BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Populasi dan Sampel
Populasi menurut Sugiyono (2007:61) adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti”. Populasi merupakan keseluruhan dari subyek yang akan diteliti dan memiliki kesamaan dalam berbagai aspek yang relevan. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen semester I tahun 2010/2011.
2. Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto (2006:131) “sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Tidak semua anggota populasi diteliti tetapi cukup diwakili oleh sebagian dari anggota populasi. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan
teknik cluster random sampling, yaitu sampel yang diambil berdasarkan kelompok.
Sampel yang diambil dari 4 kelas secara acak dengan cara diundi, setiap kelas memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel.
Berdasarkan pengundian diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas VIII C sebagai kelompok eksperimen I berjumlah 36 peserta didik, dan kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen II berjumlah 37 peserta didik. Kelompok eksperimen I diberi pembelajaran kuantum menggunakan media komik, sedangkan kelompok eksperimen II diberi pembelajaran kuantum menggunakan media animasi.
C.Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Menurut Suharsimi Arikunto (2006:3) “eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab
perpustakaan.uns.ac.idakibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan digilib.uns.ac.id
mengeliminaasi atau menguarangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu”. Oleh karenanya, penelitian eksperimen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui akibat dari suatu perlakuan penelitian.
Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen, yaitu kelompok eksperimen I dan kelompok eksperimen II. Kedua kelompok tersebut dianggap sama dalam segala segi yang relevan dan hanya berbeda dalam hal pemberian perlakuan. Kelompok eksperimen I diberi perlakuan pembelajaran model kuantum menggunakan media komik, sedangkan kelompok eksperimen II diberi perlakuan pembelajaran model kuantum menggunakan media animasi.
Selain itu kedua perlakuan tersebut ditinjau dari rasa ingin tahu dan kemampuan verbal peserta didik. Hasil dari kedua kelompok tersebut dibandingkan manakah yang lebih baik dan tepat penggunaan media melalui pembelajaran kuantum pada materi sistem gerak pada manusia. Desain penelitian dapat digambarkan pada tabel 3.2 berikut:
Tabel 3.2 Desain Penelitian
Pembelajaran Kuantum Menggunakan Media (A)
Media Komik (A1) Media Animasi (A2)
Rasa Ingin Tahu (B) Tinggi (B1) Rendah (B2) Kemampuan Verbal (C) Tinggi (C1) Rendah (C2)
perpustakaan.uns.ac.idD. Variabel Penelitian digilib.uns.ac.id
Menurut Budiyono (2009:4) “variabel diartikan sebagai konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang diteliti”. Dalam variabel terdapat variasi antara konstruk atau sifat yang satu dengan yang lain. Terdapat 3 macam variabel dalam penelitian ini yang meliputi variable bebas, variable moderator, dan variabel terikat.
1. Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran model kuantum menggunakan media komik dan animasi.
a. Definisi Operasional
Pembelajaran model kuantum merupakan pembelajaran yang mengubah
interaksi-interaksi dalam pembelajaran menjadi cahaya. Pembelajaran kuantum dirancang dengan strategi pembelajaran yang disebut TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan).
Media komik adalah bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar. Menampilkan bahan pelajaran sekolah dalam bentuk komik dapat membangkitkan motivasi belajar. Cerita yang disampaikan dalam komik adalah materi sistem gerak pada manusia. Media animasi adalah teknik penggerakan gambar yang dapat digunakan untuk mensimulasikan suatu peristiwa, kejadian, proses maupun percobaan. Materi pelajaran yang dianimasikan adalah sistem gerak pada manusia
b. Indikator
Perlakuan pembelajaran model kuantum menggunakan media komik dan animasi dengan rancangan TANDUR.
perpustakaan.uns.ac.idc. Simbol digilib.uns.ac.id
Pembelajaran model kuantum menggunakan media diberi simbol A.
Penggunaan media komik diberi simbol A1 sedangkan media animasi diberi simbol
A2.
2. Variabel Moderator
Variabel moderator dalam penelitian ini adalah rasa ingin tahu dan kemampuan verbal peserta didik. Masing-masing variabel moderator dibagi dalam kategori tinggi dan rendah.
a. Definisi Operasional
Rasa ingin tahu adalah perasaan atau sikap yang kuat untuk mengetahui
sesuatu. Rasa ingin tahu dapat memotivasi seseorang untuk mempelajari sesuatu.
dan mendorong seseorang untuk belajar. Rasa ingin tahu yang tinggi dapat menjadikan peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan yang masih baru atau belum diketahui.
Kemampuan verbal adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan makna dari suatu pesan belajar yang berupa simbol, gambar, maupun sumber belajar yang lain dengan menggunakan bahasa baik lisan maupun tertulis yang mudah dimengerti oleh
orang lain. Kemampuan verbal merupakan salah satu potensi yang dimiliki peserta
didik yang dapat mendukung tercapainya peningkatan prestasi belajar. Peserta didik yang belajar dengan kemampuan verbal, mampu menata dan mengorganisasi kata-
kata dan fakta serta mengkomunikasikan pikiran dan pendapat kepada orang lain.
perpustakaan.uns.ac.idb. Indikator digilib.uns.ac.id
Data skor yang diperoleh dari hasil angket rasa ingin tahu dan kemampuan verbal peserta didik.
c. Simbol
Variabel moderator rasa ingin tahu diberi simbol B. Rasa ingin tahu kategori
tinggi diberi simbol B1, sedangkan kategori rendah diberi simbol B2. Variabel
moderator kemampuan verbal peserta didik diberi simbol C. Kemampuan verbal
peserta didik kategori tinggi diberi simbol C1, sedangakan kategori rendah diberi
simbol C2.
3. Variabel Terikat
Variabel terikat pada penelitian ini adalah prestasi belajar biologi pada materi sistem gerak pada manusia.
a. Definisi Operasional
Prestasi belajar biologi adalah hasil belajar yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran biologi.
b. Indikator
Prestasi belajar yang diukur pada penelitian ini adalah prestasi belajar aspek kognitif dan psikomotor. Prestasi belajar yang dicapai peserta didik ranah kognitif dinyatakan dalam bentuk nilai yang diperoleh dari tes prestasi belajar setelah kegiatan pembelajaran selesai dilaksanakan. Sedangkan nilai prestasi ranah psikomotor diperoleh melalui lembar pengamatan keterampilan proses sains.
c. Simbol
Prestasi belajar diberi simbol: AiBjCk, dengan i, j, dan k sebagai bilangan bulat, i = j = k = 1,2