• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

D. Populasi dan Sampel

1. Penentuan Sampel

Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI Program IPS di SMA Negeri 1 Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat yang terdiri dari kelas XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XI IPS 4, XI IPS 5. Sedangkan sampel penelitian adalah kelas XI IPS 2 mendapat perlakuan model pembelajaran Learning Cycle dan kelas XI IPS 4 mendapat perlakuan model pembelajaran model pembelajaran SSCS. Penarikan sampel penelitian dilakukan secara acak yaitu seluruh peserta didik dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi partisipan penelitian dan mempunyai karakteristik yang sama. Karakteristik yang dipersamakan pada penelitian ini dibatasi berdasarkan nilai ulangan harian dan nilai tugas. Penentuan sampel atau kelas eksperimen dijelaskan pada Tabel 3.5.

Tabel 3.5.

Penentuan Kelas Eksperimen

Statistik XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 XI IPS 4

Mean 87.0516 84.2816 84.7233 84.4717 81.8667 Median 87.1700 83.8300 84.3300 85.3300 83.0000 Mode 86.00 81.67 81.67 82.67 100.00 Std. Deviation 5.05736 4.97595 5.36848 5.33355 18.17299 Variance 25.577 24.760 28.821 28.447 330.257 Range 20.00 21.66 26.33 22.00 77.00 Minimum 73.33 71.67 67.00 71.00 23.00 Maximum 93.33 93.33 93.33 93.00 100.00 N 32 32 30 29 30

Sumber: Hasil penelitian, 2012.

Data statistik pada Tabel 3.5. merupakan hasil pengolahan nilai tugas dan nilai ulangan harian. Nilai tugas dan nilai ulangan harian kemudian dirata-ratakan.

Nilai rata-rata tersebut kemudian diolah dengan teknik statistika deskriptif untuk menentukan kelas-kelas eksperimen. Penentuan kelas-kelas eksperimen didasarkan pada karakteristik yang hampir sama atau dipersamakan dari perbandingan kelima kelas. Data statistik tersebut tidak semua diperbandingan, hanya data-data yang mendukung seperti mean, median, modus, std. deviation, variance, range, minimum dan maxmimum. Data statistik tersebut digunakan untuk mengetahui normalitas dan homogenitas data sebagai dasar penentukan kelas- kelas eksperimen. Data statistik mean yang hampir sama adalah kelas IPS 2 dan IPS 4, median adalah IPS 2 dan IPS 3, std. deviation adalah IPS 3 dan IPS 4, variance adalah IPS 3 dan IPS 4, range adalah IPS 2 dan IPS 4, minimal adalah IPS 2 dan IPS 4, dan maximum adalah sama untuk semua kelas kecuali Kelas IPS 5. Dari sekian perbandingan antar kelas yang banyak muncul persamaan atau kriteria yang dipersamakan adalah IPS 2 dan IPS 4. Selain itu juga dilakukan uji normalitas pada setiap kelas dan uji homogenitas pada setiap perbandingan antar kelas. Hasil uji normalitas dapat dijelaskan pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6.

Uji Normalitas Seluruh Kelas

Kelas Kolmogorov-Smirnov

a

Shapiro-Wilk

Kesimpulan Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

1 0,136 32 0,137 0,912 32 0,013 Tidak normal 2 0,089 32 0.200* 0,979 32 0,755 Normal 3 0,185 30 0,010 0,914 30 0,019 Tidak normal 4 0,105 29 0.200* 0,953 29 0,220 Normal 5 0,159 30 0,051 0,865 30 0,001 Tidak normal *) Lilliefor

Sumber: Hasil penelitian, 2012.

Berdasarkan Tabel 3.6. dapat dijelaskan berdasarkan uji Kolmogorov Smirnov kelas IPS 1, IPS 2, IPS 4 dan IPS 5 mempunyai tingkat signifikansi >

0,05 dan dinyatakan distribusi ke empat kelas adalah normal. Berdasakan uji Shapiro Wilks kelas IPS 2 dan IPS 4 mempunyai tingkat signifikansi > 0,05 dan dinyatakan distribusi ke dua kelas adalah normal. Dari kedua uji tersebut disimpulkan bahwa kelas IPS 2 dan IPS 4 yang berdistribusi normal, sedangkan kelas lainnya berdistribusi tidak normal.

Sedangkan uji homogenitas dapat dijelaskan pada Tabel 3.7. sebagai berikut:

Tabel 3.7.

Uji Homogenitas Seluruh Kelas

Kelas IPS F Sig. Df F Tabel

(dk1/dk2) (5%) Kesimpulan

1 dan 2 0,000 0,999 62 3,99 Varian sama 1 dan 3 0,001 0,982 60 4,00 Varian sama 1 dan 4 0,331 0,717 59 4,00 Varian sama 1 dan 5 21.111 0,000 60 4,00 Varian beda 2 dan 3 0,000 0,983 60 4,00 Varian sama 2 dan 4 0,140 0,709 59 4,00 Varian sama 2 dan 5 21.243 0,000 60 4,00 Varian beda 3 dan 4 0,124 0,726 57 4,00 Varian sama 3 dan 5 19.484 0,000 58 4,00 Varian beda 4 dan 5 18.063 0,000 57 4,00 Varian beda Sumber: Hasil penelitian, 2012.

Berdasarkan tabel 3.7. dapat dijelaskan bahwa nilai F hitung < F tabel atau nilai signifikasi < 0,05 adalah perbandingan kelas IPS 1 dan IPS 2, IPS 1 dan IPS 3, IPS 1 dan IPS 4, IPS 2 dan IPS 3, IPS 2 dan IPS 4, IPS 3 dan IPS 4 maka perbandingan antar kelas tersebut dinyatakan mempunyai varian sama atau homogen.

Berdasarkan perbandingan yang telah dijelaskan serta uji normalitas dan homogenitas dapat disimpulkan bahwa kelas IPS 2 dan IPS 4 layak digunakan

2. Normalitas dan Homogenitas Variabel Data Populasi dan Sampel

Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah mengetahui apakah suatu variabel terdistribusi normal atau tidak. Normal atau tidaknya suatu variabel dilihat dari mean dan standar deviasi yang sama. Uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov dan Shapiro Wilk yaitu uji hipotesis tentang perbedaan mean dari dua sampel/variabel diskrit yang berskala interval atau rasio. Rumus Uji Kolmogorov Smirnov adalah sebagai berikut:

� = �0( )− ( ) (NIST/SEMATECH, 2012). Keterangan: �0( ) = fungsi berdistribusi frekuensi kumulatif yang

sepenuhnya ditentukan, yakni distribusi kumulatif teoritis di bawah HO artinya untuk harga N yang sebesar besarnya, harga �0( ) adalah proporsi kasus yang diharapkan mempunyai skor yang sama atau kurang dari

( ) = distribusi frekuensi yang diobservasi dari suatu sampel random dengan N observasi. Dimana adalah sembarang skor yang mungkin, = , dimana k sama dengan banyak observasi yang sama atau kurang dari .

Hipotesis yang digunakan adalah:

H0 : data terdistribusi normal (simetris). Ha : data terdistribusi tidak normal (asimetris).

Dasar pengambilan keputusan adalah jika signifikansi > 0,05, maka H0 diterima atau data terdistribusi normal (simetris). Jika signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak atau data terdistribusi tidak normal (asimetris).

Adapun rumus Uji Shapiro Wilk adalah sebagai berikut:

= ( =1 )2 ( − )2 =1

Keterangan: xi = statistik tatanan x1, x2....xn

ai = konstanta yang dibangkitkan dari mean, varians, dan kovarian sampel statistik tatanan sebesar n dari distribusi normal.

Hipotesis yang digunakan adalah:

H0 : data terdistribusi normal (simetris). Ha : data terdistribusi tidak normal (asimetris).

Dasar pengambilan keputusan adalah jika signifikansi > 0,05, maka H0 diterima atau data terdistribusi normal (simetris). Jika signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak atau data terdistribusi tidak normal (asimetris).

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui beragam atau tidaknya (homogen) variansi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama. Pengujian homogenitas penting untuk melakukan generalisasi untuk hasil penelitian yang data penelitiannya diambil dari kelompok-kelompok terpisah yang berasal dari populasi. Uji homogenitas dilakukan dengan Levene’s Test yaitu uji hipotesis tentang perbedaan mean dari dua sampel/variabel diskrit yang berskala interval atau rasio. Rumus Levene’s Test adalah sebagai berikut:

�= ( ) =1 ( − )2 −1 =1 =1 ( − )2 (NIST/SEMATECH, 2012). dimana = − = =1 = =1

Keterangan: K = banyaknya kelompok

ni = banyaknya data dari kelompok ke-i = rata-rata kelompok ke-i

W = jumlah bobot keseluruhan data Wij = bobot ke-j dari kelompok ke-i Xij = nilai ke-j dari kelompok ke-i Hipotesis yang digunakan adalah:

H0 : varian populasi adalah sama. Hi : varian populasi adalah berbeda.

Dasar pengambilan keputusan adalah jika signifikansi > 0,05, maka H0 diterima atau varian populasi adalah sama. Jika signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak atau varian populasi adalah berbeda.

Dokumen terkait