakan (Dahlan, 2004). Dalam penelitian ini uji normalitas

menggunakan uji Shapiro-Wilk karena jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang (kurang dari 50 sampel). Untuk mengetahui hasil uji normalitas adalah dengan membandingkan data yang didapat dengan data yang berdistribusi normal yang memiliki mean dan SD yang sama. Jika tes yang dilakukan menghasilkan signifikan (p<0.05), maka data tersebut tidak distribusi normal. Sebaliknya jika signifikan (p>0.05), maka data tersebut memiliki distribusi normal (Dahlan, 2004).

Hasil dari analisa korelasi Pearson adalah nilai koefisien korelasi (r) dan nilai signifikansi (p) (Sugiyono, 2009).Nilai ρ menunjukkan kekuatan hubungan, dan level r berada pada rentang -1.00 sampai +1.00, nilai yang semakin tinggi akan menunjukkan hubungan yang kuat (Polit & Beck, 2003). Nilai p menilai hubungan yang signifikan, jika nilai p kurang dari niali α (0.05) maka hubungan signifikan sehingga hipotesa alternatif (Ha) diterima dan Hipotesa null (Ho) ditolak dan dapat diinterpretasikan adanya hubungan antara intensitas nyeri dengan stres pasien osteoartritis (Polit & Beck, 2003).

Hasil analisa akan dibaca berdasarkan table hasil uji interpretasi. Tabel hasil uji interpretasi terdiri dari nilai r, nilai p dan arah korelasi. Nilai r menginterpretasikan kekuatan hubungan dengan level 0-1.

Untuk menafsirkan hasil pengujian statistik tersebut digunakan kriteria penafsiran (Dahlan, 2001) sebagai berikut:

No. Parameter Nilai Interpretasi

1. Kekuatan Korelasi 0.00 – 0.199 0.20 – 0.399 0.40 – 0.599 0.60 – 0.799 0.80 – 1.00 Sangat lemah Lemah Sedang Kuat Sangat kuat 2. Nilai p p < 0.05 p > 0.05

Terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji.

Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji.

3. Arah Korelasi + (positif)

- (negatif)

Searah. Semakin besar nilai suatu variabel, makin besar pula nilai variabel lainnya.

Berlawanan arah. Semakin besar nilai suatu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya.

BAB 5

Dokumen terkait